Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

MADU SEBAGAI AGEN DEBRIDEMENT:SYSTEMATIC REVIEW Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 1 No 2 (2016): vol.1 No.2 Agustus 2016
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Luka kronik merupakan suatu masalah yang sulit penanganannya. Perawatan luka dengan konsep moisture balance merupakan pendekatan yang terbaik untuk mengatasi masalah ini. Madu sejak zaman dahulu telah digunakan sebagai pengobatan termasuk untuk luka karena memliki kandungan yang baik untuk penyembuhan luka dan juga dapat mengoptimalkan moisture balance. Tujuan: Untuk mengidentifikasi penelitian mengenai peran madu sebagai agen debridement pada luka kaki diabetik Metodologi: Metode pencarian pada 3 database elektronik yaitu Medline, Proquest dan CINAHL. Kriteria inklusi berupa jurnal merupakan penelitian kuantitatif, tahun publikasi diatas tahun 2003 dan jurnal berkaitan dengan madu sebagai agen debridement. Hasil: Madu dapat memicu terjadinya autolisis baik secara parsial ataupun total. Waktu minimal yang dibutuhkan untuk terjadinya autolisis ini adalah 6 hingga 7 hari. Adapun rata-rata terjadinya autolisis total adalah 31, 7 hari. Pada jaringan nekrotik tingkat terlepasnya jaringan nekrotik 87 % sedangkan pada jaringan slough tingkat terlepasnya mencapai 90 %. Kesimpulan: Madu merupakan agen autolytic debridement yang baik pada luka nekrotik baik dengan dasar luka kuning (slough) maupun hitam (eskar).
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PERTUMBUHAN BERAT BADAN BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANGMATINGGI KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2018 Siregar, Srianty; Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 5 No 1 (2020): Vol. 5 No. 1 Juni 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v5i1.230

Abstract

ASI eksklusif adalah bayi hanya menerima ASI dari ibu, tanpa penambahan cairan atau makanan padat lain mulai dari 0-6 bulan, kecuali sirup yang berisi vitamin, suplemen mineral atau obat. Seorang anak yang sehat dan normal akan tumbuh sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya. Tetapi pertumbuhan ini juga akan dipengaruhi oleh intake zat gizi yang dikonsumsi dalam bentuk makanan. Kekurangan atau kelebihan gizi akan dimanifestasikan dalam bentuk pertumbuhan yang menyimpang dari pola standar. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi ada hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan pertumbuhan berat badan bayi 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan Tahun 2018. Metode penelitian ini adalah metode penelitian yang menggunakan pendekatan deskriftif korelasi dengan rancangan studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu menyusui bayi 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan berjumlah 67 orang. Sampel adalah keseluruhan dari populasi untuk dijadikan sampel yaitu sebanyak 67 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder yang meliputi, umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, umur bayi, pemebrian ASI ekslusif dan pertumbuhan berat badan bayi 0-6 bulan. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan pemberian ASI ekslusif dengan pertumbuhan berat badan bayi 0-6 bulan (p=0,003). Tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan penyuluhan oleh petugas kesehatan kepada ibu menyusui yang memiliki bayi 0-6 bulan agar memberikan ASI ekslusif mulai dari usia bayi 0-6 bulan, dan mengetahui manfaat jika diberikan ASI ekslusif.
STIGMA MASYARAKAT TENTANG HIV/AIDS DI DESA PINTU LANGIT JAE Nasution, Nurul Hidayah; Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 1 (2022): Vol. 7 No.1 Juni 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i1.765

