Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Perilaku Masyarakat Tentang Pencegahan Covid – 19 di Desa Tumaluntung Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan Christoffel M. Memah; Finny Warouw; Odi Pinontoan
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merupakan hasil dari pada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkunganya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan. Banyak hal yang terjadi yang membawa perubahan sikap dan perilaku bagi masyarakat di tengah situasi darurat Covid-19 ini.. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana perilaku masyarakat terhadap tindakan pencegahan Corona Virus Disease 19 (Covid-19) DI Desa Tumaluntung Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini menggunaan penelitian Deskriptif. Dalam penelitian ini alat ukur yang digunakan adalah kuesioner tentang Perilaku Pencegahan Covid-19. Hasil menunjukkan sebagian besar masyarakat Desa Tumaluntung Kecamatan Tareran memiliki pengetahuan yang baik (92,9%), memiliki sikap yang baik terhadap pencegahan covid – 19 (92,9%) dan memiliki Tindakan yang cukup (82,1%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu masyarakat Desa Tumaluntung memiliki pengetahuan dan sikap yang baik mengenai pencegahan Covid-19 namun masyarakat Desa Tumaluntung memiliki tindakan yang cukup terhadap pencegahan Covid-19. Saran yang dapat diberikan yaitu untuk pemerintah diharapkan dapat lebih memperhatikan masyarakat dalam situasi ini dalam hal menaikkan derajat kesehatan masyarakat lewat setiap tindakan yang dilakukan pemerintah, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memahami dan mengerti pelayanan kesehatan untuk menaikkan derajat kesehatan masyarakat.  Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Siswa Sekolah Dasar ABSTRACTBehavior is the result of all kinds of experiences and human interactions with their environment which are manifested in the form of knowledge, attitudes and actions. Many things have happened that have brought about changes in attitudes and behavior for the community in the midst of this Covid-19 emergency situation. The purpose of this research is to find out how the community behaves towards the prevention of Corona Virus Disease 19 (Covid-19) in Tumaluntung Village, Tareran District, South Minahasa Regency. This research uses descriptive research. In this study, the measuring instrument used was a questionnaire on Covid-19 Prevention Behavior. The results show that most of the people in Tumaluntung Village, Tareran District, have good knowledge (92.9%), have a good attitude towards preventing COVID-19 (92.9%) and have sufficient action (82.1%). The conclusion of this research is that the people of Tumaluntung Village have good knowledge and attitudes regarding the prevention of Covid-19, but the people of Tumaluntung Village have sufficient measures to prevent Covid-19. Suggestions that can be given are that the government is expected to pay more attention to the community in this situation in terms of increasing the degree of public health through every action taken by the government, so that people can easily understand and understand health services to raise public health degrees. Keywords : Knowledge, Attitude, Clean and healthy living behavior , Elementary school students
Literature Review: Gambaran Risiko Kesehatan pada Masyarakat akibat Paparan Gas Karbon Monoksida (CO) Vriska V. Rambing; Jootje M.L Umboh; Finny Warouw
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karbon Monoksida merupakan pembunuh tersembunyi (the silent killer) yang tidak berwarna dan tidak berbau, namun bersifat racun juga yang merupakan polutan utama dari emisi kendaran bermotor yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Adapun dilakukan penelitian ini yaitu bertujuan untuk mengetahui risiko kesehatan yang terjadi akibat paparan gas karbon monoksida pada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literatur atau literatur review. Sumber pustaka yang dilakukan dalam Menyusun studi literatur ini melalui database website Google Scholar. Hasil berdasarkan review dari 10 jurnal yaitu paparan akibat gas karbon monoksida (CO) dapat ditandai dengan adanya gejala atau tanda-tanda ringan, seperti pusing, sakit kepala dan mual, nyeri dada, sesak nafas. Keadaan lebih berat yang dirasakan seperti menurunnya kemampuan gerak pada tubuh manusia, gangguan system kardiovaskuler, serangan jantung sampai pada kematian. Sehingga menjadi saran bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan juga dengan menggunakan alat pelindung diri berupa masker selain dapat mengurangi paparan gas karbon monoksida juga dapat mencegah penularan Covid-19. Kata Kunci: Karbon Monoksida, Risiko Kesehatan, Keluhan Kesehatan. ABSTRACTCarbon Monoxide is the silent killer which is colorless and odorless, but it is also toxic which is the main pollutant of motor vehicle emissions that have a negative impact on human health. The purpose of this research is to determine the health risks that occur due to exposure to carbon monoxide gas in the community. The method used in this paper is a literature study or literature review. The literature sources used in compiling this literature study were through the Google Scholar website database. The results are based on a review of 10 journals, namely exposure to carbon monoxide (CO) gas can be characterized by mild symptoms or signs, such as dizziness, headache and nausea, chest pain, shortness of breath. More severe conditions are felt such as decreased ability to move the human body, cardiovascular system disorders, heart attacks to death. So that it is a suggestion for the government and the community to preserve the environment by using personal protective equipment in the form of masks, apart from reducing exposure to carbon monoxide gas, it can also prevent the transmission of Covid-19. Keywords: Carbon Monoxide, Health Risk, Health Complaint
Gambaran Penggunaan Telepon Seluler sebagai Faktor Risiko Nyeri Kepala Primer pada Siswa SMA Negeri 1 Langowan Lantang, Christina; Warouw, Finny; Pertiwi, Junita M.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.58524

