Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PEMANFAATAN KEARIFAN LOKAL “BIJI KARET “SEBAGAI CEMILAN YANG BERNILAI EKONOMIS DI DESA BANJAR BENAI Alatas, Andi; Mashadi, Mashadi; Sasmi, Meli; Susanto, Haris; Jamalludin, Jamalludin; Vermila, Chezy WM; Hadi, Nariman; Kesambamula, Eldipalma
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2197

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Banjar Benai ini adalah untuk memberikan pengertian, pemahaman, dan cara pengolahan Biji karet menjadi makanan cemilan berupa keripik biji karet Manfaatnya adalah selain para petani mendapatkan pengetahuan serta pengalaman dalam hal untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat tersebut melalui potensi yang bisa dikembangakan yaitu pemanfaatan biji karet menjadi cemilan atau makanan ringan yang bisa menghasilkan nilai ekonomis. Adapun strategi yang dipergunakan untuk mendukung realisasi program pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan, Mendorong dan memotivasi, sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan potensinya dalam menciptakan suasana untuk pengembangan usaha agribisnis Dalam meningkatkan kesadaran akan potensinya. Hasil kegiatan PKM yang telah dilaksanakan oleh Tim Program Studi Agribisnis di Desa Banjar Benai antara lain Antusiasisme peserta dalam mengikuti kegiatan PKM ditandai dengan keinginan untuk adanya kelanjutan kegiatan ini dimasa yang akan datang. Potensi untuk pengembangan Pemanfaatan kearifan local biji karet sangat terbuka, mengingat lahan dan keadaan lingkungan memadai, dalam hal ini banyak terdapa kebun-kebun tanaman karet yang banyak menghasilkan biji karet untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk diolah menjadi makanan ataupun untuk kerajinan.
PEMBUATAN IKAN ASIN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta) DI DESA BANJAR BENAI, KECAMATAN BENAI: PkM Hadi, Nariman; Mashadi, Mashadi; Sasmi, Meli; Susanto, Haris; Jamalludin, Jamalludin; Vermila, Chezy WM; Alatas, Andi; Kesambamula, Eldipalma
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2738

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Banjar Benai ini adalah untuk memberikan pengertian, pemahaman, dan cara pengolahan Ikan Kembung menjadi produk olahkan Ikan Asin. Manfaatnya adalah agar ibu-ibu rumah tangga di pedesaan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui potensi yang bisa dikembangakan yaitu pengolahan ikan kembung segar menjadi ikan asin kembung atau dijadikan sumber bahan pangan keluarga atau dijual sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga. Strategi yang digunakan untuk merealisasikan program pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan, memberi dorongan dan memotivasi, sehingga dapat meningkatkan kesadaran ibu-ibu akan potensinya dalam menciptakan suasana pengembangan usaha agribisnis. Hasil kegiatan PKM yang telah dilaksanakan oleh Tim Program Studi Agribisnis di Desa Banjar Benai antara lain adalah antusiasisme peserta dalam mengikuti kegiatan PKM ditandai dengan keinginan untuk adanya kelanjutan kegiatan ini dimasa yang akan datang. Potensi untuk pengembangan pengolahn ikan asin kembung sangat terbuka, mengingat sumber bahan baku yaitu ikan kembung segar selalu tersedia di pasar.
PENYULUHAN INDUSTRI SKALA RUMAH TANGGA TANAMAN HORTIKULTURA DI DESA PISANG BEREBUS KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Vermila, Chezy; Jamalludin, Jamalludin; Sasmi, Meli; Susanto, Haris; Mashadi, Mashadi; Hadi, Nariman; Wardani, Gustia Kusuma
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3907

Abstract

Komoditas hortikultura di Desa Pisang berebus belum dimanfaatkan secara optimal dikarenakan hasil panen yang langsung dijual kepasar, sehingga produk yang dihasilkan tidak dapat bertahan lama, sehinga diperlukan penanganan dari produk yang mana salah satunya adalah dengan memberikan informasi teknologi dan memberikan pengetahuan serta keterampilan masyarakat desa mengenai usaha diversifikasi produk tanaman hortikultura. Upaya tranfer informasi teknologi pengolahan tanaman hortikultura melalui kegiatan penyuluhan. kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan melalui penyuluhan kepada ibu-ibu rumah tangga dalam peningkatan manfaat serta peningkatan ekonomi keluarga melalui pengolahan produk hortikultura skala rumah tangga Saus merupakan salah satu produk pasta yang cukup dikenal dan digemari dimasyarakat. Produk tersebut dapat diolah melalui teknologi sederhana ditingkat rumah tangga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan hasil yang positif dikarekana respon dari pada ibu-ibu/kelompok tani Wanita ini sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang mana materi yang diberikan sangat sederhana dan mudah dimengerti dan dilakukan oleh mereka, dan memberikan peluang baru bagi kelompoktani dalam memanfaatkan hasil tanaman mereka yang awalnya mudah rusak menjadi produk yang bisa bertahan lama.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PEMASARAN PRODUK HASIL PERTANIAN OLEH PETANI MILENIAL Wardani, Gustia Kusuma; Susanto, Haris; Mashadi, Mashadi; Sasmi, Meli; Vermila, Chezy WM; Hadi, Nariman; Jamaludin, Jamaludin; Audian A, Finu
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4497

