Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SEKOLAH DASAR Rokhman, Nur; Setiawardani, Wawan; Rasilah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.24047

Abstract

This research is based on a statement from the Minister of Education, Culture, Research, and Technology, Nadiem Anwar Makarim, who said that Indonesian children are experiencing a crisis of self-confidence. Likewise, students of SDN 3 Dadap showed a lack of self-confidence, especially in grade IV, this impacts their Pancasila Education scores, where 19 out of 21 students scored below the KKM, or around 90% of students are below the KKM score standard. This is because the learning model teachers use still uses conventional learning models and lecture approaches. One of the solution steps taken is to replace the learning model currently used with the Role-Playing learning model. This study aims to determine the application of the Role-Playing learning model, to increase student learning outcomes in the Pancasila Education subject, and to increase the self-confidence of grade IV students of UPTD SDN 3 Dadap by implementing the Role-Playing learning model. The research model used is Classroom Action Research (CAR) with 3 cycles using the Kemmis and McTaggart design models consisting of four steps, namely: planning, implementation, observation, and reflection. This research was applied to 21 fourth-grade students. The learning outcomes of students obtained during the implementation of the action increased, as seen from the results of cycle III, as many as 18 students completed with an average score of 80 and a percentage of 85%. Likewise, the level of student confidence increased in each cycle. Based on the results of the study, shows that the role-playing learning model can improve the learning outcomes and self-confidence of elementary school students.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III DI SEKOLAH DASAR Aisyah, Aisyah; Rasilah, Rasilah; Rukmini, Priyantina
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 8 No. 3: Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v8i3.57275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan tipe Make a Match untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran Matematika disekolah SDN Luwunggesik materi perkalian. Metode yang digunakan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas Jenis PTK Kemis & Mc. Taggart dengan 2 Siklus, dimana siklus 1 memperoleh kenaikan persentase keberhasilan hasil belajar sebesar 57% dan pada siklus 2 kenaikan persentase ketuntasan klasikal menjadi 86%.  Pengumpulan data hasil belajar siswa diperoleh dari instrumen yang digunakan berupa Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran, lembar observasi penerapan model dan soal tes, dengan tingkat indikator keberhasilan klasikal sebesar 75% dan nilai KKM mata pelajaran matematika kelas III sebesar 75. Pelaksanaan penelitian dilakukan karena mendasari latar belakang masalah menunjukan bahwa dari 28 siswa hanya 8 siswa (28,57%) yang berhasil memperoleh hasil belajar Matematika dan 20 siswa (71,43%) lainnya memperoleh hasil belajar Matematika yang rendah, maka dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match ini, agar hasil belajar siswa menjadi meningkat dan memenuhi standar nilai KKM Matematika.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Andika, Restu; Ningsih , Nur Ayu; Restiyanti , Restiyanti; Maesaroh , Siti; Rasilah , Rasilah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 8 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i8.2453

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan media pembelajaran interaktif berdampak pada pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk jurnal dan artikel yang berkaitan dengan media interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif dapat meningkatkan keinginan siswa untuk belajar dan hasil belajar mereka. Media ini melibatkan berbagai elemen dan interaksi multimedia, membuat proses belajar lebih menarik dan dinamis. Namun, masalah seperti keterbatasan infrastruktur dan keahlian teknologi guru harus diatasi agar pembelajaran lebih interaktif. Diharapkan penelitian ini akan memberikan gambaran menyeluruh tentang keuntungan dan cara terbaik untuk memasukkan media interaktif dalam proses mengajar matematika..
STRATEGI PERMASALAHAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Tuljanah, Fatikha; Fitriyani, Fitriyani; Khasanah, Maulidatul; Lestari, Nurlita; Rasilah, Rasilah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 10 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memperoleh informasi mengenai permasalahan pembelajaran matematika di sekolah dasar. Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Sehingga matematika kurang diminati siswa. Permasalahan inilah yang menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan belajar matematika. Penelitian ini menyoroti beberapa faktor yang berkontribusi terhadap permasalahan tersebut, seperti metode pengajaran guru yang hanya menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru saja. Untuk aspek siswa yaitu kurangnya minat siswa dalam belajar, siswa kesulitan dalam perhitungan, kesulitan memecahkan soal yang diberikan oleh guru, banyak siswa yang beranggapan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sukar, menakutkan, membosankan bahkan menganggap matematika tidak penting dalam kehidupan sehari-hari. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 27 artikel jurnal. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa faktor guru sering dianggap menjadi penyebab yang paling penting mengapa banyak siswa yang memiliki minat rendah terhadap matematika. Oleh sebab itu, guru harus mengembangkan keterampilan dan kemampuan dalam mengajar matematika sehingga siswa menjadi berminat dan teratrik pada mata pelajaran matematika.
MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Yusron, Ahmad; Muffidah, Dwi Nasykhatul; Rahmawati , Ida; Lahfah , Nisriinaa Firyaal; Rasilah , Rasilah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 9 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh media pembelajaran di pelajaran matematika menurut beberapa penelitian yang sudah dilakukan. Media pembelajaran matematika bermanfaat untuk menyampaikan peran melalui berbagai saluran, dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong siswa dalam jalannya proses pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasikan dan mereview semua artikel terkait pendidikan matematika dalam kurun waktu 2019-2024. Artikel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 15 artikel jurnal. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa media pembelajaran matematika mampu meningkatkan hasil belajar serta meningkatkan kemampuan matematika peserta didik.
PERAN MATEMATIKA DALAM PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI Yusuf, Hafidz Bahrudin; Janah, Hanatun; Mufatikhatunihayah, Mufatikhatunihayah; Nurhalizah, Amelia; Rasilah, Rasilah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 10 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i10.2984

