Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal JKFT

Hubungan Tingkat Stres Kerja dengan Kinerja Perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSU Kabupaten Tangerang Shieva Nur Azizah Ahmad; Adistina Vera
Jurnal JKFT Vol 4, No 1 (2019): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v4i1.2005

Abstract

Perawat pelaksana di Instalasi Gawat Darurat sangat rentan mengalami stres. Hal ini Dikarenakan Instalasi Gawat Darurat merupakan unit penting dalam operasional suatu rumah sakit, yaitu sebagai Pintu masuk bagi setiap pelayanan yang beroperasi selama 24 jam. Stres pada perawat sangat perlu diperhatikan, karena apabila seorang perawat mengalami stres yang tinggi akan berdampak pada kualitas pelayanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Tingkat Stres kerja dengan Kinerja Perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSU Kabupaten Tangerang. Desain Penelitian ini adalah Desain Kuantitatif dengan metode Survei analitik Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Perawat Pelaksana di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSU Kabupaten Tangerang, dengan Jumlah sampel 40 responden. Tekhnik Pengambilan Sampel adalah Total Sampel Populasi. Pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan kuesioner. Uji statistik yang digunakan Chi Square. Hasil Penelitian menunjukan sebanyak 21 responden (52.5%) mengalami Tingkat stres Tinggi, sedangkan pada kinerja perawat sebanyak 19 responden (47.5%) memiliki Kinerja yang kurang baik. Terdapat Hubungan antara Tingkat Stres kerja dengan Kinerja Perawat (p Value= 0.002). Terdapat Hubungan yang signifikan antara Tingkat Stres Kerja dengan Kinerja Perawat di Ruang Instalasi Gawat Daurat RSU Kabupaten Tangerang. Perawat IGD lebih mengenal peran dan fungsinya sebagai perawat IGD dengan demikian bisa mengurangi stres kerja sehingga diharapkan lebih bisa mengelola stres kerja agar menghasilkan kinerja yang lebihbaik.
PENGARUH TERAPI SWEDISH MASSAGE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI: TELAAH LITERATUR Nur Rizki Fahriyah; Karina Megasari Winahyu; Shieva Nur Azizah Ahmad
Jurnal JKFT Vol 6, No 1 (2021): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v6i1.5309

Abstract

Menua merupakan proses fungsional yang berdampak pada kemampuan fisik, psikologis, spiritual, dan social sehingga meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Terapi non-farmakologis yang dapat dilakukan sebagai pilihan, yaitu terapi Swedish massage karena merelaksasikan tubuh. Swedish massage menunjukkan manfaat penurunan tekanan darah yang signifikan pada beberapa penelitian, tetapi terdapat variasi prosedur terapi Swedish massage yang dinyatakan efektif diberikan pada lansia. Tujuan telaah literatur, yaitu untuk mengetahui prosedur yang direkomendasikan terkait terapi Swedish massage yang efektif menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Populasi yang digunakan lansia dengan hipertensi. Metode literature review ini menggunakan database Google Scholar dan PubMed, pada tahap awal pencarian dengan keyword Google Scholar: “elderly” AND “Swedish massage” AND “blood pressure” AND “hypertention” dan keyword PubMed: “((Swedish massage [Mesh Terms]) AND (blood pressure [Mesh Terms])) AND (vital sign [Mesh Terms])“, didapatkan hasil tiga artikel penelitian nasional dan dua internasional selama tahun 2010 – 2020 sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh dari lima artikel penelitian dilakukan pada kelompok intervensi dan kontrol, menunjukkan bahwa terapi Swedish massage banyak dilakukan dengan desain quasi experiment. Prosedur intervesi yang direkomendasikan beragam, seperti bahan dan instumen yang digunakan, frekuensi dan durasi terapi, dan pendekatan pengukuran hasil tekanan darah. Tekanan Darah Sistolik setelah terapi masase, yaitu 102 -135 mmHg dan Tekanan Darah Diastolik pada rentang 68-84.83 mmHg. Simpulan dari telaah literatur ini, terapi Swedish massage dapat dilakukan dengan mudah dengan waktu intervensi yang tidak terlalu lama, serta efektif menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolic. Terapi Swedish massage direkomendasikan untuk diberikan pada lansia sebagai salah satu terapi kompleter dalam intervensi keperawatan.
HUBUNGAN REWARD DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT DR. SITANALA TAHUN 2020 Alpan Habibi; Syifa Humairoh; Shieva Nur Azizah Ahmad; Roswita Hasan; Nila Nurfadillah
Jurnal JKFT Vol 6, No 2 (2021): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v6i2.5757

