Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Correlation between Lifestyle and the Severity of Diabetic Peripheral Neuropathy Ritonga, Sukhri Herianto; Harahap, Choirunnisa; Hidayah, Arinil
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v7i1.4116

Abstract

Diabetic peripheral neuropathy (DPN) is a significant complication of diabetes mellitus (DM), whose incidence is consistently increasing from year to year. Lifestyle is a considerable risk factor for increasing DM complications. To prevent the occurrence of DPN, it is necessary to carry out a more in-depth analysis of the correlation between lifestyle and DPN. The purpose of this study was to determine the correlation between lifestyle and the severity of diabetic peripheral neuropathy. The research design was a case-control study. The sampling technique used was sequential sampling. Respondents in this study were 94 people divided into two groups: 47 as the case group and 47 as the control group. Based on the Chi-Square test of the relationship between lifestyle and the severity of diabetic peripheral neuropathy, p-value = 0.000 < (0.05) OR=10.084; 95% CI=3.712-27.395). It could be concluded that there was a correlation between lifestyle and the severity of diabetic peripheral neuropathy. This research could be a learning material and additional knowledge for respondents regarding the importance of improving a healthy lifestyle in every nursing intervention to prevent an increase in the number of degenerative diseases, especially DM, and reduce the incidence of diabetic peripheral neuropathy.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Pengendalian Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi Tiroliyah, Anisa; Sagala, Nanda Suryani; Ritonga, Sukhri Herianto; Napitupulu, Natar Fitri; Simamora , Asnil Adli; Napitupulu, Mastiur; Siregar, Nurelilasari
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): In Progress Issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.940

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi disebut sebagai the silent Killer dan merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah Kesehatan hingga saat ini. Peningkatan kejadian hipertensi terus terjadi. Hal ini akan berakibat meningkatnya resiko terjadi berbagai komplikasi bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah pada lansia hipertensi di puskesmas Pijorkoling. Metode: Jenis penelitian yang digunanakan yaitu kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi, pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 114 responden penderita hipertensi dengan jumlah sampel sebanyak 89 responden yang diambil menggunakan teknik porpusive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner IPAQ. Hasil: Hasil penelitian ini di analisa statistik dengan menggunakan uji kolerasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah diperoleh P-Value = 0.000 < 0.05. diperoleh juga nilai r 0.837 maka hubungan antar aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah sangat kuat. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah setiap peningkatan aktivitas fisik satu satuan, maka pengendalian tekanan darah akan meningkat 83,7%.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Pengendalian Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi Tiroliyah, Anisa; Sagala, Nanda Suryani; Ritonga, Sukhri Herianto; Napitupulu, Natar Fitri; Simamora , Asnil Adli; Napitupulu, Mastiur; Siregar, Nurelilasari
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.940

