Claim Missing Document
Check
Articles

Partisipasi Lembaga Desa Dalam Pembangunan Infrastruktur Dan Suprastruktur Di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Sri Wahyuti; I Irawanto
Administraus Vol. 4 No. 2 (2020): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.207 KB) | DOI: 10.56662/administraus.v4i2.98

Abstract

The research carried out aims to find out and analyze: (1) the participation of village institutions in the construction of infra and supra structures in Amuntai Tengah Subdistrict, Hulu Sungai Utara Regency, (2) the constraints found in increasing the participation of village institutions in the development of infra and supra structure, (3) solutions made in overcoming these obstacles. The research will be carried out using descriptive methods. Primary data was collected through interviews with key informants such as the Camat and BPD Ketuan informants, Village Heads and administrators and members of village institutions. The data collection methods used in this study were interview, observation and documentation. Furthermore, the data were analyzed qualitatively. The results showed (1) The participation of village institutions in the construction of the superstructure and infra structure in the Amuntai Tengah sub-district had been going as expected, because in terms of the micro level, that village institutions participated in mentoring and mentoring, mezzo level, village institutions participated in promoting intervention media, follow and provide training to community members, and always make social changes through social dynamics. (2) The livelihoods of members and village institutions are farming, the level of education of members and administrators of village institutions is mostly junior high school, so it is very difficult to find new ideas, (3) The solution given to the difficulty of meeting at a certain time because of the management's livelihood and members of village farming institutions are carried out by: notifying the day before the meeting, so that all administrators and members of the village institution can make an effort to attend, in contact with using a cellphone at the meeting, so that the results of the meeting can be agreed. The education level of administrators and members of village institutions which on average SLTPs are overcome by: continuing higher level education through package C, involving training both conducted by the sub-district and those held by the district government. Penelitian yang dilaksanakan bertujuan, untuk mengetahui dan menganalisis : (1) partispasi lembaga desa dalam pembangunan bidang infra dan supra struktur di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara, (2) kendala yang ditemukan dalam meningkatkan partisipasi lembaga desapada pembangunan bidang infra dan supra struktur, (3) solusi yang dilakukan dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian yang akan dilaksanakan menggunakan metode deskriptif. data primer dikumpulkan melalui wawancara kepada key informan seperti Camat dan informan Ketuan BPD, Kepala Desa dan pengurus dan anggota lembaga desa Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan (1) Partisipasi Lembaga desa dalam pembangunan bidang infradan suprastruktur di kecamatan Amuntai Tengah telah berjalan sebagaimana yang diharapkan, karena ditinjau dari segi aras mikro, bahwa lembaga desa turut serta dalam pembimbingan dan dibimbing, aras mezzo, lembaga desa turut serta dalam menggalakkan media intergvensi, mengikuti dan memberikan pelatihan pada anggota masyarakat, serta selalu melakukan perubahan-perubahan sosial melalui dinamika sosial. (2) Mata pencaharian anggota dan lembaga desa adalah bertani, Tingkat pendidikan anggota dan pengurus lembaga desa kebanyakan berpendidikan SLTP, sehingga sangat sulit untuk menemukan ide-ide baru, (3) Solusi yang diberikan terhadap sulitnya melakukan rapat pada saat tertentu karena mata pencaraian pengurus dan anggota lembaga desa bertani dilakukan dengan cara : memberitahukan sehari sebelum rapat, sehingga seluruh pengurus dan anggota lembaga desa dapat mengupayakan hadir, berhubungan dengan menggunakan handphone pada saat rapat, sehingga hasil rapat dapat disepakati. Tingkat Pendidikan pengurus dan anggota lembaga desa yang rata-rata SLTP diatasi dengan : melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi melalui paket C, mengikutsertakan pelatihan baik yang diadakan oleh pihak kecamatan maupun yang diadakan oleh pihak pemerintah kabupaten.
IMPLEMENTASI PERDA NO 02 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN LAMPIHONG KABUPATEN BALANGAN halim murasyid; I Irawanto
Administraus Vol. 5 No. 1 (2021): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.363 KB) | DOI: 10.56662/administraus.v5i1.126

