Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengembangan Modul Ajar Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) bagi Guru-Guru SMPN 1 Sukamulia Lombok Timur: Learning Session on Developing Project-Based Learning Teaching Module for Teachers of SMPN 1 Sukamulia East Lombok Indonesia Soepriyanti, Henny; Waluyo, Untung; Suryaningsih, Hartati; Munandar , La Ode Alfin Haris
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7085

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan modul pembelajaran berbasis proyek di SMPN 1 Sukamulia, Lombok Timur. Pelatihan ini dirancang untuk membekali guru dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan partisipatif. Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, di mana siswa didorong untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran melalui proyek-proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Metode pelatihan yang digunakan meliputi andragogi, demonstrasi, Lesson Study, dan analisis kasus. Pendekatan andragogi memastikan bahwa pelatihan tersebut relevan dan dapat diterapkan oleh guru dewasa yang memiliki pengalaman mengajar. Demonstrasi memberikan contoh konkret penerapan teori ke dalam praktik mengajar. Lesson Study memungkinkan guru untuk berkolaborasi dalam merencanakan, mengamati, dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran. Sementara itu, analisis kasus membantu guru mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapi di kelas. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan guru untuk merancang dan mengimplementasikan modul pembelajaran berbasis proyek, yang berdampak positif pada kualitas pembelajaran di kelas. Guru menjadi lebih percaya diri dan terampil dalam mengembangkan materi pengajaran yang kreatif dan relevan, sehingga menghasilkan siswa yang lebih termotivasi dan terlibat. Oleh karena itu, kegiatan ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Sukamulia yang pada akhirnya meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran yang menarik. Disarankan agar pelatihan serupa dilaksanakan secara berkala dan diperluas ke sekolah-sekolah lain dengan dukungan penuh dari manajemen sekolah dan pemerintah daerah, guna memastikan keberlanjutan, pemerataan manfaat, dan peningkatan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Implementation of Character Education Policies: Pancasila Student Profile Program in Teaching and Learning English at Junior High School 5 Kopang, Lombok, Indonesia Tahir, Rifki Syahmi; Soepriyanti, Henny; Nurtaat, Lalu; Waluyo, Untung
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i3.379

Abstract

This research concerns how Pancasila Student Profile character education policy is implemented in the practice of teaching English at Junior High School 5 Kopang and how the characteristics/figures of character education are integrated and what problems teachers have been facing. The qualitative descriptive approach for this study was achieved by observation, interviews, and questionnaires with the full implementation picture. Some key findings from the study include the elements of the vital Pancasila student profile fitting the British teacher practice-namely, faith and devotion to God, noble character, cooperation, and independence. Therefore, it will definitely make a contribution to implementing curricular studies that incorporate these values, which in turn make sure of the wholistic development in students in relation to Pancasila principles. On the other hand, major challenges singled out to the effective implementation of those attributes for character education include newness of curricula, lack of enough training, and diversity among the students. Teachers are still internalizing the content of the curriculum, for example, at the same time, necessary training is still to be delivered. Moreover, the heterogeneous experiences of students and value learned make it more complicated to implement it. This sucks the success and difficulties right from the professors hence giving a reflection on what works and what does not work in explicit strategies. These results contributed to an increase in character education policy and practice in Indonesian schools so that these types of initiatives could be implemented and maintained more effectively. In the final analysis, these researches will help the researchers form a student with integral personalities with the values of Pancasila that can provide benefits for the society.
Speaking to Inspire: A Rhetorical Analysis of Jim Kwik’s Inspirational Speech Gawi, Abdul; Waluyo, Untung; Fitriana, Eka; Soepriyanti, Henny
Journal of English Education Forum (JEEF) Vol. 5 No. 3 (2025): JUL-SEP 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jeef.v5i3.928

Abstract

This research explores the rhetorical strategies employed by Jim Kwik, a motivational speaker and memory coach, focusing on his YouTube and podcast content. Grounded in classical and digital rhetoric theories, this study investigates how Kwik constructs digital ethos, pathos, and logos through verbal performance, sound cues, and narrative techniques. The article integrates Cicero's classical oratory principles, Aristotle's persuasive appeals, and Eyman's digital rhetoric framework to analyze Kwik's communication methods. Using a qualitative narrative approach and thematic analysis, five podcast episodes from "Kwik Brain" (2022–2024) were analyzed to assess how rhetorical devices engage audiences and promote cognitive empowerment. The study finds that Kwik's multimodal rhetoric is characterized by accessible logic, emotional storytelling, and personal credibility. His hybrid use of motivational and commercial discourse highlights both the transformative potential and ethical ambiguity of digital persuasion. This research offers insights into how digital rhetoric operates in contemporary motivational media and provides a framework for evaluating persuasive communication in informal learning environments.
Pelatihan Pengembangan Pembelajaran Berbasis Pendekatan Discovery Learning dan Inquiry Learning untuk Penguatan Ketrampilan Mengajar Guru SMKN 1 Lingsar, Lombok Barat dalam Melaksanakan Kurikulum 2013 Waluyo, Untung; Wildan, Wildan; Karta, I Wayan; Witono, Hari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v3i1.105

