Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PROGRAM PEMANDU WISATA SEJARAH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS PGRI MAHADEWA INDONESIA PADA OBJEK WISATA YEH PULU, GIANYAR BALI I Nyoman Bayu Pramartha; I Dewa Made Alit; Ni Putu Yuniarika Parwati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widya Mahadi Vol. 2 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.243 KB)

Abstract

A historical tour guide is one of the historical learning activities that utilize historical tourism objects as the basis for carrying out its activities. The method of implementing this Community Service is the field trip method, lecture method, training method, and guidance method. The training materials and assistance for historical tourism are in the form of: The material provided is the basics of scouting, how to become a tour guide, and historical tourism objects that can be used as training for historical tour guides. Based on the results of observations during the activity, it can be concluded that the material given to the training participants was well received, and the response given by the participants was very positive. The results of this service activity are that participants 1) understand the basics and techniques of being a historical tour guide, 2) know and understand the duties and ethics of a historical tour guide, 3) practice being a historical tour guide from the opening, core activities, and closing stages in guide activities. historical tourism, 4) able to guide historical tours and provide a self-image as a professional historical tour guide.
PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN POTENSI PURA PENGUKUR KABUPATEN GIANYAR, BALI SEBAGAI DESTINASI WISATA SEJARAH Ni Putu Rahayu Mahadewi; Ni Putu Yuniarika Parwati; I Nyoman Bayu Pramartha; I Nyoman Kartika Yasa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widya Mahadi Vol. 3 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.05 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7447658

Abstract

Bali Island is one of the islands in Indonesia which has a variety of natural beauty and historical heritage that is very real and can still be found today. Gianyar Regency is one of the areas where there are various historical heritage sites and has been recognized by the Bali Provincial Cultural Heritage Preservation Agency. The number of relics that can be found is inseparable from the location of the area which is near the river channel area (DAS), namely the Pekerisan and Petanu watersheds. In prehistoric times, this area was believed to have been used to establish a kingdom as his territory and also to become a hermitage area. With the discovery of relics around the watershed area, this will encourage the development and empowerment of historical remains which in the future can be used as historical tourist destinations. One of them is the Measurement Temple which is on the west side of the Pakerisan river. In community service activities by History Education students using qualitative methods based on literature, observation and interviews. Through the triangulation method in this study will be able to reveal the purpose of this study
Situs Goa Gajah Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Bali: Goa Gajah Site as a Source for Learning Balinese History I Nyoman Bayu Pramartha; Ni Putu Yuniarika Parwati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2023): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Mengenenal Situs Goa Gajah; (2) Situs Goa Gajah Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Bali. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Gianyar tepatnya di situs sejarah Goa Gajah. Teori yang digunakan antara lain pembelajaran sejarah, Teori tentang Situs. Dalam Usahan pencarian dan pengolahan data metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Tahapan metode penelitan sejarah antara lain: heuristik, kritik sejarah, Interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini Menyimpulakan : (1) Goa Gajah Merupakan situs cagar budaya dans ejarah yang melambangkan kerukunan umat Beragama antar Hindu dan Budha. Bukti ini dapat dilihat pada peninggalan-peninggala cagar budaya dan sejarahnya yang terbangun secara berdampingan (2) SitusSitus Goa gajah merupakan salah satu situs sejarah penting di Bali. Situs Goa Gajah sangat relevan dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di Bali.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PERJUANGAN I GUSTI NGURAH RAI DALAM PERANG MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA I Nyoman Bayu Pramartha; Ni Putu Yuniarika Parwati
Widyadari Vol. 24 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7813377

Abstract

This study tries to examine the value of character education in the struggle of I Gusti Ngurah Rai in the War of Independence to defend Indonesia's independence. This study also examines how the potential of I Gusti Ngurah Rai's struggle in defending Indonesia's independence is to be used as a source of national character formation. The research method uses qualitative methods with analytical descriptive explanations. The stages used in the research are starting from the stage of determining the topic, observation, interviews, documentation studies, and literature studies. The results show that the value of character education is very relevant to the story of the struggle of I Gusti Ngurah Rai in defending independence. The value of character education contained in the struggle of I Gusti Ngurah Rai in maintaining independence has great potential to be used as a source of national character formation. The conclusion of this study: the value of character education contained in the struggle of I Gusti Ngurah Rai, among others, such as, religious, honest, tolerance, discipline, democracy, love for the homeland, social care and responsibility. The value of character education in the story of I Gusti Ngurah Rai's struggle has great potential to be used as a source of national character formation. The formation of a nation's character with a high historical awareness will lead to a figure who is intelligent and has a high spirit of patriotism.
Analisis Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Modul Ajar Mata Pelajaran Sejarah Kelas X Materi Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia: Analysis of Differentiated Learning in the Class X History Teaching Module on Hindu-Buddhist Kingdoms in Indonesia Bayu Pramartha, I Nyoman; Ni Putu Yuniarika Parwati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i1.3619

