Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Usia, Pendidikan dan Paritas Dengan Kelengkapan Pelayanan Antenatal Care Pada Ibu Hamil di Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun Sari, Novita; Chairuna, Chairuna; Riski, Merisa
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 1 (2024): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i1.1564

Abstract

Maternal mortality rates (MMR) are still very high, around 810 women die from complications related to pregnancy or childbirth worldwide every day, and around 295,000 women die during and after pregnancy and childbirth. Efforts to accelerate the reduction of the Maternal Mortality Rate (MMR) are carried out by ensuring that every mother is able to access quality maternal health services. The importance of ANC (Antenatal Care) visits has not been a top priority for some pregnant women regarding their pregnancies in Indonesia. The purpose of this study was to determine the relationship between age, education and parity simultaneously with the completeness of antenatal care services for pregnant women at the Sukarami Health Center, Sungai Rotan. The research design used an analytical survey with a cross sectional approach. The population in this study were third trimester pregnant women (gestational age more than 28 - 40 weeks) who came to check their pregnancies at the Sukarami Health Center, Sungai Rotan District, Muara Enim Regency from January to December 2022, totaling 86 people. The sampling technique in this study was carried out by means of total sampling with a total sample of 86 respondents. Data collection uses a checklist sheet. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis using the chi square test. The results of the study show that there is a relationship between age (p value = 0.037), education (p value = 0.011) and parity (p value = 0.026) with the completeness of antenatal care services for pregnant women at the Sukarami Community Health Center, Sungai Rotan District, Muara Enim Regency in 2023. It is hoped that the results This research can be used as evaluation material to increase the number of prenatal checks such as by conducting counseling or counseling to pregnant women regarding prenatal checks.
Analisis Hubungan Pola Tidur dan Dukungan Suami Terhadap Post Partum Blues Dengan Pelaksanaan Continue Of Care di Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Lilin Riski, Merisa; Lubis, Sunarti; Septiani, Tety
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 3 (2024): Madani, Vol. 2, No. 3 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12788031

Abstract

Proses perawatan yang dilakukan tidak berjalan secara berkesinambungan menyebabkan kematian ibu dan bayi. Continuity of care (CoC) merupakan layanan kebidanan melalui model pelayanan berkelanjutan pada perempuan sepanjang masa kehamilan, persalinan, nifas dan keluarga berencana. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) Tahun 2018 mengatakan bahwa mencatat prevalensi postpartum blues secara umum pada penduduk dunia adalah 3-8 % dengan 50% kasus terjadi pada usia produktif yaitu 20-50 tahun. Sedangkan angka kejadian di Indonesia menurut USAID (United Stase Agency for Internasional Development) tahun 2019, terdapat 31 kelahiran per 1000 populasi. Indonesia menduduki peringkat ke empat tertinggi di ASEAN (Association of Southeast Asian Nations). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui is hubungan pola tidur dan dukungan suami terhadap post partum blues dengan pelaksanan cintiuety of care di rumah sakit umum daerah sungai lilin. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan total sampel 30 orang ibu postpartum. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian adalah Hasil uji person chi-square diperoleh nilai p (0,002) < ? (0,05), hal ini berarti ada hubungan antara pola tidur dengan postpartum blues, berarti ada hubungan antara dukungan suami dengan postpartum blues, ada hubungan kejadian post partum blues dengan pelaksanaan continuity  of care
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Usia 13-14 Tahun di Asrama Pondok Pesantren Al-Amalul Khair Kota Palembang Sely Lestari; Ahmad Arif; Merisa Riski; Andini Zuitasari
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.1994

