Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Label Halal Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Skin Care Ms Glow Di Maya Store Agen Muara Bungo Hamirul, Hamirul; Rusnaini, Sasmita; Pratiwi, Widya; Ariyanto. M, Ariyanto. M; Albadry, Syah Amin; Darmawanto, Darmawanto
Jurnal Akuntansi, Manajemen, Bisnis dan Teknologi Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Akuntansi, Manajemen, Bisnis dan Teknologi - Edisi Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mahaputra Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56870/ambitek.v3i1.62

Abstract

This study aims to determine the effect of halal labels and prices on purchasing decisions for MS Glow skincare either partially or simultaneously. by using the Associative method with a quantitative approach. The results obtained are the effect of the halal label on the purchase decision to buy MS Glow Skincare at the MS Glow Maya Store Agent Muara Bungo based on the partial test results obtained that the halal label variable has an effect on purchasing decisions. If the halal label is getting better, the decision to buy MS Glow Skincare will also increase at the MS Glow Maya Store Agent Muara Bungo. The effect of price on purchasing decisions to buy MS Glow Skincare at MS Glow Maya Store Agent Muara Bungo based on the results of the partial test obtained that the price variable has an effect on purchasing decisions. If the price is getting better, the decision to buy MS Glow Skincare Reseller will also increase at the Maya Store Agent Muara Bungo The magnitude of the effect of halal labels and prices on purchasing decisions of MS Glow Skincare Resellers at the Maya Store Agen Muara Bungo based on the results of the coefficient of determination test obtained by 86.3%, while the remaining 13.7% is influenced by other dimensions outside the study.
Manajemen Rantai Pasok dan Kelembagaan pada Komoditas Cabai sebagai Upaya Penanggulangan Inflasi di Kabupaten Bungo Rusnaini, Sasmita; Elsyra, Nova; Poiran, Poiran; Albadry, Syah Amin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari 37 provinsi di Indonesia, Jambi mencatat inflasi yang paling tinggi, yakni mencapai 8,55 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi melaporkan ada dua daerah yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi nasional. Keduanya ialah Kota Jambi dan Kabupaten Bungo. Inflasi terjadi karena masalah ketersediaan barang kebutuhan dan harganya di pasaran yang sedang naik. Fakta pembentuk inflasi yang mempengaruhi tingkat inflasi di Kabupaten Bungo diantaranya penyumbang yang terbesar dari makanan itu ialah cabai. Permasalahan pokok dalam pengembangan agribisnis cabai adalah belum terwujudnya ragam, kualitas, kesinambungan pasokan, dan kuantitas yang sesuai dengan permintaan pasar, khususnya untuk tujuan pasar modern (supermarket/hypermarket), dan industri pengolahan, konsumen institusi (hotel, restoran, rumah sakit. Permasalahan tersebut salah satunya disebabkan oleh kurangnya koordinasi antar pelaku agribisnis. Hal ini menyebabkan struktur kelembagaan agribisnis komoditas cabai menjadi rapuh dan keterkaitan manajemen rantai pasok menjadi lemah. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi struktur rantai pasok komoditas cabai di Kabupaten Bungo; 2) menganalisis kelembagaan petani cabai di Kabupaten Bungo; 3) merumuskan strategi untuk meningkatkan daya saing komoditas cabai di Kabupaten Bungo dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Terdapat enam struktur rantai pasok dalam pendistribusian cabai di Kabupaten Bungo Rantai pasok yang paling dominan digunakan adalah struktur rantai 3 yang terdiri dari petani, pengumpul, dan pasar induk; (2) Sektor utama dalam kelembagaan terdiri dari public sector, voluntary sector, dan private sector. Pelaku yang terlibat dalam public sector adalah Dinas TPH, Agroklinik Hortikultura, dan STA. Pelaku yang terlibat dalam voluntary sector adalah Kelompok tani/ Gapoktan dan Koperasi, sedangkan pelaku yang terlibat dalam private sector adalah lembaga keuangan formal, lembaga keuangan informal, pemasok saprodi, industri pengolahan, dan pasar; (3) Analisis SWOT menghasilkan 15 alternatif strategi yang dapat digunakan dalam upaya peningkatan daya saing komoditas cabai di Kabupaten Bungo
Pengaruh Perilaku Keuangan dan Financial Management terhadap Financial Sustainability pada Generasi Z dan Millenial di Kabupaten Bungo Albadry, Syah Amin; Pratiwi, Widya; Rusnaini, Sasmita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi keuangan erat kaitannya dengan pengelolaan keuangan, dan semakin tinggi tingkat literasi keuangan, semakin baik pula keterampilan pengelolaan keuangan. Pengelolaan keuangan pribadi merupakan penerapan konsep pengelolaan keuangan pada tingkat individu. Manajemen keuangan (Financial Management), termasuk perencanaan, pengelolaan dan pengelolaan kegiatan keuangan, sangat penting untuk mencapai kemakmuran finansial sehingga dapat berkelanjutan. Gen Z adalah generasi yang lahir antara akhir dekade 1990 hingga 2010. Sedangkan Generasi millennial dilahirkan pada tahun 2000. Usia mereka saat ini berkisar 11-28 tahun, dengan status berkisar dari pelajar SMP hingga pekerja muda. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif serta analisis jalur dengan tiga variabel dan dengan responden sebanyak 100 orang. Diperoleh nilai Perilaku Keuangan (X) thitung sebesar 5.801. Selanjutnya menentukan tTabel. Tabel distribusi t dicari pada a/2 = 0,05 = 0.025 dengan derajat bebas N-k-1 yaitu 100 – 2 – 1 = 97, maka diperoleh tTabel 1.985. Karena thitung lebih besar daripada ttabel yaitu 5.801 > 1.985 dan nilai signifikansi (Sig.) 0.000 < 0.05, maka dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Perilaku Keuangan terhadap Financial Sustainbility. Diperoleh nilai variabel Financial Management (Y) thitung sebesar 6.299. Selanjutnya menentukan tTabel. Tabel distribusi t dicari pada a/2 = 0,05 = 0.025 dengan derajat bebas N-k-1 yaitu 100 – 2 – 1 = 97, maka diperoleh tTabel 1.985. Karena thitung lebih besar daripada ttabel yaitu 6.299 > 1.985 dan nilai signifikansi (Sig.) 0.000 < 0.05, maka dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Financial Management terhadap Financial Sustainbility.Diperoleh nilai variabel Financial Management (Y) thitung sebesar 6.299. Selanjutnya menentukan tTabel. Tabel distribusi t dicari pada a/2 = 0,05 = 0.025 dengan derajat bebas N-k-1 yaitu 100 – 2 – 1 = 97, maka diperoleh tTabel 1.985. Karena thitung lebih besar daripada ttabel yaitu 6.299 > 1.985 dan nilai signifikansi (Sig.) 0.000 < 0.05, maka dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Financial Management terhadap Financial Sustainbility.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MELALUI PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN KOPERASI DI DESA BANGUN HARJO KUAMANG KUNING Widyastuti, Ira; Albadry, Syah Amin; Handani, Deni; Rusnaini, Sasmita; Ulum, Panji; Rahmiati, Siti; Sofa, Ade; Mardansyah, Mardansyah; Haesdhona, Haesdhona
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3933