Abstract

Abstract: This study aims: 1) To analyze the implementation of Regional Regulation No.02 of 2012 concerning Waste Management and Environmental Sanitation in Lampihong District, 2) To determine the obstacles in implementing Regional Regulation No.02 of 2012 concerning Waste Management and Environmental Cleanliness in the District of Lampihong . 3) To find out solutions that can be done to overcome obstacles in implementing Local Regulation No. 02 of 2012 concerning Waste Management and Environmental Sanitation in Lampihong District. This research is a qualitative descriptive study. Data collected through observation, interviews and documentation and then analyzed qualitatively through the stages of data reduction, presentation or display data and making conclusions / verification. The results showed that: 1) The implementation of Regional Regulation No. 02 of 2012 concerning Waste Management and Environmental Cleanliness in Lampihong District was not yet fully implemented. This can be seen from the ineffective communication in informing about waste management and cleanliness in Lampihong District to the wider community. Second, the resources are not maximal, due to budget constraints and the condition of cleaning officers, most of whom are elderly, and the number of vehicles to transport damaged waste. 2) Obstacles in implementing Regional Regulation No. 02 of 2012 concerning Waste Management and Environmental Cleanliness in Lampihong District, namely: 1) lack of supporting facilities and infrastructure, and 2) lack of public awareness. 3) Solutions that can be taken to overcome obstacles in implementing Regional Regulation No. 02 of 2012 concerning Waste Management and Environmental Cleanliness in Lampihong District, namely: 1) improving facilities and infrastructure by increasing the number of pick-ups / fleets to carry garbage to 4 , and 2) increasing public awareness through direct and indirect socialization regarding the importance of disposing of garbage in the provided places. Keywords: Implementation, Regional Regulations, Waste Management Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) Menganalisis pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah dan Penyehatan Lingkungan di Kabupaten Lampihong, 2) Untuk mengetahui hambatan-hambatan dalam pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan di Kabupaten Lampihong. Kecamatan Lampihong. 3) Untuk mengetahui solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah dan Penyehatan Lingkungan di Kabupaten Lampihong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian atau penyajian data dan pengambilan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan di Kecamatan Lampihong belum sepenuhnya dilaksanakan. Hal ini terlihat dari belum efektifnya komunikasi dalam menginformasikan tentang pengelolaan sampah dan kebersihan di Kecamatan Lampihong kepada masyarakat luas. Kedua, sumber daya yang belum maksimal, karena keterbatasan anggaran dan kondisi petugas kebersihan yang sebagian besar berusia lanjut, serta banyaknya kendaraan pengangkut sampah yang rusak. 2) Kendala dalam pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan di Kabupaten Lampihong, yaitu: 1) kurangnya sarana dan prasarana pendukung, dan 2) kurangnya kesadaran masyarakat. 3) Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan di Kabupaten Lampihong yaitu: 1) meningkatkan sarana dan prasarana dengan menambah jumlah pick up/armada pengangkut sampah ke 4 , dan 2) meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi langsung dan tidak langsung tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Kata Kunci : Implementasi, Peraturan Daerah, Pengelolaan Sampah
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI NOMOR 54 TAHUN 2018 TENTANG PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN E-GOVERNMENT DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Darmika Darmika; Irawanto I
Administraus Vol. 6 No. 1 (2022): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.544 KB) | DOI: 10.56662/administraus.v6i1.143

