Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kompensasi Meningkatkan Kinerja Karyawan Koperasi Unit Desa Dalam Pengelolaan Kebun Plasma Kelapa Sawit: Pendekatan Struktural Equation Modelling Sasmi, Meli; Susanto, Haris; Hadi, Nariman; Harefa, Arianto
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.205

Abstract

Kompensasi memiliki fungsi yang penting dalam manajemen sumber daya manusia, karena merupakan salah satu aspek paling sensitif terhadap kinerja karyawan dalam bekerja.  Pada makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan serta hubungan kompensasi tersebut terhadap kinerja karyawan  dalam pengelolaan kebun plasma. Analisis data menggunakan model Struktural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaji/upah berpengaruh secara nyata terhadap inisiatif secara tidak langsung terhadap kinerja. Sedangkan Insentif  berpengaruh secara nyata terhadap kerjasama namun tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja. Sedangkan tunjangan dan fasilitas tidak berpengaruh secara nyata terhadap kinerja baik secara langsung maupun secara tidak langsung namun memiliki pengaruh yang positif. Penelitian ini memberikan kontribusi bahwa dalam meningkatkan kinerja karyawan yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan kebun plasma oleh koperasi unit desa adalah Gaji, dan insentif, dengan demikian maka perlu adanya kenaikan gaji secara berkala, dan pembayaran insentif sesuai dengan prestasi kerja.
ANALISIS USAHA IKAN PATIN ASAP DENGAN MENGGUNAKAN METODE RUMAH ASAP DI DESA KAMPUNG BARU KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Saputra, Irwan; Hadi, Nariman; Mashadi
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Agribisnis Volume 13 No 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v13i2.3703

Abstract

Ikan patin merupakan salah satu bahan pangan yang cepat rusak dan membusuk. Untuk dapat memperpanjang masa simpannya maka perlu dilakukan penanganan segera antara lain dengan proses pengawetan. Terdapat beberapa cara untuk mengawetkan ikan patin, diantaranya adalah pengawetan dengan menggunakan metode pengasapan, dimana asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu bakar akan dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar produksi, biaya produksi, besarnya pendapatan serta nilai efisiensi dari usaha ikan patin asap di Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan kalkulator dan Excel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata penggunaan bahan baku ikan patin segar adalah sebanyak 22,5 kg dan setelah dilakukan pengolahan dengan metode pengasapan akan menghasilkan ikan patin asap sebanyak 12,9 kg. Rata-rata Biaya Produksi yang dikeluarkan dalam proses pengolahan ikan patin asap ini adalah sebesar Rp. 647.108/proses produksi, sementara rata-rata pendapatan kotor yang diperoleh adalah sebesar Rp 1.038.000/proses produksi dan rata-rata Pendapatan Bersih adalah sebesar Rp 390.891/proses produksi, dengan rata-rata nilai Efisensi sebesar 1,59. Dengan demikian maka usaha ikan patin asap dengan menggunakan metode rumah asap di desa Kampung baru ini layak untuk dikembangkan. Catfish is a food ingredient that quickly spoils and rots. To extend its shelf life, it needs to be handled immediately, including a preservation process. There are several ways to preserve catfish, including preservation using the smoking method, where the smoke produced from burning firewood can inhibit the growth of spoilage microorganisms. The aim of this research is to find out how much production, production costs, income and efficiency value of the smoked catfish business in Kampung Baru Village, Gunung Toar District, Kuantan Singingi Regency. The data analysis method used is qualitative analysis and quantitative analysis using a calculator and Excel. Based on the research results, it was found that the average raw material used for fresh catfish was 22.5 kg and after processing using the smoking method it would produce 12.9 kg of smoked catfish. The average production costs incurred in the process of processing smoked catfish are IDR. 647,108/production process, while the average gross income obtained was IDR 1,038,000/production process and the average Net Income was IDR 390,891/production process, with an average Efficiency value of 1.59. Thus, the smoked catfish business using the smokehouse method in Kampung Baru village is feasible to develop.
PEMANFAATAN KEARIFAN LOKAL “BIJI KARET “SEBAGAI CEMILAN YANG BERNILAI EKONOMIS DI DESA BANJAR BENAI Andi Alatas; Mashadi Mashadi; Meli Sasmi; Haris Susanto; Jamalludin Jamalludin; Chezy WM Vermila; Nariman Hadi; Eldipalma Kesambamula
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1735.253 KB) | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2197