Abstract

Sejalan dengan diberlakukannya Kurikulum tahun 2013 di sekolah di Indonesia, pola pengajaran deduktif (teaching-focused) berubah menjadi pola pengajaran induktif (learning-focused). Tantangan besar yang ditengarai menjadi sandungan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran induktif adalah rendahnya pemahaman dan ketrampilan guru akan model pembelajaran berbasis pendekatan saintifik, seperti discovery dan inquiry learning. Karena kurangnya informasi tentang model pembelajaran induktif, para guru tak terlatih mengembangkan model-model pembelajaran induktif.  Untuk membekali para guru dengan ketrampilan tersebut, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk workshop di SMKN 1 Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.   Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, diantaranya, adalah membekali keterampilan para guru SMKN 1 Lingsar dengan pengatahuan dan ketrampilan dalam merancang, mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran discovery dan inquiry learning baik secara luring maupun daring; mengenalkan aneka model pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan discovery dan inquiry learning di sekolah target; dan mengembangkan model pembelajaran induktif melalui pemanfaatan Learning Platform sebagai alternative pembelajaran dari rumah di masa pandemi. Metode yang digunakan adalah kegiatan pemecahan masalah, demonstrasi, refleksi dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mengungkap beberapa hasil yang positif, diantaranya seperti: (a) dihasilkannya draft model pembelajaran berbasis discovery dan inquiry learning yang dikembangkan oleh para peserta; (b) munculnya respons positif dari para peserta untuk  memperdalam pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam mengembangkan model pembelajaran induktif; dan (c) dari kegiatan curah gagasan dan kegiatan pemecahan masalah terungkap inisiatif untuk membuat rencana tindak lanjut pengembangan model pembelajaran  induktif  melalui pemanfaatan Learning Platform yang berbasis daring (online) dan (d) adanya permintaan dari para guru agar kegiatan serupa dilanjutkan di masa mendatang. Keywords: Kurikulum 2013, Pendekatan Saintifik, Discovery Learning, Inquiry Learning.  
Pendampingan Perancangan Pembelajaran Bahasa Inggris SMK di Masa dan Pasca-Pandemi Covid 19: Integrasi TLC Model dalam Google Classroom Sujana, I Made; Waluyo, Untung; Ariffudin, Ariffudin; Soepriyanti, Henny
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v3i1.106

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam perancangan pembelajaran di masa dan pasca pandemic COVID 19 dengan kegiatan pendampingan dan workshop pengembangan pembelajaran bauran (Blended Learning) menggunakan platform Google Classroom dipadukan dengan model pembelajaran Teaching Learning Cycles (TLC). Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu dengan daring (online) dengan mengembangkan bahan pelatihan melalui Google Classroom dan secara luring dengan tatap muka di sekolah. Khalayak sasaran strategis dari kegiatan ini adalah 15 orang guru Bahasa Inggris SMK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMK Kota Mataram dan 2 mahasiswa PS Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNRAM dan dipandu oleh tim pelakasana kegiatan PKM. Hasil dari kegiatan ini antara lain (1) khalayak sasaran telah mampu mengembangkan akun Google Classroom untuk mata pelajaran yang diampu dan mengembangkan Google Forms untuk kebutuhan tes online; (2) khalayak sasaran telah memiliki penegtahuan tentang teknik pembuatan video dengan menggunakan slideshow dan screen cast o matic, pengembangan game-game pembelajaran Bahasa Inggris, perancangan Bahasa Inggris dengan model Teaching Learning Cycles (TLC), dan cara mengintegrasikan Google Meet dan Google Forms ke dalam Google Classroom.kata kunci : Blended Learning, TLC, Google Classroom, Bahasa Inggris, SMK
Assessing Critical Thinking Skills in Academic Writing: A Study of English Education Students at University of Mataram Pujiana, Nita; Waluyo, Untung; Soepriyanti, Henny
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4105