Abstract

Abstract: This study aims to find out how the implementation of the policy of Regent Regulation Number 54 of 2018 concerning the Implementation and Development of e-Government and to find out what are the obstacles in implementing this regulation to encourage integrated public services in Hulu Sungai Utara Regency, considering it is successful or the failure of a policy to achieve certain goals is very much dependent on the implementation process. The method used in this research is a qualitative approach. In this case, the researcher uses the implementation theory proposed by Van Meter, Hord. where the variables and factors are (1) Resources (2) Policy Content (3) Organizational Characteristics (4) Environmental Conditions (5) Attitude of Implementers. The results show that the implementation of e-Government policies for integrated public services in Hulu Sungai Utara Regency has not been implemented optimally, seen from the results of the implementation of these policies. This is identified with inadequate Apparatus Resources besides that, the availability of budget resources is limited so that the facilities and infrastructure for supporting Information and Communication Technology are also limited, factors from this Resource aspect are the most dominant in the implementation of this policy in addition to other factors. The content of the policy still does not show the consistency of clear objectives, Organizational Characteristics is the pattern of relationships and cooperation between SKPDs is still low, Environmental conditions are seen from the social culture of the community who still like conventional or face-to-face patterns, There are still differences in perceptions and understanding of the clarity of objectives the e-Government policy. Keywords: e-Government, public services Abstrak: Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui bagaimana implementasi kebijakan Peraturan Bupati Nomor 54 tahun 2018 tentang Penerapan dan Pengembangan e-Government dan untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala dalam implementasi peraturan ini untuk mendorong pelayanan publik yang terintegrasi di Kabupaten Hulu Sungai Utara, mengingat berhasil atau gagalnya suatu kebijakan mencapai tujuan tertentu sangat tergantung pada proses implementasinya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dalam hal ini peneliti menggunakan teori Implementasi yang dikemukakan oleh Van Meter, Hord. dimana variabel dan faktor-faktor itu adalah (1) Sumberdaya (2) Isi Kebijakan (3) Karakteristik Organisasi (4) Kondisi Lingkungan (5) Sikap Pelaksana. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kebijakan e-Government untuk pelayanan publik yang terintegrasi di Kabupaten Hulu Sungai Utara belum terlaksana dengan optimal, dilihat dari hasil implementasi kebijakan tersebut. hal ini diidentifikasikan dengan Sumber daya Aparatur yang belum memadai selain itu, ketersediaan sumber daya anggaran yang terbatas sehingga sarana dan perasarana infrastruktur pendukung Teknologi Informasi dan Komunikasi terbatas pula, faktor dari aspek Sumberdaya ini yang paling dominan dalam implementasi kebijakan ini selain faktor-faktor lain. Isi Kebijakan masih belum menunjukan konsistensi tujuan yang jelas, Karakteristik Organisasi adalah pola hubungan dan kerjasama antar SKPD masih rendah, Kondisi Lingkungan dilihat dari kultur budaya sosial masyarakat yang masih menyukai pola konvensional atau tatap muka, Sikap Pelaksana masih adanya perbedaan persepsi dan pemahaman mengenai kejelasan tujuan kebijakan e-Government tersebut. Kata Kunci : e-Government, pelayanan publik
The Role of Public Relations in Disseminating Government Programs Through Social Media Irawanto; Riky Wellil Saputra; Hadi Hidayat; Semuel Risal
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 5 (2022): June 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v1i5.518

Abstract

The objectives to be achieved in this research are to: (1) analyze the role of Public Relations and Protocol in disseminating Government programs through social media at the Regional Secretariat of Hulu Sungai Utara Regency (2) identify the obstacles faced by Public Relations and Protocol in disseminating Government programs through social media in The Regional Secretariat of Hulu Sungai Utara Regency and (3) provide solutions to overcome the obstacles faced by Public Relations and Protocol in disseminating Government programs through social media at the Regional Secretariat of Hulu Sungai Utara Regency. This study used descriptive qualitative method. The data obtained from the informants in this study were: Head of the Public Relations and Protocol Section of the Hulu Sungai Utara Regency (Informant), Head of the Documentation and Publication Subdivision at the Public Relations and Protocol Section of the Regional Secretariat of Hulu Sungai Utara Regency (Key Informant), Staff of the Public Relations and Protocol of the Regional Secretariat of the North Hulu Sungai Regency. Data collection techniques are Interview, Observation and Documentation. The research data were analyzed descriptively qualitatively. The results of the study show (1) The role of public relations and protocols in the socialization activities of the Hulu Sungai Utara Regency Government program which includes development, governance and public services through social media has been running optimally, but still not all of them can be implemented according to organizational goals, (2) Constraints faced Public Relations in disseminating Government Programs through social media at the Regional Secretariat of Hulu Sungai Utara Regency in the form of: not fulfilling the quantity of public relations officers who handle the socialization of Government programs through social media, Not yet mastered by their work due to minimal educational background and training and completeness of public relations work facilities that are still not yet available as needed (3) solutions to overcome obstacles faced by public relations in disseminating Government programs through social media at the Regional Secretariat of Hulu Sungai Utara Regency are needed: additional formation of public relations officers, increasing education education and training related to public relations, improving coordination between the head of public relations and protocol with documentation and publication officers and completing work facilities for information purposes. Keywords: Disseminating Government Programs, Social Media, Public Relation, Role Of Public Relation
KONTRIBUSI PENDAPATAN ASLI DAERAH (APD) TERHADAP KEUANGAN DAERAH KABUPATEN KAPUAS TAHUN 2012 - 2016 Sesilia Endang Kahyanti; I Irawanto; Akhmad Abdurrahman
Administraus Vol. 3 No. 1 (2019): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.354 KB)

