Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGUATAN LITERASI TUBERKULOSIS PADA SISWA SMA MELALUI PENYULUHAN DAN SIMULASI PEMERIKSAAN IMMUNOCHROMATOGRAPHIC TEST: STRENGTHENING TUBERCULOSIS-RELATED HEALTH LITERACY AMONG HIGH SCHOOL STUDENTS THROUGH HEALTH EDUCATION AND SIMULATION OF IMMUNOCHROMATOGRAPHIC TESTING Dina Ferdiani; Meti Kusmiati; Meri Meri; Rudy Hidana
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penguatan edukasi sejak usia sekolah karena siswa berpotensi menjadi agen penyebar informasi kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan siswa SMA/MA/sederajat di Kota Tasikmalaya mengenai TBC melalui penyuluhan dan demonstrasi pemeriksaan. Mitra kegiatan adalah siswa SMA/MA/sederajat yang mengikuti kegiatan edukasi kesehatan di Kampus Universitas Bakti Tunas Husada. Metode pengabdian menggunakan pendekatan pendidikan masyarakat melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, media visual, serta demonstrasi pemeriksaan TBC menggunakan alat rapid test immunochromatography. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Kegiatan diikuti oleh 100 siswa, dengan 84 data berpasangan yang dianalisis. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 72,49% pada pre-test menjadi 89,68% pada post-test. Kategori pengetahuan baik juga meningkat dari 58,3% menjadi 89,3%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan interaktif dan demonstrasi pemeriksaan TBC efektif meningkatkan literasi kesehatan siswa. Kegiatan ini penting sebagai strategi promotif dan preventif untuk mendukung deteksi dini serta pencegahan penularan TBC di lingkungan sekolah.
PENGUATAN LITERASI TUBERKULOSIS PADA SISWA SMA MELALUI PENYULUHAN DAN SIMULASI PEMERIKSAAN IMMUNOCHROMATOGRAPHIC TEST: STRENGTHENING TUBERCULOSIS-RELATED HEALTH LITERACY AMONG HIGH SCHOOL STUDENTS THROUGH HEALTH EDUCATION AND SIMULATION OF IMMUNOCHROMATOGRAPHIC TESTING Dina Ferdiani; Meti Kusmiati; Meri Meri; Rudy Hidana
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penguatan edukasi sejak usia sekolah karena siswa berpotensi menjadi agen penyebar informasi kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan siswa SMA/MA/sederajat di Kota Tasikmalaya mengenai TBC melalui penyuluhan dan demonstrasi pemeriksaan. Mitra kegiatan adalah siswa SMA/MA/sederajat yang mengikuti kegiatan edukasi kesehatan di Kampus Universitas Bakti Tunas Husada. Metode pengabdian menggunakan pendekatan pendidikan masyarakat melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, media visual, serta demonstrasi pemeriksaan TBC menggunakan alat rapid test immunochromatography. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Kegiatan diikuti oleh 100 siswa, dengan 84 data berpasangan yang dianalisis. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 72,49% pada pre-test menjadi 89,68% pada post-test. Kategori pengetahuan baik juga meningkat dari 58,3% menjadi 89,3%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan interaktif dan demonstrasi pemeriksaan TBC efektif meningkatkan literasi kesehatan siswa. Kegiatan ini penting sebagai strategi promotif dan preventif untuk mendukung deteksi dini serta pencegahan penularan TBC di lingkungan sekolah.
EDUKASI ONLINE PEMERIKSAAN IMUNOLOGI: STRATEGI EFEKTIF MENINGKATKAN PENGETAHUAN DETEKSI DINI PENYAKIT MENULAR Meri Meri; Ummy Mardiana; Korry Novitriani; Rahma Nurazizah; Ninda Nuraeni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32736