Abstract

Metematika itu sendiri yaitu suatu proses pemikiran manusia yang dihasilkan melalui ide seseorang yang dirangsang oleh penalaran dalam sebuah proses. Ilmu matematika itu memiliki sifat deduktif atau yang diartikan sebagai pembuktian bukan sekedar pengamatan saja. Matematika juga dikenal sebagai ilmu yang berpola dan keteraturan sehingga pendidik harus mengajarkan siswanya untuk belajar dalam keteraturan. Pada zaman sekarang teknologi sudah semakin maju sehingga teknologi itu sangat memiliki kontribusi pada bidang apapun seperti contoh proses pendewasaan manusia yang selalu diiringi teknologi, bukan hal itu saja bahkan pada dunia pendidikan. Tujuan dari adanya teknologi yang sangat canggih itu untuk memudahkan dalam melaksanakan apapun itu, seperti penyelesaian masalah, untuk menambah kretivitasan, dan sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan. Matematika sangat berperan penting sejak dahulu dalam kehidupan keseharian kita, bukan hanya itu saja matematika memiliki kontribusi atau berperan penting terhadap kajian ilmu-ilmu lain seperti contohnya pada teknologi informatika.
ANALISIS PERKEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS STEM DI INDONESIA Jannah, Ghina Fatihatul; Syarifah, Khansah Inas; Robicha, Naelatu; Rasilah, Rasilah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 10 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i10.3177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan dan implementasi pembelajaran matematika berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai artikel jurnal ilmiah dari Indonesia yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika berbasis STEM telah mengalami perkembangan signifikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Implementasi STEM dalam pembelajaran matematika terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah siswa. Namun, masih terdapat tantangan dalam penerapannya, seperti kurangnya pemahaman guru tentang STEM dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif tentang status terkini pembelajaran matematika berbasis STEM di Indonesia dan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut.
LEARNING MATHEMATICS THROUGH THE APPLICATION OF AUGMENTED REALITY (AR) TECHNOLOGY MEDIA Romadloni, Dewi Khosyatillah; Yunita, Elin Herlina; Auliyah, Hoda; Solehah, Mar’ahtu; Rasilah, Rasilah
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 10 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Augmented Reality (AR) has emerged as an important innovation in education, especially in mathematics learning. The purpose of writing this article is to determine the application of AR technology media in mathematics learning. The research method in this article is systematic literature, this research highlights the positive impact of AR on student engagement, conceptual understanding, and learning outcomes. AR enables interactive visualizations that help students overcome barriers in understanding mathematical concepts. The results of this research found that AR increases student interest and encourages a more interactive learning environment. Apart from that, AR-based learning media has high validity, practicality and effectiveness. AR is not only suitable for one level of education but can also be applied at various levels, from elementary to middle school. Positive responses from students reinforce that AR is a feasible and practical tool to use in mathematics learning. Thus, AR shows great potential to transform mathematics learning in the digital era, helping students better understand complex concepts and increasing their engagement in the learning process.
PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 5E TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SEKOLAH DASAR Putri Praandini, Tiyah; Rasilah; Dede Hadiansah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23515

