Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : jurnal syntax admiration

Analisis Sifat Mekanik Beton Geopolymer Berbahan Dasar Fly Ash PLTU Pangkalan Susu Muhammad Fakhru Rozi; Johannes Tarigan; Ahmad Perwira
Jurnal Syntax Admiration Vol. 1 No. 5 (2020): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v1i5.82

Abstract

Dalam proses produksi semen portland terjadi pelepasan karbon dioksida (CO2) yang merupakan kontributor utama pada emisi gas rumah kaca, produksi satu ton portland mengakibatkan terjadinya pelepasan karbon dioksida sebesar satu ton di atmosfir. Untuk mengatasi efek buruk yang merusak lingkungan ini, maka diperlukan material lainnya sebagai pengganti semen portland untuk digunakan pada campuran beton sehingga didapatkan beton yang ramah lingkungan. Beton geopolymer merupakan salah satu solusi yang baik. Beton geopolymer adalah campuran beton yang menggunakan fly ash sisa pembakaran batubara sebagai pengganti semen sebagai bahan pengikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dan sifat mekanik beton geopolymer berbahan dasar fly ash PLTU Pangkalan Susu dengan larutan alkalin 8M dan perbandingan agregat dan binder adalah 70%:30% . Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah fly ash PLTU Pangkalan Susu merupakan fly ash kelas C yang mengandung 34,81% SiO2, 25,39% CaO, 14,92% Al2O3, 16,49% Fe2O3 dan 4,92% MgO dengan total senyawa SiO2, Al2O3, dan Fe2O3 adalah 66,22%. Fly ash kelas C termasuk fly ash yang dapat digunakan sebagai campuran beton geopolymer menurut ASTM-C618.Kuat tekan beton geopolymer 28 hari yang dihasilkan adalah 28,5 MPa dan kuat tarik 28 hari adalah 6,83 MPa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beton geopolymer ini dapat digunakan dalam aplikasi konstruksi di lapangan dan penggunaan fly ash PLTU Pangkalan Susu sebagai pengganti semen dapat mengurangi penggunaan semen yang menyebabkan pencemaran lingkungan dan mengurangi limbah hasil industri.
Penggunaan Crum Rubber pada Pembuatan Paving Blok Tengku Muhammad Fahri; Johannes Tarigan
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v2i3.192

Abstract

Paving block merupakan salah satu elemen yang sering ditemukan dalam struktur bangunan, karena paving block mudah untuk dicetak dan dirawat. Paving Block yang dicampur dengan crumb rubber mempunyai berat yang ringan sehingga tidak terlalu membebani struktur pada konstruksi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan paving block di laboratorium yang dicampur crumb rubber dengan kandungan 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% dari volume pasir. Ada 2 jenis paving block yang diuji yaitu berbentuk balok dan berbentuk heksagon. Hasil penelitian menunjukan bahwa tren yang sama seperti yang ditunjukan oleh penelitian sebelumnya. Semakin banyak kandungan crumb rubber pada paving block akan menurunkan kuat tekan paving block dari 20,34 Mpa pada kandungan 0%  hingga 11,31 Mpa pada kandungan 25%. Di lain pihak, kuat kejut paving block akan meningkat seiring dengan penambahan crumb rubber dari 2 pukulan pada kandungan 0% hingga 21 Pukulan pada kandungan 25%. Dari kedua bentuk paving block, paving block bentuk balok memiliki performasi yang lebih baik. Paving Block bentuk balok yang dihasilkan dalam studi ini termaksud paving block mutu B sesuai dengan SNI 03-0691-1996 yang dapat digunakan untuk pelataran parkir.
Pengaruh Variasi Molar pada Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbahan Dasar Fly Ash Pltu Pangkalan Susu Abdul Jalil Bangun; Johannes Tarigan; Ahmad Perwira
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v2i4.218

