Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN PARIWISATA JEPANG SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF DALAM MENGATASI STAGNASI EKONOMI AKIBAT AGEING POPULATION Risda, Dianni; Nanggala, Agil
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Strategi Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Era Pasca Pandemi
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jepang mengalami staganasi ekonomi akibat ageing population, walau Pemerintah Jepang sudah menerapkan kebijakan perekrutan tenaga kerja asing produktif serta terampil, tetapi hanya sebatas mempertahankan predikat Jepang sebagai kekuatan ekonomi ke-3 di dunia, belum mampu membawa Jepang kembali posisi ekonomi terkuat ke-2 di dunia, yang terakhir diperoleh pada 2009. Maka riset ini bertujuan untuk memberikan informasi argumentatif, mengenai pentingnya memberdayakan pariwisata Jepang, sebagai solusi alternatif dan strategis untuk mengatasi stagnasi ekonomi Jepang, karena berkontribusi positif pada PDB Jepang. Riset ini berbasis kualitatif, dengan metode studi literatur, analisis data pada riset ini, yaitu, reduksi, display, lalu verifikasi, atau penarikan kesimpulan. Hasil riset yaitu, pemberdayaan pariwisata Jepang, direalisasikan dengan mengoptimalkan: 1) lingkungan hidup, 2) keterbukaan masyarakat, dan 3) kuliner, tren meningkatnya wisatawan asing dari Indonesia dan ASEAN, membuat Jepang mewujudkan konsep pariwisata halal dan berbasis pembangunan berkelanjutan, tetapi hasilnya tidak instan, terlebih ketika Pandemi Covid-19 mewabah secara masif, tentu berdampak pada tidak optimalnya sektor pariwisata untuk memajukan ekonomi Jepang, tentu persoalan itu mulai bisa diatasi, sehingga pemberdayaan pariwisata Jepang kembali bisa diandalkan untuk mengatasi stagnasi ekonomi Jepang.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SEKOLAH INDONESIA KUALA LUMPUR (SIKL) DALAM MEMPERKUAT KARAKTER BERKEBHINEKAAN GLOBAL PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Nanggala, Agil; Dewi, Dinie Anggraeni; Aljamaliah, Syifa Nailul Muna
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Kegiatan Pengabdian untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/ap.v4i1.4130

Abstract

Riset ini berupaya untuk menganalisis realisasi Profil Pelajar Pancasila pada sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dalam memperkuat karakter berkebhinekaan global peserta didik sekolah dasar, untuk menelaah kelebihan dan kekurangan, untuk dievaluasi, agar menjadi percontohan holistik dalam implementasi Profil Pelajar Pancasila, khususnya karakter Berkebhinekaan Global. Penelitian ini dirampungkan berbasiskan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif, analisis data, yaitu, reduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian, yaitu, eksistensi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), memiliki manfaat positif untuk menjadi percontohan dalam implementasi Profil Pelajar Pancasila, khususnya karakter Berkebhinekaan Global, karena representatif, termasuk peserta didiknya bersifat multikultur, praktik pembelajarannya tidak hanya teoretis, tetapi juga praktis, dengan prinsip student centered learning, project based learning, dan berbasis keteladanan pendidik. Kesimpulan riser yaitu, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), telah memandang penting tentang realisasi Kurikulum Merdeka 2022, yang mengakomodir Profil Pelajar Pancasila, khususnya karakter Berkebhinekaan Glonal, dengan terintegasi pada setiap mata pelajaran, baik secara tersurat, maupun terserat, dengan model project based learning dan dukungan kebijakan pengelola sekolah, kedua, hambatan, terdapat pada upaya mewujudkan program yang berkelanjutan, mengingat program tersebut bersifat baru, maka perlu adaptasi dan evaluasi yang diperbaiki juga diperbaharui setiap tahunnya.
MODEL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN GLOBAL DI SEKOLAH DASAR BERBASIS MULTIKULTURALISME SEBAGAI PRAKTIK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI BIDANG KEMANUSIAAN Rahmadiyani, Alya; Rahmawati, Ayu; Fahmi Idris, Aceng; Nanggala, Agil
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Pengabdian untuk Peningkatan Pemahaman Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/ap.v4i2.4835

