Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PELATIHAN MEMBUAT ECOBRICK UNTUK GENERASI MUDA DALAM MENINGKATKAN KEPEDULIAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI PEDESAAN Hidayatullah, Syarif; Suteja, Suteja; Huda, Ahmad Akromul; Sari, Nasmi Herlina; Tawaqqal, Akbar
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.2872

Abstract

The issue of plastic waste in rural communities has become an urgent environmental concern due to limited waste management facilities and low public awareness of the impacts of plastic pollution. The massive use of plastics without proper disposal systems has led to the accumulation of waste that contaminates the environment. One practical and educational solution that can be implemented is the production of ecobricks, which involves processing plastic waste into environmentally friendly building materials. This activity aimed to enhance the knowledge, awareness, and skills of young people aged 10–16 years in Ambung Village, East Masbagik District, in managing plastic waste through ecobrick-making training. The implementation method consisted of three stages: socialization, training, and evaluation. The socialization stage involved an interactive lecture on the dangers of plastic waste, followed by hands-on practice in making ecobricks using used plastic bottles. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments to measure participants’ understanding of the reduce, reuse, recycle (3R) concept. The results showed a significant increase in participants’ knowledge levels, with an average pre-test score of 51.5 and a post-test score of 84.5, representing an improvement of 63.4%. Participants gained a better understanding of plastic waste management processes, were able to produce ecobricks independently, and were motivated to apply this knowledge at home while encouraging family members and peers to participate. Moreover, the activity fostered a sense of collaboration and creativity among participants by transforming plastic waste into functional products such as flower pots and garden benches. It can be concluded that ecobrick-making training effectively increased ecological awareness, knowledge, and practical skills among young people in plastic waste management, serving as an initial step toward a cleaner and more sustainable village environment.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pemanfaatan Limbah Plastik untuk Pembuatan Paving Block di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ahmad Akromul Huda; Arif Mulyanto; Agustono Setiawan; Syarif Hidayatullah; Maptuh Bustami
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 7 No. 2 (2025): December Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/2azyjb27

Abstract

Permasalahan limbah plastik menjadi tantangan lingkungan yang signifikan, terutama di wilayah desa wisata seperti Desa Seruni Mumbul, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat dalam mengolah limbah plastik menjadi paving block melalui pelatihan berbasis pendekatan partisipatif. Metode pelatihan dilaksanakan melalui demonstrasi langsung mulai dari pemilahan, pencacahan, pelelehan menggunakan oli panas, pencampuran dengan komposisi 30% plastik dan 70% pasir, hingga proses pencetakan, pengepresan, pendinginan, dan pengeringan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam memahami proses teknis dan menerapkannya secara mandiri. Selain menghasilkan produk paving block ramah lingkungan, program ini juga mendorong terbentuknya model ekonomi sirkular dan membuka peluang usaha berbasis daur ulang plastik. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta aktif, terampil, dan mampu menghasilkan produk yang seragam. Kegiatan ini berhasil menjadi langkah awal dalam penguatan kapasitas masyarakat dan mendukung keberlanjutan destinasi wisata Denda Seruni melalui pengelolaan limbah plastik yang lebih efektif.
PENYULUHAN TEKNOLOGI IRIGASI TETES PADA KEGIATAN BUDIDAYA TANAMAN PETANI DI DESA MANTAR KABUPATEN SUMBAWA BARAT Karyanik Karyanik; Muanah Muanah; Ahmad Akromul Huda; Suhairin Suhairin; Ida Wahyuni; Farhatunnisa Farhatunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19795