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi disebut sebagai the silent Killer dan merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah Kesehatan hingga saat ini. Peningkatan kejadian hipertensi terus terjadi. Hal ini akan berakibat meningkatnya resiko terjadi berbagai komplikasi bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah pada lansia hipertensi di puskesmas Pijorkoling. Metode: Jenis penelitian yang digunanakan yaitu kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi, pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 114 responden penderita hipertensi dengan jumlah sampel sebanyak 89 responden yang diambil menggunakan teknik porpusive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner IPAQ. Hasil: Hasil penelitian ini di analisa statistik dengan menggunakan uji kolerasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah diperoleh P-Value = 0.000 < 0.05. diperoleh juga nilai r 0.837 maka hubungan antar aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah sangat kuat. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah setiap peningkatan aktivitas fisik satu satuan, maka pengendalian tekanan darah akan meningkat 83,7%.
Pemberdayaan Naposo Nauli Bulung (NNB) dalam Menciptakan dan Menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Desa Aek Natas simamora, dellayusra; Nirmala Rangkuti; Subhan Diki; Fitri Wahyuni Nst; Yuni Maliyah Siregar; Winda Imelda Samosir; Adelia Ramadani Siregar; Alfi Syahrun Lubis; Dina Lestari Harahap; Yuli Yanti; Skandar Zamzami Siregar; Elvi Asiah Rambe; Nuralawiah Ramadani; Aulia Rahma Dini; Rani Tiara Sari; Widia Annasari; Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 2 (2024): Vol. 6 No. 2 Agustus 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu untuk terus dijaga dan ditingkatkan. Peran pemuda sangat diperlukan agar PHBS ini dapat berjalan secara terus menerus. Naposo nauli bulung merupakan pemuda yang diharapkan memiliki peran penting di desa tempat mereka tinggal. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan naposo nauli bulung dalam menciptakan dan menjaga PHBS di Desa Aek Natas. Metode pelaksanan yang dalam kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan dan aplikasi PHBS. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah sebanyak 30 orang. Adapun waktu pelaksanaannya adalah dari tanggal 21 hingga tanggal 18 Adapun hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan keaktifan peserta. penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa KKN menyebutkan ada pengaruh yang signifikan terkait pendidikan kesehatan PHBS dan pengelolaan sampah terhadap perilaku membuang sampah sembarangan di desa aek natas yang telah di berikan, dengan hasil penelitian sebelum di berikan pendidikan kesehatan tentang PHBS dan dan pengelolaan sampah sebagian besar tidak patuh dan masih banyak yang membuang sampah, sesudah diberikan pendidikan kesehatan masyarakat dan NNB Mulai membuang sampah Pada Tempatnya. Kegiatan penyuluhan PHBS dan pengelolaan sampah dan penyebaran beberapa tong sampah yang dilakukan di di Desa Aek Natas Kec. Angkola Selatan, Kab. Tapanuli Selatan berjalan dengan lancar. Masyarakat dan remaja sebagai pelopor PHBS di desa mampu memahami materi yang disampaikan dengan baik.
PENYULUHAN PENCEGAHAN SEKS BEBAS PADA REMAJA DI ERA DIGITALISASI Nasution, Nur Arfah; Lubis, Arisa Harfa Said; Mutia, Fatma; Ritonga, Nefonavratilova; Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1934

Abstract

Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan di luar perkawinan, baik suka sama suka maupun dalam dunia prostitusi, seperti kencan mesra, pacaran, hubungan seksual, tetapi perilaku dianggap tidak sesuai dengan norma karena belum dilakukan oleh remaja. adalah pengalaman seksualitas. Di Indonesia, ada sekitar 4,5% remaja laki-laki dan 0,7% remaja perempuan usia 15- 19 tahun yang berterus terang pernah melakukan seks pranikah. Di antara anak muda berusia 15-19 tahun, kencan pertama adalah berusia 15-17 tahun. Sekitar 33,3% anak perempuan dan 34,5% anak laki- laki yang berusia 15-19 tahun mulai berpacaran sebelum berusia 15 tahun. Catatan angka komulatif penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) hingga tahun 2020 oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumatera Utara 126 penderita. Terdiri dari 93 HIV, 33 AIDS dan 26 di antaranya meninggal dunia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mempunyai tujuan memberikan penyuluhan kesehatan terkait pentingnya bahaya seks bebas pada remaja serta pencegahan seks bebas di era digitalisasi ini. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa/i Pondok Pesantren Mardhatillah. Metode yang digunakan yaitu teknik ceramah dan diskusi bersama. Hasil pengukuran sebelum dan setelah diberikannya sosialisasi di dapatkan bahwa sekitar 95% dari peserta sudah mengerti tentang pencegahan seks bebas pada remaja di era digitalisasi.
The use of policresulen concentrate in the management of hypergranulation in diabetic foot ulcers: A case report Ritonga, Sukhri Herianto; Rangkuti, Juni Andriani; Lubis, Arisa Harfa Said; Nasution, Nur Arfah
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 16, No 2, (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol16.Iss2.art15

