Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TENTANG PENCEGAHAN COVID-19 KELURAHAN RANTAU PANJANG KOTA PEKANBARU M. Zul'irfan M. Zul'irfan; Ferdian Ferdian; Dini Maulinda; Rina Herniyanti; Bayu Azhar; Gita Adelia; Eka Malfasari; Candra Saputra; Violita Dianatha Puteri
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 7 No 1 (2023): Volume 7 No 1 Juli 2023
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v7i1.3406

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kasus Covid-19 yang tidak kunjung selesai menarik perahatian banyak pihak di dunia. Lansia memiliki risiko paling tinggi tertular Covid-19 yang disebabkan oleh penurunan fungsi kognitif dan fisik yang dialami saat tubuh sudah memasuki fase lanjut usia. Pengetahuan sendiri merupakan salah satu contoh penurunan fungsi kognitif pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan terhadap sikap pada lansia terkait pencegahan Covid-19. Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia di Kelurahan Rantau Panjang Kota Pekanbaru dengan stratified random sampling sebanyak 67 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner skala gutmen untuk pengetahuan dan peneliti menggunakan kuesioner skala likert untuk sikap lansia, kuesioner yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner yang telah valid Hasil uji validitas dari kuesioner pengetahuan adalah 0,074, Sedangkan untuk uji reabilitas dengan Cronbach’s Alpa sebesar 0,770, yang artinya kuesioner ini reable untuk digunakan sebagai instrument penelitian. nilai validitas kuesioner sikap <0,05, Sedangkan uji reabilitas pada penelitian ini sebesar 0,40-0,60 yang artinya kuesioner ini memiliki tingkat reabilitas yang baik. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 46 orang (68,70%) berada pada tingkat pengetahuan yang tinggi, sedangkan sebanyak 40 orang (64,20%) memiliki sikap positif dalam pencegahan Covid-19. Berdasarkan hasil uji statistic Chi Square didapatkan nilai p value 0,03<0,05 yang artinya terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap sikap lansia tentang pencegahan Covid-19 dengan nilai OR 3,71. Peneliti merekomendasikan untuk melakukan penelitian terkait variabel tentang hubungan dukungan sosial terhadap perilaku lansia dalam pencegahan Covid-19.
OPTIMALISASI KADER POSYANDU ASTER DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI RW 02 KELURAHAN REJOSARI KECAMATAN TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU Rizka Febtrina; Gita Adelia; Mariska Dita Pratiwi; Helsa Muthia Angesti; Dewi Marsela; Adeliana Adeliana; Adila Amelia Putri; Paquita Jafier Herrin; Chintia Anisa Rahmadhani
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.16-20.2023

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization (WHO) telah mengusulkan target global penurunan kejadian stunting pada Balita sebesar 40% pada tahun 2025, Namun Angka kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru tahun 2022 terus mengalami peningkatan. Tujuan: Melakukan pengabdian masyarakat berupa optimalisasi pencegahan stunting pada Kader Posyandu di RW 02 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Metode: Melakukan FGD dengan Kader Posyandu Aster di RW 02 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Desember 2022. Hasil: FGD didapatkan masih ditemukan balita stunting di Posyandu Aster dan dilakukan langkah pencegahan berupa pemberian edukasi pada kader dan pembuatan mading stunting di Posyandu Aster. Kata kunci: stunting, edukasi, kader ABSTRACT Background: By 2025, the World Health Organization (WHO) wants to see a 40% decrease in the prevalence of stunting in children under five. However, in 2022, there were more stunting incidents at the Rejosari Health Center's working region in Pekanbaru City. Optimizing stunting prevention for Posyandu Cadres in RW 02 Rejosari Village, Tenayan Raya District, Pekanbaru City, Riau Province is the purpose of this act of community service. Using FGDs with Aster Posyandu Cadres in Tenayan Raya District, RW 02, Rejosari Village, Pekanbaru City, Riau Province. This action took place in December 2022. Results: FGD revealed that stunting toddlers were still present at Aster Posyandu; hence, preventive interventions such as education were implemented. Keywords: stunting, education, cadres
ANALYSIS OF HEALTH LITERACY AND SELF-CARE IN DIABETES MELLITUS ELDERLY Ezalina; Duri Mandasari; Desti Puswati; Gita Adelia
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v16i1.33815