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan Global di Sekolah Dasar merupakan ilmu yang membentuk peserta didik menjadi warga global yang kompeten, dengan mengembangkan dimensi kompetensi global seperti pengetahuan, keterampilan dan karakter. Penyelenggaraan pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar perlu menanamkan pendidikan Kewarganegaraan Global yang berbasis multikulturalisme agar mampu mempertahankan eksistensi PKN di tanah global dan membantu mengoptimalkan proses pembangunan berkelanjutan di bidang kemanusiaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pendidikan kewarganegaraan global berbasis multikulturalisme di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, artikel dan sumber lain yang relevan dengan topik penelitian. Peneliti melakukan analisis, refleksi dan finalisasi mengenai model Global Civics berbasis Multikulturalisme sebagai Praktik Pembangunan Berkelanjutan di Bidang Kemanusiaan. Data yang diperoleh dinarasikan dan dideskripsikan untuk memperoleh hasil yang komprehensif. Data menunjukkan ada lima tahapan yang terdiri dari relevansi, realisasi, inti, refleksi dan sosialisasi masif. Tahapan ini dilakukan sebagai penerapan model Pendidikan Kewarganegaraan global di sekolah dasar sebagai praktik pembangunan berkelanjutan di bidang kemanusiaan.
Model Pembudayaan Pancasila Berbasis Kolaborasi Pentahelix untuk Membangun Generasi Muda Indonesia yang Pancasilais Nanggala, Agil
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Vol. 3 No. 2 (2023): VOLUME 3 ISSUE 2, OCTOBER 2023
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v3i2.166

Abstract

Pembudayaan Pancasila pada generasi muda Indonesia, adalah orientasi, strategi, juga upaya pembentukan karakter warga negara yang Pancasilais, terlebih Pancasila selaku ideologi, landasan filsafat dan dasar hukum, maka perlu dirampungkan untuk menjadi model ilmiah, supaya inklusif, kolaboratif juga berkelanjutan, demi puncak peradaban Indonesia. Penelitian ini dilakukan berbasis pendekatan kualitatif, dengan metode grounded theory, analisis data, yaitu, reduksi, display, dan verifikasi, hasil penelitian yaitu, pertama, model pembudayaan Pancasila berbasis kolaborasi pentahelix pada generasi muda, bersifat substantif, representatif juga holistik, karena melibatkan seluruh pihak, yaitu, pemerintah, akademisi, komunitas atau masyarakat, swasta, juga media, maka bermakna juga berdampak nyata bagi pembangunan karakter Pancasilais generasi muda Indonesia, kedua, model pembudayaan Pancasila berbasis pentahelix, bersifat inklusif, kontekstual juga berkelanjutan, karena tidak hanya dilakukan secara kulikuler, tetapi juga sosio-kultural, tahapan realisasinya adalah: 1) perampungan konstruksi berpikir ilmiah, 2) finalisasi kolaborasi program, 3) implementasi program, 4) peneguhan komitmen dan konsistensi, 5) evaluasi dan tindak lanjut, juga 6) sosialisasi masif. Kesimpulan riset, yaitu, model pembudayaan pancasila berbasis kolaborasi pentahelix untuk membangun generasi muda Indonesia yang Pancasilais, begitu relevan direalisasikan pada era modern, karena praktik yang bersifat inovatif inklusif juga berkelanjutan, untuk memantik atensi generasi muda dalam membudayakan Pancasila, selaku representasi warga negara religius, humanis, juga berdaya, atau generator citizens.
Transformative Citizenship Education: Strengthening Civic Engagement to Empower People with Disabilities Nanggala, Agil; Suryadi, Karim; Darmawan, Cecep; Saepudin, Epin
JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 15 No. 1 (2025): JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Faculty of SociaI and Political Sciences (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jispo.v15i1.45598