Abstract

Diabetic foot ulcers are a severe complication of diabetes, causing pain, infection risk, and reduced quality of life. Timely and effective wound management is crucial to prevent delayed healing, which may ultimately result in amputation. One of the complications often encountered in diabetic foot ulcers is hypergranulation tissue. Policresulen, known for its hemostatic and antimicrobial properties, presents a potential option for managing hypergranulation. This case report explores the effects of applying policresulen concentrate to a diabetic foot ulcer complicated by hypergranulation tissue. The case involved a 61-year-old male patient with a 15-year history of diabetes mellitus which developed a diabetic foot ulcer two years prior. Despite 10 months of various treatments, wound healing remained suboptimal due to persistence hypergranulation tissue. Policresulen concentrate was applied every three days for a total of 16 wound care sessions, and healing progress was evaluated using the Bates-Jensen Wound Assessment Tool. Over the course of treatment, the hypergranulation tissue gradually diminished, and the wound progressively closed until complete epithelialization was achieved. This case demonstrates that policresulen concentrate may be effective in managing hypergranulation and facilitating wound closure in diabetic foot ulcers. No adverse effects were observed during the treatment period.
Pengaruh Media Leaflet terhadap Peningkatan Perilaku Lansia dalam Pemanfaatan Daun Narcissus (Crynum Asiaticum L) untuk Meredakan Nyeri Rematik di Desa Ujung Gurap Kota Padangsidimpuan: The Influence of Leaflet Media on Increasing Elderly Behavior in Using Leaves Narcissus (Crynum Asiaticum L) to Relieve Rheumatic Pain in Ujung Gurap Village, Padangsidimpuan City Nasution, Nurul Hidayah; Ritonga, Sukhri Herianto; Nurlaila; Jufri, Soleman
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5035

Abstract

Latar belakang: Masyarakat modern tidak mempunyai banyak waktu dan istirahat yang cukup. Tingginya tuntutan pekerjaan dan terbatasnya waktu membuat mereka terjebak dalam stres. Akibatnya, banyak orang mengalami berbagai gangguan kesehatan. Salah satu penyakit tersebut adalah rematik. Reumatik atau rheumatoid arthritis adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan sensasi terbakar pada persendian. Pengobatan dapat dilakukan secara farmakologis & nonfarmakologis. Salah satu cara yang dapat dilakukan secara non farmakologi adalah dengan memanfaatkan daun bakung (Crynum Asiaticum L). Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh media leaflet terhadap peningkatan perilaku lansia dalam penggunaan daun daffodil (Crynum Asiaticum L) untuk meredakan nyeri rematik pada lansia Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dengan menggunakan metode One Group Pretest Posttest Design. Populasi dan sampel penelitian ini adalah lansia di Desa Ujung Gurap yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media leaflet terhadap peningkatan perilaku lansia yaitu pengetahuan (p= 0,000), sikap (p=0,000) dan tindakan (p=0,000) pada pemanfaatan daun lili (Crynum Asiaticum L) untuk meredakan nyeri rematik pada lansia. Kesimpulan: Terdapat pengaruh media leaflet terhadap peningkatan perilaku lansia dalam pemanfaatan daun lili (Crynum Asiaticum L) untuk meredakan nyeri rematik pada lansia.
Dietary Regulation As A Factor Predicting Quality of Life in Diabetic Peripheral Neuropathy Patients Ritonga, Sukhri Herianto; Decroli, Eva; Prahastuti, Brian Sri; Usman, Elly; Mudjiran, Mudjiran; Bachtiar, Adang; Afriwardi, Afriwardi; Yetti, Husna
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i3.3376

