Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T
Unknown Affiliation

Published : 66 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN POSYANDU LANSIA DI KELURAHAN PAPAKELAN KECAMATAN TONDANO TIMUR KABUPATEN MINAHASA. SKRIPSI, FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Nelwan, Rixi E. E.; Maramis, Franckie R. R.; Tucunan, Ardiansa A. T.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu lansia adalah salah satu bentuk dari jenis pelayanan kesehatan dalam bentuk pos pelayanan terpadu untuk masyarkat lanjut usia di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan posyandu lansia di Kelurahan Papakelan Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Papakelan Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa pada bulan Mei ? Oktober 2019. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang berusia ? 60 tahun. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariate. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi square (?=0,05) menunjukkan bahwa hubungan antara dukungan kelurga dengan kunjungan posyandu lansia memperoleh nilai p = 0,000,  sikap dengan kunjungan posyandu lansia memperoleh nilai p = 0,004, dan peran kader dengan kunjungan posyandu memperoleh nilai p = 0,003. Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat hubungan yang bermakna antara dukunga keluarga dengan kunjungan posyandu lansia, terdapat hubungan yang antara sikap lansia dengan kunjungan posyandu lansia, dan terdapat hubungan yang antara peran kader dengan kunjungan posyandu lansia Kata Kunci : Posyandu Lansia, Dukungan Keluarga, Sikap Lansia, Peran Kader ABSTRACTElderly Posyandu is one form of health service types in the form of integrated service posts for the elderly in certain are that has been agreed upon. Driven by the community where they can get health care. the purpose of this study was to determine the factors associated with elderly Posyandu visits in Papakelan Village, East Tondano District, Minahasa Regency. This type of research is analytic survey research with cross sectional study design. This research was carried out in Papakelan Village, East Tondano District, Minahasa Regency in May ? October 2019. The population and sample in this study are the elderly who are aged ? 60 years. The instrument used was a questionnaire. The analysis of data used is univariate and bivariate. The results of the study using the chi-square test (? = 0.005) show that the relationship between family support and elderly Posyandu visits p = 0,000, attitudes with elderly posyandu visits p = 0.004, and the role of cadres with Posyandu visits p value = 0.003. The conclusion obtained is that there is a significant relationship between family support and elderly Posyandu visits, there is a significant relationship between elderly visits, and there is a significant relationship between the role of cadres and eldery Posyandu visits. Keywords: Elderly Posyandu, Family Support, Elderly Attitudes, Role of Cadres
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI DOKTER PASIEN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TK. II ROBERT WOLTER MONGISIDI Mukuan, Hizkia; Tucunan, Ardiansa A.T.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam komunikasi dokter dan pasien terdapat berbagai masalah yang disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari segi pelayanan kesehatan sampai kepada tingkat efektifitas komunikasi dokter dan pasien yang menjadi hal penting yang dapat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien, hal tersebut yang menjadi salah satu tolak ukur dalam meningkatkan pelayanan rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara komunikasi dokter-pasien dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit TK. II Robert Wolter Mongisidi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit TK. II Robert Wolter Mongisidi, waktu penelitian dilaksanakan bulan Agustus-November 2019. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien rawat inap yang dirawat selama 3 bulan terakhir (Agustus-Oktober 2019) yaitu sebanyak 6.143 pasien. Sampel yang digunakan yaitu 100 responden. Hasil analisis dengan menggunakan uji Chi-square dengan nilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukan, ada hubungan antara komunikasi verbal dan nonverbal dokter pasien dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit TK. II Robert Wolter Mongisidi, dengan nilai p<0,003.*Kata Kunci : Komunikasi, kepuasan pasienABSTRACTIn the communication of doctors and patients there are various problems caused by several factors, starting in terms of service to the level of effectiveness of communication between doctors and patients which is an important thing that can affect the level of patient satisfaction, this is one of the benchmarks in improving hospital service. The purpose of this study was to determine the relationship between the communication of the patient’s doctor with the level of the severity of the inpatient in the TK. II Robert Wolter Mongisidi Hospital. Type of research used is quantitative research with design cross sectional study. This research was carried out in a TK. II Robert Wolter Mongisidi Hospital, the time of the study was carried out in August to November 2019. The population in this study were inpatients treated for the last 3 months, as many as 6.143 patients. The sample used is 100 respondents. The results of the analysis using the chi square test with p values = o,o5. The results showed there was a relationship between verbal communication and nonverbal communication of the patient’s doctors with the level of satisfaction of inpatients in the TK.II Robert Wolter Mongisdi hospital with p values=0,003.*Keywords : Communication, patient satisfactiom
GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TATANAN RUMAH TANGGADI DESA KORENG KECAMATAN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Imbar, Asri G.; Tucunan, Ardiansa A.T.; Korompis, Grace E. C.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat tatanan rumah tangga dapat berpengaruh pada derajat kesehatan keluarga itu sendiri. Pengembangan desa dan kelurahan dapat memberdayakan keluarga-keluarga agar mampu mempraktikkan PHBS. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan tindakan dalam mewujudkan kesehatan masyarakat dalam hal ini yaitu sekumpulan perilaku yang dapat di praktikkan dalam menjadikan seseorang, keluarga, atau masyarakat bisa berperan aktif dn mampu menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) rumah tangga di Desa Koreng Kecamatan Tareran. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-September 2018 di Desa Koreng Kecamatan Tareran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga yang berada di Desa Koreng Kecamatan Tareran yang berjumlah 326 rumah tangga. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 180 sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Gambaran pengetahuan dikategorikan baik yaitu 69.4% gambaran sikap 75.6% dikategorikan baik dan gambaran tindakan dikategorikan baik yaitu 55%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap tidak memiliki kesinambungan dengan tindakan dalam membentuk perilaku yang baik.Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Rumah TanggaABSTRACTThe degree of family health largely determined by Living clean and healthy Behavior of the family itself.The core of the development of the village and the village is empowering families to practice healthy and clean life behavior.Living clean and healthy behavior is a set of behaviors that put into practice on the ground of consciousness as a result of learning, which makes a person, family, group or society is able to help himself in the field of health and plays an active role in realizing the public health.This research was conducted to find out the image of clean living and healthy Behaviour of households in the Koreng village of Tareran Sub-district. This research is descriptive research that is.This research was conducted in July-September 2018 in the Koreng village of Tareran Sub-district.The population in this study are all the households in the Koreng village of Tareran Sub-district 326 households.The sample in this research totalled 180 samples. The instruments used in this study is a questionnaire.Data analysis on the research that is done in a descriptive.An overview of knowledge 69.4% categorized well, the description of the attitude of 75.6% categorized well, and an overview of the Act 55% categorized either.Conclusion the research indicates that has not been the existence of the continuity of knowledge, attitudes, and actions to establish good behaviour, although all three are categorized either.Keywords: Behavior, Clean Living and Healthy Household
SISTEM PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN LOGISTIK NON MEDIS DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V.L. RATUMBUYSANG PROVINSI SULAWESI UTARA Mokalu, Gabriella; Maramis, Franckie R.R.; Tucunan, Ardiansa A.T.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logistik secara umum adalah suatu ilmu pengetahuan atau seni serta proses mengenai perencanaan dan penentuan kebutuhan pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan pemeliharaan material/alat-alat. Logistik di rumah sakit yaitu bahan untuk kegiatan operasional yang sifatnya habis pakai misalnya persediaan logistik di rumah sakit yaitu ada; dapur, farmasi, laboraturium, air, alat tulis kantor (ATK), kerumah tanggaan (listrik, sabun, tisu, sapu, karbol), laundry dan persediaan makanan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 5 orang informan yang terdiri dari Wakil Direktur I Rumah Sakit, Pejabat Pembuat Komitmen, Panitia Penerimaan/Pemeriksaan Barang, Kepala Sub Bagian Umum dan Perlengkapan dan Kepala Gudang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem penyimpanan dan pendistribusian logistik non medis belum berjalan sesuai dengan peraturan yang ada, karena standar tempat penyimpanan barang belum memadai. Penyimpanan bahan medis juga harus disimpan dalam tempat yang aman agar tidak membahayakan pengunjung yang ada di rumah sakit. Selain itu, juga perlu dilakukan pendistribusian yang tepat sehingga dengan keterbatasan tempat penyimpanan maka dapat menghemat biaya penyimpanan. Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa alur penerimaan logistik non medis di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V.L. Ratumbuysang Provinsi Sulawesi Utara diatur dalam Pereraturan Mentri Dalam Negeri No.19 Tahun 2016. Tempat penyimpanan yang masih belum memenuhi standar. Kemudian proses pendistribusian kadangkala tidak sesuai dengan permintaan ruangan. Kata Kunci: Logistik, Penyimpanan, Pendistribusian, Non Medis ABSTRACTLogistics in general is a science or art and the process of planning and determining of needs, procurement, storage, distribution and maintenance of material or its equipment. Logistics in the hospital are the material for operational activities which are disposable, for example, the supply logistics in hospital are kitchen, pharmacy, laboratorium, water, stationaries, household goods (electricity, soap, tissue, broom, carbolic), laundry and food supply. This research is a qualitative research by in-depth interviews to five informants. The informants are deputy director 1, the official commitment, committee of/inspection of goods, the head of general and supply section and the head of warehouse. The result of this research showed that the storage and the distribution system of the logistics have not run well in accordance with the regulation. It is because of inadequate standard of storage. The storage of the medical material must be stored in a safe place so that it could not harm the visitors who are visiting the hospital. In addition, the distribution should be done properly so with the limited of the storage, it can also save storage cost. The conclusion of the result of this research conducted showed that the groove of logistics in mental hospital prof. Dr.V.l. Ratumbuysang in North Sulawesi Province is set by the regulation of the minister of home affairs number 19 year of 2016. The storage which has not fulfilled the standard yet. Also the process of distribution  sometimes, is not based on the request of the room. Keywords: logistics, storage, distribution, non-medic
ANALISIS PEMANFAATAN DANA KAPITASI PADA PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI FKTP PUSKESMAS WAWONASA KOTA MANADO 2018 Ontorael, Christopel; Tucunan, Ardiansa A. T.; Maramis, Franckie R.R
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dana Kapitasi adalah besaran pembayaran per-bulan yang dibayar dimuka kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) berdasarkan pemenuhan kapitasi berbasis komitemen (KBK) dan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. Dana kapitasi juga merupakan salah satu bagian dari komitmen pemerintah dalam mengupayakan Universal Health Coverage kepada seluruh warga negaranya. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan dana kapitasi di Puskesmas Wawonasa Kota Manado. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Mei 2018. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 (orang) orang. Data diperoleh dengan metode wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis konten terhadap hasil telaah dokumen. Hasil: Pemanfaatan dana kapitasi di Puskesmas Wawonasa Kota Manado belum sepenuhnya berjalan sesuai aturan yang ada yakni Permenkes No. 21 Tahun 2016 tentang petunjuk teknis pemanfaatan dana kapitasi JKN, dimana tidak semua pelayanan kesehatan yang ada didukung oleh dana kapitasi seperti kegiatan Upaya Kesehatan Luar Gedung yang mencakup kegiatan promotif, preventif, dan kujungan rumah untuk peserta JKN, serta kurang optimalnya pemberian sosialisai oleh pimpinan dan bendahara JKN puskesmas kepada tenaga kesehatan yang ada tentang mekanisme pembagian upah jasa pelayanan kesehatan. Selain itu puskesmas memperoleh dana kapitasi dari BPJS Kesehatan tanpa melalui dinas kesehatan melainkan dengan sistem transfer ke rekening puskesmas setiap tanggal 15 bulan berjalan. Kesimpulan: Pemanfaatan dana kapitasi untuk pembagian jasa pelayanan kesehatan belum sepenuhnya optimal dan sesuai aturan yang ada. Kemudian pemanfaatan dana kapitasi untuk belanja operasional pelayanan kesehatan belum sepenuhnya mendukung kegiatan upaya kesehatan luar gedung yang merupakan bagian dari kegiatan upaya kesehatan masyarakat (UKM). Pemanfaatan dana kapitasi untuk belanja modal sudah sesuai dengan aturan yang ada, diamana pengadaan barang modal harus disesuaikan dengan kebutuhan. Saran: Untuk itu disarankan kepada pihak puskesmas agar dapat mendukung kegiatan upaya kesehatan luar gedung dengan mengalokasikan anggaran sehingga upaya kesehatan masyrakat yang mancakup kegiatan promotif dan preventif yang merupakan program wajib puskesmas akan berjalan dengan maksimal.Kata Kunci: JKN, Dana Kapitasi,, Pemanfaatan, PuskesmasABSTRACTBackground: Capitation Fund is the amount of prepaid monthly payments to a first-tier health facility (FKTP) based on the fulfillment of commitment-based capitation (KBK) and the number of registered participants regardless of the type and amount of health services provided. Capitation funding is also part of the government's commitment in arranginga universal health coverage to all its citizens. Methods: This study was conducted to understand the utilization of capitation funds at the Wawonasaprimary health center in Manado. The study was a qualitative research with descriptive approach and was conducted in April to May 2018. Number of informants in this study were 6 people. Data were obtained by in-depth interview method using interview guideline. The data were analyzed descriptively and content analysis of the document review. Results: The results of this study indicated that the utilization of capitation funds at the WawonasaPrimary Health Center in Manado was not fully proceed according to the existing regulations, namely the Regulation of Public Health Minister number 21 of 2016 concerning the technical guidance on the utilization of national health insurance capitation funds. The study found that not all the health services are supported by capitation funds, for example outdoor health services that include promotional activities, preventive activities, and home visit for national health insurance (JKN) participants. The study also found that socialization of wage distribution mechanism for health servicesby the leaders and JKN treasurer of the primary health center to existing health workers was less optimal. In addition, the primary health center receives capitation funds not through the health department but directly from the national health care security agencywith direct transfer system to the primary health center bank account every 15th of the month. Conclusion: The utilization of capitation funds for the distribution of health care services has not been fully optimal and in accordance with the rules. Then the utilization of capitation funds for operational expenditure of health services has not fully supported the activities of health efforts outside the building which is a public health effort. The utilization of capitation funds for capital expenditure is in accordance with existing rules, where the procurement of capital goods must be adjusted to the needs. Recommendation: Based on the findings in order to support the outdoor health efforts, primary health center management should allocate budget hence the public health efforts that include promotional and preventive activities which are compulsory programs can be carry out optimally.Keywords: JKN, Capitation Fund, Utilization. Puskesmas
KUALITAS JASA PELAYANAN DAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SORONG Wafom, Yohana; Tucunan, Ardiansa A.T.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap warga Negara berhak atas akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, tanpa adanya diskriminasi serta berhak untuk menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan untuk dirinya, sesuai dengan UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Oleh karena itu, hak hidup sehat setiap warganya menjadi kewajiban serta tanggung jawab pemerintah yang kemudian direliasasikan melalui jaminan kesehatan bagi seluruh warga. Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan publik yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan mealui kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat harus mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu. Rendahnya suatu mutu pelayanan rumah sakit akan berpengaruh pada ketidakpuasan pasien terhadap mutu pelayanan yang dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diberikan rumah sakit (Pohan, 2012). Tujuan umum diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kualitas jasa pelayanan dan kepuasaan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif yang bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional study . Populasi penelitian ini berjumlah 7571 pasien, dengan menggunakan Sampel yaitu 95,6 yang dibulatkan menjadi 100 responden. . Pengumpulan data diperoleh dari data primer melalui wawancara, kuesioner dan data sekunder diperoleh dari profil Rumah Sakit. Hasil di analisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil penilitian kualitas jasa pelayanan dan kepuasan pasien di RSUD Kabupaten Sorong menunjukan bahwa kualitas jasa pelayanan dan kepuasan pasien berada pada kategori baik/puas.Kata kunci : Kualitas Jasa Pelayanan, Kepuasan PasienABSTRACT Every citizen is entitled to access quality health care and affordable, without any discrimination and entitled to self-determination of health services needed for him, in accordance with Law no. 36 of 2009 on Health. Therefore, the right to healthy living of every citizen becomes the obligation and the responsibility of the government which is then studied through health insurance for all citizens. Hospitals as one of the public service institutions that are influenced by the development of health science through technological progress, and the socio-economic life of the