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan apa itu pembelajaran berdiferensiasi dan manganalisis pembelajaran berdiferensiasi pada modul ajar mata pelajaran sejarah kelas X Materi Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Apakah yang dimaksud pembelajaran berdiferensiasi. (2) Bagaimana rancangan proses pelaksanaan dan analisis pembelajaran berdiferensiasi pada modul ajar mata pelajaran sejarah di di kelas X. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustakan dan dokumentasi.hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam rancangan pembelajaran melalui modul ajar mata pelajaran terdapat proses diferensiasi antara lain: diferensiasi proses, diferensiasi konten, dan diferensiasi produk
Pertumbuhan Dan Perkembangan Kota-Kota Pelabuhan: Growth And Development Port Cities Ni Putu Rahayu Mahadewi; Ngurah Yoga Narendra Putra; I Kadek Yuda Adi Arsana; Ni Putu Yuniarika Parwati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i1.3624

Abstract

AbstrakSebagai sebuah negara maritim, letak geografis Indonesia dapat dikatakan sangat strategis. Indonesia berada diantara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia serta diantara samudera Hindia dan samudra Pasifik. Struktur negara yang berupa kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke membuat dominasi wilayah laut Indonesia tampak sangat luas. Posisi ini memiliki arti penting dalam kaitannya dengan iklim serta sektor perekonomian masyarakat di wilayah Indonesia. Pelabuhan merupakan daerah perairan yang terlindungi dari gelombangan laut yang difungsikan untuk tempat berlabuh kapal. Pelabuhan juga seringkali dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung kegiatan seperti untuk bongkar muat barang. Keberadaan pelabuahan sangatlah penting bagi sebuah negara khususnya Indonesia terlebih pada masa kejayaan maritime. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui peran penting pelabuhan bagi negara Indonesia dan mengetahui pertumbuhan serta perkembangan kota-kota pelabuhan tersebut. Melalui metode studi literatur yang digunakan dalam penelitian ini akan dapat menjadi penunjang untuk dapat mencapai tujuan dari penelitian
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Tradisi Ngaben Bikul di Desa Adat Bedha, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali : Local Wisdom Values In The Ngaben Bikul Tradition In Bedha Traditional Village, Tabanan District, Tabanan Regency, Bali Province I Kadek Yuda Adi Arsana; Ni Putu Yuniarika Parwati; Ni Luh Putu Tejawati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.4090

Abstract

Tradisi ngaben bikul merupakan sebuah tradisi yang berkaitan dengan kehidupan agraris masyarakat bali yang bertujuan untuk mengatasi hama tikus di sawah. Tradisi ini dilaksanakan di Desa Adat Bedha, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk (1) mengetahui latar belakang dilaksanakan tradisi ngaben bikul. (2) mengetahui prosesi tradisi ngaben bikul. (3) mengetahui nilai-nilai kearifan lokal pada tradisi ngaben bikul di desa Adat Bedha. Teori yang digunakan yaitu teori religi untuk mengetahui latar belakang serta prosesi dari tradisi ngaben bikul. Teori nilai untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal apa saja yang ada di dalam tradisi ngaben bikul. Nilai-nilai dari tradisi ngaben bikul merupakan salah satu dari kearifan lokal yang yang hendaknya dikaji lebih dalam sehingga masyarakat lebih mengetahui bahwa tradisi ngaben bikul memiliki nilai yang berguna bagi kehidupan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode observasi,wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian yaitu (1) latar belakang tradisi ngaben bikul disebabkan oleh tiga faktor yaitu, faktor kepercayaan, sosial dan budaya. (2) prosesi ngaben bikul terbagi menjadi dua tahapan yaitu tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan (3) Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada tradisi ngaben bikul di Desa Adat Bedha yaitu nilai religi, nilai sosial,nilai ekonomi,nilai estetika
DINAMIKA TRADISI MABUUG-BUUGAN DI DESA KEDONGANAN, KECAMATAN KUTA, KABUPATEN BADUNG, PROVINSI BALI: Dynamics Of The Mabuug-Buugan Tradition In The Village Kedonganan, Kuta District, District Badung, Bali Province Ni Putu Rahayu Mahadewi; Ni Putu Yuniarika Parwati; I Nyoman Bayu Pramartha
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.4089