Abstract

ABSTRAKPengetahuan Kelompok Tani di Desa Mantar tentang teknik instalasi irigasi tetes untuk peningkatan produksi pertanian masih kurang dan terbatas. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan kelompok tani tentang teknik perakitan instalasi irigasi tetes untuk peningkatan produksi produksi pertanian. Kendala utama dalam peningkatan produksi pertanian di Desa Mantar adalah lokasi desa yang berada di ketinggian menyebabkan ketersedian air yang terbatas sehingga produksi pertanian hanya dilakukan di musim penghujan saja. Mengatasi permasalahan tersebut dilakukan kegiatan pengabdian tentang instalasi teknologi irigasi tetes untuk peningkatan produksi pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Manatar Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat. Pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk penyuluhan yang terdiri atas beberapa teknik penyampaian informasi melalui ceramah, diskusi, dan pemutaran vidio. Target dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kelompok tani tentang teknik pembuatan dan pengoperasian instalasi irigasi tetes untuk peningkatan produksi tanaman. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa para peserta mampu memahami apa yang disampaikan oleh tim pengabdian. Hal tersebut terlihat dari antusiasnya peserta dalam bertanya. Berdasarkan evaluasi terlihat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35,87% dimana awalnya 56,739% saat pretest menjadi 92,608% setelah posttest. Hasil uji paired semple T-test menunjukkan angka yang signifikan antara pretest dan posttest sengan nilai signifikasi (2-tailed)  yang artinya terdapat pengaruh yang bermakna terhadap pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Kata kunci: berkelanjutan; irigasi tetes; penyuluhan; produksi; teknologi ABSTRACTThe knowledge of farmer groups in Mantar Village about drip irrigation installation techniques to increase agricultural production is still lacking and limited. The purpose of this service activity is to increase the knowledge of farmer groups about drip irrigation installation assembly techniques to increase agricultural production production. The main obstacle in increasing agricultural production in Mantar Village is the location of the village which is at an altitude causing limited water availability so that agricultural production is only carried out in the rainy season. Overcoming these problems, a service activity was carried out on the installation of drip irrigation technology to increase agricultural production. This activity was carried out in Manatar Village, Poto Tano District, West Sumbawa Regency. The implementation of this activity is in the form of counselling which consists of several techniques for delivering information through lectures, discussions, and video screenings. The target of this activity is to increase the knowledge of farmer groups about the techniques of making and operating drip irrigation installations to increase crop production. The results of the service activities showed that the participants were able to understand what was conveyed by the service team. This can be seen from the enthusiasm of the participants in asking questions. Based on the evaluation, it can be seen that the participants' knowledge increased by 35.87% from 56.739% during the pretest to 92.608% after the posttest. The results of the paired semple T-test showed a significant number between the pretest and posttest. Keywords: drip irrigation; extension; production; sustainable; technology
Sosialisasi pembuatan briket arang berbasis limbah bonggol jagung sebagai peluang usaha di kecamatan Gerung kabupaten Lombok Barat Karyanik Karyanik; Ahmad Akromul Huda; Firzahl Arzhi Jiwantara; Suhairin Suhairin; Erni Romansyah; Abdul Faruq; Indra Purnawirawan; Abdul Hakim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.24150

Abstract

Abstrak Limbah sering dihasilkan dari proses produksi industri dan domestik, dan sering kali tidak memiliki nilai ekonomis. Di daerah dengan jagung sebagai komoditas utama, limbah jagung seperti kulit dan tongkol sering diabaikan. Di Kabupaten Lombok Barat, jagung merupakan komoditas penting dengan hasil panen mencapai 77.304 ton pada tahun 2023. Namun, limbah jagung belum dimanfaatkan secara optimal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan warga Desa Mesanggok mengolah limbah bonggol jagung menjadi briket, sebagai alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah sosialisasi yang meliputi ceramah, diskusi, dan pemutaran video, diikuti dengan pretest dan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 43% menjadi 92%, dengan hasil uji statistik menggunakan uji paired sample T test yang signifikan. Sosialisasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga membuka wawasan peserta mengenai peluang usaha baru melalui produksi briket dari limbah jagung, mendukung program zero waste Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta berkontribusi pada upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Kata kunci: bonggol jagung; briket; energi; limbah biomassa Abstract Waste is often generated from industrial and domestic production processes, and often has no economic value. In areas where maize is the main commodity, maize waste such as husks and cobs are often neglected. In West Lombok Regency, maize is an important commodity with a yield of 77,304 tonnes in 2023. However, corn waste has not been optimally utilised. This community service programme aims to teach residents of Mesanggok Village to process corncob waste into briquettes, as an environmentally friendly alternative fuel. The method used in this activity is socialisation which includes lectures, discussions, and video screenings, followed by pretests and posttests to evaluate the increase in participants' knowledge. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge from 43% to 92%, with statistical test results using a significant paired sample T test. This socialisation not only increased knowledge but also opened participants' insights into new business opportunities through the production of briquettes from corn waste, supporting the West Nusa Tenggara Provincial Government's zero waste programme, and contributing to efforts to improve the economic welfare of the local community. Keywords: biomass waste; briquettes; energy; maize cobs.
SOSIALISASI PERAN TEKNOLOGI MESIN SPRAYER KEPADA PETANI GUNA MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN suteja suteja; Nasmi Herlina Sari; Sujita Sujita; Rudy Sutanto; Ida Bagus Alit; Syarif Hidayatullah; Ahmad Akromul Huda
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v7i1.39213