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa bangun harjo. Dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya memahami prosedur pembentukan koperasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Indonesia. Jumlah masyarakat yang tidak memahami manfaat dan tujuan bergabung dalam koperasi adalah masalah yang sering ditemui. Banyak masyarakat di desa tidak memiliki koperasi unit desa (KUD) ataupun bentuk koperasi lainnya. Meskipun demikian, desa memiliki banyak potensi untuk menghasilkan produk rumah tangga dan produk pertanian dari kelompok usaha kecil yang ada di masyarakat. Sementara itu, materi yang disampaikan memberikan pemaparan teoritis dan praktis, tanya jawab dan diskusi menentukan sejauh mana peserta memahami proses pendampingan pembentukan koperasi. serta masyarakat bisa menyadari betapa pentingnya memahami proses pembentukan koperasi sesuai dengan Undang-Undang perkoperasian No.25/1992. Hasil dari evaluasi kegiatan pengabdian pendampingan pembentukan Koperasi Desa menunjukkan bahwa masyarakat telah memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat koperasi Desa, lebih banyak pengetahuan dan pemahaman tentang cara membentuk koperasi Desa, dan lebih banyak kesadaran dan keinginan untuk bergabung dengan koperasi
PELATIHAN DAN PEMDAMPINGAN PROSES PRODUK HALAL DAN PENERBITAN SERTIFIKAT HALAL BAGI PELAKU UMKM DI DESA BANGUN HARJO KUAMANG KUNING Widyastuti, Ira; Nugroho, Ramadhani Adi; Amin Albadry, Syah; Handani, Deni; Jesika, Silvia; Rusnaini, Sasmita; Rahmiati, Siti; Haesdhona, Haesdhona; Yasmir, Yasmir
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4431

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kemampuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menerapkan prinsip halal pada produk yang mereka hasilkan. Meskipun kesadaran terhadap pentingnya produk halal terus berkembang, masih banyak UMKM yang menghadapi kesulitan dalam memahami regulasi dan prosedur sertifikasi halal. Melalui pelatihan dan pendampingan, peserta dibekali pemahaman mengenai konsep halal, alur sertifikasi menggunakan platform SIHALAL, serta persiapan dokumen yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait kehalalan produk dan kesiapan mereka dalam mengikuti proses sertifikasi. Sebagian peserta bahkan telah berhasil menyelesaikan tahap awal dalam pendaftaran sertifikasi halal. Hal ini membuktikan bahwa dengan pelatihan dan bimbingan yang tepat, pelaku UMKM mampu meningkatkan daya saing produk mereka melalui pemenuhan aspek kehalalan yang kini semakin menjadi perhatian utama pasar