Abstract

Abstract: In this modern era, the use of cell phones has grown significantly. The duration of screen time can be a trigger or aggravating factor for headache sufferers. This study aimed to determine the description of cell phone use as a risk factor for primary headache in high school students. This was a descriptive and quantitative study with a cross-sectional design. Samples were of students of SMA Negeri 1 Langowan obtained by using simple random sampling method. Questionnaires were distributed through google form link during September 2023 with 288 students as respondents, consisting of 108 men and 180 women. The results showed that 282 students experienced headaches. Based on precipitating factors, 63.5% of respondents experienced headaches caused by cell phones. The most frequent neck position was 30 degrees with a percentage of 39% in the total number of men and women. The most reported length of use was 5-7 hours (58.5%). The most frequently used application was social media (80.9%). In conclusion, cell phone use is a risk factor for primary headache pain with a head position of 30 degrees, duration of use of 5-7 hours, and social media is reported to be the most frequently used application. Keywords: cell phone; primary headache; high school student    Abstrak: Di era modern penggunaan telepon seluler telah sangat berkembang. Durasi menatap layar dapat menjadi pemicu atau faktor yang memperburuk bagi penderita nyeri kepala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan telepon seluler sebagai faktor risiko nyeri kepala primer pada siswa SMA Negeri 1 Langowan. Jenis penelitian ialah deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling yang dilakukan dengan membagikan kuesioner melalui link google form selama bulan September 2023 dengan jumlah responden 288 siswa. Hasil penelitian mendapatkan dari 288 responden yang terdiri atas 108 laki-laki dan 180 perempuan, sebanyak 282 mengalami nyeri kepala. Berdasarkan faktor pencetus, sebanyak 63.5% responden mengalami nyeri kepala diakibatkan oleh telepon seluler. Posisi leher paling sering yaitu 30 derajat dengan persentase 39% pada total keseluruhan laki-laki dan perempuan. Lama penggunaan yang paling banyak dilaporkan yaitu 5-7 jam (58,5%). Aplikasi yang paling sering digunakan yaitu media sosial (80,9%). Simpulan penelitian ini ialah penggunaan telepon seluler sebagai faktor risiko nyeri kepala primer yaitu dengan posisi kepala 30 derajat, lama penggunaan 5-7 jam, serta media sosial dilaporkan menjadi aplikasi yang paling sering digunakan. Kata kunci: telepon seluler; nyeri kepala primer; siswa SMA
Korelasi antara Kecemasan dan Depresi dengan Kualitas Hidup pada Pasien dengan Penyakit Parkinson Sugiarto, Natanael E.; Pertiwi, Junita M.; Warouw, Finny
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.59448

