Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: MANAJEMEN PATAH TULANG PANJANG DI SMK N 1 KOTA PADANGSIDIMPUAN Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.78 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i3.506

Abstract

Patah tulang merupakan trauma yang sering terjadi akibat kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja. Angka kejadiannya terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga memerlukan penanganan yang tepat dari semua pihak, seperti pelajar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penyuluhan kesehatan sehingga peserta dapat memahami manajemen patah tulang dengan cepat dan tepat. Metode pelaksanaan pada kegiatan ini adalah pengabdian kepada masyarakat dengan bentuk penyuluhan kesehatan. Partisipan yang terlibat dalam kegiatan ini adalah pelajar pada SMKN 1 Kota Padangsidimpuan dengan jumlah 33 orang. Sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan, partisipan akan diberikan kuesioner untuk mengukur pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan tersebut. Hasil pengukuran pengetahuan partisipan sebelum penyuluhan adalah 75,76 % memiliki pengetahuan rendah. Namun setelah dilakukan penyuluhan kesehatan terdapat 63,64 % memiliki pengetahuan tinggi. Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlihat bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta setelah dilakukan penyuluhan kesehatan terkait manajemen patah tulang
Bahaya Merokok Pada Remaja Di SMP Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan Simamora, Asnil Adli; Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 2 (2022): Vol.4 No. 2 Agustus 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Merokok pada remaja umumnya semakin lama akan semakin meningkatsesuai dengan tahap perkembangannya yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi danintesitas merokok, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan dan mencegahmerokok pada remaja dengan memberikan edukasi bahaya merokok pada remaja. Tujuanpenelitian: untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait bahaya merokok. Bahan danMetode: Kegiatan penyuluhan tentang bahaya merokok di SMP Muhammadiyah denganmetode Ceramah, diskusi dan Tanya jawab. Hasil Penelitian: rata-rata remaja mengetahuibahaya dan dampak dari rokok. Kesimpulan: remaja mampu memahami bahaya rokok danmampu menyebutkan dampak dari rokok terhadap kesehatan.
APLIKASI SKRINING AUSDRISK (THE AUSTRALIAN TYPE 2 DIABETES RISK ASSESSMENT TOOL) MODIFIKASI PADA KARYAWAN UNIVERSITAS AUFA ROYHAN PADANGSIDIMPUAN Ritonga, Sukhri Herianto; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.937

Abstract

Jumlah penderita diabetes mellitus terus meningkat dari waktu ke waktu, termasuk diabetes mellitus tipe 2. Hal ini membutuhkan perhatian serius dari semua kalangan untuk mencegah pertambahan jumlah penderita diabetes mellitus ini. Salah satunya adalah melalui upaya deteksi dini pada masyarakat dengan kelompok usia kurang dari 40 tahun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendeteksi penderita diabetes mellitus tipe 2 pada karyawan Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan aplikasi skrining. Partisipan pada kegiatan ini adalah karyawan Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan yang berusia kurang dari 40 tahun dengan jumlah total yang terlibat adalah 21 orang. Instrumen yang digunakan dalam deteksi dini penderita diabetes mellitus tipe 2 ini AUSDRISK (The Australian Type 2 Diabetes Risk Assessment Tool). Hasil kegiatan ini adalah 8 orang partisipan (38,10%) memiliki resiko tinggi untuk menderita DM tipe 2. Kemudian setelah dikonfirmasi melalui pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, diperoleh hasil bahwa 1 partisipan (12,5%) dari kelompok resiko tinggi terkonfirmasi telah menderita diabetes mellitus, sedangkan 6 partisipan (75%) dari kelompok resiko tinggi tersebut belum pasti DM. Skrining menggunakan AUSDRISK ini dapat menjadi upaya dalam pencegahan terjadinya DM tipe 2 pada kelompok usia kurang dari 40 tahun, sehingga dapat memberikan intervensi secepat mungkin pada kelompok yang memiliki resiko tinggi.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG RESUSITASI JANTUNG PARU SEBAGAI PERTOLONGAN PERTAMA UNTUK PENDERITA SERANGAN JANTUNG PADA PELAJAR DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 2 (2023): Vol. 5 No. 2 Agustus 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i2.1060

