Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Emerging Biomarkers for Prediabetes : A Review Aprilia, Dinda; Decroli, Eva; Kam, Alexander; Deas Hadilofyani, Putri
Scientific Journal Vol. 4 No. 6 (2025): SCIENA Volume IV No 6, November 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i6.278

Abstract

Prediabetes is a global health concern marked by elevated blood glucose levels that do not yet meet the threshold for type 2 diabetes mellitus (T2DM). It is often underdiagnosed despite being associated with insulin resistance, beta-cell dysfunction, and increased cardiovascular risk. Improved strategies for early detection are crucial to prevent disease progression. This review aims to explore novel biomarkers associated with prediabetes and evaluate their potential clinical applications in early diagnosis and risk stratification. A literature search was conducted on English and Indonesian language publications, including original research, case reports, and expert guidelines, focusing on emerging molecular and metabolic biomarkers related to prediabetes. Several promising biomarkers have been identified, including adiponectin, microRNAs, fetuin A, alpha-hydroxybutyrate (α-HB), and Protein Z. Adiponectin demonstrates an inverse relationship with insulin resistance. Specific microRNAs, such as miR-192 and miR-193b, are implicated in glucose metabolism and beta-cell function. Elevated fetuin A levels are linked to hepatic insulin resistance, while increased α-HB levels reflect early metabolic shifts in glucose utilization. Additionally, altered Protein Z concentrations may contribute to prothrombotic states in individuals with prediabetes. In conclusion, these biomarkers offer valuable insight into the pathophysiology of prediabetes and hold potential for enhancing early detection and prevention strategies. However, further validation through large-scale studies is needed before their integration into clinical practice
Aspek Imunologi pada Diagnosis dan Tatalaksana Graves’ Disease Aprilia, Dinda; Decroli, Eva; Kam, Alexander; Rahayuningsih, Sri Puji
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1722

Abstract

Graves’ Disease (GD) adalah penyebab hipertiroidisme paling umum yang mengenai kelenjar tiroid. Penyakit ini merupakan salah satu bagian dari Autoimmune Thyroid Disease (AITD) yang bersifat spesifik organ (tiroid), yang ditandai dengan adanya autoantibodi yang menstimulasi Thyroid Stimulating Hormone Receptor (TSHR) pada kelenjar tiroid yang akan menyebabkan hiperplasia tiroid atau struma serta peningkatan produksi dan sekresi hormon tiroid. Graves’ disease merupakan interaksi yang kompleks antara mekanisme imunologi dan disfungsi tiroid. Penyakit ini berdampak negatif pada kualitas hidup dan dapat menimbulkan risiko psikosis, takiaritmia, dan gagal jantung. Sifat autoimunitas GD menyebabkan penyakit ini dapat kambuh kembali, sehingga pengelolaannya memerlukan waktu yang lebih lama, sama seperti pada penyakit autoimun lainnya. Pada penyakit ini, target pengobatan terbaru yaitu dengan memerhatikan mekanisme imunopatogenesis dasar terjadinya penyakit. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang aspek imunologis GD, dapat memfasilitasi pengembangan terapi yang lebih baik, yaitu terapi yang berfokus pada modulasi respons imun yang menjadi fokus utama dalam upaya untuk mengendalikan aktivitas penyakit dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Manajemen Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 pada Puasa Ramadan Aprilia, Dinda; Decroli, Eva; Kam, Alexander; Ulvyana, Vyora
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1723