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan dengan kadar hemoglobin dan eritrosit yang lebih rendah dari normal. Anemia pada remaja putri beresiko lebih tinggi karena menyebabkan seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga muda terkena masalah kesehatan. Anemia yaitu keadaan dimana normalnya laki-laki kader hemoglobin adalah 13,5 g/dl, sedangkan wanita 12 g/dl. Tujuan Penelitian adalah Diketahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri Usia 13-14 Tahun di Asrama Pondok Pesantren Al-Amalul Khair Kota Palembang Tahun 2023. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian berjumlah 118 orang dan jumlah sampel adalah 54 responden. Hasil penelitian analisis univariat Responden Berdasarkan Kejadian Anemia pada remaja putri berjumlah 35 orang (64,8 %), Responden Berdasarkan status gizi berjumlah 30 orang (55,6 %), Responden Berdasarkan lama menstruasi berjumlah 30 orang (55,6 %). Responden Berdasarkan kualitas tidur berjumlah 36 orang (66,7 %).Hasil analisis bivariat adalah hubungan yang signifikan antara status gizi dengan p value sebesar 0,001 < 0,05, lama menstruasi dengan p value sebesar 0,001 dan kualitas tidur dengan p value sebesar 0,001 terbukti secara statistik. Kesimpulan ada hubungan antara status gizi, lama menstruasi dan kualitas tidur di Asrama Pondok Pesantren Al-Amalul Khair Kota Palembang Tahun 2023. Saran bagi petugas kesehatan Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama pelayanan pada Remaja putri. Perlunya untuk dilakukan penyuluhan sesering mungkin mengenai pola hidup sehat dan melakukan perubahan sederhana dalam pola makan yang efektif sehingga meningkatkan penyerapan zat besi dengan baik untuk mencegah terjadinya anemia.
HUBUNGAN OBESITAS, POLA MAKAN DAN CAKUPAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Wulandari, Destri; Riski, Merisa; Lusita Nati Indriani, Putu
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 13, No 1 (2022): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v13i1.564

Abstract

Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) Pada Ny "S" di Praktik Mandiri Bidan Kasih Bunda Kec. Plakat Tinggi, Kab. Musi Banyuasin Riski, Merisa; Septiani, Tety; Felina, Firna
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 11 (2024): December
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14890698

Abstract

According to WHO, 75% of neonatal deaths in the first week of life and 1 million neonatal deaths in the first 24 hours of life are caused by prematurity, asphyxia, infection, birth defects. IMR in 2020 has reached 21 deaths per 100 thousand births, however with a slow downward trend it is estimated that it will not reach the SDGs target in 2030 of 12 infant deaths per 100 thousand births. The number of maternal deaths in South Sumatra Province in 2021 was 131 people (with an MMR of 85 people per 100,000 live births), an increase from 84 people in 2020. The highest cause of death in mothers was other causes, namely 52 people (40%). This research method uses descriptive reports aimed at seeing a picture of phenomena that occur in a certain population. The target of taking this case study was Mrs "S" G2P1A0 Pregnant 38 Weeks 5 Days Normally at the Independent Practice of Midwife Kasih Bunda, Plakat Tinggi District, Musi Banyuasin Regency in 2024. Comprehensive midwifery care for Mrs "S" carried out data studies, namely subjective data and objective data, establishing a diagnosis and evaluating the care provided according to midwifery care measures, comparing the suitability and differences between theory and practice. In providing pregnancy care, 6 visits were carried out, childbirth care starting from stage I to IV, newborns at 1 hour of age, neonates and the postpartum period at 6 hours and 6 days of age, where the results were that there were no abnormalities.
FAKTOR–FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) Frisilia Dewi, Sri Yuliani; Aisyah, Siti; Riski, Merisa
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.1156

