Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : KESMAS

Hubungan Antara Umur Dan Masa Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Petani Di Desa Tambelang Minahasa Selatan Sumigar, Cindy Keren; Kawatu, Paul A.T; Warouw, Finny
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian otot skeletal. Keluhan muskuloskeletal banyak dirasakan pada petani. Hal ini diperkuat oleh data Riskesdas 2018 yang menunjukan bahwa prevalensi penyakit muskuloskeletal di Indonesia sebanyak 7,30% dan pekerjaan petani merupakan angka prevalensi paling tinggi yaitu sebanyak 9,86%. Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui hubungan umur dan masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal yang dilaksanakan di Desa Tambelang Kabupaten Minahasa Selatan bulan Mei - Oktober 2021. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi  penelitian ini berjumlah 55 orang dan sampel penelitian ini berjumalah 47 orang yang termasuk dalam kriteria inklusi dan 8 orang termasuk kriteria eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Nordic body map. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson. Dengan hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara umur dengan keluhan msukuloskeletal dengan nilai p 0,000. Kemudian terdapat hubungan antara masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal dengan nilai p 0,000. Kata Kunci : Umur, Masa Kerja, Keluhan Muskuloskeletal ABSTRACTMusculoskeletal complaints are complaints in the skeletal muscles. Many musculoskeletal complaints are felt by farmers. This is reinforced by the 2018 Riskesdas data which shows that the prevalence of musculoskeletal disease in Indonesia is 7.30% and farmer work is the highest prevalence rate, which is 9.86%. The aims of this research is to determine the relationship between age and tenure with musculoskeletal complaints which was carried out in Tambelang Village, South Minahasa Regency in May - October 2021. This research method is an analytic survey with a cross-sectional research design. The population of this study amounted to 55 people and the sample of this study was 47 people who were included in the inclusion criteria and 8 people including the exclusion criteria. The research instrument used a Nordic body map questionnaire. Processing data in this study using the pearson correlation test. With the results of the study, it was found that there was a relationship between age and musculoskeletal complaints with a p-value of 0,000. Then there is a relationship between tenure and musculoskeletal complaints with a p-value of 0,000.  Keywords: Age, Working Period, Musculoskeletal Complaints.
Gambaran Faktor Lingkungan Sosial Dan Dukungan Sosial Dengan Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan Masyarakat Di Desa Raanan Lama Kecamatan Motolong Kabupaten Minahasa Selatan Sengkey, Omega Prisilia; Pinontoan, Odi R.; Warouw, Finny
KESMAS Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyaknya masyarakat yang berperilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di sungai dan sebagian masyarakat yang mempunyai jamban tetapi mengalirkannya ke kolam serta meminjam di jamban milik orang lain menjadi budaya sebagai turun temurun yang diajari atau dibiasakan oleh keluarganya. Tujuan penelitian yaitu mendapatkan gambaran tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, pendapatan ekonomi, dengan kebiasaan buang air besar sembarangan di Desa Raanan Lama Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan. Dan mendapatkan  gambaran  tentang  dukungan  sosial  dengan  kebiasaan  buang  air  besar  sembarangan  di  Desa  Raanan  Lama  Kecamatan  Motoling  Kabupaten  Minahasa  Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam secara langsung dengan melaksanakan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 yang diambil dari 6 informan masyarakat Desa Raanan Lama Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan. Hasil penelitian diperoleh masih di temukan masyarakat yang belum memenuhi syarat jamban dan belum memiliki jamban keluarga, ditemukan masyarakat yang masih buang air besar sembarangan dan ditemukan masyarakat yang hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk pembuatan jamban yang membuat masyarakat belum membuat jamban keluarga. Kata Kunci: faktor lingkungan sosial, dan dukungan sosial, dengan kebiasaan buang air besar sembarangan, Desa Raanan Lama Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan ABSTRACTThere are still many people who practice open defecation (BABS) in rivers and some people who have latrines but drain them into ponds and borrow in other people’s latrines have become a culture as hereditary which is taught or accustomed to by their families. The purpose of the study was to get an overview of the level of education, knowledge, attitudes, economic income, with the habit of open defecation in Raanan Lama Village, Motoling District, South Minahasa Regency. And get an idea about social support with open defecation habits in Raanan Lama Village, Motoling District, South Minahasa Regency. This research was conducted using qualitative methods through in-depth direct interviews by implementing health protocols during the Covid-19 pandemic taken from 6 community informants from Raanan Lama Village, Motoling District, South Minahasa Regency. The results obtained are still found in people who do not meet the requirements for latrines and do not have family latrines, people are found who still defecate openly and there are people who only expect assistance from the government for making latrines which makes people not yet build family latrines. Keywords: social environmental factors, and social support, with the habit of open defecation, Raanan Lama Village, Motoling District, South Minahasa Regency 
Gambaran Perilaku Masyarakat Tentang Pencegahan Covid – 19 di Desa Tumaluntung Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan Christoffel M. Memah; Finny Warouw; Odi Pinontoan
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merupakan hasil dari pada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkunganya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan. Banyak hal yang terjadi yang membawa perubahan sikap dan perilaku bagi masyarakat di tengah situasi darurat Covid-19 ini.. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana perilaku masyarakat terhadap tindakan pencegahan Corona Virus Disease 19 (Covid-19) DI Desa Tumaluntung Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini menggunaan penelitian Deskriptif. Dalam penelitian ini alat ukur yang digunakan adalah kuesioner tentang Perilaku Pencegahan Covid-19. Hasil menunjukkan sebagian besar masyarakat Desa Tumaluntung Kecamatan Tareran memiliki pengetahuan yang baik (92,9%), memiliki sikap yang baik terhadap pencegahan covid – 19 (92,9%) dan memiliki Tindakan yang cukup (82,1%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu masyarakat Desa Tumaluntung memiliki pengetahuan dan sikap yang baik mengenai pencegahan Covid-19 namun masyarakat Desa Tumaluntung memiliki tindakan yang cukup terhadap pencegahan Covid-19. Saran yang dapat diberikan yaitu untuk pemerintah diharapkan dapat lebih memperhatikan masyarakat dalam situasi ini dalam hal menaikkan derajat kesehatan masyarakat lewat setiap tindakan yang dilakukan pemerintah, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memahami dan mengerti pelayanan kesehatan untuk menaikkan derajat kesehatan masyarakat.  Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Siswa Sekolah Dasar ABSTRACTBehavior is the result of all kinds of experiences and human interactions with their environment which are manifested in the form of knowledge, attitudes and actions. Many things have happened that have brought about changes in attitudes and behavior for the community in the midst of this Covid-19 emergency situation. The purpose of this research is to find out how the community behaves towards the prevention of Corona Virus Disease 19 (Covid-19) in Tumaluntung Village, Tareran District, South Minahasa Regency. This research uses descriptive research. In this study, the measuring instrument used was a questionnaire on Covid-19 Prevention Behavior. The results show that most of the people in Tumaluntung Village, Tareran District, have good knowledge (92.9%), have a good attitude towards preventing COVID-19 (92.9%) and have sufficient action (82.1%). The conclusion of this research is that the people of Tumaluntung Village have good knowledge and attitudes regarding the prevention of Covid-19, but the people of Tumaluntung Village have sufficient measures to prevent Covid-19. Suggestions that can be given are that the government is expected to pay more attention to the community in this situation in terms of increasing the degree of public health through every action taken by the government, so that people can easily understand and understand health services to raise public health degrees. Keywords : Knowledge, Attitude, Clean and healthy living behavior , Elementary school students