Abstract

Diabetes mellitus is a disease that causes premature death worldwide and is a major cause of blindness, heart disease, and kidney failure. It is estimated that 1 person dies every 5 seconds from diabetes. The main cause of death is lack of self-care. This is influenced by the individual's ability to understand and access health and use health services (health literacy). This study aimed to find out the analysis of health literacy with self-care for the diabetic elderly. A cross-sectional design was carried out on the elderly who visited Simpang Tiga Health Center Pekanbaru city. 97 elderly people were chosen as the sample through purposive random sampling. Then, the data were analyzed using frequency distribution and chi square test. The results showed that elderly people with good health literacy were only 21 people (21.6%), while 33 people had problems (34.0%), 43 people (44.3%) were inadequate, and 44 people had good self-care (45.4%). ), 27 people were enough (27.8%) and 26 people were lacking (26.8%). There is also a significant relationship between health literacy and self-care of DM patients (p=0.000). Based on the characteristics of the respondents, this study found that education had a significant relationship with self-care (p=0.000). Then, the health literacy sub-variable, understand information and apply information, has a significant relationship with self-care (p=0.000). It is expected for the elderly to always improve themselves in health literacy and carry out self-care in the prevention of diabetes mellitus in the form of diet compliance, regular exercise, identifying symptoms of hyperglycemia and hypoglycemia, regular treatment, and improving quality of life.
Penerapan Terapi Kompres Jahe Merah sebagai Upaya Penurunan Nyeri Penderita Rheumatoid Artritis (RA) Dendy Kharisna; Gita Adelia; Angga Arfina; Rizka Febtrina; Sri Yanti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rheumatoid arthritis merupakan suatu penyakit autoimun yang menyerang persendian yang muncul dalam bentuk peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi. Salah satu upaya untuk mengurangi rasanyeri artritis rheumatoid yaitu dengan kompres jahe merah yang kandungan minyak atsirinya melancarkan peredaran darah dan mengurangi peradangan sendi. Kompres jahe merah merupakan salah satu cara pengobatan herbal untuk menurunkan nyeri pada penderita Rheumatoid Arthritis (RA). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang manfaat dan khasiat jahe merah terhadap penurunan nyeri pada penderita rheumatoid artritis. Kegiatan ini dilaksanakan selama bulan Desember 2021 di Gang Baung RT 02 RT 07 Kelurahan Lembah Damai Rumbai Kota Pekanbaru. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung dengan melibatkan 10 orang peserta. Tahapan kegiatan dimulai dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi serta penyusunan laporan hasil kegiatan. Tahap pelaksanan dilakukan dalam bentuk pemberian edukasi kesehatan dan demonstrasi kompres hangat jahe merah. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta mempunyai pengetahuan yang baik (80%) dan sebagian besar dengan sikap yang positif (70%) dalam penanganan rheumatoid artritis. Peserta kegiatan menyatakan kegiatan ini bermanfaat dan menambah informasi serta meningkatkan motivasi masyarakat dalam memanfaatkan jahe merah untuk mengatasi nyeri yang dirasakan.
Knowledge and Readiness of Nurses in Carrying Out Restrain and Seclusion Malfasari, Eka; Devita, Yeni; Adelia, Gita
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 5 No 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v5i1.2843

Abstract

Mental health is a significant issue worldwide, including in Indonesia. Over 1 billion people worldwide experience mental disorders, and the prevalence of mental disorders in Indonesia aligns with global data. Mental disorders can lead to a decrease in quality of life and hinder daily activities. Severe or chronic mental disorders tend to result in aggressive behavior and can pose a threat to the safety of oneself and others. Restraint and seclusion measures are often used to reduce violence in patients with mental disorders, despite their negative impact on patients and nurses. Increasing nurses' knowledge and readiness in implementing restraint and seclusion can reduce the risk of negative outcomes and accidents. This study aims to assess nurses' knowledge and readiness in controlling patients in a psychiatric hospital. This is a quantitative study with a descriptive research design conducted at Tampan Psychiatric Hospital in Pekanbaru, Riau Province. The sample size for this study was 94 nurses, selected using total sampling technique. The knowledge instrument in this study consisted of 11 items, measured using the Gutman scale, while the readiness instrument consisted of 46 items, measured using the Likert scale. The results of this study revealed that the majority of nurses were in the age range of >35 years (60.4%). In terms of gender, the majority of nurses were female (59.6%), and most nurses had a Bachelor's degree (59.6%). In terms of position, the majority of nurses held honorary positions (52.1%). Furthermore, the majority of nurses had a high level of knowledge in implementing restraint and seclusion, with a total of 54 (57.45%) individuals. However, most nurses had poor readiness in implementing restraint and seclusion, with a total of 57 (60.44%) individuals.
Pelatihan Kader Posyandu dalam Penggunaan Website C-Stunting Ke Ce sebagai Media Pengukuran Status Gizi Adelia, Gita; Azhar, Bayu; Suryani, Suryani; Sari, Indah Indriani; Irfan, M. Zul
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v3i2.2521