society must be able to improve the quality of service. The low quality of hospital services will affect the patient's dissatisfaction with the quality of service influenced by the quality of service provided by the hospital (Pohan, 2012). The general purpose of this research is to find out whether there is a relationship between service quality and satisfaction of inpatients at Sorong District General Hospital. This research uses Quantitative Method which is an analytic survey with cross sectional study approach. The population of this study amounted to 7571 patients, using a sample of 95.6 rounded to 100 respondents. . Data collection was obtained from the primary data through interviews, questionnaires and secondary data obtained from the Hospital profile. The results were analyzed using Chi-Square test. The result of study of service quality and patient satisfaction in Sorong District General Hospital shows that service quality and patient satisfaction are in good / satisfied category.Key word: Service Quality, Patient Satisfaction
HUBUNGAN ANTARA MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RS BHAYANGKARA TK III MANADO Damopolii, Siti Hartina; Tucunan, Ardiansa A.T.; Maramis, Franckie R.R.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Mutu layanan kesehatan bukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan pasien/konsumen dengan biaya berapa saja, tetapi harus selalu dihubungkan dengan penggunaan sumber  daya yang paling efisien. Kepuasan pasien adalah perasaan bertingkat yang ditimbulkan dari akibat kinerja layanan kesehatan yang telah diperolehnya ketika mendapatkan perawatan atau pelayanan dan kemudian pasien akan membandingkan dengan apa yang telah diperolehnya semasa dalam menerima pelayanan sesuai dengan apa yang telah menjadi harapannya. Desain dalam penelitian ini yaitu cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di RS Bhayangkara Tk III Manado pada Oktober 2018. Sampel pada penelitian ini berjumlah sebanyak 100 responden.  Intrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini diperoleh nilai probabilitas pada variabel yang diteliti yakni dimensi, Bukti fisik (P=0,021), Kehandalan (P=0,033), Ketanggapan (0,002), Jaminan (p=0,002), dan Empati (P=0,001), rtinya  terdapat hubungan, antara mutu jasa pelayanan kesehataan dengan kepuasan  pasien di ruang rawat inap RS Bhayangkara Tk III Manado. Kata kunci : Mutu,  Kepuasan Pasien ABSTRACTA hospital is an institution for the community health services. The quality of health care is not something that can meet the needs of patients/consumers with any costs, but must always be connected with the use of the most efficient power source.Patient satisfaction is a feeling of Decker posed due to the performance of the health care services that have been acquired when the treatment or service and then patients will compare with what has been acquired during the period in receive services according to what has become the expectation.The design in this study i.e., cross sectional study. This research was conducted at the Bhayangkara HOSPITAL Nursery III Manado in October 2018.The samples on this research amounted to as much as 100 respondents. Instruments in the research using questionnaires.The results of this research obtained the value of the variable on the probability that examined i.e. dimension, physical evidence (P = 0,021), reliability (P = 0,033), responsiveness (0.002), Assurance (p = 0.002), and empathy (P = 0.001), rtinya there is a relationship between the quality of services kesehataan with the satisfaction of patients at the Bhayangkara HOSPITAL inpatient Tk III Manado. Keywords: Quality, Patient Satisfaction
ANALISIS PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) UNTUK PELAYANAN BAYI DI PUSKESMAS LOLAK KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Bangsawan, Astrid K.; Rumayar, Adisti A.; Tucunan, Ardiansa A. T.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan bayi adalah pelayanan untuk anak yang berumur 29 hari – 11 bulan. Setiap bayi memperoleh pelayanan minimal empat kali yaitu satu kali pada umur 29 hari – 3 bulan, satu kali pada umur 3 – 6 bulan, satu kali pada umur 6 - 9 bulan, dan satu kali pada umur 9 – 11 bulan. Standar pelayanan minimal untuk pelayanan bayi di Puskesmas Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow pada tahun 2016 adalah 69,05% masih dibawah persentase yang ditentukan oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 741 Tahun 2008 yaitu 90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penerapan standar pelayanan minimal untuk pelayanan bayi di Puskesmas Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 4 informan. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancaran mendalam dan hasilnya direkam dengan voice recorder. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Hasil yang didapatkan menunjukkan pelaksanaan penerapan standar pelayanan minimal untuk pelayanan bayi di Puskesmas Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 741 Tahun 2008, karena masih banyak program-program belum dilaksanakan dengan baik. Program–program tersebut yaitu: Pelatihan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) anak dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), Pemantauan pasca pelatihan SDIDTK dan MTBS, pelayanan kesehatan bayi sesuai standar di fasilitas kesehatan, pelayanan rujukan, pembahasan audit kematian dan kesakitan bayi, dan pelayanan kunjungan rumah bagi yang tidak datang kefasilitas kesehatan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu program-program pelayanan bayi sudah dilaksanakan oleh petugas kesehatan, tetapi belum berjalan dengan baik sehingga tidak memenuhi presentase yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 741 Tahun 2008.Kata Kunci: Standar Pelayanan Minimal, Pelayanan BayiABSTRACTInfant care is a service for children aged 29 days - 11 months. Each infant receives service at least four times once a day at 29 days - 3 months, once at 3 - 6 months, once at 6 - 9 months, and once at 9 - 11 months. The minimum service standard for infant care in Puskesmas Lolak Bolaang Mongondow District in 2016 is 69.05% still below the percentage determined by the Regulation of the Minister of Health RI No. 741 Year 2008 is 90%. This study aims to determine the implementation of minimum service standards for infant care in Puskesmas Lolak Bolaang Mongondow District. This research is descriptive qualitative. The number of informants in this study are 4 informants. Data collection through in-depth interviews was conducted using an in-depth interview guide and the results were recorded with a voice recorder. Verification of data validity using source triangulation and method triangulation. The results show that the implementation of minimum service standards for infant care in Puskesmas Lolak Bolaang Mongondow District still not in accordance with the Minister of Health RI Regulation no. 741 Year 2008, because there are still many programs not implemented properly. These programs are: Stimulation Training Early Detection and Intervention (SDIDTK) child Growth and Integrated Management of Childhood Illness (MTBS), post training monitoring SDIDTK and MTBS, infant health care in health facilities according to standards, referral services, auditing discussion of infant mortality and morbidity, and care home visits for those who do not come to the health facilities. The conclusion in this research is that infant service programs have been implemented by health workers, but not yet run well so that does not meet the percentage stipulated by the Minister of Health Regulation no. 741 Year 2008.Keywords: Minimum Service Standards, Infant Care
ANALISIS BAHAYA DAN RISIKO DENGAN METODE HIRARC DI DEPARTEMENT PRODUCTION PT.SAMUDERA MULIA ABADI MINING CONTRACTOR LIKUPANG MINAHAHSA UTARA Karundeng, Intan; Doda, Diana V.; Tucunan, Ardiansa A.T.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahaya dan risiko kecelakaan kerja dapat terjadi dalam suatu aktivitas pekerjaan di suatu perusahaan sehingga diperlunya suatu upaya untuk menganalisis bahaya dan resiko dengan menggunakan salah satu metode yang ada yaitu HIRARC untuk meminimalizir tingkat resiko kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis bahaya dan resiko pada proses pengoprasian unit Articulate Dump Truck (ADT) di area loading point dan dumping point dengan menggunakan metode HIRARC. Jenis Penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif. Dimana teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, triangulasi data, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, diketahui bahwa dalam proses pengoprasian unit ADT di area loading point dan dumping point terdapat potensi bahaya diantaranya tarbrakan antar unit, tergelincir, terserunduk unit lain yang berisiko ADT terbalik, rebah dan terguling. Penilaian resiko terhadap sumber bahaya yang ada ditemukan bahaya dengan tingkat resiko tinggi yaitu tabrakan berat antar unit, resiko sedang yaitu tergelincir karena landasan ambals dan resiko ringan yaitu tabrakan ringan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam setiap potensi bahaya yang ada memiliki tingkat resiko yang tinggi hingga ke rendah dimana semuanya perlu adanya pengendalian untuk meminimalizir kecelakaan kerja untuk mengurangi tingkat resiko kecelakaan kerja. Saran dari penelitian adalah perusahaan harus meningkatkan keselamatan dan pengawasan pada setiap proses pekerjaan yang ada.Kata Kunci: HIRARC, ADT, Loading Point, Dumping PointABSTRACT Hazards and risks of workplace accidents can occur in a work activity in a company so that an effort is needed to analyze hazards and risks by using one of the existing methods namely HIRARC to minimize the level of accident risk. This study is a qualitative research. The technique used in the data collection in-depth interviews, data triangulation, and observation . Based of the result, it is known that in the process of operating the ADT unit in the loading point and dumping point of potential hazard including collision between units, slippery, other units are at risk of accidents such as ADT upside down, collapsed, and rolled. Risk assessment of existing hazard sources is found with high-risk hazards collisions between units, medium risk of slippery because base collapsed, and low risk .Suggestions from research are companies must improve equipment and supervision in every work process that exists.Keywords: HIRARC, ADT, Loading Point, Dumping Point