Abstract

Abstract: Parkinson's disease (PD) is a neurodegenerative disorder significantly impacting health-related quality of life (HRQoL). Psychological disturbances such as anxiety and depression are common in Parkinson's disease patients, affecting their dependence on care, occupational disruptions, and social functions. This literature review study examines the correlation between anxiety, depression, and HRQoL in Parkinson's disease patients. Analysis was conducted through literature search from various sources with predetermined inclusion and exclusion criteria. The study reveals a negative correlation between anxiety and depression and HRQoL in Parkinson's disease patients. These symptoms have a greater impact on HRQoL than motor symptoms. In conclusion, anxiety and depression play a crucial role in decreasing the quality of life of patients with Parkinson's disease. Effective management of these conditions is important to improve HRQoL in the patients. Keywords: Parkinson's disease; anxiety; depression; quality of life   Abstrak: Penyakit Parkinson (PP) merupakan gangguan neurodegeneratif yang berdampak bermakna pada kualitas hidup terkait kesehatan (HRQoL). Gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi sering terjadi pada pasien dengan penyakit Parkinson, yang memengaruhi ketergantungan dalam perawatan, gangguan pekerjaan, dan fungsi sosial. Penelitian ini merupakan telaah pustaka yang mengkaji korelasi antara kecemasan dan depresi dengan kualitas hidup pada pasien dengan penyakit Parkinson. Analisis dilakukan melalui pencarian literatur dari berbagai sumber dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kecemasan dan depresi berkorelasi negatif dengan kualitas hidup pada pasien dengan penyakit Parkinson. Gejala-gejala ini memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kualitas hidup dibandingkan dengan gejala motorik. Simpulan penelitian ini ialah kecemasan dan depresi berperan penting dalam menurunkan kualitas hidup pasien dengan penyakit Parkinson. Pengelolaan yang efektif terhadap kedua kondisi ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup pada pasien dengan penyakit Parkinson. Kata kunci: penyakit Parkinson; kecemasan; depresi; kualitas hidup
Kadar Pestisida Orgonofosfat Dalam Tumbuhan Kangkung (Ipomoea aquatica) Di Lahan Pertanian Chesya P.R. Salindeho; Odi Roni Pinontoan; Finny Warouw
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.1.2020.27246

Abstract

Background: Pesticide is a chemical substance used to kill pests, in the form of plants, insects, and animals in our circled animal that has a health impact for humans either directly exposed or consuming food in the form of vegetables-vegetables. So in the regulation of the Minister of Agriculture number 07/Permentan/SR. 140/2/2007 concerning the requirements and procedures for the Registration of Pesticides, pesticides are chemicals or other substances and bodies renic and viruses. This research aims to know how much residual pesticide levels of orgonophosphate in plants in the agricultural land Mahena subdistrict Tahuna. Method: Research method, this research is a quantitative research laboratory based. The research was conducted in September 2019 until October 2019. Sampling in this research is taken from 4 locations with a total of 4 sanpel in the farm land Mahena subdistrict Tahuna. Result: The results of this study using the maximum residue limit (BMR) with the type of pesticide insecticide active ingredient Dimacide 400 EC showed that the average value of laboratory test Results Location 1 (0.63014), location 2 (0.1464), location 3 (0.28339), location 4 (0.0137) can still be tolerated with a maximum residue limit. The results of this research are based on laboratory test faculty of MIPA UNSRAT. Conclusion: The results of this research can be concluded that to 4 samples of the level of pesticides orgonophosphate still meet the requirements of the maximum residue type of vegetables Kangkung in Menkes No 39 Tahuna 2015 because less than 1 ppm.
Perilaku Pencegahan dan Kepadatan Hunian dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Laura Wulandary Kaeng; Finny Warouw; Oksfriani Jufri Sumampouw
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.3.2020.28834