Abstract

Pelayanan keperawatan yang optimal dapat dicapai jika perawat memiliki kinerja yang optimal. Namun, kondisi yang terjadi di Indonesia masih banyak yang mengeluhkan adanya kinerja perawat yang kurang optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari rendahnya sistem reward yang sehingga mempengaruhi kinerja perawat dan secara otomatis juga mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan dalam rumah sakit. Hasil pengamatan peneliti lain terdapat pernyataan yang berbeda, dimana reward masih belum efektif untuk meningkatkan kinerja perawat. Hal tersebut terbukti dengan masih adanya beberapa perawat yang belum melaksanakan asuhan keperawatan yang sesuai standar profesional perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan reward terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Dr. Sitanala. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Systematic Literature Review dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dimana variabel independen dan dependennya diobservasi dalam waktu secara bersamaan dan sampel yang digunakan adalah 30 perawat di Rumah Sakit Dr. Sitanala. Hasil penelitian menggunakan Chi Square Test yang menunjukkan hasil p-Value 0,020 yamg artinya terdapat hubungan reward dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Dr. Sitanala tahun 2020. Peneliti menyarankan Rumah Sakit Dr. Sitanala untuk mempertahankan dan meningkatkan reward sesuai kinerja perawat, dimana bukan hanya harus dalam bentuk finansial tetapi juga dalam bentuk non finansial. Sehingga diharapkan agar dapat memotivasi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.Kata kunci: Kinerja Perawat, Reward
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT STRES PADA SISWA SMK KESEHATAN X Shieva Nur Azizah Ahmad; Elly Purnamasari; Dini Dwi Suryani
Jurnal JKFT Vol 6, No 1 (2021): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v6i1.5215

Abstract

Stres merupakan fenomena psikofisik yang manusiawi. Stres yang paling umum dialami siswa merupakan stres dalam bidang akademik. Stres di bidang akademik memiliki dampak negatif yaitu terhadap kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stres pada siswa SMK Kesehatan X. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel random sampling. Sampel penelitian berjumlah 106 responden. Analisa data dengan Analisa Chi-Square. Hasil penelitian  menunjukkan sebesar 61,3% responden dengan kategori dukungan keluarga tinggi dan sebesar 38,7% responden dengan kategori dukungan keluarga rendah. Hasil tingkat stres dengan katogori rendah sebesar 51,9% responden dan tingkat stres dengan kategori tinggi sebesar 48,1% responden. Penelitian ini menunjukkan  terdapat hubungan yang positif antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada siswa SMK Kesehatan X dengan nilai p value = 0,000 ≤  0,05). Hal ini berarti dukungan keluarga memiliki peran dalam mengurangi stres pada siswa SMK Kesehatan X.  agar dapat menyelesaikan tahapan akademik. Penelitian ini diharapkan sebagai acuan dalam membina siswa dalam menghadapi permasalahan stress dalam belajar serta tidak adanya dukungan keluarga pada siswa sehingga siswa memiliki koping positif untuk berprestasi dalam pembelajaran.
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUP SITANALA TANGERANG Roswita Hasan; Alpan Habibi; Shieva Nur Azizah Ahmad; Qotrun Nada Ramdhan
Jurnal JKFT Vol 6, No 2 (2021): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v6i2.5758

Abstract

Kinerja seorang perawat dapat dilihat dari mutu asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seorang perawat antara lain faktor individu, faktor organisasi, dan faktor psikologis dimana salah satunya adalah motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rsup Sitanala Tangerang. Desain Penelitian yang digunakan dalam kajian literatur ini mengadaptasi pedoman Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan Crossectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 74 responden, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden memiliki motivasi tinggi 38 (51,4%) dan kinerja baik 39 responden (52,7%). Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square di dapatkan p-value = 0,005 (<α 0,05) yang berarti ada hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat. Hal ini berarti motivasi kerja memiliki peran dalam meningkatkan kinerja perawat di Rumah Sakit.Kata kunci: Kinerja perawat, Motivasi kerja
PENGARUH KECERDASAN TERHADAP KINERJA MELALUI KETERAMPILAN PERAWAT Shieva Nur Azizah Ahmad; Syamsul Anwar; Suhendar Suleman
Jurnal JKFT Vol 5, No 1 (2020): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v1i1.2846