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Banjar Benai ini adalah untuk memberikan pengertian, pemahaman, dan cara pengolahan Biji karet menjadi makanan cemilan berupa keripik biji karet Manfaatnya adalah selain para petani mendapatkan pengetahuan serta pengalaman dalam hal untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat tersebut melalui potensi yang bisa dikembangakan yaitu pemanfaatan biji karet menjadi cemilan atau makanan ringan yang bisa menghasilkan nilai ekonomis. Adapun strategi yang dipergunakan untuk mendukung realisasi program pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan, Mendorong dan memotivasi, sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan potensinya dalam menciptakan suasana untuk pengembangan usaha agribisnis Dalam meningkatkan kesadaran akan potensinya. Hasil kegiatan PKM yang telah dilaksanakan oleh Tim Program Studi Agribisnis di Desa Banjar Benai antara lain Antusiasisme peserta dalam mengikuti kegiatan PKM ditandai dengan keinginan untuk adanya kelanjutan kegiatan ini dimasa yang akan datang. Potensi untuk pengembangan Pemanfaatan kearifan local biji karet sangat terbuka, mengingat lahan dan keadaan lingkungan memadai, dalam hal ini banyak terdapa kebun-kebun tanaman karet yang banyak menghasilkan biji karet untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk diolah menjadi makanan ataupun untuk kerajinan.
PEMBUATAN IKAN ASIN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta) DI DESA BANJAR BENAI, KECAMATAN BENAI: PkM Nariman Hadi; Mashadi Mashadi; Meli Sasmi; Haris Susanto; Jamalludin Jamalludin; Chezy WM Vermila; Andi Alatas; Eldipalma Kesambamula
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2738

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Banjar Benai ini adalah untuk memberikan pengertian, pemahaman, dan cara pengolahan Ikan Kembung menjadi produk olahkan Ikan Asin. Manfaatnya adalah agar ibu-ibu rumah tangga di pedesaan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui potensi yang bisa dikembangakan yaitu pengolahan ikan kembung segar menjadi ikan asin kembung atau dijadikan sumber bahan pangan keluarga atau dijual sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga. Strategi yang digunakan untuk merealisasikan program pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan, memberi dorongan dan memotivasi, sehingga dapat meningkatkan kesadaran ibu-ibu akan potensinya dalam menciptakan suasana pengembangan usaha agribisnis. Hasil kegiatan PKM yang telah dilaksanakan oleh Tim Program Studi Agribisnis di Desa Banjar Benai antara lain adalah antusiasisme peserta dalam mengikuti kegiatan PKM ditandai dengan keinginan untuk adanya kelanjutan kegiatan ini dimasa yang akan datang. Potensi untuk pengembangan pengolahn ikan asin kembung sangat terbuka, mengingat sumber bahan baku yaitu ikan kembung segar selalu tersedia di pasar.
PENYULUHAN INDUSTRI SKALA RUMAH TANGGA TANAMAN HORTIKULTURA DI DESA PISANG BEREBUS KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Chezy Vermila; Jamalludin Jamalludin; Meli Sasmi; Haris Susanto; Mashadi Mashadi; Nariman Hadi; Gustia Kusuma Wardani
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3907

Abstract

Komoditas hortikultura di Desa Pisang berebus belum dimanfaatkan secara optimal dikarenakan hasil panen yang langsung dijual kepasar, sehingga produk yang dihasilkan tidak dapat bertahan lama, sehinga diperlukan penanganan dari produk yang mana salah satunya adalah dengan memberikan informasi teknologi dan memberikan pengetahuan serta keterampilan masyarakat desa mengenai usaha diversifikasi produk tanaman hortikultura. Upaya tranfer informasi teknologi pengolahan tanaman hortikultura melalui kegiatan penyuluhan. kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan melalui penyuluhan kepada ibu-ibu rumah tangga dalam peningkatan manfaat serta peningkatan ekonomi keluarga melalui pengolahan produk hortikultura skala rumah tangga Saus merupakan salah satu produk pasta yang cukup dikenal dan digemari dimasyarakat. Produk tersebut dapat diolah melalui teknologi sederhana ditingkat rumah tangga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan hasil yang positif dikarekana respon dari pada ibu-ibu/kelompok tani Wanita ini sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang mana materi yang diberikan sangat sederhana dan mudah dimengerti dan dilakukan oleh mereka, dan memberikan peluang baru bagi kelompoktani dalam memanfaatkan hasil tanaman mereka yang awalnya mudah rusak menjadi produk yang bisa bertahan lama.
JUAL BELI DI BIDANG AGRIBISNIS DALAM PERSPEKTIF ISLAM Haris Susanto; H. Mashadi; Meli Sasmi; Jamalludin; Andi Alatas; Chezy WM Vermila; Nariman Hadi; Eldipama Kesambamula
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v1i1.7