Abstract

Pada umumnya dalam dunia konstruksi untuk membuat suatu campuran beton digunakan material seperti semen, pasir, kerikil dan air. Akan tetapi, pada saat proses produksi semen terjadi pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara yang besarnya sebanding dengan jumlah semen yang diproduksi yang dapat merusak lingkungan hidup kita diantaranya pemanasan global dan efek rumah kaca. Maka diperlukan bahan alternatif lain yang bisa menggantikan semen dalam campuran beton untuk mendapatkan beton yang ramah lingkungan. Dalam penelitian ini digunakan limbah dari PLTU yang berupa fly ash untuk digunakan menjadi sebuah geopolymer yang berfungsi sebagai pengganti semen pada campuran beton. Fly ash yang digunakan berasal dari PLTU Pangkalan Susu untuk dicampurkan kedalam campuran mortar dengan benda uji berbentuk kubus mortar ukuran 5cm x 5cm x 5cm dengan perawatan benda uji dengan cara di plastic covering dan suhu ruangan dengan umur 3, 7, 14 dan 28 hari. Variasi alkali aktivator yang digunakan adalah 6M, 8M dan 10M dengan perbandingan NaSiO3 : NaOH adalah 1 : 1,5 dan Fly Ash : Larutan Alkali adalah 70%:30% pada setiap variasi molaritas alkali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan optimum yang dihasilkan oleh  mortar geopolymer pada variasi molar dan perawatan tersebut dengan eksperimen langsung di Laboratorium. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh nilai kuat tekan optimum mortar geopolymer terdapat pada campuran dengan activator molaritas 10M dengan perawatan suhu ruangan yaitu 32,9 Mpa pada umur 28 hari yang berarti curing dengan plastic covering tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai kuat tekan beton.
Kuat Tekan dan Tarik Beton Mutu Tinggi dengan Menggunakan PP Fibre dan Abu Vulkanik Gunung Sinabung Abdul Khalik Nasution; Johannes Tarigan; Ahmad Perwira Mulia
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 10 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v2i10.318

Abstract

Salah satu bahan konstruksi yang banyak digunakan adalah beton. Teknologi campuran bahan pada beton terus berkembang, salah satunya perkembangan Beton Mutu Tinggi (High Strength Concrete/HSC). Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan campuran beton mutu tinggi dengan memanfaatkan abu vulkanik gunung Sinabung sebagai salah satu bahan campuran. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Campuran beton pada penelitian ini menggunakan komposisi campuran bahan dari semen, silica fume, pasir silika, pasir, abu vulkanik gunung Sinabung, super plasticizer, air dan PP fiber (Polypropylene Fibres) dengan faktor air semen (w/c) = 0,2 dan w/b = 0,2. Variasi campuran dibuat sebanyak 4 macam dengan menggunakan PP fibre, abu vulkanik gunung sinabung dan tanpa menggunakan campuran PP Fibre dan Abu Vulkanik Sinabung. Berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan didapatkan hasil pengujian kuat tekan pada umur 28 hari sebesar 56,9 MPa, 60,72 MPa, 69,21 MPa dan 81,1 MPa. Dari keempat campuran didapatkan hasil bahwasanya campuran D yang merupakan campuran paling baik yang terdiri dari: semen, silica fume, pasir silika, pasir, abu vulkanik gunung Sinabung, super plasticizer, air dan PP fiber (Polypropylene Fibres), sehingga bisa digunakan pada konstruksi yang membutuhkan beton mutu tinggi. Serta penggunaan abu vulkanik gunung Sinabung dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat erupsi gunung Sinabung
Kajian Kapasitas Sambungan Plat Buhul Struktur Portal Pylon Jembatan Gantung Menggunakan Software Idea Statica Surung Sirait; Johannes Tarigan; Ahmad Perwira Mulia
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 12 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v2i12.352

Abstract

Bagian terlemah dari suatu sistem struktur baja terletak pada bagian sambungannya. Sambungan dapat berupa pelat buhul maupun pelat penyambung. Oleh sebab itu sambungan harus dirancang lebih kuat dan daktail dari komponen struktur yang merangka pada sambungan tersebut, seperti ditetapkan dan dijelaskan pada berbagai standar atau peraturan.  Jembatan JUDESA  merupakan solusi teknologi terkait jembatan untuk membuka aksesibilitas masyarakat desa melalui penyediaan infrastruktur jembatan sederhana yang mudah dibangun, efektif, dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kapasitas dan klassifikasi sambungan struktur pylon jembatan gantung JUDESA pada Jembatan Pisang Binaya khususnya sambungan antar segmen kolom pylon berdasarkan kekuatan dan kekakuan sambungan akibat gaya-gaya dalam yang terjadi setelah penambahan kombinasi beban gempa sesuai dengan peraturan/code gempa yang terbaru SNI 1726-2019. Penelitian ini dilakukan dengan  kajian secara numerik menggunakan analisis elemen hingga (finite element) dengan memodelkan jembatan secara utuh (jembatan gantung) dengan menggunakan software SAP 2000 Versi 14.2.2 dengan beban layan operasional dan juga beban gempa. Proses analisa pada sambungan dilakukan dengan bantuan software IDEA StatiCa. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa profil, plat penyambung dan juga  baut pada jembatan JUDESA  masih jauh dari kemampuan maksimum dari semua komponen penyambung (baut, pelat, dan profil). Hasil finite element menunjukkan bahwa tegangan yang terjadi sebesar 37,7 mPa, ini menunjukkan bahwa tegangan yang terjadi hanya sekitar 15 % dari kemampuan bahan penyambung baik pelat penyambung maupun profil yang disambung. Gaya tarik yang terjadi pada baut maksimum sebesar 0,2 kN, dan geser maksimum yang terjadi pada baut sebesar 1,1 kN ini menunjukkan bahwa gaya tarik dan geser  yang terjadi pada baut hanya sekitar 0,1 % dari kemampuan bahan baut.
Validasi penggunaan Panel Half Slab Precast pada Perencanaan Ruko di Sumatera Utara Nirma Rahmadia; Johannes Tarigan
Jurnal Syntax Admiration Vol. 3 No. 9 (2022): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v3i9.476