Abstract

Dalam perkembangannya, kecerdasan tidak hanya mencakup kecerdasan intelektual tetapi berkembang pada aspek-aspek psikis lainnya seperti emosional dan spiritual sehingga muncul kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap kinerja melalui keterampilan perawat. Desain penelitian menggunakan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 90 orang dengan teknik simple random sampling. Analisa data menggunakan Path Analysis. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan intelektual berpengaruh terhadap kinerja sebesar 17,3% dengan ρ-value 0,022, kecerdasan emosional berpengaruh terhadap kinerja sebesar  22,8% dengan ρ-value 0,022, kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap kinerja sebesar 23,8% dengan ρ-value 0,010, keterampilan berpengaruh terhadap kinerja sebesar 38,5% dengan ρ-value 0,000, kecerdasan intelektual berpengaruh terhadap keterampilan sebesar 17,5% dengan ρ-value 0,032, kecerdasan emosional berpengaruh terhadap keterampilan sebesar 47,4%  dengan ρ-value 0,000 dan kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap keterampilan sebesar 26,5% dengan ρ-value 0,007. Pengaruh tidak langsung kecerdasan intelektual melalui keterampilan terhadap kinerja sebesar 6,7%, Pengaruh tidak langsung kecerdasan emosional melalui keterampilan terhadap kinerja sebesar  18,2% dan Pengaruh tidak langsung kecerdasan spiritual melalui keterampilan terhadap kinerja sebesar 10,2%. Penelitian ini diharapkan kepada pimpinan rumah sakit perlu memfasilitasi dan memotivasi perawat untuk penguatan mekanisme koping dalam mengatasi stressor dan perubahan lingkungan.membuat kebijakan tentang sistem penilaian kinerja yang objektif, memfasilitasi pelatihan ESQ bagi perawat dan perlu adanya role model perawat dalam pembentukan karakter.  Kata Kunci : Intelektual, Emosional, Spiritual, Keterampilan, Kinerja 
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT STRES PADA SISWA SMK KESEHATAN X Shieva Nur Azizah Ahmad; Elly Purnamasari; Dini Dwi Suryani
Jurnal JKFT Vol 6, No 1 (2021): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v6i1.5212

Abstract

Stres merupakan fenomena psikofisik yang manusiawi. Stres yang paling umum dialami siswa merupakan stres dalam bidang akademik. Stres di bidang akademik memiliki dampak negatif yaitu terhadap kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stres pada siswa SMK Kesehatan X. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel random sampling. Sampel penelitian berjumlah 106 responden. Analisa data dengan Analisa Chi-Square. Hasil penelitian  menunjukkan sebesar 61,3% responden dengan kategori dukungan keluarga tinggi dan sebesar 38,7% responden dengan kategori dukungan keluarga rendah. Hasil tingkat stres dengan katogori rendah sebesar 51,9% responden dan tingkat stres dengan kategori tinggi sebesar 48,1% responden. Penelitian ini menunjukkan  terdapat hubungan yang positif antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada siswa SMK Kesehatan X dengan nilai p value = 0,000 ≤  0,05). Hal ini berarti dukungan keluarga memiliki peran dalam mengurangi stres pada siswa SMK Kesehatan X.  agar dapat menyelesaikan tahapan akademik. Penelitian ini diharapkan sebagai acuan dalam membina siswa dalam menghadapi permasalahan stress dalam belajar serta tidak adanya dukungan keluarga pada siswa sehingga siswa memiliki koping positif untuk berprestasi dalam pembelajaran.
Determinan Lama Duduk Dan Posisi Duduk Pada Kejadian Low Back Pain Karyawan Pabrik Sablon Siti Latipah; Nashirotus Sa’adah Sa&#039;adah; Shieva Nur Azizah Ahmad
Jurnal JKFT Vol 7, No 1 (2022): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v7i1.5821