Abstract

Banyaknya penduduk Indonesia yang bekerja di bidang pertanian, membuat munculnya berbagai permasalahan di bidang ini. Salah satunya adalah yang berkaitan dengan pemasaran produk pertanian. Dengan permasahalan yang ada, petani milenial harus dapat memanfaatkan smartphone dan menggunakan suatu aplikasi yang mendorong untuk keberlangsungan pertanian di ndonesia. Pemasaran digital memungkinkan pembeli memperoleh seluruh informasi mengenai produk dan bertransaksi melalui internet, dan memungkinkan penjual untuk memantau dan menyediakan kebutuhan serta keinginan calon pembeli tanpa batasan waktu dan geografis. Petani milenial juga harus mampu menilai dan memahami apa yang diiginkan oleh konsumen, dalam hal ini dapat dikembangkan melalui system pengemasan hasil produk pertanian. Pada dasarnya pengemasan akan berpengaruh terhadap penilaian atas produk dan hasil yang akan diperoleh oleh petani. Berdasarkan kondisi permasalahan diatas, tim PKM Program Studi Agribisnis Universitas Islam Kuantan Singingi menawarkan program Pelatihan metode pemasaran dan pengemasan produk pertanian bagi siswa Sekolah Menengah Atas kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan penyuluhan pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk hasil pertanian bagi petani milenial dalam rangka pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan sangat baik. Peserta sangat antusias dan interaktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan peragaan pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produl hasil pertanian. Dari segi pengetahuan, wawasan, dan keterampilah siswa dalam pemanfaatan teknologi untuk pemasaran produk hasil pertanian yang semula masih minim, setelah mengikuti kegiatan penyuluhan siswa dapat memahami konsep-konsep pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk hasil pertanian
SOSIALISASI MANFAAT BUMDes HARAPAN MAKMUR SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TEBING TINGGI KECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Susanto, Haris; Mashadi, Mashadi; Melisasmi, Melisasmi; Hadi, Nariman; Vermila, Chezy WM; Jamalludin, Jamalludin; Kusuma Wardani, Gustia; Audian A, Finu; Eka Pratama, Berli
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4817

Abstract

Kegiatan PkM dilaksanakan di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi dengan target masyarakat, pengurus Bumdes, penyuluh, kelompok tani ternak dan aparat pemerintahan desa. Masyarakat pelaku usaha seperti perdagangan (pupuk) dan jasa (jaringan). Kegiatan PkM dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai legalitas tujuan, dan manfaat BUMDes bagi peningkatan pembangunan dan peningkatatan kesejatraan dan kemakmuran masyarakat secara adil dan merata. Melalui peningkatan pemasukan pendapatan asli desa (PADes) dengan kegiatan usaha dapat terus berkembang di masa mendatang dengan memperhatikan dan menerapkan faktor pendukung kegiatan usaha. Dengan demikian kegiatan PkM diselenggarakan berupa sosialisasi mengenai legalitas tujuan, dan manfaat BUMDes serta sosialisasi mengenai manajemen SDM yang profesional dalam mengelola BUMDes di desa. Sosialisasi tersebut disesuaikan dengan permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi pengurus BUMdes di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai. Metode pelaksaan kegiatan terdiri dari tiga tahap. Pertama tahap persiapan meliputi pra survei, pembentukan tim, pembuatan dan pengajuan proposal, koordinasi tim dan mitra serta persiapan alat dan bahan sosialisasi. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan program berupa sosialisasi. Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan (pemaparan materi) dan diskusi. Tahap ketiga yaitu tahap evaluasi dan pelaporan. Setelah itu, dilakukan penyusunan laporan untuk selanjutnya dilakukan publikasi. Hasil dan luaran kegiatan PkM setelah sosialisasi yaitu pertama, masyarakat mengalami peningkatan pemahaman mengenai fungsi BUMDes. Kedua, masyarakat mengalami peningkatan pemahaman berkaitan keberadan BUMDes untuk peningkatan pembangunan dan peningkatan pemasukan PADes Tebing Tinggi. Ketiga, masyarakat mengalami peningkatan pemahaman mengenai mekanisme pendirian dan pelaksanaan BUMDes
Respons Beberapa Varietas Cabai Merah terhadap Variasi Tingkat EC pada Sistem Irigasi Kapiler Haitami, A; Putra, Hadi; Wahyudi, Wahyudi; Hadi, Nariman; Supriatini, Supriatini; Moelyohadi, Yopie
Jurnal Agro Indragiri Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v11i1.5049