Abstract

This study aims to: 1) To know the contribution of local taxes to the regional finance of Kapuas District Year 2012-2016, 2) To know the contribution of regional retribution to the regional finance of Kapuas District Year 2012-2016. 3) To know the contribution of Results of Regional Wealth Management which is separated to the regional finance of Kapuas Regency Year 2012-2016. 4) To know the contribution of Other PAD which is Legitimate to the regional finance of Kapuas Regency Year 2012-2016. This research is a mixed-method research that combines qualitative and quantitative research. The sample in this study is the financial statements Kapuas district period of 2012 to 2016. Determination of informants using purposive sampling technique. Data were collected through interviews and documentation. The result of the research indicates that: 1) The contribution of Local Original Revenue (PAD) of Kapuas Regency which is sourced from local tax to regional finance of Kapuas Regency of 2012-2016 is 61,5% which means that local taxes give high contribution to regional finance of Kapuas Regency. 2) Local Own Revenue Contribution (PAD) of Kapuas Regency which is sourced from regional retribution to regional finance of Regency of Kapuas in 2012-2016 amounted to 82,8% which means that local retribution gives very high contribution to the regional finance of Kapuas Regency. 3) Local Original Revenue Contribution (PAD) of Kapuas Regency which is sourced from the Regional Wealth Management Result separated to Kapuas District's finance in 2012-2016 amounted to 87.6% which means that the Separate Regional Property Management Outcome contributes very high to finance Kapuas District, and 4) Local Own Revenue Contribution (PAD) of Kapuas Regency originating from Other Legitimate PAD to the regional finance of Kapuas Regency in 2012-2016 on average 82.8% which means that other PAD Sah has a very high contribution to the regional finance of Kapuas Regency Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui kontribusi pajak Daerah terhadap keuangan Daerah kabupaten Kapuas Tahun 2012-2016, 2) Untuk mengetahui kontribusi retribusi Daerah terhadap keuangan Daerah kabupaten Kapuas Tahun 2012-2016. 3) Untuk mengetahui kontribusi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan terhadap keuangan Daerah kabupaten Kapuas Tahun 2012-2016. 4) Untuk mengetahui kontribusi Lain-lain PAD yang Sah terhadap keuangan Daerah kabupaten Kapuas Tahun 2012-2016. Penelitian ini merupakan penelitian metode campuran yang mengombinasikan antara penelitian kualitatif dengan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan kabupaten Kapuas periode tahun 2012 hingga tahun 2016. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kapuas yang bersumber dari pajak daerah terhadap keuangan daerah kabupaten Kapuas Tahun 2012-2016 sebesar 61,5% yang berarti bahwa pajak daerah memberikan kontribusi yang tinggi terhadap keuangan daerah Kabupaten Kapuas. 2) Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kapuas yang bersumber dari retribusi daerah terhadap keuangan daerah kabupaten Kapuas Tahun 2012-2016 sebesar 82,8 % yang berarti bahwa retribusi daerah memberikan kontribusi yang sangat tinggi di terhadap keuangan daerah Kabupaten Kapuas. 3) Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kapuas yang bersumber dari Hasil Pengelolaan Kekayaan daerah yang dipisahkan terhadap keuangan daerah kabupaten Kapuas Tahun 2012-2016 sebesar 87,6% yang berarti bahwa Hasil Pengelolaan Kekayaan daerah yang dipisahkan memberikan kontribusi yang sangat tinggi terhadap keuangan daerah Kabupaten Kapuas, dan 4) Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kapuas yang bersumber dari Lain-lain PAD yang Sah terhadap keuangan daerah kabupaten Kapuas Tahun 2012-2016 rata-rata sebesar 82,8% yang berarti bahwa Lain-lain PAD yang Sah memberikan kontribusi yang sangat tinggi terhadap keuangan daerah Kabupaten Kapuas.