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Posyandu di Kelurahan Tirta Siak Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan website C-Stunting Ke Ce yang dapat digunakan untuk mengukur status gizi balita di Posyandu di Kelurahan Tirta Siak. Metode yang digunakan berupa kegiatan sosialisasi kepada kader Posyandu. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober Tahun 2023 dan dihadiri oleh 6 peserta yang terdiri dari kader Posyandu. Acara ini bersifat lebih interaktif karena tidak hanya menyerap ilmu dari narasumber saja, tetapi juga kader posyandu dapat bertanya dan melakukan diskusi tentang penggunaan website C-Stunting Ke Ce. Hasil sosialisasi ini diharapkan dapat memberi pemahaman baru kepada kader tentang pengukuran status gizi, pengembangannya, dan bagaimana menggunakannya.
Pelatihan Pengukuran Status Gizi pada Kader Posyandu di Kelurahan Tirta Siak Adelia, Gita; Azhar, Bayu; Suryani, Suryani; Puteri, Violita Dianatha; Maulinda, Dini
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.2156

Abstract

Tren Kejadian balita stunting di Indonesia telah menunjukkan penurunan, namun masih berada di atas rata-rata prevalensi stunting dunia. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kader tentang status gizi balita dan memberikan keterampilan terkait pengukuran status gizi yang akurat. Kegiatan ini dilakukan di wilayah Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru pada bulan Agustus tahun 2023. Sasaran kegiatan ini adalah Kader Posyandu di Kelurahan Tirta Siak yang berjumlah 27 orang. Target luaran yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan kader tentang status gizi balita dan peningkatan keterampilan terkait pengukuran status gizi yang akurat dengan evaluasi kegiatan berupa kuesioner pengetahuan pre dan post kegiatan. Hasil kegiatan diperoleh karakteristik Kader Posyandu di Kelurahan Tirta Siak diketahui lebih dari separuhnya (52.1%) berusia <50 Tahun, hampir seluruhnya (86,9%) dengan pendidikan SMA, lebih dari separuhnya (56,5%) memiliki pengalaman menjadi kader < 8 tahun, dan lebih dari separuhnya (60,8%) mengikuti pelatihan kader < 3 Kali. Peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 77 menjadi 80. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan sebesar 3. Diharapkan peningkatan kapasitas ini dibuat sebagai pelatihan berkesinambungan bersifat periodik dan terprogram dengan baik.
Latihan fisik (senam) sebagai terapi komplementer dan modalitas dalam mengatasi kelelahan pada anak kanker Maulinda, Dini; Deswinda; Adelia, Gita; alfianur, alfianur; Kharisna, Dendy
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i2.206

Abstract

Pendahuluan: Kasus kanker pada anak menjadi penyebab kematian pada anak. Kanker yang banyak menyerang anak yaitu leukimia, Leukemia adalah penyakit keganasan sel darah yang ditandai dengan sel darah putih abnormal dalam sumsum tulang. Beberapa penderita kanker sangat rentan terhadap fatigue akibat kelelahan fisik dan mental yang disebabkan oleh proses terapi yang panjang akibat kemoterapi yang dilakukan secara terus menerus. Salah satu intervensi untuk penanganan kelelahan kemoterapi seperti latihan aerobik. Dampak latihan tersebut dibuktikan dapat mengurangi kelelahan dan meningkatkan kebugaran fisik pada pasien kanker. Tujuan: Memperkenalkan dan menerapkan latihan aerobic pada anak dengan kanker. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dimulai dengan identifikasi masalah kelelahan akibat kemoterapi, merumuskan solusi, melakukan sosialisasi dan membuat jadwal terstruktur dengan pengurus YKAKI. Selanjutnya pelaksanaan senam diikuti oleh 15 orang yang terdiri dari ibu pasien kanker, anak pasien kanker, dan pengurus YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia) dengan metode ceramah/penyuluhan tentang Latihan Fisik Sebagai Terapi Komplementer dan Modalitas dalam Mengatasi Kelelahan Pada Anak Kanker. Hasil: Responden menyatakan bahwa dengan melakukan latihan Aerobic membuat tubuh menjadi segar dan mengurangi kelelahan. Simpulan: Responden dapat memahami tentang kebugaran jasmani seperti latihan aerobic.  
Konsumsi Minuman Berpemanis pada Siswa Menengah Pertama Adelia, Gita; Tampubolon, Sri Devi Liliyani; Azhar, Bayu; Putri, Veni Dayu
REAL in Nursing Journal Vol 7, No 3 (2024): REAL in Nursing Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/rnj.v7i3.3269