Abstract

Jumlah penyandang diabetes melitus (DM) tipe 2 di kalangan muslim global diperkirakan mencapai 148 juta, dengan sekitar 116 juta di antaranya melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Sebanyak 45% populasi muslim dunia berada di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar. Kondisi ini menimbulkan tantangan klinis karena banyak penyandang DM tipe 2 tetap berpuasa meskipun berisiko mengalami komplikasi akibat perubahan pola makan dan pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas manajemen diabetes tipe 2 selama puasa Ramadan serta menyusun rekomendasi berbasis bukti bagi penyandang diabetes. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur sistematis terhadap studi-studi yang membahas manajemen DM tipe 2 selama Ramadan, dengan pencarian artikel dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “diabetes tipe 2”, dan “puasa ramadhan”. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang baik, termasuk edukasi pra-Ramadan, penyesuaian terapi farmakologis, dan pemantauan glukosa yang adekuat, sebagian besar penyandang DM tipe 2 dapat menjalankan puasa dengan aman. Namun, komplikasi seperti hipoglikemia, hiperglikemia, ketoasidosis diabetikum (KAD), dan dehidrasi tetap menjadi risiko utama bagi mereka yang berpuasa tanpa panduan medis. Terdapat kebutuhan mendesak akan pedoman praktis dan individualisasi manajemen DM tipe 2 selama Ramadan untuk meminimalkan risiko komplikasi dan meningkatkan keamanan beribadah bagi penyandang diabetes.
Creation of Digital LKPD Based Problem Based Learning Model on Harmonic Vibration in Physics Learning for SMA Class X Aprilia, Dinda; Putra, Amali
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada abad 21 berkembang pesat, hal ini terlihat dari perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di berbagai bidang kehidupan. Perubahan IPTEK di abad 21 dapat dihadapi dengan memiliki berbagai keterampilan, salah satunya keterampilan pemecahan masalah. Kurikulum 2013 merupakan upaya pemerintah untuk mendorong peserta didik memiliki keterampilan untuk memperbaiki permasalahan di abad ke-21. Fakta yang ditemukan di lapangan adalah guru selama ini menggunakan bahan ajar cetak, namun belum menggunakan bahan ajar elektronik seperti LKPD Digital karena keterbatasan waktu. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membuat bahan ajar berupa LKPD Digital Berbasis Model Problem Based Learning. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE untuk pengembangannya. Penelitian ini mempunyai keterbatasan pada uji praktikalitas pada tahap uji kelompok kecil. Hasil uji validitas dengan skor mean 0,85 dengan kategori valid. Hasil uji praktikalitas guru diperoleh dengan nilai rata-rata 86,5% dan praktikalitas siswa dengan uji kelompok kecil diperoleh nilai rata-rata 86% dengan kategori sangat praktis. Jadi, kesimpulan penelitian bahwa LKPD Digital Berbasis PBL pada materi Getaran Harmonik untuk Pembelajaran Fisika Kelas X SMA valid dan praktis.
Hubungan Faktor Risiko Aloimunisasi dengan Kejadian Inkompatibilitas Crossmatch Pada Pasien Keganasan Darah Dewasa yang Ditransfusi Packed Red Cell Berulang di RSUP Dr M Djamil Padang Herinda, Dwi Putri; Rofinda, Zelly Dia; Elvira, Dwitya; Rikarni, Rikarni; Aprilia, Dinda
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1132

Abstract

Latar Belakang: Pasien keganasan darah yang mendapatkan transfusi packed red cell (PRC) berulang akan menyebabkan pembentukan aloantibodi yang dapat terdeteksi pada pemeriksaan crossmatch dan mempersulit proses transfusi selanjutnya. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, jenis keganasan, dan jumlah unit transfusi dengan kejadian inkompatibilitas crossmatch. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross- sectional. Terdapat 50 sampel yang didapatkan dari rekam medis dan laboratorium. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan prevalensi inkompatibilitas crossmatch sebesar 16% dengan keseluruhan inkompatibilitas minor. Kejadian terbanyak didapatkan pada usia <60 tahun, perempuan, LMA dan transfusi > 10. Hasil uji statistik menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara faktor usia (p= 0,322), jenis kelamin (p= 0,050), jenis keganasan darah (p= 0,662), dan jumlah unit transfusi (p= 0,702) dengan kejadian hasil pemeriksaan crossmatch. Kesimpulan: Faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, jenis keganasan, dan jumlah unit transfusi tidak mempunyai hubungan signifikan dengan kejadian inkompatibilitas crossmatch pada pasien keganasan darah yang mendapatkan transfusi PRC berulang
The Use of Animated Videos in Preventing Anemia in Adolescent Girls Julianawati, Tinta; Yana, Lusi; Aprilia, Dinda
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i4.584

Abstract

Anemia is a serious public health problem and has an impact on the life cycle of adolescents, especially adolescent girls. Adolescent girls who suffer from anemia have limitations in the growth process, learning capacity, ability to focus on daily activities, are susceptible to infection, have a tendency to drop out of school, physical fitness levels, and work productivity. The risk of anemia in adolescent girls tends to increase with age and coincides with the teenage years when the growth process occurs most rapidly. The ages between 12 and 15 years, when nutritional needs are very high, are known to have a very high risk of suffering from anemia. One of the educational media that can be easily understood by adolescents is animated videos. The purpose of this community service is to increase knowledge about preventing anemia in adolescents. The activities carried out are in the form of education, using educational videos to prevent anemia in adolescents. The method used is socialization and health education to adolescent girls through videos and explanations of the consumption of iron tablets distributed to all adolescent girls. The location of the activity was carried out at SDN 001 Nongsa. The stages of the activity include the stages of preparation, implementation and reporting. Data from the results of community service activities showed an increase in the capacity of adolescent girls, showing a change of 22 points in the pre-post test education, HB level examination from 30 people. The examined adolescent girls who experienced anemia were 16 people (53%) and 14 people did not experience anemia. All adolescents showed high enthusiasm for this activity and hoped that anemia and nutritional status education activities could be carried out sustainably to improve the fitness and health of adolescent girls.
Diabetic Ketoacidosis in Type 1 Diabetes Mellitus Nurhakim, Lukman; Afriant, Rudy; Aprilia, Dinda
Sumatera Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Sumatera Medical Journal (SUMEJ)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/sumej.v7i1.11837