PENGARUH BEBAN KERJA DAN PENEMPATAN TERHADAP KEPUASAN KERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Akhmad Ramadhan; I Irawanto; Singgih Priono
Administraus Vol. 3 No. 2 (2019): Vol 3 No 2 (2019): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.646 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of workload and placement on the job satisfaction of employees of the Regional Office of the Ministry of Religion of South Kalimantan. This study uses explanatory research with multiple linear regression analysis techniques. The study population was 133 civil servants from the Regional Office of the Ministry of Religion of the Province of South Kalimantan with a total sample of 100 people. The results of the study show that the picture of the Employee workload is good even though it is not fully evenly distributed, the placement of employees is good even though there are some who are not in accordance with the educational background and job satisfaction of employees included in the good classification. The effect that occurs on workload on job satisfaction is based on the value of t count for workload of 5.491> Value of t table is 1.988 with a probability of 0.000 lower than α = 0.05 or smaller than the real level of 5%. This shows that there is a significant effect of workload (X1) on employee job satisfaction (Y) in the Regional Office of the Ministry of Religion of South Kalimantan Province. While the effect that occurs on the placement of job satisfaction is based on the value of t count for placement of 2,440> The value of t table is 1,988 with a probability of 0,017 which is lower than α = 0,05 or smaller than the real level of 5%. This shows that there is a significant effect of placement (X2) on employee job satisfaction (Y). The most dominant factor influencing employee job satisfaction is workload, expressed with a significance level greater than other variables which is seen from the magnitude of β = 0.636. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan penempatan terhadap kepuasan kerja pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian yang bersifat eksplanatory dengan teknik analisis regresi linier berganda. Populasi penelitian adalah ASN Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 133 orang dengan jumlah sample sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukan gambaran terhadap adanya beban kerja Pegawai adalah baik walaupun belum sepenuhnya merata, penempatan pegawai adalah baik walaupun ada beberapa yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kepuasan kerja pegawai masuk dalam klasifikasi baik. Adapun Pengaruh yang terjadi pada beban kerja terhadap kepuasan kerja berdasarkan pada nilai t hitung untuk beban kerja sebesar 5,491 > Nilai t tabel sebesar 1,988 dengan probabilitas sebesar 0,000 yang lebih rendah dari α = 0,05 atau lebih kecil dari taraf nyata 5 %. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari beban kerja (X1) terhadap kepuasan kerja pegawai (Y) pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan Pengaruh yang terjadi pada penempatan terhadap kepuasan kerja berdasarkan pada nilai t hitung untuk penempatan sebesar 2,440 > Nilai t tabel sebesar 1,988 dengan probabilitas sebesar 0,017 yang lebih rendah dari α = 0,05 atau lebih kecil dari taraf nyata 5 %. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari penempatan (X2) terhadap kepuasan kerja pegawai (Y). Faktor yang paling dominan mempengaruhi kepuasan kerja pegawai adalah beban kerja, dinyatakan dengan taraf signifikansi yang lebih besar daripada variabel lain yaitu dilihat dari besarnya β = 0,636.
Peranan Pengawas Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pada Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas R Rusiana; I Irawanto
Administraus Vol. 3 No. 3 (2019): Vol 3 No 3 (2019): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.201 KB)