Abstract

Latar Belakang: Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia dan kebutuhan akan kesehatan reproduksi untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak maka pemerintah mencanangkan program Keluarga Berencana (KB). Salah satu metode kontrasepsi yang rasional, efektif dan efisien adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Hasil survei awal di Puskesmas Beringin Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim tahun  tahun 2020 tercatat sebanyak 5.225 Pasangan Usia Subur (PUS) dengan 4.470 (85,55%) adalah peserta KB aktif yaitu MKJP sebanyak 1.343 (25,70%) dan Non MKJP sebanyak 3.127 (59,85%). Dilihat dari data tersebut bahwa penggunaan MKJP masih lebih rendah dari Non MKJP. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan paritas, pendidikan dan pekerjaan dengan penggunaan MKJP pada akseptor keluarga berencana KB di Puskesmas Beringin Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim tahun 2020. Metode: Penelitian menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 4470 akseptor KB, dengan total sampel 98 responden. Data dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik systematic random sampling dan instrumen lembar checklist dengan di uji statistik chi-square. Hasil: Ada hubungan paritas (nilai p 0,0005 dan OR 0,249), pendidikan (nilai p 0,0001 dan OR 6,818) dan pekerjaan (nilai p 0,005 dan OR 0,249) dengan penggunaan MKJP. Saran: Diharapkan agar wilayah kerja Puskesmas Beringin khususnya bidan untuk meningkatkan pelayanan terutama serta konseling pada metode kontrasepsi jangka panjang agar dapat menekan angka kelahiran dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ibu.
FAKTOR–FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) Dewi, Sri Yuliani Frisilia; Aisyah, Siti; Riski, Merisa
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.775

Abstract

Latar Belakang: Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia dan kebutuhan akan kesehatan reproduksi untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak maka pemerintah mencanangkan program Keluarga Berencana (KB). Salah satu metode kontrasepsi yang rasional, efektif dan efisien adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Hasil survei awal di Puskesmas Beringin Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim tahun  tahun 2020 tercatat sebanyak 5.225 Pasangan Usia Subur (PUS) dengan 4.470 (85,55%) adalah peserta KB aktif yaitu MKJP sebanyak 1.343 (25,70%) dan Non MKJP sebanyak 3.127 (59,85%). Dilihat dari data tersebut bahwa penggunaan MKJP masih lebih rendah dari Non MKJP. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan paritas, pendidikan dan pekerjaan dengan penggunaan MKJP pada akseptor keluarga berencana KB di Puskesmas Beringin Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim tahun 2020. Metode: Penelitian menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 4470 akseptor KB, dengan total sampel 98 responden. Data dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik systematic random sampling dan instrumen lembar checklist dengan di uji statistik chi-square. Hasil: Ada hubungan paritas (nilai p 0,0005 dan OR 0,249), pendidikan (nilai p 0,0001 dan OR 6,818) dan pekerjaan (nilai p 0,005 dan OR 0,249) dengan penggunaan MKJP. Saran: Diharapkan agar wilayah kerja Puskesmas Beringin khususnya bidan untuk meningkatkan pelayanan terutama serta konseling pada metode kontrasepsi jangka panjang agar dapat menekan angka kelahiran dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ibu. Kata Kunci: MKJP, Paritas, Pendidikan, Pekerjaan
HUBUNGAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN, PEKERJAAN IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI PUSKESMAS KERTAPATI Noviyanti, Toyiba; Rahmawati, Eka; Riski, Merisa
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i2.289