Abstract

Disability in Indonesia and globally remains closely associated with systemic discrimination, as legal protections alone have not been sufficient to dismantle stigma rooted in ableism, isolation, and exclusion. Citizenship education, when integrated with disability studies, offers a constructive framework for promoting inclusivity and civic participation in line with the social model of disability, which challenges the medical and charity models that perpetuate marginalization. This study aims to analyse how disability studies can be integrated into non-formal citizenship education to strengthen civic engagement that empowers people with disabilities and reflects transformative citizenship and civic empowerment. This research used a qualitative descriptive method with purposive and snowball sampling. Data were collected through interviews and observations with people with disabilities and their families, philanthropic communities, election officials, disability service units in higher education, and experts in citizenship education, health, public policy, and Pancasila studies. The findings show that empowerment initiatives—such as philanthropic programs, service learning, and inclusive election practices—are present but remain fragmented, ceremonial, and constrained by weak inter-sectoral collaboration. Nonetheless, the integration of service learning and pentahelix collaboration strengthens civic competence, youth leadership, and inclusive participation in communities. This study concludes that Indonesia’s Pancasila citizenship model provides a strong normative foundation for embedding disability empowerment in citizenship education. Its contribution lies in expanding citizenship education theory through disability perspectives while offering practical strategies for cross-sectoral collaboration. The implication is the need for sustainable policies and civic practices to transform legal guarantees into inclusive social justice.  Disabilitas di Indonesia maupun global masih terkait dengan diskriminasi sistemik, karena perlindungan hukum belum cukup untuk menghapus stigma yang berakar pada ableisme, isolasi, dan eksklusi. Pendidikan kewarganegaraan yang terintegrasi dengan kajian disabilitas menawarkan kerangka untuk memperkuat inklusivitas dan partisipasi kewargaan sesuai model sosial disabilitas, yang menolak model medis dan amal yang sering melanggengkan marginalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kajian disabilitas dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan kewarganegaraan non-formal untuk memperkuat keterlibatan kewargaan yang memberdayakan penyandang disabilitas serta merefleksikan kewargaan transformatif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive dan snowball sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap penyandang disabilitas dan keluarga, komunitas filantropi, penyelenggara pemilu, unit layanan disabilitas di perguruan tinggi, serta para ahli pendidikan kewarganegaraan, kesehatan, kebijakan publik, dan Pancasila. Hasil menunjukkan bahwa inisiatif pemberdayaan—seperti program filantropi, service learning, dan praktik pemilu inklusif—sudah ada, namun masih terfragmentasi, seremonial, dan terkendala lemahnya kolaborasi lintas sektor. Meski demikian, integrasi service learning dan kolaborasi pentahelix terbukti memperkuat kompetensi kewargaan, kepemimpinan pemuda, dan partisipasi inklusif di masyarakat. Kesimpulannya, model kewarganegaraan Pancasila memberi dasar normatif kuat untuk mengintegrasikan pemberdayaan disabilitas dalam pendidikan kewarganegaraan. Kontribusi penelitian ini adalah memperluas teori pendidikan kewarganegaraan melalui perspektif disabilitas serta menawarkan strategi praktis kolaborasi lintas sektor. Implikasinya, diperlukan kebijakan berkelanjutan dan praktik kewargaan kolaboratif untuk mewujudkan keadilan sosial yang inklusif.
PEMBERDAYAAN PARIWISATA JEPANG SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF DALAM MENGATASI STAGNASI EKONOMI AKIBAT AGEING POPULATION Risda, Dianni; Nanggala, Agil
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Strategi Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Era Pasca Pandemi
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jepang mengalami staganasi ekonomi akibat ageing population, walau Pemerintah Jepang sudah menerapkan kebijakan perekrutan tenaga kerja asing produktif serta terampil, tetapi hanya sebatas mempertahankan predikat Jepang sebagai kekuatan ekonomi ke-3 di dunia, belum mampu membawa Jepang kembali posisi ekonomi terkuat ke-2 di dunia, yang terakhir diperoleh pada 2009. Maka riset ini bertujuan untuk memberikan informasi argumentatif, mengenai pentingnya memberdayakan pariwisata Jepang, sebagai solusi alternatif dan strategis untuk mengatasi stagnasi ekonomi Jepang, karena berkontribusi positif pada PDB Jepang. Riset ini berbasis kualitatif, dengan metode studi literatur, analisis data pada riset ini, yaitu, reduksi, display, lalu verifikasi, atau penarikan kesimpulan. Hasil riset yaitu, pemberdayaan pariwisata Jepang, direalisasikan dengan mengoptimalkan: 1) lingkungan hidup, 2) keterbukaan masyarakat, dan 3) kuliner, tren meningkatnya wisatawan asing dari Indonesia dan ASEAN, membuat Jepang mewujudkan konsep pariwisata halal dan berbasis pembangunan berkelanjutan, tetapi hasilnya tidak instan, terlebih ketika Pandemi Covid-19 mewabah secara masif, tentu berdampak pada tidak optimalnya sektor pariwisata untuk memajukan ekonomi Jepang, tentu persoalan itu mulai bisa diatasi, sehingga pemberdayaan pariwisata Jepang kembali bisa diandalkan untuk mengatasi stagnasi ekonomi Jepang.
MENGGAGAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBANTUAN MEDIA PODCAST UNTUK PENGUATAN CIVIC COMPETENCE SISWA DISABILITAS NETRA Nanggala, Agil; Fahmi, Rizal
PELITA JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH Vol 23 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/pelita.v23i2.7393