Abstract

This study discusses how the role of supervisors in improving the quality of education in public elementary schools in Bataguh District, Kapuas Regency, a description of the implementation of the duties of school supervisors in state elementary school education units, and what are the supporting and inhibiting factors of the role of school supervisors in improving the quality of education in public elementary schools (SDN) in Bataguh District, Kapuas Regency. This type of research is a qualitative descriptive study with a research location at the Education Unit of the Bataguh, Kapuas Regency. Data collection techniques used in this study were interviews, observation, and documentation. The informant in this study was the school supervisor of the Elementary School (SDN) education unit in Bataguh Subdistrict of Kapuas Regency with a total of 4 people with 34 target schools. As for the key informants in this study were the Coordinator of the Supervisor (Korwas) and the Head of the Education Unit of the Bataguh Sub-District of Kapuas Regency. Based on the results of the study it is known that: 1) The implementation of the duties of school supervisors in the State Elementary School education unit in Bataguh Subdistrict of Kapuas Regency has been carried out well, namely: Planning and preparing supervisory devices before conducting supervision with the existence of annual programs, monthly programs and assessment instruments; Implement the supervision program in the target schools by identifying schools and teachers who will be supervised through a questionnaire and formulating the factors influencing the smoothness of supervision through the formulation of supervision programs; the supervision techniques used are mostly individual; and follow up on supervision results in the form of quantitative and qualitative assessments and reports; 2) The role of school supervisors in improving the quality of education in public elementary schools in Bataguh District, Kapuas Regency, including: the role of school supervisors in supervising/inspecting; as advising giving advice/motivation; as supervisor/monitoring; as reporting (making report); coordinate/coordinating; and performing leadership/leading and implementing. 3) Supporting factors for the role of school supervisors in improving the quality of education include: support from the government in the form of official motorcycles; additional operational allowances from the Regional Government; place of domicile; the enthusiasm of the education supervisor; training in competency improvement; students; teachers and facilities / infrastructure in schools. The inhibiting factors include geographical location; road access; mastery of science and technology; and lack of educational school supervisory resources with a large number of target schools. Penelitian ini membahas tentang bagaimana peranan pengawas dalam meningkatkan mutu pendidikan pada Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas, gambaran pelaksanaan tugas pengawas sekolah satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri, serta apa saja faktor pendukung dan penghambat peranan pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian pada UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pengawas sekolah satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas yang berjumlah 4 orang dengan jumlah sekolah binaan sebanyak 34 satuan pendidikan Sekolah Dasar. Adapun yang menjadi key informan dalam penelitian ini adalah Koordinator Pengawas (Korwas) serta Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: 1) Pelaksanaan tugas pengawas sekolah satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas telah terlaksana dengan baik yaitu: Merencanakan dan menyiapkan perangkat kepengawasan sebelum melakukan supervisi dengan adanya program tahunan, program bulanan dan instrumen penilaian; Melaksanakan program supervisi di sekolah binaan dengan mengidentifikasi sekolah dan guru-guru yang akan disupervisi melalui daftar isian dan merumuskan faktor-faktor mempengaruhi kelancaran supervisi melalui rumusan program supervisi; teknik supervisi yang dipergunakan yakni lebih banyak bersifat individual; dan tindak lanjut hasil supervisi dalam bentuk penilaian kuantitatif dan kualitatif serta laporan; 2) Peranan pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan pada Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas, meliputi: peranan pen gawas sekolah dalam mensupervisi/ inspecting; sebagai advising memberikan nasehat/motivasi; pemantau/monitoring; sebagai reporting (membuat laporan); mengkoordinir/coordinating; dan performing leadership/memimpin dan melaksanakan. 3) Faktor pendukung peranan pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan meliputi: dukungan dari pemerintah berupa motor dinas; tunjangan tambahan operasional dari Pemerintah Daerah; tempat domisili; semangat kerja pengawas pendidikan; pelatihan dalam peningkatan kompetensi; siswa; guru dan sarana/ prasarana di sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi letak geografis; akses jalan; penguasaan IT; dan kurangnya SDM pengawas sekolah pendidikan dengan jumlah sekolah binaan yang cukup banyak.
Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil Uin Antasari Banjarmasin R Raimah; I Irawanto
Administraus Vol. 4 No. 1 (2020): Vol 4 No 1 (2020): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.99 KB)

Abstract

This study aims to learn how to apply Government Regulation Number 53 of 2010 concerning Discipline of Civil Servants and to find out what are the negotiations in implementing this regulation to Educational Personnel at Antasari State Islamic University, Banjarmasin. The type of this research is a descriptive study with a qualitative research and the techniques of collecting data are interviews, observation, and documentation with consists of three activities data analysis techniques as a whole, namely data reduction, data presentation, and gathering conclusions. To check the validity of the data, we use triangulation techniques. The results showed that the implementation of Government Regulation Number 53 of 2010 concerning Discipline of Civil Servants at UIN Antasari Banjarmasin had gone and been communicated well through socialization, but the socialization through banners has not reached all units of work. In addition, the top-level leaders and all units already have a high consistency attitude in upholding the discipline of civil servants, but in implementing regulation derives from the direct superior's personal and subordinate / staff personnel themselves still became an obstacle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dan untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala dalam mengimplementasikan Peraturan ini pada tenaga kependidikan di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan Teknik analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data dengan teknik trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil di UIN Antasari Banjarmasin sudah berjalan dan dikomunikasikan dengan baik melalui sosialisasi, hanya saja sosialisasi lewat banner belum menjangkau seluruh unit kerja. Pimpinan tingkat atas maupun unit-unit sudah mempunyai sikap konsistensi yang tinggi dalam menegakkan disiplin PNS, namun kendala dalam mengimplementasikan peraturan tersebut adalah berasal dari personal atasan langsung dan personal bawahan/staf itu sendiri.
The Effect of Discipline and Workload on Employee Performance with Motivation Mediation on Administrative Bureau Employees Leading of the Regional Secretariat of South Kalimantan Province Widarto; Irawanto; Riky Welli Saputra; Risda Hayaty
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 6 (2022): July, 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v1i6.732