Abstract

Diabetic peripheral neuropathy is a complication of diabetes mellitus with the number of sufferers continuing to increase from time to time. A decrease in quality of life occurs as this disease progresses, both in physical, mental, and social aspects. Controlling risk factors for declining quality of life needs to be done early, one of the risk factors for declining quality of life is diet. The aim of this research is to analyze dietary regulation as a predictive factor for quality of life in diabetic peripheral neuropathy sufferers. The type of research used is quantitative research with a cross-sectional approach. The respondents in the study were 210 diabetic peripheral neuropathy sufferers who were selected using consecutive sampling techniques. Data collection uses a questionnaire that meets the existing validity and reliability criteria. The data analysis used in this research is SEM PLS analysis. The results show that dietary regulation has a positive influence on quality of life (r=0.236, p=0.0001). Dietary regulation has an effect size on quality of life (f square = 0.095) and also has the ability to predict quality of life well (Q square = 0.232). Dietary regulation is also feasible and suitable in explaining interactions between variables (NFI = 0.540; SRMR = 0.99). The conclusion is dietary regulation can be a good predictive factor for quality of life, so that by improving the diet of diabetic peripheral neuropathy sufferers it will be possible to improve their quality of life.
Sosialisasi Upaya Pencegahan Covid 19 di Area Mesjid Taqwa Desa Huta Koje Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan Siregar, Hotma Royani; Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 2 No. 3 (2020): Vol. 2 No. 3 Desember 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.552 KB)

Abstract

Covid-19 is a disease caused by a new type of corona virus that first appeared at the end of 2019 in Wuhan, China, which is currently causing a pandemic in almost the entire world. In an effort to prevent the spread of Covid-19 from spreading. The government urges all levels of society to take various preventive measures such as physical distancing, wearing masks, regularly washing hands, increasing body resistance and maintaining health. This socialization activity for the prevention of Covid 19 in the mosque area aims to increase knowledge and change the behavior of the community, especially the Taqwa mosque worshipers and mosque caretaker so that they can continue to make efforts to prevent the transmission of covid 19 during worship that will be carried out at the mosque during the month of Ramadan. This activity is carried out using posters. The results of the evaluation during the activity process resulted in an increase in participants' knowledge regarding efforts to prevent COVID-19.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: MANAJEMEN PATAH TULANG PANJANG DI SMK N 1 KOTA PADANGSIDIMPUAN Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.933 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i2.445

Abstract

Patah tulang merupakan trauma yang sering terjadi akibat kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja. Angka kejadiannya terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga memerlukan penanganan yang tepat dari semua pihak, seperti pelajar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penyuluhan kesehatan sehingga peserta dapat memahami manajemen patah tulang dengan cepat dan tepat. Metode pelaksanaan pada kegiatan ini adalah pengabdian kepada masyarakat dengan bentuk penyuluhan kesehatan. Partisipan yang terlibat dalam kegiatan ini adalah pelajar pada SMKN 1 Kota Padangsidimpuan dengan jumlah 33 orang. Sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan, partisipan akan diberikan kuesioner untuk mengukur pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan tersebut. Hasil pengukuran pengetahuan partisipan sebelum penyuluhan adalah 75,76 % memiliki pengetahuan rendah. Namun setelah dilakukan penyuluhan kesehatan terdapat 63,64 % memiliki pengetahuan tinggi. Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlihat bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta setelah dilakukan penyuluhan kesehatan terkait manajemen patah tulang Fracture was a trauma that often occurs due to traffic accidents or work accidents. The incidence continues to increase from year to year, so it requires proper handling from all parties, such as students. The purpose of this activity was to provide health education so that participants can understand fracture management quickly and accurately. The implementation method in this activity was community service in the form of health counseling. The participants involved in this activity were students at SMKN 1 Padangsidimpuan City with a total of 33 people. Before and after health counseling, participants would be given a questionnaire to measure knowledge before and after the activity. The result of measuring the knowledge of participants before the counseling was 75.76% had low knowledge. However, after health education was carried out, 63.64% had high knowledge. Based on this community service activity, it can be seen that this activity can increase participants' knowledge after health counseling related to fracture management is carried out