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji respons beberapa varietas cabai merah terhadap variasi tingkat Electrical Conductivity (EC) pada sistem irigasi kapiler. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan petak utama berupa tiga tingkat EC (2,0; 2,5; dan 3,0 mS/cm) dan anak petak terdiri dari tiga varietas cabai merah (Lado F1, Kawat, dan Laris). Sistem irigasi kapiler dirancang menggunakan prinsip negative pressure differential irrigation (NPDI) dengan media tanam campuran tanah dan pupuk kandang sapi (3:1). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, dan total berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat EC berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 4 MST dan jumlah cabang, dimana EC 2,0-2,5 mS/cm menghasilkan pertumbuhan lebih baik dibandingkan EC 3,0 mS/cm. Perbedaan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman (2-5 MST), diameter batang (5-7 MST), dan total berat buah. Varietas Lado F1 menunjukkan pertumbuhan vegetatif terbaik, sementara varietas Laris menghasilkan produktivitas buah tertinggi (0,66 kg). Interaksi EC dan varietas hanya signifikan pada tinggi tanaman 4 MST. Sistem irigasi kapiler dengan EC 2,0-2,5 mS/cm efektif mendukung pertumbuhan dan produktivitas cabai merah dengan pemilihan varietas yang sesuai.
Optimasi Asam Humat Gambut dan Dosis Pemupukan untuk Peningkatan Produktivitas Bawang Merah di Lahan Pasang Surut A. Haitami; Wahyudi Wahyudi; Nariman Hadi
Vegetalika Vol 15, No 2 (2026): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.111489

Abstract

Tidal areas have significant potential for shallot cultivation, but are hampered by soil acidity and low nutrient availability. This study aimed to determine the effect of peat humic acid and NPK fertilizer on shallot growth and productivity in tidal areas. This study used a Split-Plot factorial design with two factors: The main plot is the dose of peat humic acid consisting of 4 treatment levels, namely without peat humic acid (control), 0,08 g/plant, 0,16 g/plant, and 0,32 g/plant, while the subplot is the fertilizer dose consisting of 4 treatment levels, namely without fertilization (control), 75 kg Urea ha⁻¹ + 75 kg ZA ha⁻¹ + 125 kg SP-36 ha⁻¹ + 75 kg KCl ha⁻¹, 100 kg Urea ha⁻¹ + 100 kg ZA ha⁻¹ + 175 kg SP-36 ha⁻¹ + 100 kg KCl ha⁻¹, and 125 kg Urea ha⁻¹ + 125 kg ZA ha⁻¹ + 225 kg SP-36 ha⁻¹ + 125 kg KCl ha⁻¹. The parameters observed included plant height, number of tubers, fresh tuber weight, dry tuber weight, number of tillers, and productivity. The results showed that peat humic acid and NPK fertilization each had a very significant effect on all growth parameters and yield, but no significant interaction was found between the two factors. The best results were obtained in the combination treatment of peat humic acid 3 g/plant and NPK fertilizer 75% of the recommended dose, which resulted in a plant height of 34,05 cm, 9 tubers per plant, fresh tuber weight of 71 g, dry tuber weight of 60 g, 5,10 tillers per plant, and a productivity of 10 tons/ha. Soil analysis showed a neutral pH of 7,53, a very high organic C content of 26,19 mg/L, and adequate macronutrient content. These results indicate that the application of peat humic acid 3 g/plant combined with 75% of the recommended dose of NPK fertilizer is the optimal combination for shallot cultivation in tidal land, achieving a productivity increase of 97,69% compared to the control without treatment.
Behavior of Heterotrigona itama in Hydroponic Melon (Cucumis melo L.) Planting in Greenhouse with Insecticide Spraying Seprido; Desta Andriani; Chairil Ezward; A. Haitami; Nariman Hadi
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Mei (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v7i2.4116

Abstract

Sustaining and improving melon production is essential to fulfill the increasing demand for melon fruit in Indonesia. In order to maintain this level of production, it is necessary to utilize insecticides to manage the pests that pose a threat to melon crops. This research aims to assess the impact of insecticide application on the pollination activity of Heterotrigona itama, a vital pollinating insect for melon plants. This research aimed to investigate the effect of Heterotrigona itama activity on melon plants in a greenhouse treated with insecticides. The study was carried out utilizing a survey-based methodology. Data was collected on several aspects of Heterotrigona items' behavior before and after applying insecticides. The research findings demonstrated that using insecticides on melon crops within a controlled environment decreased the frequency of visits from Heterotrigona itama to the melon flowers. Additionally, it was observed that the application of insecticides resulted in the mortality of Heterotrigona itama within the initial six days following the insecticide spraying. On the second day, the maximum number of individuals present was 14. The analysis of Heterotrigona itama honey revealed that the detected levels of pesticide residues were lower than the benchmark dose response (BMR) threshold.