Abstract

This study entitled The Effect of Discipline and Workload on Employee Performance with Mediation of Motivation on Employees of the Administrative Bureau of the Regional Secretariat of South Kalimantan Province aims to determine the description of discipline, workload, motivation, and performance and to examine the effect of discipline and workload on employee performance mediated with employee motivation. This study uses a quantitative research sample of as many as 30 respondents—data collection using questionnaires and documentation. In comparison, data analysis uses path analysis assisted by SmartPLS 3 software. The results of this study indicate that the work discipline variable (X1) has no effect on employee performance, workload variable (X2) affects employee performance (Y), work discipline variable (X1) does not affect motivation (Z), workload (X2 ) affect work motivation (Z), work motivation (Z) affect employee performance (Y), work discipline (X1) does not affect performance (Y) with the mediation of work motivation (Z), workload (X2) affects performance ( Y ) with work motivation mediation (Z).
PERAN RUMAH PINTAR TUNAS HARAPAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT Lily Misliani; Irawanto I; Riky Welli Saputra
Administraus Vol. 6 No. 1 (2022): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.957 KB) | DOI: 10.56662/administraus.v6i1.154

Abstract

Abstract : The purpose of this research is to analyze: (1) the role of the Rumah Pintar Tunas Harapan in empowering the community's economy, (2) the constraints concerning the role of the Rumah Pintar Tunas Harapan in the community's economic empowerment, and (3) solutions to overcome the obstacles concerning the role of the Rumah Pintar Tunas Harapan. in community economic empowerment. This research uses a qualitative approach. with descriptive method. Data were obtained from the management of the Rumah Pintar Tunas Harapan as many as 10 people (informants) and the community involved in the activities of the Rumah Pintar Tunas Harapan, Hulu Sungai Utara Regency as many as 7 (seven) people. Relevant data collection techniques and tools. The method used for the data collection process in this research is the triangulation process, namely: Interviews, Observations and Documents. Analysis of existing data used descriptive analytical method. The results showed (1) the Rumah Pintar Tunas Harapan in empowering the community's economy as a service according to the needs of the community itself. The role of the Rumah Pintar Tunas Harapan is that the community gains improvement, skills, talent development, and activities that are fun to read, so that the library has a role as a means to achieve that goal. Rumah Pintar Tunas Harapan activities include; Computer Centers and Sewing Centers, (2) Obstacles concerning the role of the Rumah Pintar Tunas Harapan in community economic empowerment Provision or improvement of learning facilities and tools for the development of existing centers in the Smart House, guidance/training to increase the capacity of managers and tutors in enhancing the role of institutions and learning services in accordance with the existing centers at the Smart House, documenting the process of measuring the results of the implementation of the Smart Home mentoring activities periodically during the implementation period and at the end of the mentoring activities. Institutions need to design and prepare instruments to measure the progress of activities and learning outcomes of students involved in organized learning, (3) Solutions achieved to overcome the role of the Rumah Pintar Tunas Harapan in community economic empowerment by increasing active community participation, improving the quality of implementers , financing and increasing sectoral cooperation so that program objectives can be carried out properly. Keywords: Role, Smart House, Empowerment, Economy Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah menganalis: (1) Peran Rumah Pintar Tunas Harapan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, (2) kendala yang menyangkut Peran