Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Korelasi Antara Lama Diabetes Mellitus Dan Kadar HbA1c Dengan Skor Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) Dan Diabetic Neuropathy Examination (DNE) Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Bintang Amin, Bandar Lampung Natalia, Desta; Sina, Muhamad Ibnu; Triswanti, Nia; Dharmawita, Dharmawita
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.20031

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 sering menyebabkan komplikasi berupa neuropati diabetik, yang dapat dinilai menggunakan skor Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) dan Diabetic Neuropathy Examination (DNE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara lama menderita DM dan kadar HbA1c dengan skor DNS dan DNE pada pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan pasien yang telah didiagnosis DM tipe 2. Data diperoleh melalui pemeriksaan klinis dan laboratorium, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara lama menderita DM dengan skor DNS dan DNE (p < 0,05). Namun, tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara kadar HbA1c dengan skor DNS maupun DNE (p > 0,05). Kesimpulannya, lama menderita DM berhubungan secara signifikan dengan derajat neuropati diabetik, sedangkan kadar HbA1c tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kepercayan Diri Pada Siswa-Siswi Kelas X Sma Negeri 1 Raman Utara Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019/2020 Lutfianawati, Dewi; Triswanti, Nia; Pinilih, Astri
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 4 No. 1 (2021): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v4i1.6041

Abstract

Latar Belakang : kepercayaan diri adalah sebagai suatu sikap atau perasaan yakin akan kemampuan diri sendiri, interaksi sosial, konsep diri, berani mengungkapkan pendapatnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri adalah dukungan sosial. Dukungan sosial yaitu adanya interaksi yang ditunjukan dengan memberikan bantuan dukungan secara emosional ,penghargaan, instrumental, informasional.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan dukungan sosial terhadap kepercayaan diri pada siswa-siswi Kelas X Sma Negeri 1 Raman Utara Kabupaten Lampung Timur 2019/2020.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan pendekatan metode cross sectional menggunakan teknik total sampling sebanyak 120 sampel yang terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria esklusi. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari 2020. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Raman Utara Kabupaten Lampung Timur. Data statistik uji pearsonn menggunakan SPSS versi 20.Hasil penelitian : didapatkan responden penelitian berjumlah 120 siswa-siswi dengan  tingkat kepercayaan diri sedang berjumlah 75 responden (62,5%) dan kepercayaan diri tinggi berjumlah 45 responden (37,5). Tingkat dukungan sosial tinggi berjumlah 120 responden (100%). Analisis statistic menggunakan uji pearsnn menunjukkan p-value sebesar 0,000 dengan uji korelasi  sebesar 0,429.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial terhadap kepercayaan diri pada siswa-sisiwi SMA Negeri 1 Raman Utara Kabupaten Lampung Timur 2019/2020. Dukungan Sosial Mempengaruhi Kepercayaan Diri Sebesar 18%.
Hubungan Kadar HbA1c Dengan Fungsi Ginjal Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Bintang Amin Octaviani, Rosa Sabrina; Triswanti, Nia; Mandala, Zulhafis; Esfandiari, Firhat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.20298

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan pada sistem metabolisme tubuh yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi sangat tinggi secara kronis akibat masalah pada produksi insulin atau ketidakpekaan tubuh terhadap insulin, yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius salah satunya terhadap fungsi ginjal yang dapat dilihat melalui pemeriksaan kreatinin serum. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional analitik. Data dikumpulkan melalui penggunaan rekam medis sebagai data sekunder,penelitian ini menggunakan pendekatan desain potong lintang yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bintang Amin pada tahun 2024.Hasil Penelitian: Berdasarkan penelitian hubungan kadar HbA1c dengan fungsi ginjal pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar lampung 2024 dan didapatkan total sampel 93 orang, maka dapat disimpulkan presentase hasil kadar HbA1c ≥ 7%  pada penderita diabetes melitus tipe 2  yaitu 93,5%.presentase hasil kadar kreatinin serum ≥ 1.1 mg/dl pada penderita diabetes melitus tipe 2 yaitu 73,1%. Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dengan fungsi ginjal pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p-value 0,023.
Hubungan Waist Hip Ratio (WHR) Dan Posisi Duduk Terhadap Kejadian Low Back Pain (LBP) Pada Karyawan Administras Di Universitas Malahayati Bandar Lampung Pratama, Hasfuri Darlan; sariningsih, Sariningsih; Triswanti, Nia; Yunus, Muhamad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20548