Abstract

Education is an important process for passing on cultural values ​​and developing students' potential holistically, including spiritual, intellectual and skills aspects. In the learning context, the use of appropriate learning models can increase student interest and learning outcomes. The Learning Cycle 5E learning model (Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, Evaluation) emphasizes active student involvement, so it is effective in facilitating understanding of concepts and improving learning achievement. From the percentage obtained, it shows that 65% of the total number of students, 32 students, still shows low interest in learning. This means that only 11 students have shown interest in studying the eye math. Another cause is that the learning model applied is less attractive. Therefore, students become passive and tend to remain silent because they do not understand the material, which has an impact on students' low interest in learning. (Juniarti & Affandi, 2020). From the results of interviews with class V teachers, students' learning outcomes in mathematics were still below the specified minimum standard scores, of the 32 class V students at SDN 3 Kertasura who had achieved 34% completion of the KKM, 11 students, while 65% had not completed the KKM as many as 21 students. The application of the 5E Learning Cycle model is proposed to overcome this problem. This model not only improves understanding of the material, but also encourages students' active participation in the learning process. By providing a fun and relevant learning experience, this model is expected to significantly increase student interest and learning outcomes, especially in mathematics subjects.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN OUTDOOR LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BEREKSPLORASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SD Surtinih, Surtinih; Khoimatun; Rasilah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4345

Abstract

Keprihatinan penulis terhadap rendahnya kemampuan bereksplorasi serta hasil belajar siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan dalam mata pelajaran pengelompokan hewan serta keterbatasan Guru dalam merancang model pembelajaran yang efektif untuk dapat meningkatkan kemampuan bereksplorasi siswa dan hasil belajar dalam mata pelajaran IPA dengan materi pengelompokan hewan melatarbelakangi dilakukanya penelitian ini, salah satu upaya yang dapat di lakukan yaitu dengan penerapkan model pembelajaran Outdoor Learning dalam pembelajaran pengelompokan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menerapkan model pembelajaran Outdoor Learning pada siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan, 2) mengetahui peningkatan kemampuan bereksplorasi siswa dengan menerapkan model pembelajaran Outdoor Learning pada siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan dan 3) mengetahui peningkatan hasil belajar pada siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindak kelas dengan desain penelitian tindak kelas Arikuntoro (Paizaludin & Ermalinda, 2016) dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan dengan jumblah siswa 31 yang di jadikan sebagai sample penelitian dari jumlah populasi sebanyak 450 siswa. Berdasarkan hasil perhitungan olah data dari siklus I sampai siklus III diperoleh adanya peningkatan di setiap siklusnya yang terbagi menjadi tiga aspek penilaian yaitu penerapan model pembelajaran Outdoor Learning, peningkatan kemampuan bereksplorasi, dan hasil belajar siswa yang akan diuraikan sebagai berikut : Penerapan model pembelajaran Outdor Learning pada siklus I memperoleh jumblah skor sebesar 40 dengan nilai rata-rata 3,0 dan persentase 76,5% yang termasuk kriteria cukup baik. Kemudian pada siklus II di peroleh hasil skor sebesar 42 dengan nilai rata-rata 3,2 dan persentase 81% yang tergolong kriteria baik. Kemudian siklus III diperoleh jumblah nilai sebesar 46 dengan nilai rata-tata sebesar 3,5 dan persentase 88% yang tergolong dalam kriteria sangat baik. Peningkatan kemampuan eksplorasi pada siklus I diperoleh hasil skors sebesar 37 dengan nilai rata-rata 5,7 dan hasil persentase 65,5% yang masuk dalam kriteria cukup baik. Kemudian pada siklus II diperoleh hasil skor sebesar 43 dengan nilai rata-rata 6,1 dan persentase 76,5% yang masuk kriteria baik. Kemudian pada siklus III diperoleh jumblah skor sebesar 49 dengan nilai rata-rata 69 dan hasil persentase 87% yang masuk dalam kriteria sangat baik. Peningkatan hasil belajar memiliki nilai ketuntasan sebesar 80%. Pada siklus I diperoleh persentase ketuntasan sebesar 51,61% kemudian pada siklus II diperoleh hasil persentase sebesar 64,74% dan pada siklus III diperoleh hasil persentase sebesar 90,32% berdasarkan hasil nilai tersebut maka penelitian sudah dapat dihentikan karena sudah mencapai standar ketuntasan klasikal yaitu 80%.