Abstract

This study attempts to finalize the idea of civic education assisted by podcast media to strengthen the civic competence of blind students. This research is based on descriptive qualitative, because it is natural, participatory and in-depth. The results of the study are that the idea of civic education assisted by podcast media is able to strengthen the civic competence of blind students because the presentation of civic education material is realized verbally or in dialogue in line with the needs of blind students. The stages of civic education practice assisted by podcast media are, finalizing the theme, interactive dialogue, narrative evaluation and reflection, then overcoming the individual or medical model of disability and also the charity model of disability, then reflecting the social model of disability, then making civic education more inclusive and accommodating to disabilities.
Transformasi Civic Virtue Mahasiswa Melalui Kebijakan Kampus Merdeka Nanggala, Agil; Suryadi, Karim
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8 No 1 Maret 2021
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v8i1.y2021.p70-80

Abstract

Membentuk mahasiswa sebagai warga negara muda yang beradab, perlu menjadi orientasi atas kolaborasi keilmuan Pendidikan Kewarganegaraan dengan kebijakan kampus merdeka, sebagai upaya  konkret dalam mengefektifkan pengelolaan bonus demografi Indonesia, karena berdampak pada modern dan komprehensifnya konsep serta praksis mengenai pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada kampus merdeka. Terlebih fakta keilmuan Pendidikan Kewarganegaraan memiliki kajian yang luas, baik secara sempit (civic education) maupun secara luas (citizenship education), sehingga memiliki relevansi untuk berkolaborasi dengan kebijakan kampus merdeka, karena mengakomodir pembelajaran di kelas serta bersifat langsung dimasyarakat, yang mengarah pada upaya transformasi keadaban mahasiswa (civic virtue). Penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, proses analisis data dalam penelitian ini, tentu berfokus pada reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pada konteks hasil penelitiannya adalah: 1) bentuk pebelajaran kampus merdeka, mampu dioptimalkan untuk membentuk keadaban mahasiswa, karena memiliki relevansi dengan dimensi keilmuan Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya pada dimensi kurikuler dan sosio-kultural, 2) orientasi Pendidikan Kewarganegaraan dalam kebijakan kampus merdeka, perlu mengakomodir upaya memperkuat kompetensi kewarganegaraan mahasiswa, sehingga menjadi langkah strategis dalam membentuk mahasiswa sebagai warga negara yang beradab. 
Analysis Of The Concept Of Fulfilling The Political Rights Of Disabled People Reviewed From The Perspective Of Civic Education Nanggala, Agil; Suryadi, Karim
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppkn.v5i1.76765

Abstract

This research aims to analyze the concept of providing political rights for disabled people from a holistic Civics perspective so that it includes the impression of providing political rights that are limited to channelling political votes in elections, and limited to making disabled people political subjects. This research was carried out based on a qualitative approach, using literature study methods, namely data analysis, reduction, display and verification. The results of the research, namely, the concept of containing political rights in a Civics perspective based on a citizenship education approach and citizenship education containing political education, political empowerment, and political involvement of disabled people, so it becomes a political subject, to increase the capacity of civil competence and political literacy of disabled people. The conclusion is that the analysis of the concept that includes the political rights of disabled people from a Civics perspective, not only aims to realize equality for disabled citizens by holistically overcoming stereotyping but also to increase students' civic competence, through philanthropic actions based on civic education for disabled people.
Citizenship education courses are used as a means of implementing multicultural education at the Politeknik Pelayaran Sorong Permady, Gigieh Cahya; Zulfikar, Gilang; Siswanto, Siswanto; Nanggala, Agil
Journal of Research in Instructional Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Research in Instructional
Publisher : Univeritas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jri.v3i2.262

Abstract

The importance of intercultural education in vocational education motivates this study. This study aims to give a "rationalization" of the relevance of optimizing education, particularly civic education courses, as a kind of intercultural learning. This study employs a qualitative approach combined with descriptive methodologies. Study topic requirements do this and acquire in-depth information that incorporates social reality, and the findings will be conveyed subsequently in the form of reports and narrative descriptions. The study's findings show that the application of multicultural education in citizenship education courses at the Sorong Shipping Polytechnic can be seen in three major parts of the learning process: planning as seen from the lesson plan created independently by the lecturer, implementation of the material presented, and methods. Evaluation criteria for assessing learning outcomes that incorporate the weight of attitude assessment throughout the learning process are utilized. The cadets' concept of multiculturalism may be demonstrated via three multicultural components: their understanding of diversity awareness, openness to differences, and fair and equitable treatment.