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular berbasis lingkungan. Faktor risiko DBD yaitu faktor lingkungan (perubahan kondisi lingkungan, kepadatan hunian), faktor penjamu seperti tingkat kesadaran dan perilaku masyarakat yang masih kurang dan faktor agen penyebab dan vektor DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku pencegahan dan kepadatan hunian dengan kejadian DBD di wilayah kerja puskesmas Tompaso.  Metode: Penelitian ini merupakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional study.  Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tompaso Kabupaten Minahasa pada September 2019 – Maret 2020. Sampel dalam penelitian dihitung dengan menggunakan rumus Lemeshow dan diperoleh sebanyak 96 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Instrumen pengambilan sampel menggunakan kuesioner. Variabel dalam penelitian ini yaitu perilaku pencegahan, kepadatan hunian dan kejadian DBD. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan menggunakan uji Khi Kuadrat. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa perilaku pencegahan dengan kejadian DBD diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p< 0,05) yang berarti terdapat hubungan antara perilaku pencegahan dengan kejadian DBD. Selanjutnya, kepadatan hunian dengan kejadian DBD  nilai p sebesar 0,031 (p< 0,05) yang berarti terdapat hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian DBD.  Kesimpulan: Terdapat hubungan antara antara perilaku pencegahan dan kepadatan hunian dengan kejadian DBD di wilayah kerja puskesmas Tompaso.
Keadaan Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Nike Gledis Monintja; Finny Warouw; Odi Roni Pinontoan
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.3.2020.28991

Abstract

Tuberculosis paru, penderita yang dinyatakan positif oleh puskesmas atau penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang menular lewat udara dan perkembangbiakan bakteri mycobacterium tuberculosis bisa disebabkan oleh keadaan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara keadaan fisik rumah dengan kejadian tuberkuosis paru di wilayah kerja puskesmas Bailang, kecamatan Bunaken. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkuosis paru yang positif di wilayah kerja Puskesmas Bailang kecamatan Bunaken dengan sampel sebanyak 31 responden.Penelitian dilaksanakan di di wilayah kerja puskesmas Bailang kecamatan bunaken, pada bulan oktober tahun 2019 sampai febuari tahun 2020. Menggunakan instrument penelitian yaitu kuesioner dan alat laboratorium kesehatan Luxmeter untuk mengukur pencahayaan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan Chi-square CI = 95% dan α = 0,05. Hasil yang di peroleh untuk pencahayaan alami yaitu ada hubungan antara pencahayaan alami dengan tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas bailaing dengan hasil analisa bivariat yang menunjukan bahw anilai p = 0,000 (p<0,05) nilai Odds Ratio (OR) = 4,808dan 95% CI = 0,832-27,798 . Hasil yang di peroleh untuk Ventilasi yaitu ada hubungan antara luas ventilasi dengan tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Bailaing dengan hasil analisa bivariat yang menunjukan bahwa nilai p = 0,001 (p<0,05) nilai Odds Ratio (OR) = 3,354 dan 95% CI = 1,037-10,853. Adanya hubungan antara pencahayaan alami dengan luas ventilasi dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas bailang. Kesimpualan adanya hubungan antara pencahayaan alami dan luas ventilasi dengan kejadiaan tuberculosis paru di wilayah kerja Puskesmas Bailang. Saran agar supaya penderita lebih memperhatikan keadaan fisik rumah agar tidak terjadi perkembangbiakan mycobacterium tuberculosis dan dan dapat menular ke orang lain.
Prediksi Gangguan Kognitif Ringan Menggunakan Pencitraan Resonansi Magnetik dan Deep Learning: Sebuah Studi Meta-Analisis Setiawan, Budi; Wariki, Windy Mariane Virenia; Warouw, Finny; Momole, Ansye Grace Nancy; Tumewah, Rizal; Pertiwi, Junita Maja
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 31 No 2 (2025): MARCH
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v31i2.3463