Abstract

ABSTRAK Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah tindakan pertama untuk menolong pasien dengan henti nafas dan henti jantung. Perawat diharapkan bisa melakukan tindakan tersebut untuk dapat menolong pasien atau korban kecelakaan yang mengalami henti nafas dan henti jantung. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada Siswa SMK Negeri Pertanian Pembangunan terkait prosedur RJP. Metode pelaksanaan kegiatan penyuluhan adalah dengan pendampingan secara luring yang dilatih oleh tenaga professional dan menguasai tentang RJP. Guna melihat nilai bagaimana pengetahuan peserta penyuluhan, maka sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan, peserta diminta untuk mengisi kuesioner Pre-Test dan Post-Test tentang tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil penilaian menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pemberian materi adalah 44,00 dan 90,00. Kegiatan penyuluhan ini dapat berjalan dengan lancar. Kesimpulanya adalah terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang prosedur resusitasi jantung paru dari pentingnya 3A, assessment, Call for Help, melakukan RJP dengan benar hingga evaluasi akhir dan terdapat peningkatan motivasi peserta yang sebelumnya enggan melakukan RJP menjadi termotivasi untuk melakukan RJP.
Pemberdayaan Masyarakat Dengan Pemanfaatan Daun Bakung (Crynum Asiaticum L) Dalam Meredakan Rematik Pada Persendian Lansia Di Desa Ujung Gurap Nasution, Nurul Hidayah; Ritonga, Sukhri Herianto; Nurlaila, Nurlaila; Dalimunthe, Abdul Rahim; Harahap, Nova Khairani; Simamora, Della Yusra; Jufri, Soleman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1094

Abstract

Modern society does not have much time and adequate rest. The high demands of work and limited time make them trapped in stress. As a result, many people experience various health problems. One of these diseases is rheumatism. Rheumatism or rheumatoid arthritis is a condition that can cause pain, swelling and a burning sensation in the joints. This activity has the benefit of increasing community knowledge and skills in the hope of creating community independence so that the elderly can be healthy, independent, active and productive. This activity uses a participatory model that involves community components such as village heads, elderly cadres and the community, especially the elderly. The number of participants was 30 people. The location of this community service was carried out in the Ujung Gurap Village Hall, Padangsidimpuan Batunadua District, Padangsidimpuan City. This type of service is health promotion by providing information, demonstrating the use and use of lily leaves. The methods used in this activity include providing information, demonstrations, training, discussions and questions and answers. The media used in this activity are leaflets, guidebooks and ppt slides. The final result that can be seen from this training activity is that the majority of people are able to know the materials and tools needed to practice using daffodil leaves and know exactly the steps needed in the process of using them. The community looked orderly and in accordance with what was directed by the team in this activity. The activity of practicing the use of lily leaves to relieve rheumatic pain in the elderly in Ujung Gurap Village was successfully carried out.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENANGANAN FRAKTUR DENGAN CARA PEMBIDAIAN DI SMA N 4 PADANGSIDIMPUAN Ritonga, Sukhri Herianto; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1184

Abstract

Pertolongan pertama pada kecelakaan adalah bantuan pertama yang diberikan kepada orang yang cedera akibat kecelakaan dengan tujuan menyelamatkan nyawa,menghindari cedera atau kondisi yang lebih parah dan mempercepat penyembuhan.Ekstermitas yang mengalami trauma harus diimobilisasi dengan bidai.Bidain(splint stsu spalk)adalah alat yang kuat tetapi ringan untuk imobilisasi tulang yang patah dengan tujuan mengistirahatkan tulang tersebut dan mencegah timbulnya rasa nyeri.Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa SMA N 4 PADANGSIDIMPUAN terkaid Pembidaian pada Fraktur.Guna melihat nilai bagaimana pengetahuan peserta penyuluhan,maka sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan peserta diminta u ntukmengisi kuesioner Pre-Test dan Poat-Test tentang tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan.Hasil penilaian menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pemberitan materi adalah 44,46 dan 75,00.Kegiatan Penyuluhan ini dapat berjalan dengan lancar.Kesimpulannya adalah terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang cara Pembidaian pada Fraktur.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG P3K KERACUNAN MAKANAN DI SMA N 4 PADANGSIDEMPUAN Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 1 (2024): Vol.6 No. 1 April 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i1.1185

