Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peran Hubungan Masyarakat Dalam Mewujudkan Transparansi Daerah Jubaedah, Edah
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v11i2.371

Abstract

This article describe the role of public relations in building local government transparancy. As transparancy concerned with the provision of appropriate, necessary, and relevant information to stakeholders when needed and upon demand; so the role of public relation in local government is ensure that the provision is fulfilled. Public relations in local government in doing so can adopt the concept of two-way symmetrical communication between local government is built based on the interest of stakeholders and the local government itself. In enhancing its roles, public relations in local government should enhance its organizational and individual capacity.
Kebebasan Memperoleh Informasi Dalam Upaya Mewujudkan Transparansi Penyelenggaraan Pemerinthan Jubaedah, Edah
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 10, No 1 (2007)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v10i1.417

Abstract

Developed and developing nations around the world yet are recognizing that democracy depends on a free flow of information. International trends toward transparency encourage these nations to provide the legal and regulatory framework, the structures and condition required to guaraantee the right of access to information of their citizens. These nations aware that access to information wheter in the hands of the state of private companies providing public services, help to increase accountability and allow citizens to more fully participate in public life.
Pengembangan Electronic Government Di Negara-Negara Berkembang Peran dan Kesiapannya Jubaedah, Edah
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 6, No 2 (2003)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v6i2.530

Abstract

Electronic government merupakan suatu konsep yang dikembangkan sebagai upaya untuk mereformasi dan mentransformasi bidang pemerintahan, dengan memanfaatkan perkembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi . konsep tersebut berkembang dilatarbelakangi oleh 2 hal yakni pertma, kondisi pemerintahna du berbagai negara yang masih dipandang belum optimal di dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, terutama di dalam bidang pelayanan kepada masyarakat; kedua kemajuan pesat bidang teknologi dan informasi yang memberikan berbagai kemungkinan dan kemudahan bagi organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.
PELATIHAN DAN PEMBUATAN LISTRIK SURYA UNTUK PENCAHAYAAN AREA PESANTREN PADA GURU, SISWA TAHFIDZ DAN SISWA Barliansah, Beni; Jubaedah, Edah; Adi Prihantono, Johanes; Supriyanto, Erlian
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4752-4760

Abstract

Penggunaan sel surya dapat menjadi solusi permasalahan energi di daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik terkemuka. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Pelatihan dan Produksi Listrik Tenaga Surya untuk Penerangan Area Pesantren dan Pelatihan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) online (Pelatihan TIK Kegiatan KBM) di kalangan guru, siswa, dan santri Tahfidz. Hasil dari pengabdian ini adalah sel surya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut dengan menyediakan listrik yang terjangkau dan aman. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Pelatihan dan Produksi Listrik Tenaga Surya untuk Penerangan Area Pondok Pesantren dan Pelatihan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) online di kalangan Guru, Siswa, Santri Tahfidz. Selain itu, pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMP Tahfidz Mahkota Al-Hidayah Yayasan Kamilul Hidayah pasti tidak terlepas dari hambatan sebelum terlaksana dengan baik. Faktor penghambat yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah kesibukan peneliti selaku dosen yang membutuhkan bantuan untuk membagi waktunya dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pembelian secara online yang membutuhkan waktu beberapa hari untuk mendapatkan bahan dan peralatan yang diperlukan untuk penerangan listrik tenaga surya. Cuaca yang kurang mendukung karena hujan, sehingga mengganggu pelaksanaan instalasi listrik tenaga surya.
MEMBANGUN MENTORING GURU YANG TERSTRUKTUR DAN BERKELANJUTAN: PENGEMBANGAN MODEL DI SMPN 2 CONGGEANG KABUPATEN SUMEDANG Eldiyana Marfury, Intan; Jubaedah, Edah; Listiani, Teni; Sufianti, Ely; Rahman, Abdul
Jurnal Media Administrasi Terapan Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6, No. 1, Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jmat.v6i1.115