Abstract

Introduction: Mild Cognitive Impairment (MCI) is a condition characterized by cognitive decline that does not interfere with daily activities but increases the risk of progressing to Alzheimer's Dementia (AD). Early detection of MCI progression to AD is crucial for early intervention. Purpose: The purpose of this meta-analysis to evaluate the performance of Convolutional Neural Networks (CNNs), an artificial intelligence used to analyze complex data such as images, in predicting the conversion of MCI to AD using MRI data. Methods: A meta-analysis was conducted following PRISMA guidelines, utilizing articles from PubMed and Wiley Online Library. Inclusion criteria focused on studies that used CNN in conjunction with MRI to diagnose MCI. A total of 39 articles with 40 comparative studies were analyzed. Results: The CNN showed an average accuracy of 0.7910 (p < 0.0001), sensitivity of 0.7698, specificity of 0.8467, and an Area Under the Curve (AUC) of 0.8063. High heterogeneity (I² = 90.90%) indicated significant variation across studies. Sub meta-analysis revealed consistent performance despite the heterogeneity. Conclusion: CNN is potentially useful for predicting the progression of MCI to AD. Further research is needed to address heterogeneity, improve algorithms, expand datasets, and include more diverse populations.
Effectiveness of medium-chain triglyceride diet and low glycemic index therapy in drug-resistant childhood epilepsy: a systematic review, meta-analysis, and meta-regression Wiradarma, Elbert; Khosama, Herlyani; Warouw, Finny; Wariki, Windy M. V.; Jehosua, Seilly Yunita; Pertiwi, Junita Maja
Universa Medicina Vol. 44 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2025.v44.245-256

Abstract

Background Drug-resistant epilepsy (DRE) challenges clinical management, with many patients failing to find relief. Medium-chain triglyceride diet (MCTD) and low glycemic index therapy (LGIT) are emerging variants of the ketogenic diet. MCTD and LGIT show promise but lack clear efficacy data. The purpose of this systematic review was to evaluate and compare the efficacy of MCTD and LGIT in the management of pediatric patients with DRE. Methods Four databases were searched (PubMed, Embase, Scopus, and Cochrane Library) from November 2024 to February 2025. Two independent reviewers meticulously screened titles, abstracts, and full texts, ensuring adherence to predefined criteria.  Data extraction encompassed study characteristics, participant demographics, intervention details, and outcomes, including seizure frequency, percentage reduction, and adverse events. Statistical analyses were performed using R 4.2.2 software, assessing heterogeneity with Cochrane Q and I² and utilizing random-effects and common-effects models. Results From 1489 articles found, 487 duplicates were removed, 897 were excluded based on title and abstract screening, and of the 47 full-text articles assessed for eligibility, 31 articles were excluded, resulting in 16 articles (9 MCTD and 7 LGIT) included in this review. The pooled estimates for the proportion of children achieving seizure freedom, ≥90% seizure reduction, and ≥50% seizure reduction following the intervention were comparable between the MCTD and LGIT groups. Based on the random-effects model, the overall success proportion of MCTD in reducing seizure frequency was 0.20 [95 % Confidence Interval (CI), 0.14-0.27] (p<0.01). Meanwhile, in the LGIT group, the overall success proportion was 0.27 [95% CI,0.14- 0.45] (p<0.01). Conclusion Both MCTD and LGIT demonstrate comparable efficacy, and no definitive conclusion can be drawn regarding the superiority of one diet over the other.
Korelasi antara Tingkat Distres dengan Early-Onset Dementia pada Narapidana LPP Kelas IIB Manado Pua, Yohanes A.; Pertiwi, Junita M.; Warouw, Finny
e-CliniC Vol. 14 No. 2 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i2.65855