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PESERTA DIDIK TENTANG BAHAYA MEROKOK DI SMA NEGERI 1 MANADO Seko, Militia Kristi; Engkeng, Sulaemana; Tucunan, Ardiansa A.T.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan konsumsi rokok berdampak pada makin tingginya beban penyakit akibat rokok dan bertambahnya angka kematian akibat rokok. Promosi kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui proses pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri. Promosi kesehatan mencakup upaya promotif dan preventif, yang merupakan determminan penting dari perilaku hidup sehat masyarakat. Tujuan penelitiannya yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruh penyuluhan promosi kesehatan terhadap bahaya merokok di SMA Negeri 1 Manado. Dengan metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019, dengan jumlah responden 75 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode penyuluhan langsung dengan pengisian kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari total 75 responden mengalami perubahan pengetahuan. Dan hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan pada pengetahuan dengan nilai p=0,038 dan bahaya merokok dengan nilai p=0,039. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan responden sebelum dan sesudah dilaksanakannya penyuluhan di SMA Negeri 1 Manado. Kata Kunci : Pengetahuan dan Bahaya Merokok ABSTRACTThe increase in cigarette consumption has an impact on the increasing burden of diseases caused by smoking and the increase in mortality due to smoking. Health promotion is an effort to improve the ability of the community through the process of learning from, by, for and with the community, so that they can help themselves. Health promotion includes promotive and preventive efforts, which are important determinants of people's healthy living behaviors. The purpose of his research is to find out whether there is an influence of health promotion counseling on the dangers of smoking in SMA Negeri 1 Manado. The research method uses quasi experiment with one group pretest posttest approach. This research was conducted in December 2019, with 75 respondents as students. Data collection was done by direct counseling method by filling out the questionnaire. The results of this study indicate that from a total of 75 respondents experiencing changes in knowledge. And the results of the study showed that there was a change in knowledge with a value of p = 0.038 and the dangers of smoking with a value of p = 0.039.Conclusion: There was a significant difference between the respondents' knowledge before and after the counseling in SMA Negeri 1 Manado. Keywords: Knowledge and Dangers of Smoking
Co-Authors Adam, Hilman Adisti A. Rumayar, Adisti A. Asep Rahman Bangsawan, Astrid K. Boseke, Mikael Billy Budi T. Ratag Caitom, Chintya D. Chreisye K.F Mandagi, Chreisye K.F Damopolii, Siti Hartina Doda, Diana V.D. Eman, Shearent D. P. Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Goni, Cintiani Silvana Grace Debbie Kandou Grace Korompis Hutauruk, Joshua Imbar, Asri G. Irot, Rahel Falentcia Serafim Jimmy Tampi, Jimmy Kambey, Miracle Abygail Yolwan kandouw, valentsia Karundeng, Intan Kattang, Sharon Gladyz Patricya Kawulur, Arvionita Kolibu, Febi K. Komaling, Pryschilya Puteri Mega Kotajin, Nofita F. Labego, Yulianti Lesirollo, Nancy A. Londo, Jenry P. Lontaan, Vitha Lupa, Putra E. R. Maddusa, Sri Seprianto Maino, Irny E. Mamangkey, Gracia Jessyca Paulina Mandagi, Chreisye K. F. Manorek, Lidya Maramis, F. R. Raymond Maramis, Franckie R. Raymond Maramis, Franckie R.M Maramis, Franckie R.R. Marthin, Winda Bellatrix Melissa, Wenur T Melo, Andinny V. Mendila, Meysye Merentek, Volta G. Mino, Zety Salsabilah Mokalu, Gabriella Mukuan, Hizkia Musa, Ester Candrawati Najoan, Gabriella Windy Nelwan, Rixi E. E. ngodu, chesee v. Ochotan, Jevina Venicia Ontorael, Christopel Pamungkas, Krisna Bayu Pantow, Renaldo J. Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Potabuga, Murdini Pua, Afrizal Ricky C. Sondakh Rumayar, Adisti Rumayar, Adisti Aldegonda Runtuwene, Debora Refinal Runtuwene, Rayclif Ruus, Andreas Aprilio Staygers Sahae, Etlinda Salamu, Sri Maharani Salmon, Yuliana N. Sekeon, Filia Mega Seko, Militia Kristi Solang, Marsela G. Sualang, Janet S. Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumoked, Ade Diana Sumolang, David Theo Telaumbanua, Ika Meisari Tikupasang, Caltha Samanlangi Tulandi, Varen Andrey Tumewu, Violisa S. Tumiwa, Veijenia Irene Wafom, Yohana Wongkar, Feronika Y. Wonok, Melvin Josua Woran, Irvine L. Wowor, Ribka Wowor, Ribka E. Wulur, Ribka P.