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling umum terjadi akibat postur tubuh yang tidak ergonomis, terutama pada pekerja administrasi yang banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk. Selain posisi duduk, distribusi lemak tubuh yang diukur melalui Waist Hip Ratio (WHR) juga diduga memiliki peran dalam meningkatkan risiko LBP. WHR mencerminkan distribusi lemak di daerah perut dan panggul, yang jika tidak seimbang, dapat menyebabkan beban berlebih pada tulang belakang. Di Indonesia, prevalensi LBP akibat pekerjaan diperkirakan berkisar antara 7,6% hingga 37%, dengan faktor risiko yang mencakup umur, indeks massa tubuh, pola duduk, serta durasi kerja. Tujuan Penelitian : Mengetahui Hubungan Waist Hip Ratio (WHR) dan posisi duduk terhadap kejadian Low Back Pain (LBP) pada karyawan administrasi di Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2025. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Hasil Penelitian : Mayoritas responden berjenis kelamin pria (54,8%), sedangkan wanita sebanyak (45,2%). WHR perempuan menunjukkan kategori obesitas sentral pada sebagian besar responden, sedangkan WHR laki-laki bervariasi. Posisi duduk sebagian besar tidak ergonomis. Berdasarkan uji statistik, ada keterkaitan bermakna antara WHR perempuan dan kejadian LBP (P<0,05), hubungan negatif sedang antara WHR laki-laki dan LBP, serta hubungan lemah dan tidak signifikan antara posisi duduk dan LBP (P>0,05). Kesimpulan : Penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara Waist Hip Ratio (WHR) pada karyawan perempuan dengan kejadian Low Back Pain (LBP) pada karyawan administrasi. Sementara itu, WHR pada karyawan laki-laki menunjukkan hubungan negatif dengan LBP, namun tidak signifikan secara statistik. Selain itu, posisi duduk tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan LBP, meskipun cenderung berkontribusi terhadap kejadiannya.
Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Bintang Amin Hidayat, Rizki; Triswanti, Nia; Hutasuhut, Arti Febriyani; Sjahriani, Tessa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i5.20532

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT 2) termasuk penyakit metabolik kronis yang mempunyai gejala hiperglikemia sebab resistensi insulin atau gangguan sekresi insulin. Hiperglikemia kronis dapat menyebabkan perubahan struktural untuk pembuluh darah yang berkontribusi terhadap kenaikan tekanan darah dan risiko hipertensi. Penelitian ini berguna agar menemukan hubungan antara kadar gula darah serta tekanan darah untuk pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Penelitian ini menerapkan desain observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional dan data ditemukan pada rekam medis pasien pada Rumah Sakit Bintang Amin. Sebanyak 94 pasien dipilih menggunakan metode purposive sampling. Analisis data diselenggarakan memakai uji Chi-square. Hasil penelitian memaparkan jika 71,3% pasien memperoleh kadar gula darah belum terkontrol (≥200 mg/dL) serta 52,1% pasien mengalami hipertensi (>120/80 mmHg). Uji statistik memaparkan adanya kaitan yang signifikan antara kadar gula darah pada tekanan darah (p-value = 0,018; OR = 2,963). Ada hubungan signifikan antara kadar gula darah belum terkontrol melalui risiko munculnya hipertensi untuk pasien DMT 2 pada Rumah Sakit Bintang Amin.
Hubungan Faktor Usia Dan Indeks Masa Tubuh Dengan Tipe Molekuler Kanker Payudarainvasif Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Arania, Resti; Wibowo, Purwo Abdi; Triswanti, Nia; Sahara, Nita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20577

Abstract

Kanker payudara invasif merupakan masalah kesehatan global dengan variasi karakteristik molekuler yang memengaruhi prognosis dan tatalaksana. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia dan indeks massa tubuh (IMT) dengan subtipe molekuler kanker payudara invasif. Studi analitik observasional cross-sectional dilakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung pada 176 pasien kanker payudara invasif yang menjalani pemeriksaan imunohistokimia tahun 2024. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan signifikansi α=5%. Hasil menunjukkan insiden kanker payudara invasif sebanyak 192 kasus. Profil pasien didominasi kelompok usia ≥40 tahun (75%; rerata usia 51 tahun) dan obesitas (42.6%; rerata IMT 23.99). Distribusi subtipe molekuler tertinggi pada Luminal B (62.5%), diikuti Luminal A (14.2%), HER2 (11.9%), dan TNBC (11.4%). Analisis statistik mengungkap hubungan signifikan antara usia dengan tipe molekuler (p 0.001), di mana usia ≥40 tahun berasosiasi dengan Luminal B (95.5%), sedangkan usia 40 tahun lebih banyak HER2 (85.7%) dan TNBC (70%). Hubungan bermakna juga ditemukan antara IMT dengan tipe molekuler (p = 0.012), dengan proporsi tertinggi Luminal B pada obesitas (43.6%). Penelitian menyimpulkan bahwa usia dan obesitas merupakan faktor determinan penting dalam karakterisasi molekuler kanker payudara invasif. Temuan ini merekomendasikan integrasi analisis usia dan status metabolik dalam strategi diagnosis dan terapi personalisasi.
Effective Hydration-Centered Management of Acute Gastroenteritis in a 13-Year-Old Patient: Insights from Primary Care Practice Triswanti, Nia; Vitria, Dian; Rahmadini, Syalwa Lutfhi; E. K, Shafa Annisa Rembulan; Adelia, Shevani; Maharani, Silviatara Putri; Aisyah, Siti; Rahayu, Siti
Biomedical Research and Theory Letters Vol. 1 No. 2 (2025): Biomedical Research and Theory Letters
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/brtl.v1i2.74