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: bayi hanya diberikan air susu tanpa makanan tambahan lain atau cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air putih, air teh dan minuman lainnya. dianjurkan sampai usia 6 bulan dan disusui sedini mungkin sampai bayi berusia 6 bulan dan dilanjutkan dengan pemberian ASI sampai 2 tahun. Memberikan ASI selama 6 bulan dapat menyelamatkan 1,3 juta jiwa di seluruh dunia, termasuk 22% nyawa melayang setelah kelahiran. UNICEF menyatakan bahwa ASI ekslusif dapat menurunkan angka kematian bayi, dari 30.000 angka kematian bayi di dunia dan 10 juta kematian balita di dunia dapat dicegah dengan ASI ekslusif. Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan tenaga kesehatan, pekerjaan ibu dan dukungan keluarga secara simultan terhadap pemberian ASI Ekslusif. Metode: adalah kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian ini survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini semua ibu yang mempunyai bayi usia 6-11 bulan yang berjumlah 531 orang teknik sistem random sampling. Hasil: proporsi ibu yang tidak memberikan ASI Ekslusif sebanyak 15 responden (34,9%) lebih sedikit dari ibu yang memberikan ASI Ekslusif sebanyak 28 responden (65,1%). ada hubungan bermakna antara dukungan tenaga kesehatan (p-value = 0,031), hubungan antara pekerjaan (p-value = 0,001), dan terdapat hubungan antara dukungan keluarga nilai (p-value = 0,006) terhadap pemberian ASI Ekslusif. Kesimpulan: semua ibu-ibu yang sedang menyusui untuk lebih di perhatikan dan diberikan support dari orang-orang terdekat.
Pendidikan Kesehatan Pada Remaja Sadar Gizi Untuk Pencegahan Kekurangan Energi Kronik Dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu Riski, Merisa; S, Susilawati; Ariyani, Yulinda
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16792324

Abstract

Lack of maternal knowledge about Chronic Energy Deficiency is one of the indirect causes of maternal and infant mortality. The purpose of this activity is to provide Nutrition Awareness Education for Teenagers to Prevent Chronic Energy Deficiency (KEK). The method of implementing this Community Service Program is community education in the form of health counseling, evaluated by pre-test and post-test. The method of implementing the service is to provide nutrition awareness education for teenagers by means of discussions using ebooklet media about balanced nutrition and KEK. The number of participants who attended was 50 people, 2 students, and 5 midwives. The activity started from the planning, implementation, evaluation, to the preparation of the report. The results of the activity showed a change in knowledge with an average pre-test of 90% of participants' knowledge being in the poor category and the post-test results of 90% being in the good category. In the skill aspect, all participants who attended (100%) were able to Know nutritional awareness for the prevention of KEK. Conclusion. Educational activities about nutritional awareness for the prevention of KEK can be an effort to increase knowledge and promote nutritional health in the prevention and control of KEK. It is hoped that this activity can become a health promotion strategy in the prevention and control of KEK.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny “ R “ Umur 26 Tahun 38 Minggu Dengan Kekurangan Energi Kronik (Kek) Riski, Merisa; S, Susilawati; Ariyani, Yulinda
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 7 (2025): Agustus 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16792182

Abstract

Lack of maternal knowledge about Chronic Energy Deficiency is one of the indirect causes of maternal and infant mortality. Comprehensive Midwifery Care is one way to reduce MMR and IMR, especially those that occur in PMB Hj.SRI NIRMALA. The purpose of this Final Assignment Report is to provide comprehensive care for pregnant women, childbirth, newborns, postpartum period, and family planning with the SOAP method. Comprehensive midwifery care is carried out at PMB Hj.Sri Nirmala starting from the third trimester of pregnancy, childbirth, BBL, postpartum period and family planning. Care began on February 8 to April 6, 2024. This comprehensive midwifery care was carried out on Mrs. R, 26 years old G2P1A0 at 36 weeks of pregnancy at PMB Hj.Sri Nirmala. There were 2 pregnancy visits, 1 delivery, 4 postpartum visits, 3 BBL visits, and 1 family planning visit. During pregnancy, the mother did not have any complaints and the examination results were normal. On February 25, 2024, the mother reported signs of labor at 40 weeks and 2 days gestation. The labor process proceeded normally at PMB Hj. Sri Nirmala, with the first stage lasting 6 hours, the second stage lasting 20 minutes, the third stage lasting 10 minutes, and the fourth stage lasting 2 hours. Postpartum and newborn visits showed normal maternal and infant health. At the 6-week visit, the mother had received a 3-month contraceptive injection. With comprehensive midwifery care and IEC, it is hoped that the client will implement it so that the mother and baby remain healthy, thereby reducing maternal and infant mortality