Abstract

In higher education, critical thinking plays a vital role in shaping students’ analytical and reflective abilities, particularly through academic writing which serves as both a learning tool and an assessment method. Recognizing its importance, this study investigated the critical thinking skills of English Department students at the Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, as reflected in their academic writing. The study aimed to assess the level of students’ critical thinking skills, identify their strengths and weaknesses, and explore the factors that influence their critical thinking development. Employing a sequential explanatory mixed-method design, quantitative data were first collected through IELTS aligned academic writing tasks from 45 fourth semester students, followed by qualitative interviews to gain deeper insights into their reasoning processes and writing challenges. Quantitative findings indicated that students reached a general intermediate level of critical thinking, in which they exhibited relative strength in task response and coherence but consistent weakness in grammar and vocabulary use. Comparative outcomes indicated that Class G outperformed consistently Class H on key performance indicators. Qualitative findings also revealed that while students were able to use evidence and reason, they lacked analytical depth, integration of sources, and structural composition in argument construction. Lecturers' feedback, peer interaction, and self-regulation were identified as key factors supporting students' critical thinking development. The study concludes that academic writing can serve as an effective medium for developing students’ critical thinking skills when supported by explicit instruction, rubric-based feedback, and collaborative learning activities. It highlights the need for continuous pedagogical innovation to strengthen students’ ability to think critically and express their ideas effectively in academic contexts.
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Pendampingan Penyusunan Publikasi Ilmiah untuk MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Mataram Sujana, I Made; Waluyo, Untung; Soepriyanti, Henny; Haris Munandar, La Ode Alfin
DARMADIKSANI Vol 1 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v1i2.558

Abstract

ABSTRAKPenilaian Kinerja (PK) Guru dalam kenaikan jabatan dan kepangkatan meliputi kegiatan pembelajaran (KBM), pendidikan, pelatihan, pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), serta kegiatan penunjang lainnya (Permennagpan R&B No. 16/2009). Salah satu kendala utama guru dalam kenaikan pangkat terletak pada kurangnya pemenuhan unsur PKB yang meliputi pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kompetensi khalayak sasaran guru-guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Inggris dalam Publikasi Ilmiah (PI) dam (2) meningkatkan produktivitas khalayak sasaran guru-guru Bahasa Inggris SMK Kota Mataram dalam menghasilkan Publikasi Ilmiah. Kegiatan dilaksanakan pada bulah Agustus – Novermber 2021 dan diikuti oleh 20 orang guru Bahasa Inggris SMK Kota Mataram dan 2 orang mahasiswa Bahasa Inggris dan difasilitasi oleh 4 orang Tim dari PS Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unram. Kegiatan dibagi dalam 3 tahapan, yaitu (i) pembelajaran online melalui Google Classroom, (2) workshop 1 berupa pengembangan proposal; (iii) kerja mandiri dan pendampingan pengembangan proposal, dan (iv) workshop 2 berupa presentasi dan diskusi proposal secara berkelompok. Dari serangkaian kegiatan yang dilakukan, kegiatan PKM ini telah terlaksana sesuai dengan perencanaan. Khalayak sasaran telah memiliki bekal kemampuan pengembangan proposal PTK dan telah menghasilkan 5 proposal PTK secara berkelompok. Untuk menghasilkan produk PTK, kegiatan pendampingan ini akan berlanjut pada tahun 2022. ABSTRACT Teacher Performance Assessment in functional and rank promotion includes learning activities, education, training, continuous professional development, and other supporting activities (Permennagpan R&B No. 16/2009). One of the main obstacles for teachers in promotion lies in the lack of fulfillment of elements of continuous professional development that include self-development, scientific publications, and innovative works. This Community Service program aims to increase the competence of teachers as members of the English MGMP in Scientific Publications as well as to increase the productivity of the English teachers of SMK in Mataram City in producing scientific publications. The program was carried out in August to November 2021 and was attended by 20 English Vocational School teachers of Mataram City and 2 English department students and was facilitated by 4 teams from the English Education Program of FKIP University of Mataram. The activities were divided into 3 stages that included: (i) online learning through Google Classroom, (ii) workshop 1 for proposal development; (iii) independent work and assistance in developing the proposals, and (iv) workshop 2 for presentations and discussion of proposals in groups. The results show that all activities carried out in the program are according to the expected outcomes. Participants have shown the ability to develop and produce 5 CAR proposals in groups. To produce CAR final products i.e. published journal articles, the follow-up activities are scheduled to be continued in 2022.
Pengembangan Modul Ajar Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) bagi Guru-Guru SMPN 1 Sukamulia Lombok Timur: Learning Session on Developing Project-Based Learning Teaching Module for Teachers of SMPN 1 Sukamulia East Lombok Indonesia Soepriyanti, Henny; Waluyo, Untung; Suryaningsih, Hartati; Munandar , La Ode Alfin Haris
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7085