Rumah Pintar Tunas Harapan di dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan (3) solusi mengatasi kendala yang menyangkut peran Rumah Pintar Tunas Harapan di dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggu akan pendekatan kualitatif. dengan metode deskriptif. Data diperoleh dari Pengelola Rumah Pintar Tunas Harapan sebanyak 10 orang(Informan) dan Masyarakat yang terlibat dalam aktivitas kegiatan Rumah Pintar Tunas Harapan Kabupaten Hulu Sungai Utarasebanyak 7 (tujuh) orang. Teknik dan alat pengumpulan data yang relevan. Metode yang digunakan untuk proses pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan proses trianggulasi, yaitu: Wawancara, Observasi dan Dokumen. Analisis data yang sudah ada digunakan metode deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan (1) Rumah Pintar Tunas Harapan di dalam pemberdayaan ekonomi masyarakatsebagai layanan sesuai kebutuhan masyarakat itu sendiri.Peranan Rumah Pintar Tunas Harapan adalah masyarakat memperoleh wawasan pengetahuan, keterampilan, pengembangan bakat serta kegiatan yang menyenangkan membaca, sehingga keberadaan perpustakaan mempunyai peranan sebagai sarana untuk mencapai tujuan tersebut. Kegiatan Rumah Pintar Tunas Harapan Meliputi ; Sentra Komputer dan Sentra Menjahit, (2) Kendala yang menyangkut peranan Rumah Pintar Tunas Harapan di dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Penyediaan atau peningkatan sarana dan alat belajar bagi pengembangan sentra yang ada di Rumah Pintar, bimbingan/pelatihan peningkatan kapasitas pengelola dan tutor dalam meningkatkan peran lembaga dan layanan pembelajaran sesuai dengan sentra yang ada pada Rumah Pintar, pendokumentasian proses mengukur hasil penyelenggaraan kegiatan pendampingan Rumah Pintar secara berkala selama masa penyelengaraan dan pada akhir kegiatan pendampingan. Lembaga perlu merancang dan menyiapkan instrumen penilaian untuk mengukur kemajuan kegiatan pendampingan dan hasil belajar peserta didik yang terlibat di dalam pembelajaran/pelatihan yang diselenggarakan, (3) Solusi yang ditempuh untuk mengatasi kendala peran Rumah Pintar Tunas Harapan Di Dalam pemberdayaan ekonomi masyarakatdengan meningkatkan partisipasi masyarakat secara aktif, meningkatkan kualitas petugas pelaksana, pembiayaan yang cukup serta meningkatkan kerjasama secara sektoral dengan maksud agar tujuan program dapat terlaksana dengan baik. Kata Kunci : Kompensasi Finansial Langsung, Gaji, Tunjangan, Insentif, Upah Minimum Kota
Co-Authors Abdul Hamid Abdurahman, Akhmad Abrari Fauzi Akhmad Abdurrahman Akhmad Ramadhan Akhmad Riduan Akhmad Riduan Alvin Andrean, Muhammad Anita Ade Rahma Asnawati Asnawati Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Brian Pramana Santoso Budihantho, Moh Heru Chairunnisa, Dwi Ayu Cici Asmawatiy Darmika Darmika Dedy Sadikin Dwi Setyohadi Dwiyana, Eva Emmi Erliyanti Endah Labati Silapurna Fachry Abda El Rahman Faisal Santiago, Faisal Firdaus Firdaus Fujiati ., Fujiati Fujiati Fujiati H Hadriansyah Hadi Hidayat halim murasyid Haryati Haryati Hayati M Hefni Hariadi Humaira, Tiara Husna Ika Devy Pramudiana Imam Suharto Izhar, Gusti Maulana Jamili Jhon Karigas Joharman Joharman Joharman Joharman John Karigas Khariry, Mukhlan Kova Ginarta Lily Misliani Lisda Hayatie, Lisda M. Ikhsan M. Jamili M. Jamili M. Jamili Mahmud Mahmud Marcellino Febryan Misransyah Akos Moh. Heru Budihantho Moh. Heru Budihantho Monica Selvia Muhammad Fikri Muhammad Jamili Muhammad Jamili Muhammad Mochtar Mandala Silam Muhammad Saleh Nelly Al Audhah Nelly Al Audhah Nelly Al Audhah Noorhasanah Nurmalasyiah Nurmalasyiah Nurmalasyiah, Nurmalasyiah Priono , Singgih Priono, Singgih Putri Hergianasari R Raimah R Rusiana Rahmah, Nasyawa Nur Shifa Razaki Persada Riky Welli Saputra Risal, Semuel Risda Hayaty Rizalul Gadi Salsabilla, Hanna Maria Saputra, Welli Sari, Annida Permata Sari, Muthia Noor Rahma Sayid Akhmad Zein Septeria Noor Yuliannisa Sesilia Endang Kahyanti Silam, Muhammad Mochtar Mandala Siti Juliati Siti Marhamah, Siti Sri Wahyuti Sugeng Rusmiwari Suparjo U Usman Widarto William Luth Yani, Anhar Yaya Setiabudi Yuliandi, Yusei