Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Education Curiosity

Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah Ngalimun, Ngalimun
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v1i1.216

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitaif yaitu dengan mengambil sampel beberapa karya tulis ilimiah dan skripsi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang proses penyelesaiannya mendapatkan beberapa kendala. Bahasa yang digunakan dalam penulisan karya ilmiahnya masih belum teratur dan cenderung berantakan. Dari beberapa skripsi yang diteliti maka penelitian ini menjadi salah satu alternatif yang barangkali bisa menjadikan rujukan bagaimana pembuatan skripsi sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah. Dalam membuat karangan ilmiah, penulis dapat mengembangkan gagasan keilmuan itu melalui teknik pengembangan kerangka karangan. Pada setiap bagian yang akan dikembangkan dirancang bentuk kerangka pengembangan gagasan tersebut. Pengembangan karangan ilmiah yang bagian-bagiannya tidak dipilah ke daiam bab demi bab, diperlukan kecermatan penulis dalam menyusun rancangan pengembangan tulisan. Karangan ilmiah yang dipersiapkan dengan sajian bab demi bab pun dapat dilakukan pengembangan setiap subbab melalui pengembangan kerangka subbab tersebut.
Konsep Dasar Pengembangan Kreativitas Anak Dan Remaja Serta Pengukurannya Dalam Psikologi Perkembangan Latifah, Latifah; Zwagery, Rika Vira; Safithry, Esty Aryani; Ngalimun, Ngalimun
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 2 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode yang digunakan adalah dengan studi kepustakan yang artinya segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain. Setiap fase perkembangan mempunyai serangkaian tugas perkembangan yang harus diselesaikan dengan baik oleh setiap individu. Sebab, kegagalan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan pada fase tertentuakan memperlancar pelaksanaan tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. Tugas-tugas perkembangan ini berkaitan dengan sikap, perilaku, atau keterampilan yang seyogianya dimiliki oleh individu, sesuai dengan usia atau fase perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan ini sebagai ini sebagai sosial expectations. Dalam arti, setiap kelompok budaya mengharapkan anggotanya menguasai keterampilan tertentu yang penting dan memperoleh pola perilaku yang disetujui bagi berbagai usia sepanjang rentang kehidupan.
Supervisi Pembelajaran pada Mahasiswa PLP Menggunakan Model Discovery untuk Mengajar Daring Bahasa Indonesia di Kelas X IPA 2 SMAN 1 Banjarmasin Fitriana, Arina; Ngalimun, Ngalimun
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 2 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i2.1174

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana supervisi kegiatan yang dilakukan untuk mengatur dengan cara langusng yaitu melihat. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada SMAN 1 Banjarmasin dengan melibatkan para mahasiswa PLP sebagai subjek penelitian. Supervisi pembelajaran ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Supervisi pembelajaran yang dilakukan oleh penyelia untuk menemukan kekurangan dan menmberikan perbaikan untuk lebih sempurna. Dalam kegiatan supervisi pembelajaran menggunakan aspek yang mengacu kepada hakikat supervisi pembelajaran, ruang lingkup supervisi pembelajaran, serta peran dan fungsi supervisi pembelajaran. Dari hasil yang diperoeh dalam penerapan di pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia (lintas minat) dengan penerapan model discovery di kelas X IPA 2 SMAN 1 Banjarmasin ditemukan beberapa langkah kegiatan yang tidak efektif dilakukan saat pembelajaran secara daring. Oleh karena itu, supervisi pembelajaran ada untuk mengevaluasi hal tersebut dan memperbaiki untuk menjadi lebih baik. Dalam kegiatan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) pada mahassiswa yang menjadi supervisor atau penyelia ialah guru pamong.