Abstract

Salah satu inovasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan kontruksi masa kini adalah penggunaan sistem beton precast diantaranya adalah pelat lantai precast. Penggunaan pelat lantai pracetak yang cukup sering digunakan adalah half slab precast. Pada penelitian ini, akan dilakukan simulasi pemodelan produk pelat lantai dan pelat atap menggunakan sistem half slab precast dengan penulangan one way slab pada fungsi ruko sebagai rumah tinggal dan perkantoran difokuskan untuk wilayah Sumatera Utara dengan 6 jenis tipe pelat, yaitu HS-1, HS-2, HS-3, HS-5 dan HS-6. Dengan simulasi pemodelan ini diharapkan tercipta produk half slab precast generasi Sumatera Utara yang dapat dipasarkan dan memenuhi kebutuhan konstruksi di wilayah Sumatera. Hasil dari penelitian ini yaitu tebal pelat rencana yang mengacu pada nilai minimum diperoleh dari kondisi pelat pada setiap kemungkinan kondisi tumpuan yaitu sebesar 16 cm. Momen terbesar terjadi pada pelat lantai tipe HS-3 dengan nilai momen 1388,45 kgm yang terletak pada tumpuan arah x. HS-3 memiliki dimensi total 650 mm x 300 mm, dengan dimensi half slab perparsial 124 mm x 290 mm. Besarnya lendutan yang terjadi pada pelat lantai dan pelat atap berdasarkan hasil analisis menggunakan software ETABS, memperlihatkan nilai lendutan sebesar 11,633 mm pelat lantai ruko yang difungsikan sebagai rumah tinggal, dan 15,131 mm pada pelat lantai ruko yang difungsikan sebagai perkantoran, serta 15,424 mm pada pelat atap, menunjukkan bahwa tipe baik pelat lantai ataupun pelt atap memenuhi persyaratan lendutan maksimum, sehingga dapat meminimalisir defleksi atau deformasi yang dapat berpengaruh negatif pada kekuatan atau kemampuan layan suatu struktur.
Analisis Ketahanan Struktur Atas Rumah Instan Sederhana Sehat dengan Perhitungan Beban Gempa di Upgrade 3 (Tiga) Lantai Hernawati Christiani Silalahi; Johannes Tarigan
Jurnal Syntax Admiration Vol. 3 No. 11 (2022): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v3i11.505

Abstract

Rumah Instan Sedehana Sehat (RISHA) merupakan teknologi konstruksi bangunan rumah tinggal dengan komponen modular pracetak dengan system bongkar pasang /Knock down. Berdasarkan sertifikat pengujian ketahanan struktur, RISHA memiliki ketahanan struktur terhadap beban gempa hingga zonasi enam dengan acuan SNI 03-1726-2002. Hal ini memungkinkan untuk memperbaharui analisis dengan SNI terbaru dan diaplikasikan pada bangunan gedung 3 lantai. Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi massa dan waktu getar alami struktur berdasarkan ETABS dan perhitungan manual, menganalisis ketahanan struktur atas, mengkonversi dimensi kolom dari profil panel RISHA ke ETABS, menganalisis kekuatan struktur kolom dan balok serta kekuatan sambungan yang digunakan.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian dimulai dengan melakukan studi literatur terkait, selanjutnya diikuti dengan membuat pemodelan struktur pada ETABS. Dari hasil analisa partisipassi massa sesuai SNI 1726;2019 masih memenuhi persyaratan yaitu diatas 90%. Untuk gaya geser dasar terhadap sumbu X dan Y sebesar 190,39 kN. Ketahanan struktur balok dan kolom mengacu pada SNI 2847 2019 dan SNI 7833;2019. Simpangan antar lantai yang terjadi akibat beban gempa telah memenuhi persyaratan karena nilainya lebih kecil dibandingkan simpangan antar lantai ijin. Ketahanan sambungan struktur antar panel RISHA memiliki kuat tekan ultimit dan gaya geser ultimit lebih kecil dibandingkan kuat tekan perlu dan kuat geser nominal dari panel RISHA. Dengan demikian sambungan memenuhi syarat SNI 1729;2020.
Analisis Destruction Test Tower Sutet dibandingkan dengan Software Ms Tower dan SAP 2000 Eko Bayu Aji; Johannes Tarigan; Emma Patricia Bangun
Jurnal Syntax Admiration Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v4i2.531