Abstract

The purpose of this community service is to find out how to do muammalah correctly, which is taught by Islam and add to our insight and knowledge about muammalah in Islam. Community service for the Agribusiness Study Program, Faculty of Agriculture, Islamic University of Kuantan Singingi (UNIKS), provides results of community service activities that have been carried out for lecturers, staff, and students within the UNIKS environment running smoothly. Buying and selling is the exchange of goods. This has been practiced by primitive people when money has not been used as a medium of exchange for goods, namely the barter system which in Fiqh terminology is called Ba'i Al-Muqayyadah. religion, one of which is buying and selling in which there is an unclear element (gharar), something speculative, or vague. Transactions of this kind are unlawful to do, because they can harm one of the contracted parties, both the seller and the buyer. As devout Muslims there is nothing wrong for us to muammalah, but muammalah in a way that has been recommended in Islam which has taught by Rasulullah and his previous companions.Keywords: Buying and Selling, Agribusiness, Perspective, Islam
PEMANFAATAN RUMAH PEMBIBITAN DESA UNTUK PEMBIBITAN TANAMAN HORTIKULTURA DI DESA PISANG BEREBUS KECAMATAN GUNUNG TOAR Mashadi; Nariman Hadi; Meli Sasmi; Jamalludin; Haris Susanto; Chezy WM Vermila; Gustia Kusuma Wardani
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v2i1.29

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengetahui potensipengembangan rumah bibit untuk mewujudkan kawasan rumah bibit dalampengadaan bibit tanaman hortikultura dan untuk meningkatkan kemampuan dariKelompok Wanita Tani dalam mengelola dan mengembangkan rumah bibit diDesa Pisang Berebus Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singing.Pengabdian kepada masyarakat (PkM) Program Studi Agribisnis FakultasPertanian Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS), memberikan hasilkegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan kepada kelompoktani wanita di Desa Pisang Berebus Kecamatan Gunung Toar berjalan denganlancar. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakatadalah 1) Melakukan rapat pendahulun , hal ini dilakukan untuk menyatukanpersepsi dan pembagian tugas masing masing anggota tim, 2) Melakukanrekrutmen peserta melalui Ibu PKK Desa Pisang Berebus, 3) Melakukanpenyuluhan dan sekaligus praktek tata cara pembibitan tanaman hortikultura yangdapat ditanam pada lahan pekarangan. Tanaman yang akan dibitkan adalah cabai,terung, tomat, jahe, dan bunga, 4) Kegiatan pendampingan yang dilakukan sampaibibit bisa dipindahkan ke lapangan atau pekarangan rumah. Hasil dari PkMmenunjukkan bahwa respon anggota kelompok terhadap kegiatan pengabdiansangat baik dan aktif. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 orang anggota kelompok. Padakegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, pemaparan materi oleh ketua timpengabdian H. Mashadi. Pemaparan dimulai dari pengambilan tanah, pupukkendang, dan memasukkan tanah ke dalam polybag, melakukan penanaman benih,penaburan furadan sampai ke pemeliharaan bibit di rumah pembibitan.Kegiatanpengabdian kepada Masyarakat berjalan dengan baik
Kompensasi Meningkatkan Kinerja Karyawan Koperasi Unit Desa Dalam Pengelolaan Kebun Plasma Kelapa Sawit: Pendekatan Struktural Equation Modelling Sasmi, Meli; Susanto, Haris; Hadi, Nariman; Harefa, Arianto
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.205