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan belum adanya model dan pedoman mentoring yang terstruktur dan terdokumentasi di SMPN 2 Conggeang. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model mentoring serta menyusun pedoman mentoring dalam upaya pengembangan kompetensi guru di SMPN 2 Conggeang Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Informan penelitin terdiri dari kepala sekolah, dua orang guru (mentor), dan tiga orang guru (mentee). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan mentoring di SMP Negeri 2 Conggeang masih bersifat informal dan belum memiliki pedoman yang baku. Pelaksanaan mentoring ditentukan oleh beberapa aspek penting, yaitu kualitas dan kompetensi mentor, kesiapan dan karakteristik mentee, kesesuaian materi yang dibahas dalam proses mentoring, ketersediaan fasilitas penunjang, serta pelaksanaan mentoring yang mengikuti tahapan yang sistematis. Kendala utama yang dihadapi meliputi belum adanya regulasi mentoring di tingkat sekolah. Berdasarkan hasil temuan tersebut, untuk menjadikan mentoring sebagai bentuk pengembangan kompetensi guru model mentoring yang perlu dikembangkan adalah bersifat terstruktur, fleksibel, kolaboratif, serta berorientasi pada refleksi dan keberlanjutan. Model dan pedoman yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan mentoring bagi guru, serta mendorong terciptanya sistem pembinaan profesional yang lebih sistematis dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Evaluasi Kinerja Berdasarkan Pendekatan Balanced Scorecard Di Puskesmas Tipar Di Kota Sukabumi Patinim, Patinim; Jubaedah, Edah; Pradesa, Hafid Aditya; Listiani, Teni
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i3.10312

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dituntut memiliki kinerja organisasi yang akuntabel, responsif, dan berorientasi pada mutu layanan. Namun, pengukuran kinerja puskesmas masih sering berfokus pada aspek administratif dan finansial, sehingga belum menggambarkan capaian organisasi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja Puskesmas Tipar Kota Sukabumi menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC) melalui empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan, sekaligus merumuskan strategi peningkatan kinerja berbasis temuan empiris. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan penguatan data menggunakan kuesioner, melibatkan 10 informan kunci yang dipilih secara purposive. Validitas data dijaga melalui triangulasi, member checking, cross-check dokumen, dan audit trail. Hasil menunjukkan kinerja agregat Puskesmas Tipar berada pada kategori sangat baik (skor 92,26), dengan kekuatan pada akuntabilitas keuangan, kepuasan masyarakat, capaian SPM, dan kompetensi SDM. Namun, ditemukan area kritis yang memerlukan perbaikan, terutama stock-out obat, keterbatasan sarana ruang tunggu, dan stabilitas sistem informasi (SIMPUS). Integrasi BSC dengan Matriks OMTI menghasilkan rekomendasi strategis prioritas yang terukur, seperti perbaikan supply chain obat, penguatan inovasi digital, serta peningkatan kapasitas SDM. Studi ini menegaskan BSC efektif sebagai kerangka evaluasi komprehensif dan dasar penyusunan strategi peningkatan kinerja puskesmas secara berkelanjutan.
BURNOUT AS A MEDIATOR OF TRAIN DRIVERS’ PERFORMANCE IN WORK SHIFTS STUDY AT PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) Priatna; Dwiputrianti, Septiana; Jubaedah, Edah; Pradesa, Hafid Aditya
Irpia : Jurnal Ilmiah Riset dan Pengembangan Vol 11 No 1 (2026): Irpia : Jurnal Ilmiah Riset dan Pengembangan
Publisher : Institut Riset dan Pengembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71040/jirp.v11i1.311

Abstract

Safety and performance of train drivers are crucial factors in railway operations. Shift work systems involving night shifts, irregular rotations, and long working hours can lead to work-related fatigue (burnout), which impacts performance. This study aims to analyze the effect of work shifts on train driver performance with burnout as a mediating variable at PT Kereta Api Indonesia (Persero). The research uses a quantitative approach with a survey of 2,184 train drivers. Data analysis is conducted using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results reveal that work shifts have a significant positive effect on burnout (β = 0.608), work shifts have a significant negative effect on train driver performance (β = –0.339), and burnout has a very strong negative effect on performance (β = –0.839). Burnout significantly mediates the relationship between work shifts and performance, with a mediation effect of 51%. These findings emphasize that the decline in train driver performance is more influenced by burnout than by direct effects of work shifts. Comparatively, Japan’s fatigue management practices through a Fatigue Risk Management System (FRMS) are more systematic and preventive compared to Indonesia. This research contributes to strengthening the role of burnout as a mediating variable in the Job Demands–Resources framework and offers practical implications for PT KAI in reforming shift work policies for safety.