Abstract

The transmission line system which is currently growing rapidly in Sumatra, requires a reliable interconnection network to meet the electricity demand for the West Sumatra region. PT. PLN as a provider of electricity businesses in Indonesia conducted planning and destruction tests to design a new model Extra High Voltage Transmission Line (SUTET) tower with specification of 66.6 meters height, slim type tower, 275 kV, lattice BB+15, quadrapole zebra (435/55 mm2) 2 cct. This research aims to study tower collapse behavior caused by working loads, analyze and compare the suitability level of tower deformation and natural frequency among MS Tower, SAP 2000 space truss analysis, SAP 2000 space frame analysis with destruction test results. SAP 2000 space frame deformation analysis shows that the tower is unstable in the Leg section. The analysis of natural frequency and the mode shape in the SAP 2000 space frame analysis is close to the value of the natural frequency destruction test with a deviation of 30%. The tower collapse occurred due to imperfection geometry on the legs section, resulting in a global collapse. Improvements in the form of adding equal angle to the hip bracing were carried out, the result was able to withstand a load case load of 9870 up to 100%. Space frame analysis on SAP 2000 is closer to MS Tower, this can be seen from the deformation and natural frequency values that approach each other from the two analyses.
Modifikasi Struktur Jetty Pelat Beton Pracetak Konvensional menjadi Pelat Beton Pracetak Hollow Core Slab Indra Fischer; Johannes Tarigan; Emma Patricia Bangun
Jurnal Syntax Admiration Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v4i3.555

Abstract

The wharf is where the ships are moored in the harbour. In addition, the pier is also the place where loading and unloading of goods takes place and passengers boarding and falling from and to the ship. The wharf is also the activity location for refueling ships, supplying ships with drinking water, clean water, and arranging channels for dirty/waste water to be further processed at the port. So that optimum planning is needed so that the performance of the building can meet safety and comfort standards This research modifies conventional precast floor slabs into hollow core slab precast slabs with 2 span variations. Dead loads are calculated based on specific gravity, live loads and traffic loads are calculated by "Loading for Bridges" (SNI 1725-2016), crane loads use the Ship to Shore Gantry Cranes Brand Liebherr specifications with a capacity of 50 tons, ship berthing loads and mooring loads ships are calculated based on the Technical standards and commentaries for port and harbor facilities in Japan, OCDI, 2020, while earthquake loads are calculated by "Bridge planning against earthquake loads" (SNI 2833:2016). Steel piles are calculated by "specifications for structural steel buildings" (SNI 1729:2015) and reinforced concrete structures are calculated by “Structural concrete requirements for buildings and explanations” (SNI 2847 2019). Structural analysis for structures is carried out using the help of SAP2000 software. From the research, it was obtained the results of modification of conventional precast floor slabs with hollow core slab precast floor plates with a span of 5.2 meters and a thickness of 350 mm. is an increase in the iron ratio of 38.57% and a decrease in the shear capacity of the punch by 56.57%. For a span of 10.4 meters, a plate with a thickness of 500 mm was used so that the result was an increase in the ratio of iron by 114.60% and a decrease in the shear capacity of the punch by 74.06%.
Analisis dan Desain Kolom, Balok dan Pondasi Precast pada Perencanaan Ruko di Sumatera Utara Philip Amsal Apriano Ginting; Johannes Tarigan
Jurnal Syntax Admiration Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v4i3.566

Abstract

The purpose of this study is to ensure that the building structure is able to withstand the required loads and strengths, as well as meet the applicable technical and safety requirements of the building. With this research, it is expected to create column, beam, and foundation products of North Sumatra generation that can be marketed and meet construction needs in the Sumatra region. The result of this study is in the arrangement of beams by modeling using ETABS, the largest moment is found in the B30 beam span 5.5 meters of type C shophouses, the amount of the moment obtained is worth 153.1883 kNm at the moment of fulcrum and worth 95.0751 kNm at the moment of the field. The deflection that occurs in each shophouse shows that the entire beam span in each type of shophouse meets the maximum deflection requirements, so as to minimize deflection or deformation that can negatively affect the strength or serviceability of a structure. The connection of precast elements using connection products from the Peikko Group is by using the bolted-conncetion concept using anchorbolts and couplers. Conclusion, that the analysis and design of columns, beams, and precast foundations in shophouse planning in North Sumatra can be carried out using analytical and simulation methods using structural software. The results of the analysis show that the design that has been designed is able to withstand the load faced well, and provide stability and security to the structure of the shophouse building.