Abstract

Community service program (PKM) aimed at raising awareness of the role of sprayer technology among the Sinar Harapan Farmers’ Group in Setanggor Village, Central Lombok Regency, has been successfully implemented. This PKM activity aims to improve the community’s understanding and ability to apply sprayer technology. The PKM was implemented in four stages: activity preparation, including identification and inventory; implementation of the PKM through outreach and practical training; and finally, evaluation and program sustainability. The results of this PKM indicate that the community is able to understand and apply sprayer technology to improve the efficiency of the rice spraying process for farmers. The results of the pre-test and post-test also showed a significant improvement, indicating that the partners—the Sinar Harapan farmer group in Setanggor Village, Central Lombok Regency—understand and are able to implement rice sprayer technology to achieve food self-sufficiency.
PELATIHAN PEMBUATAN BRIKET ARANG LIMBAH BONGGOL JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA MASYARAKAT DESA MESANGGOK LOMBOK BARAT Ahmad Akromul Huda; Karyanik Karyanik; Firzhal Arzhi Jinwantara; Suhairin Suhairin; Abdul Faruq; Nina Malik; Nini Anggarwati; Indra Purnawirawan; Abdul Hakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23312

Abstract

Abstrak: Bonggol jagung yang ada digudang yang terletak di kecamatan Gerung Lombok Barat belum sepenuhnya termanfaatkan hanya dibiarkan menumpuk dan dibakar begitu saja. Limbah yang ada tersebut bisa diolah menjadi briket arang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket arang untuk meningkatkan pendapatan usaha. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang berupa demonstrasi menggunakan alat dan bahan yang telah disediakan. Kegiatan pelatihan telah dilaksanakan di Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari UD barkah dan Yayasan Ahlul Qur’an. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias terhadap program pelatihan pengelolaan limbah bonggol jagung menjadi briket arang dimana kegiatan berjalan dengan lancar setiap tahapnya. Berdasarkan hasil uji paired sample T-test diketahui terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan dengan nilai signifikasi (2-tailed) ? = 0,000 < 0,05 atau meningkat sebesar 48.33%.Abstract: Corn stalks in a warehouse located in the Gerung sub-district of West Lombok have not been fully utilised, only left to pile up and burned. The waste can be processed into charcoal briquettes. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of partners in processing corncob waste into charcoal briquettes. The method used was training in the form of demonstrations using the tools and materials provided. Training activities have been carried out in Mesanggok Village, Gerung District, West Lombok Regency with a total of 30 participants from UD barkah and Ahlul Qur'an Foundation. The results of the activity showed that the participants were very enthusiastic about the training programme on managing corn stalk waste into charcoal briquettes where the activities ran smoothly at each stage. Based on the results of the paired sample T-test, it is known that there is a significant increase in knowledge and skills with a significance value (2-tailed) ? = 0.000 <0.05 or an increase of 48.33%.