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan modul pembelajaran berbasis proyek di SMPN 1 Sukamulia, Lombok Timur. Pelatihan ini dirancang untuk membekali guru dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan partisipatif. Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, di mana siswa didorong untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran melalui proyek-proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Metode pelatihan yang digunakan meliputi andragogi, demonstrasi, Lesson Study, dan analisis kasus. Pendekatan andragogi memastikan bahwa pelatihan tersebut relevan dan dapat diterapkan oleh guru dewasa yang memiliki pengalaman mengajar. Demonstrasi memberikan contoh konkret penerapan teori ke dalam praktik mengajar. Lesson Study memungkinkan guru untuk berkolaborasi dalam merencanakan, mengamati, dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran. Sementara itu, analisis kasus membantu guru mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapi di kelas. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan guru untuk merancang dan mengimplementasikan modul pembelajaran berbasis proyek, yang berdampak positif pada kualitas pembelajaran di kelas. Guru menjadi lebih percaya diri dan terampil dalam mengembangkan materi pengajaran yang kreatif dan relevan, sehingga menghasilkan siswa yang lebih termotivasi dan terlibat. Oleh karena itu, kegiatan ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Sukamulia yang pada akhirnya meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran yang menarik. Disarankan agar pelatihan serupa dilaksanakan secara berkala dan diperluas ke sekolah-sekolah lain dengan dukungan penuh dari manajemen sekolah dan pemerintah daerah, guna memastikan keberlanjutan, pemerataan manfaat, dan peningkatan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Evaluating the Implementation of Mover Teacher Education Program of English Language Teachers in West Nusa Tenggara Waluyo, Untung; Wilian, Sudirman; Sudirman, Sudirman
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 11 No. 4 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v11i4.9051

Abstract

The Mover Teacher Program (MTP), released in 2021, is widely regarded as a crucial measure towards achieving substantial transformations in the field of education in Indonesia. The present study aims to evaluate the effectiveness of the MTP in Sumbawa Besar City. Through this study, we sought evidence of lessons learnt from the field. To conduct the study, researchers employed a modified version of Kirkpatrick’s evaluation model. Three out of four postulates derived from the model were used to probe the phenomenon under investigation, i.e. (1) teachers’ reaction, (2) learning endeavor and (3) application of knowledge/skills gained. The fourth postulate regarding the assessment of students’ achievement was not included in the study as the MTP program just commenced in the research site. The study employed a qualitative research approach with a multiple-case design. Participants of this study were eight alumni of MTP teachers coming from four different schools. Data were collected through interviews, observations and study of related documents. The data collected were analyzed thematically through data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification. Results of the study show that participants of the study benefitted from participating in the MTP program although they underwent various route of transformational learning. Regardless of disorienting problem in the beginning of the program implementation, participants were able to maintain their new skills and knowledge to improve their own teaching performance and other teachers in the impacted schools. The participants experienced transformation of learning and behavioral change after participating in the long and exhausting MTP program.
Evaluasi Program Pendidikan Guru Penggerak di Kabupaten Lombok Utara NTB Rohman, Moch. Fatkoer; Sudirman, Sudirman; Waluyo, Untung; Sumardi, Lalu; Fahruddin, Fahruddin
Jurnal Paedagogy Vol. 10 No. 4: Jurnal Paedagogy (October 2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v10i4.9122

Abstract

This research aims to evaluate the impact of guru penggerak (mobilizer teacher) education program in Lombok Utara Regency, West Nusa Tenggara. The research method used was quantitative descriptive with the Kirkpatrick evaluation research model. The criteria for the impact of the mobilizing teacher education program consist of 1) the impact on the development of oneself, others, and the school; 2) the impact on learning in favor of students. The locations of this research were SDN 8 Sokong, SMPN 3 Tanjung, SMAN 1 Tanjung, and SMKN 1 Gangga, with a purposive sampling technique totaling 20 people. Data was collected using questionnaires and interviews and then analyzed using the PEA (Percentage of Each Aspect) formula. This study found that the impact of the mobilizer teacher education program on the development of oneself, others, and schools was good, with a final score of 86.4%. The impact of the mobilizer teacher education program on impactful learning on students was excellent, with a final grade of 93.2%. Thus, the impact of the North Lombok mobilizer teacher education program in North Lombok Regency, West Nusa Tenggara is good, with a final score of 89.9%.