Literature Review: Gambaran Risiko Kesehatan pada Masyarakat akibat Paparan Gas Karbon Monoksida (CO) Vriska V. Rambing; Jootje M.L Umboh; Finny Warouw
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karbon Monoksida merupakan pembunuh tersembunyi (the silent killer) yang tidak berwarna dan tidak berbau, namun bersifat racun juga yang merupakan polutan utama dari emisi kendaran bermotor yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Adapun dilakukan penelitian ini yaitu bertujuan untuk mengetahui risiko kesehatan yang terjadi akibat paparan gas karbon monoksida pada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literatur atau literatur review. Sumber pustaka yang dilakukan dalam Menyusun studi literatur ini melalui database website Google Scholar. Hasil berdasarkan review dari 10 jurnal yaitu paparan akibat gas karbon monoksida (CO) dapat ditandai dengan adanya gejala atau tanda-tanda ringan, seperti pusing, sakit kepala dan mual, nyeri dada, sesak nafas. Keadaan lebih berat yang dirasakan seperti menurunnya kemampuan gerak pada tubuh manusia, gangguan system kardiovaskuler, serangan jantung sampai pada kematian. Sehingga menjadi saran bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan juga dengan menggunakan alat pelindung diri berupa masker selain dapat mengurangi paparan gas karbon monoksida juga dapat mencegah penularan Covid-19. Kata Kunci: Karbon Monoksida, Risiko Kesehatan, Keluhan Kesehatan. ABSTRACTCarbon Monoxide is the silent killer which is colorless and odorless, but it is also toxic which is the main pollutant of motor vehicle emissions that have a negative impact on human health. The purpose of this research is to determine the health risks that occur due to exposure to carbon monoxide gas in the community. The method used in this paper is a literature study or literature review. The literature sources used in compiling this literature study were through the Google Scholar website database. The results are based on a review of 10 journals, namely exposure to carbon monoxide (CO) gas can be characterized by mild symptoms or signs, such as dizziness, headache and nausea, chest pain, shortness of breath. More severe conditions are felt such as decreased ability to move the human body, cardiovascular system disorders, heart attacks to death. So that it is a suggestion for the government and the community to preserve the environment by using personal protective equipment in the form of masks, apart from reducing exposure to carbon monoxide gas, it can also prevent the transmission of Covid-19. Keywords: Carbon Monoxide, Health Risk, Health Complaint
Co-Authors Akili, Rahayu H, Andika Surya Atmadja Anes, Brenda Militsia Christi Rosalina Angelina Stevany Regina Masengi Anthonius Kurniadi Assa, Winly Yuliana Birang, Meirani F. Budi Ratag, Budi Budi Setiawan Chesya P.R. Salindeho Christoffel M. Memah Daniel Febrian Sengkey Deeng, Gracia V. Y. Desy . Doda, Diana V.D. Edward Nangoy, Edward Frans Wantania Gampu, Agrisia Garusu, Ratna Santika Harvani Boky, Harvani Herlyani Khosama Hugo Dwiputra Jehosua, Seilly Yunita Jimmy Posangi Jootje M.L Umboh Junita Maja P.S Junita Maja Pertiwi Kamae, Sitti Ramlia Kawatu, Paul A.T Kumayas, Putri Elshadai Labagow, Elisa Lantang, Christina Lapian, Albertus Theo Laura Wulandary Kaeng Lengkong, Erlika Lihu, Tutin R. M.L, Jootje Maddusa, Sri Seprianto Maja Pertiwi, Junita Mamahit, Juliet Merry Eva Mambo, Christi Diana Manabung, Apriliani R. Maranatha, Armando Vengo Subito Lewi Marthen Theogives Lasut, Marthen Theogives Melke J. Tumboimbela Mieke A. H. N. Kembuan Mieke A.H.N Kembuan Momole, Ansye Grace Nancy Mutiara Toreh Nike Gledis Monintja Oddi R Pinontoan Odi Pinontoan Odi Roni Pinontoan Paendong, Winner Hiskia George Paul A.T. Kawatu Pertiwi, Junita M. Pertiwi, Junita Maja Purbawijaya, Poek Denny Rahayu H. Akili, Rahayu H. Ratumbanua, Fralen Julio Rianna J Sumampouw Ricky C. Sondakh Rizal Tumewah Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Sengkey, Aprilia Sengkey, Omega Prisilia Soeratinoyo, Dewi K. Sugiarto, Natanael E. Sumigar, Cindy Keren Suoth, Lery F. Tangkudung, Gilbert Tewuh, Syeri Oktaviani Theresia Runtuwene Togelang, Mega Rossita Umboh, Jootje Marthen Luther Umboh, Jotje M.L Vriska V. Rambing Walewangko, Sarah Alni Wariki, Windy M. V. Wello, Novita L. L. Wiradarma, Elbert Woodford B. S. Joseph Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wowor, Ribka Yantu, Sintia Salmawati Yonathan Andrian Yulianty Sanggelorang