Abstract

Acute gastroenteritis remains one of the most common acute conditions in children and adolescents, frequently leading to dehydration and requiring prompt clinical assessment to prevent further complications. Although management guidelines are well established, variability in presentation and progression highlights the importance of individualized and holistic diagnostic approaches in primary care. This report describes a case involving a 13-year-old male who presented with severe gastrointestinal symptoms, including diarrhea exceeding ten episodes per day over three consecutive days, more than five episodes of vomiting, abdominal pain, fever, and generalized weakness. Clinical examination demonstrated a weakened overall condition, blood pressure of 100/70 mmHg, pulse 85 beats per minute, respiratory rate 20 breaths per minute, temperature 36.7°C, and signs consistent with mild to moderate dehydration. Laboratory evaluation revealed slightly decreased leukocyte levels, suggesting a likely viral etiology. The management in this case reflects the methodological core of the intervention: a holistic, stepwise approach integrating intravenous rehydration, symptomatic therapy, and adaptive pharmaceutical adjustments based on evolving clinical features. The patient was administered Ringer’s Lactate intravenously through a loading dose followed by controlled infusion at 25 drops per minute. Antiemetic therapy with ondansetron, antipyretics, antacids, attapulgite, and oral rehydration solution were provided initially. On the second day, antibiotics and ranitidine were introduced in response to persistent gastrointestinal complaints and to prevent potential secondary complications. The results demonstrated clear clinical improvement within 72 hours, marked by decreased diarrhea frequency, cessation of vomiting, and normalization of vital signs (blood pressure 100/65 mmHg; pulse 80 beats per minute). Hydration status returned to normal, and no complications or referral indications were identified. This case underscores the conclusion that integrating holistic assessment with tailored rehydration strategies and selective pharmacologic therapy can produce rapid and effective recovery in pediatric acute gastroenteritis. The novelty lies in demonstrating how a dynamic, symptom-guided model of care in a primary health setting can optimize outcomes while minimizing unnecessary escalation of treatment.
Hubungan lama menderita hipertensi dengan kejadian stroke Aprilia, Helen; Triswanti, Nia; Pratama, Sandhy Arya; Suryawan, Boby
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2164

Abstract

Background: Hypertension is a major risk factor for stroke, a condition caused by impaired cerebral blood flow due to vascular occlusion or hemorrhage. Prolonged hypertension results in progressive vascular damage, including atherosclerosis and vascular remodeling, which cumulatively increases the risk of stroke. Purpose: To determine the correlation between the duration of hypertension and stroke incidence. Method: This study used a quantitative analytical cross-sectional design. Based on inclusion and exclusion criteria, a sample of 211 individuals was obtained. Data analysis was performed using the chi-square statistical test. Results: Among the respondents, 151 (71.6%) had hypertension for ≥ 5 years, and 37 (17.5%) had experienced a stroke. There was a significant association between the duration of hypertension and stroke incidence (P-value = 0.005). Conclusion: There was a significant association between the duration of hypertension and stroke incidence.   Keywords: Duration of Hypertension; Hypertension; Stroke.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan faktor risiko utama stroke, suatu kondisi yang disebabkan oleh gangguan aliran darah otak akibat oklusi vaskular atau perdarahan. Durasi hipertensi yang berkepanjangan mengakibatkan kerusakan vaskular progresif, termasuk aterosklerosis dan remodeling vaskular, yang secara kumulatif meningkatkan risiko stroke. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara Durasi Hipertensi dan Insidensi Stroke Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh sampel sebanyak 211 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Ditemukan bahwa di antara responden, 151 (71.6%) memiliki durasi hipertensi ≥ 5 tahun dan 37 (17.5%) pernah mengalami stroke. Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi hipertensi dan kejadian stroke (nilai P = 0,005). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi hipertensi dan kejadian stroke.   Kata Kunci: Hipertensi; Lama menderita; Stroke.