Abstract

Background: Globally, adolescents are one of the largest consumers of sugar-sweetened beverages with a prevalence of 72%. This study aims to analyze the picture of sweetened beverage consumption among adolescents in SMP Negeri 6 Pekanbaru. Methods: This descriptive study involved 86 junior high school students. The questionnaires used were Food Frequency Questionnaire (FFQ) and Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Results: The results found that more than half were male (55.8%), with an average age of 13.48 years in the age range (13-14 years). The type of sugar-sweetened beverage consumed with the highest average is Flavored milk, which is 4.32 (2-5) and the least consumed is the type of Energy drink as much as 0.33 (0-2). Almost all respondents consumed sugar-sweetened beverages (≥3 times/week at (98.84%) or in the high category and more than half of the respondents consumed sugar-sweetened beverages more than> 50 g/day (58.1%).Conclusion: This high consumption of sweetened drinks indicates the need for more intensive nursing interventions to educate adolescents and their families about the importance of healthy eating patterns and the long-term impacts of consuming sweetened drinks.
Development of Photo Spot at Madasari Beach Masawah Village Cimerak Sub-District Amelia, Widya; Azahra, Tiara; Lugina, Sukma; Nurlaela M, Siti; N S, Ratu Tria; Nabillatuzahra, Nabillatuzahra; Abdulloh N, Jajang; Adelia, Gita; Martadiraja, Frazia; Mubarok, Fariz; Akbar N, Dimas; Via, Dede; Nurul H, Aima; A R, Zanzani; Suhartini, Titin
AbdimasMu UMTAS Vol. 3 No. 2 (2024): AbdimasMu UMTAS: Journal Of Community Service
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/7jftha87

Abstract

Every community needs self-awareness in building the development of a tourist village (Madasari Hamlet) in Masawah Village, Cimerak District. Collecting data about problems in this hamlet through interviews, observation, and documentation.
Co-Authors A R, Zanzani Abdulloh N, Jajang Adeliana Adeliana Adeliana Adeliana Adila Amelia Putri Adila Amelia Putri Afrida Sriyani Harapan Akbar N, Dimas Alfianur Alfianur Alfianur Alfianur Amelia, Widya Angga Arfina Angga Arfina Arfina, Angga Azahra, Tiara Azhar, Bayu Bayu Azhar Candra Saputra Candra Saputra Chintia Anisa Rahmadhani Chintia Anisa Rahmadhani Dahlia, Mutiara Dendy Kharisna Desti Puswati Desti Puswati Deswinda Deswinda, Deswinda Deva Arita Devita, Yeni Dewi Marsela Dewi Marsela Dini Maulinda Duri Mandasari Dyna, Fitri Eka Malfasari Emulyani, Emulyani Ezalina Ezalina, Ezalina Febriyeni, Cindy Febtrina, Rizka Ferdian Ferdian Fitri Dyna Futri Ade Celia Harahap, Afrida Sriyani Helsa Muthia Angesti Helsa Muthia Angesti Herniyanti, Rina Irfan, M. Zul Lugina, Sukma M. Zul’irfan M. Zul’irfan Mariska Dita Pratiwi Mariska Dita Pratiwi Martadiraja, Frazia Maulinda, Dini Mubarok, Fariz N S, Ratu Tria Nabillatuzahra, Nabillatuzahra Nana Enjelia Nina Trisnawati Ningtyas, Diah Ayu Puspa Nita, Yureya Nurlaela M, Siti Nurul H, Aima Paquita Jafier Herrin Paquita Jafier Herrin Puteri, Violita Dianatha Putra, Ifon Driposwana Putri, Fathia Manda Aiza Rahmadani, Nelza Rahmi Pramulia FS Ramadhan, Intan Tiara Rizka Febtrina Roymond H Simamora Sachriani, Sachriani Saputra, Candra Sari, Indah Indriani Setiawan Setiawan Setiawan, Setiawan Sri Widya Ningsih Sri Yanti Suryani Suryani Tampubolon, Sri Devi Liliyani Titin Suhartini, Titin Tri Susanti Trisnawati, Nina Veni Dayu Putri Via, Dede Wahyudi Wahyudi Yunita, Anabda Evi