Abstract

Abstrak: Permasalahan rendahnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan imunologi dalam deteksi dini penyakit menular menjadi latar belakang kegiatan ini. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemeriksaan imunologi sebagai alat diagnostik awal terhadap penyakit menular seperti HIV, hepatitis, TBC dan lain-lain. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan daring yang diikuti oleh 28 peserta dari berbagai kalangan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata nilai dari 66,4 menjadi 87,1, dengan selisih 20,7 poin atau peningkatan sebesar 31,18%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan edukasi daring ini efektif sebagai strategi penyadaran masyarakat terhadap pentingnya diagnosa dini berbasis laboratorium.Abstract: The low level of public understanding regarding the importance of immunological testing for early detection of infectious diseases was the background of this community service activity. The aim was to improve public knowledge about immunological examination as an early diagnostic tool for diseases such as HIV, hepatitis, and tuberculosis. The activity was conducted through an online health education session involving 28 participants from diverse backgrounds. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to assess changes in knowledge. The results showed an increase in average scores from 66.4 to 87.1, with a gain of 20.7 points or approximately 31.18%. These findings indicate a positive impact of the session on participants’ knowledge. Therefore, this online educational activity proved effective in raising public awareness about the importance of early laboratory-based diagnosis.
DETEKSI DINI HIPERTENSI: PEMBERDAYAAN GURU DAN ORANG TUA SISWA UNTUK HIDUP SEHAT Yayah Syafariah; Dina Ferdiani; Annisa Nurhasanah; Rianti Nurpalah; Meti Kusmiati; Hendro Kasmanto; Meri Meri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26587

Abstract

Abstrak: Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi perhatian global dalam bidang kesehatan masyarakat. Penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisinya hingga terjadi komplikasi serius seperti stroke atau serangan jantung. Diperkirakan, hipertensi menyebabkan sekitar 9,4 juta kematian setiap tahun secara global dan akan mempengaruhi lebih dari 1,56 miliar orang pada tahun 2025. Di Indonesia, prevalensi hipertensi tercatat mencapai 34,1% pada tahun 2018, dengan kota Tasikmalaya melaporkan 38.466 kasus pada tahun 2021. Namun, kesadaran dan pengobatan terhadap hipertensi masih rendah, termasuk di lingkungan SDN Mancogeh, Tasikmalaya, yang menjadi lokasi kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan deteksi dini hipertensi melalui pemberdayaan guru dan orang tua siswa merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung kesehatan jangka panjang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softkill guru, orang tua, dan masyarakat sekitar tentang hipertensi melalui pemeriksaan tekanan darah dan edukasi terkait pencegahan. Metode berupa penyuluhan dan praktek pemeriksaan. Peserta adalah guru SD dan Masyarakat sekitar sebanyak 50 orang. Proses evaluasi secara observasi dibantu pada daftar absen dan analisis deskripisi. Hasil sebesar 82% mengalami peningaktan hardskill dan softskill. Sedangkan hasil pemeriksaan dini, mayoritas peserta (65,9%) memiliki tekanan darah normal, sementara 34,1% peserta mengalami hipertensi Diharapkan, dengan keterlibatan aktif masyarakat, program ini dapat mendorong kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan hipertensi untuk mencegah komplikasi serius.Abstract: Hypertension, or high blood pressure, is one of the non-communicable diseases that has become a global public health concern. This condition often presents without clear symptoms, leading many sufferers to be unaware of their condition until serious complications, such as stroke or heart attack, occur. It is estimated that hypertension causes around 9.4 million deaths globally each year and is projected to affect more than 1.56 billion people by 2025. In Indonesia, the prevalence of hypertension was recorded at 34.1% in 2018, with the city of Tasikmalaya reporting 38,466 cases in 2021. However, awareness and treatment of hypertension remain low, including at SDN Mancogeh in Tasikmalaya, the location of this community service activity. Early detection of hypertension through the empowerment of teachers and parents is an important step in creating a healthy school environment that supports long-term health. This program aims to improve the hard and soft skills of teachers, parents, and the surrounding community on hypertension through blood pressure checks and educational activities related to prevention. The methods include counseling and practical blood pressure examinations. Participants consist of 50 elementary school teachers and local community members. The evaluation process was conducted through observation, assisted by attendance records and descriptive analysis. The results showed that 82% of participants experienced an improvement in both hard and soft skills. Regarding early hypertension screening, the majority of participants (65.9%) had normal blood pressure, while 34.1% were found to have hypertension. It is hoped that with the active involvement of the community, this program can raise awareness of the importance of early detection and management of hypertension to prevent serious complications.