Abstract

Kompensasi memiliki fungsi yang penting dalam manajemen sumber daya manusia, karena merupakan salah satu aspek paling sensitif terhadap kinerja karyawan dalam bekerja.  Pada makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan serta hubungan kompensasi tersebut terhadap kinerja karyawan  dalam pengelolaan kebun plasma. Analisis data menggunakan model Struktural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaji/upah berpengaruh secara nyata terhadap inisiatif secara tidak langsung terhadap kinerja. Sedangkan Insentif  berpengaruh secara nyata terhadap kerjasama namun tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja. Sedangkan tunjangan dan fasilitas tidak berpengaruh secara nyata terhadap kinerja baik secara langsung maupun secara tidak langsung namun memiliki pengaruh yang positif. Penelitian ini memberikan kontribusi bahwa dalam meningkatkan kinerja karyawan yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan kebun plasma oleh koperasi unit desa adalah Gaji, dan insentif, dengan demikian maka perlu adanya kenaikan gaji secara berkala, dan pembayaran insentif sesuai dengan prestasi kerja.
Analisis Serapan Hara N, P, dan K pada Tiga Varietas Cabai Merah (Capsicum annuum L.) dengan Variasi Tingkat EC Menggunakan Sistem Irigasi Kapiler Perwira, Wanda; Haitami, A.; Ezward, Chairil; Hadi, Nariman; Moelyohadi, Yopie
Jurnal Agro Indragiri Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v10i2.4392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tingkat Electrical Conductivity (EC) terhadap serapan hara N, P, dan K pada tiga varietas cabai merah (Capsicum annuum L.) menggunakan sistem irigasi kapiler. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), dimana petak utama adalah tingkat EC (2,0; 2,5; dan 3,0 dS/m) dan anak petak adalah tiga varietas cabai merah (Lado F1, Kawat, dan Laris). Sistem irigasi kapiler dirancang menggunakan prinsip negative pressure differential irrigation (NPDI) dengan media tanam campuran tanah dan pupuk kandang (3:1). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara varietas dan tingkat EC terhadap bobot kering tanaman, dengan varietas Lado F1 menunjukkan respons terbaik. Varietas berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah dan kerapatan stomata, dimana Lado F1 memiliki nilai tertinggi (6,77 mm dan 34,57 mm²), diikuti Kawat (5,56 mm dan 28,34 mm²), dan Laris terendah (3,77 mm dan 19,26 mm²). Peningkatan EC dari 1,5 ke 2,5 dS/m meningkatkan kadar dan serapan hara N, P, dan K pada semua varietas, dengan varietas Laris menunjukkan efisiensi serapan hara terbaik. Produktivitas cabai merah tidak dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat EC (P-value = 0,923), namun sangat dipengaruhi oleh varietas (P-value = 0,000), dengan varietas Laris mencapai produktivitas tertinggi (15,84 ton/ha), diikuti Lado F1 (15,18 ton/ha), dan Kawat terendah (13,35 ton/ha). Sistem irigasi kapiler terbukti efektif dalam menyediakan nutrisi yang optimal pada rentang EC 2,0-3,0 dS/m, dengan EC optimum 2,0-2,5 dS/m untuk memaksimalkan serapan hara dan produktivitas cabai merah.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA IKAN NILA (Oreochromis Niloticus) BAKAR DI KOTA TALUK KUANTAN Hadi, Nariman; Sasmi, Meli; Kesambamula , Eldipama
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Agribisnis Volume 13 No 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v13i1.3201

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya perikanan darat dan laut. Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) adalah salah satu jenis ikan yang air tawar yang tergolong ekonomis, memiliki daging tebal, rasa yang enak dan digemari masyarakat. Di Kota Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, usaha ikan nila bakar mengalami perkembangan yang pesat, banyak yang tertarik untuk menjalankan usaha ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, nilai efisiensi dan BEP usaha ikan nila bakar. Masalah yang dihadapi adalah tingginya harga bahan baku, sulitnya mendapatkan ukuran ikan yang homogen dan tingginya tingkat kompetisi dari usaha sejenis. Analisis data yang digunakan yaitu analisis biaya, analisis pendapatan, efisiensi, dan BEP. Kesimpulan, total biaya yang dikeluarkan Rp 393.822,-/produksi, pendapatan kotor Rp 556.667,-/produksi, pendapatan bersih Rp 162.774,-/produksi. Nilai Efisiensi 1,36, artinya setiap Rp. 1,- modal yang dikeluarkan akan diperoleh pendapatan kotor Rp 1,36,- dengan pendapatan bersih Rp 0,36,-/produksi. BEP produksi 5, 6 kg/produksi artinya pengusaha ikan nila bakar harus memproduksi di atas 5, 6 kg untuk memperoleh keuntungan dan sudah tercapai, karena produksi rata-rata adalah 8,0 kg/produksi., Nilai BEP harga Rp. 54.493,-/kg, artinya pengusaha harus menjual ikan nila bakar diatas harga Rp 54.493,-/kg untuk memperoleh keuntungan, sudah tercapai karena harga jual rata-rata saat ini adalah Rp.73.335/kg. Indonesia is an archipelagic country that has land and sea fisheries resources. Tilapia (Oreochromis Niloticus) is a type of freshwater fish that is classified as economical, has thick flesh, delicious taste and is popular with the public. In Kuantan Taluk City, Kuantan Singingi Regency, the grilled tilapia fish business is experiencing rapid development, many are interested in running this business. This research aims to determine the income, efficiency value and BEP of the grilled tilapia fish business. The problems faced are the high price of raw materials, the difficulty of getting homogeneous fish sizes and the high level of competition from similar businesses. The data analysis used is cost analysis, income analysis, efficiency, and BEP. Conclusion, total costs incurred are IDR 393,822,-/production, gross income IDR 556,667,-/production, net income IDR 162,774,-/production. The Efficiency Value is 1.36, meaning that every Rp. 1.- capital issued will result in a gross income of IDR 1.36,- with a net income of IDR 0.36,-/production. BEP production of 5.6 kg/production means that grilled tilapia entrepreneurs must produce above 5.6 kg to make a profit and this has been achieved, because the average production is 8.0 kg/production. The BEP value is IDR. 54,493,-/kg, meaning that entrepreneurs must sell grilled tilapia above the price of IDR 54,493,-/kg to make a profit, which has been achieved because the current average selling price is IDR 73,335/kg.