Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Tumbuh Kembang

STIMULASI KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK MELALUI TALEMPONG PACIK Yulsyofriend Yulsyofriend; Vivi Anggraini
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 8, No 1 (2021): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI MEI
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v8i1.13042

Abstract

Anak usia dini adalah sosok individu mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Pengamatan di lapangan yang terjadi di Taman Kanak-kanak Nurul Hidayah Kota Bukittinggi, terlihat kecerdasan interpersonal anak masih rendah. memperlihatkan bahwa: 1) 75% anak belum mampu bermain dengan teman sebaya, hal ini terlihat ketika di sentra-sentra kegiatan mereka  sibuk bermain sendiri, 2) 84 % anak belum mampu berbagidengan orang lain, hal ini terlihat ketika anak tidak mau berbagi mainannya, 3) 76 % anak belum mampu bersikap kooperatif dengan teman, hal ini terlihat ketika kegiatan berkelompok, anak ingin bekerja sendiri tanpa mau dibantu oleh teman, 4) 78% anak belum mampu mengekspresikan emosi yang sesuai dengan kondisi yang ada seperti (marah, sedih, gembira,dll) degan tepat sesuai dengan ekspresi. Akibat yang dirasakan ketika kecerdasan interpersonal anak tidak berkembang adalah lahirnya individu yang individual dan tidak mampu berinteraksi serta bersosialisasi dengan lingkungan. Tujuan Penelitian ini untuk melihat efektivitas talempong pacik terhadap kecerdasa interpersonal. Metode penelitian yaitu penelitian eksperimen.  Salah satu alternatifnya penggunaan talempong pacik yang dapat membantu system bermain sambil belajar untuk stimulus kecerdasan interpersonal. Hasil penelitian ini kecerdasan interpersonal anak yang diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh angka rata-rata kelas eksperimen yaitu 89,3. Angka rata-rata kelas kontrol yaitu 80,15.Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan bahwa thitung sebesar 4,78 dibandingkan dengan ? 0,05 (ttabel, = 2,024) dengan derajat kebebasan dk (N1-1)+(N2-1)=38. Dengan demikian thitung >ttabel, yaitu 4,78> 2,024, maka dapat dikatakan bahwa hipotesis H1 diterima atau H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil analisis  anak di kelas eksperimen yang menggunakan talempong pacik dengan kelas kontrol yang menggunakan alat music perkusi.