Abstract

Abstract: Female inmates in correctional institutions are vulnerable to psychological distress, including depression, anxiety, and stress. High levels of distress are associated with an increased incidence of early-onset dementia (EOD), which refers to dementia occurring before the age of 65. This study aimed to determine the correlation between distress levels and EOD among female inmates. This was an analytical observational study with a cross-sectional design, conducted at the Manado Class IIB Women’s Correctional Institution from August to November 2025. Sampling was carried out using the stratified random sampling technique, with DASS-21 and MoCA-Ina questionnaires as research instruments. The results obtained a total of 59 female inmates participated in this study. Most inmates had normal distress levels, including normal depression (59,3%), anxiety (49,2%), and stress (59,3%). Based on EOD assessment, the majority (62.7%) showed cognitive impairment. The Spearman’s correlation test indicated a significant relationship between distress levels and early-onset dementia (p=0.000). In conclusion, there is a significant correlation between distress levels and early-onset dementia among female inmates at the Manado Class IIB Women’s Correctional Institution. Keywords: distress levels; early-onset dementia   Abstrak: Narapidana perempuan di lembaga pemasyarakatan rentan mengalami distres, seperti depresi, kecemasan, maupun stres. Tingginya tingkat distres berdampak pada angka kejadian early-onset dementia (EOD), yang merujuk pada demensia di rentang usia <65 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara tingkat distres dengan EOD pada narapidana LPP Kelas IIB Manado. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilakukan di LPP Kelas IIB Manado selama bulan Agustus-November 2025, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner DASS-21 dan MoCA-Ina. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 59 narapidana perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas narapidana perempuan berada pada tingkat distres normal, dengan sebaran tingkat depresi normal (59,3%), tingkat kecemasan normal (49,2%), dan tingkat stres normal (59,3%). Berdasarkan penilaian EOD, mayoritas narapidana perempuan mengalami gangguan kognitif (62,7%). Hasil uji korelasi Spearman mendapatkan nilai signifikansi p<0,01 (p=0,000) yang menunjukkan terdapat korelasi bermakna antara tingkat distres dengan EOD. Simpulan penelitian ini ialah terdapat korelasi bermakna antara tingkat distres dengan early-onset dementia pada narapidana LPP Kelas IIB Manado. Kata kunci: tingkat distres; early-onset dementia
Co-Authors Adinata, Daniel N. Akili, Rahayu H, Andika Surya Atmadja Anes, Brenda Militsia Christi Rosalina Angelina Stevany Regina Masengi Anthonius Kurniadi Assa, Winly Yuliana Billy Kepel Birang, Meirani F. Budi Ratag, Budi Budi Setiawan Chesya P.R. Salindeho Christoffel M. Memah Corry N. Mahama Daniel Febrian Sengkey Deeng, Gracia V. Y. Desy . Doda, Diana V.D. Edward Nangoy, Edward Frans Wantania Gampu, Agrisia Garusu, Ratna Santika Harvani Boky, Harvani Herlyani Khosama Hugo Dwiputra Inneke F. M Rumengan Jehosua, Seilly Yunita Jimmy Posangi Jootje M.L Umboh Junita Maja P.S Junita Maja Pertiwi Kamae, Sitti Ramlia Kawatu, Paul A.T Kumayas, Putri Elshadai Labagow, Elisa Lantang, Christina Laura Wulandary Kaeng Lengkong, Erlika Lihu, Tutin R. M.L, Jootje Maddusa, Sri Seprianto Mamahit, Juliet Merry Eva Mambo, Christi D. Mambo, Christi Diana Manabung, Apriliani R. Marthen Theogives Lasut, Marthen Theogives Melke J. Tumboimbela Mieke A. H. N. Kembuan Mieke A.H.N Kembuan Momole, Ansye Grace Nancy Mutiara Toreh Nike Gledis Monintja Oddi R Pinontoan Odi Pinontoan Odi Roni Pinontoan Paendong, Winner Hiskia George Paul A.T. Kawatu Pertiwi, Junita M. Pertiwi, Junita Maja Pua, Yohanes A. Rahayu H. Akili, Rahayu H. Ratumbanua, Fralen Julio Rianna J Sumampouw Ribka L. Wowor, Ribka L. Ricky C. Sondakh Rizal Tumewah Robert A. Bara Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Sengkey, Aprilia Sengkey, Omega Prisilia Silalahi, Elsa D. Soeratinoyo, Dewi K. Sugiarto, Natanael E. Sumigar, Cindy Keren Suoth, Lery F. Tewuh, Syeri Oktaviani Togelang, Mega Rossita Umboh, Jootje Marthen Luther Umboh, Jotje M.L Vriska V. Rambing Walewangko, Sarah Alni Wariki, Windy M. V. Wello, Novita L. L. Wiradarma, Elbert Woodford B. S. Joseph Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Yantu, Sintia Salmawati Yonathan Andrian Yulianty Sanggelorang