Abstract

Low Back Pain (LBP) adalah salah satu gangguan muskuloskeletal (otot, sendi, tendon dan rangka) akibat dari postur janggal atau ergonomi yang salah. 90% kasus Low back pain bukan disebabkan oleh kelainan organik, melainkan oleh kesalahan posisi tubuh dalam bekerja. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian Low Back Pain meliputi karakteristik individu seperti usia, jenis kelamin, lama kerja dan posisi kerja.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama duduk dan posisi duduk terhadap kejadian low back pain pada karyawan pabrik sablon. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pada karyawan pabrik sablon PT. Devta Raih Cita dan Maska Screen Printing sebanyak 40 pekerja dengan cara melakukan observasi, wawancara, pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 40 pekerja orang yang termasuk dalam kriteria insklusi. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil dari penelitian ini di dapatkan responden yang mengeluhkan Low back pain akibat lama duduk ≥ 8 jam sebanyak 17 responden (42.5%) dengan p-value 0,000 dan posisi duduk tidak ergonomi sebanyak 22 responden (55.0%) dengan p-value 0,000. Simpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara lama duduk dan posisi duduk responden terhadap kejadian Low back pain pada karyawan pabrik sablon. Lama duduk Posisi duduk Low back pain
Efikasi Diri Dan Gaya Hidup Lansia Dengan Hipertensi Dinda Fitrianingshi; Karina Megasari Winahyu; Elang Wibisana; Shieva Nur Azizah Ahmad
Jurnal JKFT Vol 7, No 2 (2022): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v7i2.6945

Abstract

gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia yaitu mengalami penurunan fungsi tubuh akibat perubahan fisik, psikososial, kultural, spiritual. Masalah kesehatan yang terjadi dari proses penuaan merupakan proses degenerative, diantaranya yaitu penyakit hipertensi. Dalam gaya hidup terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah efikasi diri umumnya dihubungkan dengan kemampuan seseorang untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui keyakinan dalam mengatur gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan gaya hidup pada lansia hipertensi di Puskesmas Mauk Kabupaten Tangerang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 166 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Uji hipotesis menggunakan uji statistik Korelasi Rank Spearman. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang cukup antara efikasi diri dan gaya hidup pada lansia hipertensi (r=0,047, p>0,05). Penelitian ini diharapkan agar masyarakat dapat meningkatkan efikasi diri pada lansia hipertensi dengan memberikan dukungan dan motivasi agar meningkatkan gaya hidup sehat untuk mencegah komplikasi lanjut. Kata Kunci: Efiikasi Diri, Gaya Hidup, Hipertensi, Lansia
PENGARUH AKTIVITAS FISIK JALAN PAGI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KAMPUNG GONDRONG UDIK Irawati, Popy; Salma, Salma; Habibi, Alpan; Ahmad, Shieva Nur Azizah
Jurnal JKFT Vol 9, No 2 (2024): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v9i2.13517

Abstract

Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang melebihi batas normal dan sering terjadi pada lanisa yang mana hypertensi ini diklasifikasikan menjadi dua jenis utama: hipertensi di mana tekanan sistolik sama dengan atau lebih besar dari 140 mmHg dan/atau tekanan diastolik sama dengan atau lebih besar dari 90 mmHg. Penyakit hipertensi memiliki berbagai faktor risiko, termasuk usia, faktor genetik, obesitas, dan faktor psikologis. Beberapa faktor yang dapat memicu kambuhnya hipertensi antara lain pola tidur yang buruk, kebiasaan merokok, dan stres. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian Pre dan post tanpa kontrol digunakan dalam desain Quasy Ekperiment design. Populasi pada penelitian ini terdiri masyarakat perempuan Di kampung gondrong. Banyaknya responden yaitu Klain hipertensi kampung Gondrong Udik, dengan populasi lansia dengan hipertensi dikampung Gondrong Udik dengan sampel sebesar 13 orang untuk di teliti. Hasil penelitan menunjukan bahwa aktifitas fisik jalan pagi berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lanis  dengan hipertensi di kampung gondrong  udik dengan adanya penurunan  yang awalnya Sistolik sebesar 139,62 diastolik sebesar 96,31 mmHg. Setelah dilakukan intervensi aktifitas jalan pagi didapatkan  sistolik menjadi 125,77 mmHg diastoliknya 82,69 mmHg. Berdasarkan analisa data tersebut menunjukan bahwa nilai sistolik terdapat penurunan tekanan darah sebesar 13,8 mmHg dan diastolik terdapat penurunan sebesar 13,6 mmHg. Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai Aktivitas Fisik Jalan Pagi Terhadap Penurunan Tekanan darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Kampung Gondrong  Udik maka untuk masyarakat perempuan dengan usia 60-69 dengan rata rata usia responden yang memiliki hipertensi diantara rentan usia  60-69 tahun, bisaaktif secara rutin melakukan akifitas fisik jalan kaki pagi untuk menurunkan tekanan darah. Kata Kunci: Hipertensi; Aktivitas Fisik Jalan Pagi; Lansia