Abstract

Background: Diabetic ketoacidosis (DKA) is a state of metabolic decompensation/disorder characterized by the triad of hyperglycemia, acidosis and ketosis, caused by absolute or relative insulin deficiency and increased counter-regulatory hormones. Objective: To report a case of diabetic ketoacidosis (DKA) in a young adult patient with type 1 diabetes mellitus and scalp abscess, emphasizing the importance of early diagnosis and prompt management to achieve clinical improvement. Methods: This case report describes the clinical presentation, diagnostic approach, and therapeutic management of a 19-year-old male with DKA. Results: A 19-year-old male treated in the internal medicine ward of Dr. M djamil Padang with diabetic ketoacidosis, type 1 DM, and Abscess capitis. The patient was treated with rehydration and intravenous insulin infusion can show clinical improvement. Conclusion: The diagnosis in patients is based on anamnesis, physical examination and supporting examinations. Immediate therapy is needed in the management of DKA in patients. After DKA is resolved, look for the causes of the risk of DKA. On the third day of treatment the patient's condition improved clinically and the laboratory.
Peran Objek Wisata Lumpur Lapindo Sidoarjo dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Noviandari, Indah; Balafif, Mohammad; Aprilia, Dinda
Cakrawala Vol. 15 No. 1: Juni 2021
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v15i1.368

Abstract

Kabupaten Sidoarjo mempunyai salah satu tempat wisata yang strategis dan potensial untuk dikelola, dikembangkan dan dipasarkan. Objek dalam rekreasi berupa wisata Lumpur Lapindo adalah salah satu potensi wisata terbaru yang ada di Sidoarjo. Meski awalnya berupa bencana alam yang menimpa warga Sidoarjo. Wisata lumpur lapindo ini tidak dikelola oleh pemerintah atau dinas yang terkait, namun wisata tersebut dikelola oleh paguyuban warga korban lumpur lapindo yang mata pencaharian yang lama sudah terhenti akibat luapan lumpur lapindo. Tujuan yang hendak dicapai oleh peneliti dalam penelitian ini adalah mengetahui pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah ada objek wisata lumpur lapindo, dan mengetahui peran objek wisata lumpur lapindo sidoarjo dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara, dan studi dokumentasi.
Characteristics of Type 2 Diabetes Mellitus Patients With Diabetic Ketoacidosis: A Study in A National Referral Hospital in Indonesia Fuada, Afifah Annis; Aprilia, Dinda; Putri, Biomechy Oktomalio
Frontiers on Healthcare Research Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63918/fhr.v1.n2.p17-23.2024

Abstract

Background: Diabetic ketoacidosis (DKA) is one of the acute complication of diabetes mellitus (DM) with high mortality and morbidity rates. Research data regarding the characteristics of patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM) with and without DKA are not yet widely available. Therefore, further research is needed to minimize the annual morbidity and mortality rate and prevent complications at the earliest possible moment. This study was carried out to determine the differences in the characteristics of T2DM patients with and without DKA in Dr. M. Djamil Central General Hospital Padang period 1st January 2018 to 31stDecember 2020. Methods: This study used a comparative analytic study with a cross-sectional approach using the medical records of T2DM patients with and without DKA in Dr. M. Djamil Central General Hospital Padang period 1st January to 31st December 2020 with total sampling. Data analysis calculated by chi-square test, unpaired T-test, and Mann-Whitney test. Results: Most of T2DM patients with DKA were aged ≥ 40 years (62.1%), female (65.5%), secondary level of education (72.4%), DM diagnosis duration was ≤ 5 years (75.9%), had infection precipitating factors (65.5%), on insulin (58.6%), Body Mass Index (BMI) in overweight-obese criteria (55%), fasting blood glucose (FBG) < 250 mg/dl (62.1%), and post-prandial glucose (PPG) 250-600 mg/dl (51.7%). This study found that the association of age, DM diagnosis duration, precipitating factors, medication use, and PPG with DKA in T2DM patients (p<0.05). Conclusion: This study confirmed significant differences in age, DM diagnosis duration, precipitation factors, type of antidiabetic therapy, and PPG between T2DM patients with and without DKA in Dr. M. Djamil Central General Hospital Padang.