Abstract

Pertolongan pertama merupakan faktor yang sangat penting untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pada korban keracunan makanan. Keracunan makanan adalah suatu kondisi penyakit yang disebabkan oleh mengonsumsi makanan yang diduga mengandung bahan-bahan biologis atau kimia berbahaya. Kejadian penyakit akibat keracunan makanan telah menyebabkan peningkatan angka kesakitan dan kematian di seluruh dunia. Pengetahuan tentang tindakan pertolongan pertama dalam kasus keracunan makanan menjadi krusial untuk mengurangi dampak negatif yang dapat timbul akibat kondisi tersebut. Penyuluhan ini bertujuan agar para peserta tahu terkait P3K Keracunan Makanan. Guna melihat nilai bagaimana pengetahuan peserta penyuluhan, maka sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan, peserta diminta untuk mengisi pertanyaan Pre-Test dan Post-Test tentang tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil penilaian menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pemberian materi adalah 80 dan 100. Responden sebanyak 29 siswa. Hasil dari pengamatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang pertolongan pertama keracunan makanan.
PENGARUH MADU SEBAGAI TOPIKAL TERAPI TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN KLIEN DENGAN LUKA KAKI DIABETIK Ritonga, Sukhri Herianto; Putra, Imam Budi; Ariani, Yesi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 1 No 1 (2016): Vol.1 No.1. April 2016
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya prevalensi diabetes mellitus (DM) memicu meningkatnya berbagai macam penyakit penyerta,salah satunya adalah luka kaki diabetik. Luka kaki diabetik hingga saat ini masih merupakanpermasalahan yang sulit untuk ditangani oleh tenaga medis. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh terapi madu terhadap tingkat kenyamanan pada klien dengan luka kaki diabetik.Penelitian ini dilaksanakan di Asri Wound Care Centre Medan dan di wilayah Kota Padangsidimpuanselama 28 minggu. Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan pendekatan one group pre testpost test design. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan kriteria penderitaluka kaki diabetik derajat IV dan V. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 31 orang. Tingkatkenyamanan diukur dengan menggunakan comfort verbal rating scale. Rata-rata skala kenyamanansebelum intervensi adalah skala 1 dan menjadi skala 3,17 setelah intervensi. Hasil uji T Berpasangan padakenyamanan menunjukkan nilai 0,000 sehingga peneliti menyimpulkan terapi madu berpengaruh secarasignifikan pada terhadap kenyamanan. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan agar dipelayanan kesehatan mengambil kebijakan yang mengakomodasi penggunaan madu sebagai alternatiftopical terapi dalam perawatan luka kaki diabetik.
PKM (Program Kemitraan Masyarakat) Kelompok Senam Diabetes di Puskesmas Sadabuan Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan Ritonga, Sukhri Herianto; ., Arinil Hidayah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Desember 2018
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v3i2.60

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan pada manuskrip ini adalah Senamkaki diabetik dan skrining kaki diabetik. Senam kaki diabetik merupakan rangkaian gerakansenam pada kaki yang dilaksanakan untuk memperlancar aliran darah terutama padapenderita diabetes mellitus. Kegiatan Senam kaki diabetic diiringi dengan skrining kakidiabetik untuk mengetahui perkembangan sensitifitas kaki pada penderita diabetes mellitus.Mitra dalam pelaksanaan PKM ini adalah penderita DM type 2 yang tergabung dalamKelompok Senam Sehat Tobat dan Kelompok Senam Sehat Losung Batu. Masalah yangdirasakan oleh responden adalah masalah kaki diabetik seperti kaki terasa kebas, nyeri,perubahan bentuk kaki dan mengalami luka kaki diabetik. Pelaksanaan PKM diawali dengansosialisasi kegiatan dan pendataan peserta PKM berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.Peserta PKM yang telah teridentifikasi akan diikutkan pada senam kaki diabetik dandilanjutkan skrining kaki diabetik. Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali seminggu selama 7minggu. Peserta tetap yang ikut dalam kegiatan ini adalah 20 orang dimana peserta inimenjadi target pelaksanaan dan diwajibkan hadir setiap pertemuan. Pada hari pertamapelaksanaan, skor kaki mayoritas peserta adalah kategori sensitifitas kurang dan pada hariterakhir pelaksanaan, skor kaki mayoritas peserta menjadi lebih baik yaitu kategorisensitifitas sedang. Selama pelaksanaan kegiatan peserta selalu antusias dan bersemangatdalam pelaksanaan kegiatan. Setelah selesai pelaksanaan PKM ini telah terbentuk 2kelompok senam sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Sadabuan yaitu kelompok senam sehatLosung Batu dan kelompok senam sehat Kelurahan Tobat. Peserta dalam kedua kelompoksenam sehat ini telah paham cara melakukan upaya pencegahan dini terhadap komplikasidiabetes mellitus yaitu luka kaki diabetik dengan melalui senam kaki diabetik secara mandiridan perawatan kaki secara mandiri.
PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) DIKOMBINASI MUSIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH (KGD) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Ritonga, Sukhri Herianto; Kesumawaty, Eka Putri; Nainggolan, Martua
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 1 No 3 (2016): Vol.1 No.3 Desember 2016
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a serious health problem in developed countries as well as in developing countries such as in Indonesia because of the incidence is increasing speedly. The purpose of this study is to know the effect of pprogressive muscle relaxationcombined by music to decrease blood glucose levels in patients on the 2 type diabetes mellitus. This study uses a quasi-experimental design with pre and post test with control group, each group consisted of 25 respondetns in Padangsidimpuan city. Statistical test used by Wilcoxon and Mann-whitney. The result of this test showed that there is a positive effect to decrease blood glucose levels significantly after PMR combined music (p<0,0001). The results of study can be input for nurse to make PMR as one of the independent nursing interventions and incorporate progressive nuscle relaxation (PMR) combined music in the management of patients with diabetes mellitus type 2.