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas beragam ras, suku, adat istiadat dan tradisi yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Khususnya Bali yang menjadi salah satu bagian daerah provinsi di Indonesia yang dikenal sebagai pulau dewata, memiliki beragam tradisi di kehidupan masyarakatnya. Seiring perkembangan jaman, suatu tradisi akan mengalami suatu perkembangan dan perubahan yang terjadi. Terlebih jika dilihat dari berkembangnya teknologi dan pariwisata akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas tradisi di Bali, salah satunya tradisi mabuu-buugan. Sehingga, akan dapat dijumpaiperubahan yang terjadi atau disebut dengan dinamika. Adapun tujuan dari penelitian untuk mengetahui (1) Bagaimana sejarah Tradisi Mabuug-buugan di Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali; (2) Bagaimana dinamika pelaksanaan Tradisi Mabuug-buugan di Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Dalam usaha memperoleh data, maka digunakan metode historis yaitu heuristic, kritik sejarah, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Kedonganan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah teori perubahan sosial karena tradisi Mabuug-buugan ini terdapat kaitannya dengan kehidupan sosial, dan dalam tradisi Mabuug-buugan ini terjadi perubahan-perubahan dalam pelaksaaannya yang dikaji dalam periode waktu untuk dapat melihat perubahan tersebut.
Implementasi Etnopedagogi dalam Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal di Ubud Ni Putu Yuniarika Parwati; I Wayan Suastra; Ida Bagus Putu Aryana
Arthaniti Studies Vol. 6 No. 1 (2025): Arthaniti Studies
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/arthas.v6i1.4317

Abstract

The application of ethnopedagogy in Ubud can help integrate Balinese cultural values ​​into the education system, so that students not only gain academic knowledge, but also a deep understanding of the values ​​and traditions that shape their identity. Considering that Indonesia is a pluralistic country with various ethnic groups and ethnicities, which of course have different cultures, ethnopedagogical-oriented learning is very important to implement. This research uses a qualitative approach with a case study design. The results of this research are that ethnopedagogy as an educational approach based on local wisdom has a strategic role in preserving culture amidst the challenges of globalization. By integrating local values, traditions and wisdom into learning, this approach not only increases academic understanding but also strengthens students' cultural identity. In Ubud, the application of ethnopedagogy based on the Tri Hita Karana philosophy and local artistic and cultural heritage has proven effective in instilling the values ​​of mutual cooperation, solidarity and social responsibility. The implementation of ethnopedagogy faces significant challenges, such as foreign cultural influences, cultural commercialization, lack of formal documentation, and limited integration into formal curricula. To overcome these obstacles, close collaboration is needed between educational institutions, government and local communities. Support through policies, cultural documentation, and curriculum adjustments are important steps to ensure that cultural values ​​can continue to be passed on.
Analisis Penerapan Sintaks Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Sejarah Materi Kelas XI Proklamasi Kemerdekaan Indonesia : Analysis of Problem Based Learning Model in History Subject, Grade XI Material Proclamation of Indonesian Independence I Nyoman Bayu Pramartha; Ni Putu Yuniarika Parwati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i1.4596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Sintaks Model Pembelajaran Problem based learning pada mata pelajaran sejarah mater kelas XI Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Sekolah Menengah Atas. Analisis Penerapan sintaks Model Pembelajaran Problem based Learning dapat dianalis pada perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru sebelum proses pembelajaran dimulai. Metode ini menggunakan metode kualitatif yang meggunakan teknik wawancara dengan guru sejarah kelas XI dan analisis RPP atau modul ajar yang digunakan oleh guru dalam merncanakan proses pembelajaran di kelas, serta materi dari buku teks mata pelajaran sejarah di sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima fase sintak 1 sampai dengan sintak 5. Fase tersebut meliputi Orientasi Peserta Didik Pada Masalah, Mengorganisasikan Peserta Didik, Membimbing Peserta Didik Secara Individu Maupun Kelompok, Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya, Menganalisa & mengevaluasi proses pemecahan masalah. Analisis ini menunjukkan bahwa analisis model pembelajaran PBL mempunyai karakteristik student center. Dimana siswa lebih aktif dalam penyelesaian suatu masalah yang terimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas