Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH MENJADI BRIKET DAN PUPUK ORGANIK Baiq Harly Widayanti; Rasyid Ridha; Ahmad Akromul Huda; I Made Wahyu Wijaya; I Ketut Widnyana; Putu Eka Pasmidi Ariati; Leni Marlina; Denda Riratih
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #4 & International Community Service 2023
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah pertanian, peternakan dan perkebunan menjadi permasalahan jika tidak termanfaatkan dengan baik. Pengolahan limbah tersebut akan dapat menjadi sumber penghasilan lain bagi masyarakat jika memahami tatacara pengolahannya serta didukung oleh peralatan yang memadai. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mendampingi masyarakat mengolah limbah menjadi briket dan pupuk organik padat dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat. Metode pengabdian yang digunakan yaitu dengan pendekatan participatory rural approach (PRA) dimana masyarakat diberikan pemahaman pengetahuan melalui penyuluhan, pelatihan atau praktek langsung dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat telah mampu dan memahami tahapan-tahapan di dalam membuat briket serta pupuk organik yang berbahan baku kotoran ternak dan limbah pakan ternak. Masyarakat telah mampu membuat briket dan membuat pupuk organik berbahan limbah secara mandiri.
PENDAMPINGAN MEMANFAATKAN KOTORAN TERNAK SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF (BIOGAS) Budy Wiryono; Ahmad Akromul Huda; Muanah Muanah; Yoel Pasae; Yulianus Songli; Sita Yubelina; Abdul Hakim; Nina Malik; Istiara Istiara
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #4 & International Community Service 2023
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Bumi Sejuta Sapi (BSS) merupakan upaya Pemerintah Provinsi NTB dimulai dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2018 bagai dua sisi mata uang dimana dapat memberikan dampak positif di satu sisi tetapi juga dampak negatif di sisi lain. Masyarakat Desa Andalan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Barat salah satunya yang terkena dampak negatif dari program tersebut, 80-85% penduduknya memiliki ternak namun limbahnya (kotoran) pada musim penghujan selalu menyebabkan bau menyengat dikarenakan letak kandangnya berdekatan dengan pemukiman warga. Hal ini juga menyebabkan kasus kesehatan penyakit saluran pernapasan memasuki musim penghujan.  Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk memberikan solusi alternatif dengan membangun instalasi digister bagi masyarakat dan memberikan pendampingan untuk pengoperasian dan pemeliharaan instalasi digister yang dibangun di Desa Mitra Kegiatan yakni Desa Andalan Pelatihan pengoperasian, pemeliharaan Digister dan mengukur tingkat kapuasan masyarakat terhadap keberadaan instalasi digister yang dibangunkan merupakan metode yang digunakan. Pengukuran dengan uji T-test taraf 5%. Pembangunan instalasi digister menjadi biogas mengurangi jumlah kasus penyakit saluran pernapasan (Puskesmas Pembantu Desa Andalan). Sebelum pembangunan terdapat 27 kasus dan setelah baru terdapat 3 kasus. Kepuasan terhadap pembangunan instalasi biogas menunjukkan bahwa 93% masyarakatnya sangat puas dengan pembangunan tersebut dan menilai sangat nyata hasilnya serta mampu menghemat pengeluaran untuk membeli gas LPG.
PELATIHAN PEMBUATAN BRIKET ARANG LIMBAH BONGGOL JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA MASYARAKAT DESA MESANGGOK LOMBOK BARAT Ahmad Akromul Huda; Karyanik Karyanik; Firzhal Arzhi Jinwantara; Suhairin Suhairin; Abdul Faruq; Nina Malik; Nini Anggarwati; Indra Purnawirawan; Abdul Hakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23312

Abstract

Abstrak: Bonggol jagung yang ada digudang yang terletak di kecamatan Gerung Lombok Barat belum sepenuhnya termanfaatkan hanya dibiarkan menumpuk dan dibakar begitu saja. Limbah yang ada tersebut bisa diolah menjadi briket arang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket arang untuk meningkatkan pendapatan usaha. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang berupa demonstrasi menggunakan alat dan bahan yang telah disediakan. Kegiatan pelatihan telah dilaksanakan di Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari UD barkah dan Yayasan Ahlul Qur’an. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias terhadap program pelatihan pengelolaan limbah bonggol jagung menjadi briket arang dimana kegiatan berjalan dengan lancar setiap tahapnya. Berdasarkan hasil uji paired sample T-test diketahui terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan dengan nilai signifikasi (2-tailed) ???? = 0,000 < 0,05 atau meningkat sebesar 48.33%.Abstract: Corn stalks in a warehouse located in the Gerung sub-district of West Lombok have not been fully utilised, only left to pile up and burned. The waste can be processed into charcoal briquettes. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of partners in processing corncob waste into charcoal briquettes. The method used was training in the form of demonstrations using the tools and materials provided. Training activities have been carried out in Mesanggok Village, Gerung District, West Lombok Regency with a total of 30 participants from UD barkah and Ahlul Qur'an Foundation. The results of the activity showed that the participants were very enthusiastic about the training programme on managing corn stalk waste into charcoal briquettes where the activities ran smoothly at each stage. Based on the results of the paired sample T-test, it is known that there is a significant increase in knowledge and skills with a significance value (2-tailed) ???? = 0.000 <0.05 or an increase of 48.33%.
PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK DI DESA ANDALAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Budy Wiryono; Ahmad Akromul Huda; Muanah Muanah; Afriatin Afriatin; Julkarnain Julkarnain; Yoel Pasae; Yulianus Songli; Sita Yubelina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.20249

Abstract

ABSTRAKMasyarakat Desa Andalanbanyak mengeluhkan ketersediaan pupuk kimia seperti Pupuk Urea, Pupuk TSP, Pupuk ZA dan lainnya yang sering terbatas dan langka terutama disaat musim hujan. Desa Andalan memiliki sumber daya pertanian dan peternakan yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik guna mengatasi kelangkaan pupuk subsidi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan kelompok tani dan ternak tentang manfaat, cara pengelolaan dan teknik pembuatan pupuk organik yang berbahan kotoran sapi yang selama ini menjadi limbah di masyarakat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berupa ceramah, diskusi, dan demonstrasi menggunakan video tentang penggunaan dan pembuatan pupuk organik. Selain itu untuk mengetahui peningktan pengetahuan peserta digunakan pretest dan post test. Kegiatan penyuluhan telah dilaksanakan Balai Dusun, Dusun Gelumpang, Desa Andalan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias mengikuti kegiatan dimulai dengan jumlah peserta yang hadir, serta pertanyaan yang aktiv saat sesi diskusi. Berdasarkan hasil analisa pretest dan posttest menggunakan uji paired sample T-test diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan nilai signifikasi (2-tailed)  yang artinya terdapat pengaruh yang bermakna terhadap pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Peningkatan pengetahuan naik sebesar 36.72% sesudah dilakukannya kegiatan penyuluhan dari sebelumnya 60.280. menjadi 97.00. Adanya kegiatan ini menambah wawasan peserta mengenai pupuk organik ini sehingga dapat mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk an-organik. Para peserta berharap kedepannya aka nada pelatihan pembuatan pupuk organik sehingga para peserta yang merupakan petani dan peternak ini bisa langsung memahami tahap-tahapnya. Kata kunci: limbah organik; penyuluhan; pupuk organik. ABSTRACTMany people in Andalan Village complain about the availability of chemical fertilisers such as Urea Fertiliser, TSP Fertiliser, ZA Fertiliser and others which are often limited and scarce, especially during the rainy season. Andalan Village has agricultural and livestock resources that can be used to make organic fertiliser to overcome the scarcity of subsidised fertiliser. The purpose of this service activity is to increase the knowledge of farmer and livestock groups about the benefits, management methods and techniques for making organic fertiliser made from cow dung which has been a waste in the community. The method used is counselling in the form of lectures, discussions, and demonstrations using videos on the use and manufacture of organic fertiliser. In addition, to determine the increase in knowledge of participants, pretest and post test were used. Extension activities have been carried out at the Hamlet Hall, Gelumpang Hamlet, Andalan Village, Bayan District, North Lombok Regency. The results of the activity showed that the participants were very enthusiastic about participating in the activity starting with the number of participants who attended, as well as active questions during the discussion session. Based on the results of pretest and posttest analysis using paired sample T-test, it is known that there is a significant increase in knowledge with a significance value (2-tailed) p=0.000 <0.05, which means that there is a significant influence on the knowledge of participants before and after counseling. The increase in knowledge increased by 36.72% after the extension activities from the previous 60.280 to 97.00. The existence of this activity adds to the participants' insight into this organic fertiliser so that it can reduce dependence on the use of inorganic fertilisers. The participants hope that in the future there will be training in making organic fertiliser so that the participants who are farmers and breeders can immediately understand the stages. Keywords: extension; organic fertilizer; organic waste.
A Briquette Characteristics of Cocoa Shell Charcoal and Rice Husk Charcoal Mixtures on Briquette Quality : Karakteristik Briket Campuran Arang Kulit Kakao dan Arang Sekam Padi Terhadap Mutu Briket Aulia, Yuliatin; Muliatiningsih; Karyanik; Muanah; Ahmad Akromul Huda
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 9 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v9i2.1729

Abstract

Biomass energy is produced by converting solid raw materials into a more useful compressed form known as briquettes. This study aims to examine the effect of varying compositions of charcoal briquettes using a mixture of cocoa shells and rice husks on the briquette characteristics. The experimental method employs a Completely Randomized Design with four treatments: P1 = 100% cocoa shells, P2 = 75% cocoa shells + 25% rice husks, P3 = 25% cocoa shells + 75% rice husks, and P4 = 100% rice husks. The study finds that the lowest moisture content is in P3 (8.01%), the lowest ash content is in P3 and P4 (4.1% and 3.8%, respectively), the highest calorific value is in P1 (3,658 cal/g), the longest ignition time is in P3 (50 minutes), and the best hardness is in P2 (785.95 N). Based on the results, the best treatment is P3, which achieves a moisture content of 8.01%, ash content of 4.1%, and the longest burning time of 50 minutes.
Design of a Melinjo Flaking Machine with Hopper and Semi Automatic Collecting Tray Miftahurrahman, Miftahurrahman; Huda, Ahmad Akromul; Karyanik, Karyanik; H. Abdullah, Sirajuddin
Protech Biosystems Journal Vol 4, No 2 (2024): Protech Biosystem Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v4i2.28533

Abstract

Demand for melinjo chips is high, but the current production method is less efficient in terms of time. The melinjo flattening machine is a new innovation that has the potential to replace the conventional process, thus optimising post-harvest handling. It is expected that the use of this flattening machine can increase work capacity and facilitate the production of quality melinjo flattening products in the future. This study used experimental methodology with a one-factor completely randomised design (CRD) research design. The experiment consisted of three treatments, namely P1, P2, and P3, with amounts of 1000 grams, 2000 grams, and 3000 grams, respectively. Each treatment was repeated three times, resulting in nine experimental units. Observation data were analysed using the BNJ test at the 5% level to determine which treatment had a significant effect on yield. The test results show that the melinjo seed flattener can operate properly. In testing the capacity of the tool shows the greatest working capacity of the machine, P3, which is 28.73 grams/minute.  The processing time test shows that the treatment that produces the most time is P3 of 88 minutes.  In testing the weight of the flattener results show that P3 produces the most with a value of 2516.67 grams. It is necessary to make improvements to the hopper and redesign by calculating the bulk angle of melinjo seeds, so that melinjo seeds can easily go down to the rationing section. In addition, a stirrer is designed for melinjo seeds that are ready to be flaked with the flattening machine so that when roasting with a stirrer, the melinjo seeds that are still hot are immediately put into the hopper so that they can be flattened using the semi-automatic flattening machine.
PENYULUHAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG MENJADI BRIKET ARANG BERNILAI EKONOMIS Huda, Ahmad Akromul; Karyanik, Karyanik; Muanah, Muanah; Suhairin, Suhairin
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i1.31560

Abstract

Limbah pertanian, khususnya tongkol jagung, berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif melalui pembuatan briket arang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga Desa Terara, Lombok Timur, dalam mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket arang bernilai ekonomis melalui penyuluhan teknologi tepat guna. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap utama, yakni persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan, tim mengumpulkan bahan baku lokal dan membuat video panduan proses pembuatan briket, yang mencakup proses karbonisasi hingga pengujian produk. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan penyampaian materi secara langsung melalui ceramah, video demonstrasi, dan diskusi interaktif kepada 20 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta menunjukkan antusiasme tinggi, memahami materi dengan baik, dan termotivasi untuk mencoba membuat briket secara mandiri. Penyuluhan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pengelolaan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru di sektor energi terbarukan berbasis biomassa lokal. Diharapkan ke depan kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan pelatihan lanjutan agar masyarakat mampu mengembangkan produksi briket secara berkelanjutan.
Utilization of Pumpkin seed waste extract as an inhibitor in reducing the corrosion rate on metals Hidayatullah, Syarif; Sari, Nasmi Herlina; Huda, Ahmad Akromul; Pradityatama, Maharsa; Sinarep, Sinarep; suteja, suteja
Protech Biosystems Journal Vol 5, No 1 (2025): Protech Biosystem Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v5i1.32116

Abstract

Our research focuses on enhancing the potential of pumpkin seed waste extract as a sustainable corrosion inhibitor for metal (Fe) in 1 M HCl solution. Phytochemical screening and antioxidant activity were identified. Various investigative methodologies including experimental techniques such as Potentiodynamic Polarization (PDP) were used to evaluate the effectiveness of these pumpkin seed waste extract inhibitors in inhibiting corrosion. Electrochemical results showed that the effectiveness of the inhibitor was concentration dependent here reaching 83.11% at 3000 g/L pumpkin seed waste extract inhibitor. The PDP showed that the mixed inhibition control effectively retarded the corrosion of the metal. Furthermore, the adsorption behavior of the pumpkin seed waste extract inhibitor onto the metal follows the Langmuir isotherm model with physisorption properties. The adsorption mechanism of the inhibitor on the metal surface successfully formed a protective film on the metal surface thereby reducing the corrosion rate.  
Box Cooler Design on Duku Fruit Alcohol Distillation Machine with refrigerator cooling system Huda, Ahmad Akromul; Karyanik, Karyanik; Muanah, Muanah; Dewi, Earlyna Sinthia
Protech Biosystems Journal Vol 5, No 1 (2025): Protech Biosystem Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v5i1.33091

Abstract

This research aims to design and build an alcohol distillation machine made from duku fruit using a refrigerator cooling system and a box cooler as a condenser. The distillation machine utilizes a heating furnace to produce ethanol vapor from fermentation, which is then condensed in a cooled box cooler. Tests were conducted with variations in furnace temperature (110°C, 125°C, 140°C, and 155°C). The results show that the higher the heating temperature, the volume of distillate produced increases, from ±132 ml to ±330 ml. However, the ethanol content remained relatively low (10-20%) due to the low initial ethanol content of the fermentation and only one-stage distillation. These results show that the design of the device can function well on a laboratory scale, although further distillation is needed to increase the ethanol content. This research is expected to be the first step in developing a small-scale ethanol distillation device that is efficient and easy to implement.  
Pelatihan penggunaan mesin pencacah kotoran sapi dalam proses pembuatan pupuk organik di Desa Sesait Huda, Ahmad Akromul; Wirawan, Made; Sinarep, Sinarep; Setyawan, Paryanto Dwi; Pandiatmi, Pandri; Syahrul, Ahmad Ibrahim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33449

Abstract

Abstrak Desa Sesait menghadapi permasalahan pengelolaan limbah peternakan, khususnya kotoran sapi yang berpotensi mencemari lingkungan serta belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra, yakni Kelompok Tani Ingin Maju, dalam mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik menggunakan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah. Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung, dengan evaluasi melalui pretest dan posttest terhadap 20 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 52% dengan nilai rata-rata 91,50 dan keterampilan peserta yang mampu mengoperasikan mesin secara mandiri. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan teknis masyarakat, efisiensi proses pembuatan pupuk organik, serta membuka peluang diversifikasi usaha pertanian. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pertanian berkelanjutan berbasis pemanfaatan limbah lokal. Kata kunci: limbah peternakan; pupuk organik; mesin pencacah; pelatihan. Abstract Desa Sesait menghadapi permasalahan pengelolaan limbah peternakan, khususnya kotoran sapi yang berpotensi mencemari lingkungan serta belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra, yakni Kelompok Tani Ingin Maju, dalam mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik menggunakan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah. Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung, dengan evaluasi melalui pretest dan posttest terhadap 20 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 52% dengan nilai rata-rata 91,50 dan keterampilan peserta yang mampu mengoperasikan mesin secara mandiri. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan teknis masyarakat, efisiensi proses pembuatan pupuk organik, serta membuka peluang diversifikasi usaha pertanian. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pertanian berkelanjutan berbasis pemanfaatan limbah lokal. Keywords: livestock waste; organic fertilizer; chopping machine; training.