Abstract

Human Immunodeficiency virus (HIV) is a virus that attacks the human immune system. HIV continues to be a global public health problem as it has claimed nearly 33 million lives worldwide. People often assume that people who are infected with HIV / AIDS are people whose behavior is not good and is often associated with immoral behavior. We often see discrimination in people with HIV/AIDS. This makes more and more people with HIV/AIDS (PLWHA) are reluctant to open up and don't want to get antiretroviral (ARV) treatment. The purpose of this research was to describe the community's stigma about HIV/AIDS in Pintu Langit Jae Village, Angkola Julu District, Padangsidimpuan City. This type of research is a qualitative research with a phenomenological design. The informants in this research consisted of key informants, namely the village head, the main informant, namely the village community and supporting informants, namely P2M officers at Pintu Langit Health Center. Data collection by in-depth interviews and documentation. Data processing starts from the stage of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. Data analysis qualitatively and described in descriptive form. The results showed that most of the villagers still had a negative stigma about HIV/AIDS. It is recommended for health workers to be more aggressive in providing counseling and socialization related to HIV/AIDS and PLWHA to the community by using health promotion media that are liked by the community.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GAME ONLINE DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA DI LINGKUNGAN 4 KELURAHAN HUTASUHUT KECAMATAN SIPIROK nasution, Nazaruddin; sagala, nanda suryani; ritonga, sukhri herianto
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.900

Abstract

Game online merupakan aplikasi permainan yang berupa petualangan, pengaturan strategi, simulasi, dan bermain peran yang memiliki aturan main dan tingkatan-tingkatan tertentu. Intensitas penggunaan game online adalah besarnya minat atau seringnya seseorang dalam memainkan permainan melalui akses jaringan internet secara online yang memiliki sifat kuantitatif dan kualitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sedangkan rancangan penelitian menggunakan uji spearman. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 remaja dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah intensitas penggunaan game online dan variabel dependennya adalah interaksi sosial. hasil analisis menggunakan uji sperman dapat kan nilai signifikansi p value = 0.016< 0,05 maka Ha diterima, artinya ada Hubungan antara intensitas penggunaan game online dengan interaksi sosial pada remaja di Lingkungan 4 Kelurahan Hutasuhut Kecamatan Sipirok. Semakin tinggi tingkatan ukuran frekuensi intensitas yang dihabiskan dalam bermain game online, berarti semakin buruk juga interaksi sosial remaja. Dan semakin rendah tingkatan ukuran frekuensi yang dihabiskan dalam bermain game online, berarti semakin baik juga interaksi sosial remaja. Prediabetes is a serious health condition in which blood sugar levels are higher than normal, but not high enough to be diagnosed as type 2 diabetes. Prediabetes occurs mostly in respondents aged >45 years. WHO data found that after reaching the age of 30 years, blood glucose levels will rise 1-2 mg%/year during fasting and will increase by 5.6-13 mg%/year 2 hours after eating. The purpose of this study was to determine the risk factors that cause prediabetes in the city of Padangsidimpuan. This research is a cross-sectional study with a total sample of 52 respondents selected by purposive sampling. The results showed that the majority of respondents aged 40-49 years were 22 people (42.3%), the majority of respondents had BMI > 25 kg/m2 of 30 people (57.7%), the majority of light physical activity were 28 people (53 .8%), the majority had families with a history of DM as many as 37 people (71.2%). From the results of the study it can be concluded that the risk factors for prediabetes in Padangsidimpuan City include age, BMI, physical activity, family history of DM. The higher the age, the risk for uncontrolled blood sugar levels will be even greater. It is expected that patients with prediabetes will be able to carry out good self-care so as to prevent complications from prediabetes into diabetes and other microvascular and macrovascular diseases.
GAYA HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN NEUROPATI PERIFER: STUDI FENOMENOLOGI Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.936

Abstract

Gaya hidup merupakan salah satu faktor resiko memburuknya keadaan penderita DM sekaligus intervensi nya, namun gaya hidup sehat cenderung belum bisa diaplikasikan oleh penderitanya dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gaya hidup penderita diabetes mellitus dengan neuropati perifer di kota Padangsidimpuan. Jenis Penelitian adalah kualitatif dengan Desain penelitian studi fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di kota Padangsidimpuan. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan penderita diabetes mellitus dengan neuropati perifer. Jumlah partisipan dalam penelitan ini sebanyak 6 orang dengan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara secara mendalam (in-depth interview). Hasil penelitian ini mendapatkan 4 tema, tema tersebut adalah (1) Aktivitas Fisik (2) Kontrol Pola Makan (3) Pengobatan (4) Pola Tidur. Penelitian ini diharapkan diharapkan dapat dikembangkan melalui penelitian dengan mengeksplor lebih dalam mengenai gaya hidup penderita Diabetes Mellitus Dengan Neuropati Perifer.
Pengaruh Asupan Natrium dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Desa Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan Ramadhini, Delfi; Arbaiyah, Ita; Ritonga, Sukhri Herianto; Ritonga, Nefonavratilova
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 1 (2023): Vol.8 No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i1.1040

Abstract

Hipertensi adalah penyakit yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah. Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala, tekanan darah yang terus-menerus tinggi jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asupan natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian analitik dan desain penelitian yang digunakan ialah cross sectional studi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hutaimbaru di Kota Padangsidimpuan pada bulan Juni 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di desa hutaimbaru yang terdiri 116 orang, besar jumlah sample ditentukan menggunakan rumus Slovin dan didapatkan sampel sebanyak 90 orang dan ditentukan dengan teknik simple random sampling. Asupan natrium responden diukur menggunakan kuisioner dan hipertensi diketahui melalui pengukuran tekanan darah responden. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan (p<0.05). Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden mengalami hipertensi dan mayoritas responden mengkonsumsi makanan rendah natrium, uji statistic menunjukkan ada hubungan asupan natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan p=0.001(p<0,05). Terdapat hubungan asupan natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia, sehingga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas setiap bulannya dan jika mengalami tanda dan gejala hipertensi dapat melakukan diet rendah garam.
The Correlation between Lifestyle and the Severity of Diabetic Peripheral Neuropathy Ritonga, Sukhri Herianto; Harahap, Choirunnisa; Hidayah, Arinil
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v7i1.4116

Abstract

Diabetic peripheral neuropathy (DPN) is a significant complication of diabetes mellitus (DM), whose incidence is consistently increasing from year to year. Lifestyle is a considerable risk factor for increasing DM complications. To prevent the occurrence of DPN, it is necessary to carry out a more in-depth analysis of the correlation between lifestyle and DPN. The purpose of this study was to determine the correlation between lifestyle and the severity of diabetic peripheral neuropathy. The research design was a case-control study. The sampling technique used was sequential sampling. Respondents in this study were 94 people divided into two groups: 47 as the case group and 47 as the control group. Based on the Chi-Square test of the relationship between lifestyle and the severity of diabetic peripheral neuropathy, p-value = 0.000 < (0.05) OR=10.084; 95% CI=3.712-27.395). It could be concluded that there was a correlation between lifestyle and the severity of diabetic peripheral neuropathy. This research could be a learning material and additional knowledge for respondents regarding the importance of improving a healthy lifestyle in every nursing intervention to prevent an increase in the number of degenerative diseases, especially DM, and reduce the incidence of diabetic peripheral neuropathy.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DIABETES MELLITUS GESTASIONAL (DMG) DI POSYANDU POKAT PANYANGGAR KOTA PADANGSIDIMPUAN Nasution, Nur Arfah; Mutia, Fatma; Ritonga, Sukhri Herianto; Almadany, ulfah Hidayah; Batubara, Nur Halimah; Siregar, Yuli Arisyah; Harahap, Nur Hamima
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2222

Abstract

Diabetes Mellitus Gestasional merupakan suatu gangguan toleransi glukosa yang pertama kali ditemukan pada saat kehamilan, keadaan ini terjadi pada seorang wanita yang belum pernah didiagnosis diabetes kemudian menunjukkan kadar glukosa yang tinggi selama kehamilan. Berdasarkan riset International Diabetes Federation, 90% kasus diabetes pada wanita hamil merupakan kasus diabetes gestasional. Pada ibu yang mengalami Diabetes mellitus Gestasional (DMG) akan timbul beberapa masalah kesehatan yaitu masalah yang terjadi saat periode kehamilan dan persalinan yaang berdampak pada peningkatan risiko preeklamsia dan eklamsia Pemberian penyuluhan kesehatan tentang penyakit diabetes mellitus gestasional (DMG) diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pada ibu hamil sejak masuk usia kehamilan awal tentang bahaya diabetes mellitus gestasional dan dapat segera memeriksakan ketika mengalami tanda dan gejala diabetes mellitus gestasional. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah Penyuluhan Kesehatan untuk menjelaskan secara mendalam tentang diabetes mellitus gestasional, termasuk penyebab, gejala, diagnosis, pengobatan, dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari. Penyuluhan dilakukan kepada pada ibu hamil di Posyandu Pokat Panyanggar Kota Padangsidimpuan Sebanyak 25 ibu hamil menjadi peserta penyuluhan kesehatan. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Dengan Adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan tentang diabetes mellitus gestasional (DMG) ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan peserta penyuluhan tentang diabetes mellitus gestasional (DMG).
Edukasi RJP Awam kepada Santri untuk Penanganan Awal Serangan Jantung di Lingkungan Pesantren An Nur Panyanggar Padangsidimpuan Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2358

Abstract

Serangan jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan sering berujung pada henti jantung mendadak yang membutuhkan pertolongan awal secara cepat. RJP Awam (Hands-Only CPR) menjadi metode yang efektif dan mudah dipelajari oleh masyarakat umum, termasuk santri di lingkungan pesantren. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam melakukan RJP Awam sebagai upaya penanganan awal pada kasus serangan jantung. Metode yang digunakan adalah edukasi dengan desain pre-test–intervensi–post-test yang diikuti oleh 38 santri di Pondok Pesantren An Nur Panyanggar Padangsidimpuan. Kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik RJP menggunakan manekin, simulasi skenario kolaps, serta evaluasi pengetahuan dan keterampilan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 44,00 pada pre-test menjadi 90,00 pada post-test. Penilaian keterampilan juga menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu melakukan kompresi dada dengan teknik yang tepat. Edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan santri sebagai penolong awam pada kegawatdaruratan jantung di lingkungan pesantren. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala dan diperluas ke komunitas lain guna memperkuat respons masyarakat terhadap kegawatdaruratan medis.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi Di Puskesmas Hutaimbaru LUBIS, ARISA HARFA SAID; Nur Arfah Nasution; Fatma Mutia; Anwar Syahadat; Sukhri Herianto Ritonga; Mei Adelina Harahap; Nur Aliyah Rangkuti
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2376

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator in determining the level of public health. Maternal deaths due to infection can be caused by several factors, including reproductive tract infections and sexually transmitted diseases such as Human Immunodeficiency Virus (HIV), Syphilis, and Hepatitis B. Prevention efforts for these diseases can begin while the baby is still in the womb through Triple Elimination screening. Triple Elimination aims to stop the transmission of HIV, Syphilis, and Hepatitis B from mother to child, reducing morbidity, disability, and mortality by conducting screenings for pregnant women. Prevalence rates in Indonesia for these three diseases indicate a risk of HIV transmission in pregnant women of 0.3%, syphilis infection in pregnant women of 1.7%, and hepatitis B infection in pregnant women of 2.5%. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of pregnant women regarding triple elimination screening. The research method used was quantitative with a descriptive design. The study was conducted at the Hutaimbaru Community Health Center, involving all 52 pregnant women attending the center. The results showed that 26 respondents (50%) had poor knowledge regarding triple elimination screening, 14 respondents (26.9%) had sufficient knowledge, and 12 respondents (23.1%) had good knowledge. Therefore, the knowledge of pregnant women regarding triple elimination screening in Hutaimbaru Community Health Center is largely inadequate (50%). The results of this study recommend more creative outreach programs to encourage pregnant women to undergo triple elimination screening. Keywords : Knowledge, Triple Elimination, Pregnant Women