Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EVALUATION OF SUSTAINABILITY ASSESSMENT POST CHANGES IN THE MANAGEMENT OF THE NATURAL RESERVE TO THE NATURAL TOURISM PARK IN KAMOJANG AREA, WEST JAVA, INDONESIA Hindayani, Purna; Bratanegara, Alnidi Safarach; Putri, Intan Adhi Perdana; Anna, Zuzy; Pratama, Armandha Redo
Journal of Environmental Science and Sustainable Development Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The area of Kamojang Nature Tourism Park, which was originally only 255 hectares, has expanded to 2,391 hectares following a changes in the Nature Reserve area. This change has raised concerns and objections from various parties, as it is considered to open opportunities for exploitation, threaten biodiversity, and potentially trigger tourism activities that may degrade the environmental quality of the areaThis study aims to analyze the sustainability status index of the Kamojang Natural Tourism Park following the status downgrade from a Nature Reserve to a Natural Tourism Park. A descriptive qualitative approach used, utilizing the Multi-dimensional Scaling model to determine sustainability status. The sustainability index status of the Natural Tourism Park of Kamojang is subdivided from each of dimensions: natural tourism management, ecological or environmental, economic, disaster, socio-culture aspects. In addition, this study identifies sensitive attributes that influence the sustainability status of the Natural Tourism Park of Kamojang, which serve as a basis for developing appropriate policies to ensure the sustainable and conserved Natural Tourism Park (NTP). The results show that the sustainability index status across all five dimensions are below 50 which derived from five dimensions (tourism management, disaster, ecology/environment, economy, socio-culture) that the status is regarded as bad and less sustainable specifically of the NTP situated in of Pasirwangi, Paseh, Pacet and Kertasari sub-districts. These finding highlights the critical need for integrated, and multidimensional interventions to address systemic vulnerabilities and promote sustainable development within rural tourism ecosystems. Therefore, a comprehensive strategy for sustainable tourism development is essential in various aspects ranging from planning, capability and land feasibility to determining the carrying capacity and mitigation as well as developing activities and tourist attractions.
Analisis Spasial Tingkat Kesulitan Jalur Pendakian Menuju Puncak Gunung Rinjani: Studi Komparatif Antar Jalur Dedin Mahyudita Media Rohman; Muhamad Rizal Al Faoziah; Ahmad Dailamy; Puti Mahira; Nur Ranti; Syarifah Kalsum Qurratul Uyun; Armandha Redo Pratama
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 2 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i2.34753

Abstract

The growth of adventure tourism in Indonesia has led to increased mountain climbing activity, including on Mount Rinjani, which features several official trails with varying terrain characteristics. The problem addressed in this study is the lack of spatial analysis that systematically compares the difficulty levels of these trails. This study aims to analyze and classify the difficulty level of hiking trails to the summit of Mount Rinjani based on spatial parameters, including trail length, slope gradient, elevation gain, and number of water sources. The research method used is descriptive quantitative with a composite scoring analysis derived from digital map data, elevation models, and field surveys. The results show that the Senaru and Timbanuh trails are classified as high difficulty due to significant elevation gain and steep slopes. The Torean trail is moderately difficult, with challenging terrain but abundant water sources. The Sembalun and connector trails have low difficulty due to gentler terrain despite limited access to water. This study concludes that a spatial approach provides objective information for assessing trail difficulty and serves as a foundation for planning safe and sustainable nature-based tourism 
PERENCANAAN PROGRAM INISIATIF WISATA EDUKATIF WARUNG KEBON Hyldan Natawiguna; Candra Sari Triyana; Armandha Redo Pratama
Warta Pariwisata Vol 24 No 1 (2026):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2026.24.1.01

Abstract

Warung Kebon merupakan ruang terbuka hijau (RTH) milik pribadi di Bandung yang dikelola oleh kelompok swadaya masyarakat, berfokus pada pengelolaan sampah organik menjadi produk alternatif melalui riset berbasis kearifan lokal dan pengetahuan modern.  Artikel ini menguraikan perencanaan program inisiatif untuk mengembangkan Warung Kebon sebagai destinasi wisata edukatif yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat.  Tahapan perencanaan meliputi penilaian kebutuhan dan keterlibatan pemangku kepentingan, penyusunan program edukasi, desain lingkungan fisik dan sosial yang mendukung, serta pembentukan rencana strategis implementasi.  Proses ini bertujuan menciptakan sarana kegiatan edukasi lingkungan yang menjangkau beragam kebutuhan pengunjung.
Pemanfaatan Media Sosial sebagai Strategi Promosi Destinasi Wisata Berbasis Masyarakat di Strawberry Hills Pangalengan Syaira Najlalivia; Suminar Suminar; Nazla Aisha Noor Maylani; Kezia Marta Viona; Firdaus Rizky Ramdani; Armandha Redo Pratama; Fitri Rahma Fitria; Widyastuti Widyastuti; Rosita Rosita
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v5i1.6150

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mendukung pengembangan agrowisata Strawberry Hills Pangalengan melalui penyediaan media promosi digital dan visual berbasis partisipasi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya visibilitas destinasi akibat keterbatasan media informasi dan belum adanya promosi digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil kegiatan meliputi pembuatan peta kawasan, banner informasi, akun Instagram resmi, serta konten digital yang mulai diunggah pada 14 November 2025. Evaluasi menunjukkan peningkatan jangkauan media sosial dengan 11.558 tayangan dan 324 interaksi dalam satu minggu, namun berdasarkan wawancara lanjutan pada 22 November 2025 belum terjadi peningkatan kunjungan wisatawan. Temuan ini menunjukkan bahwa promosi digital mampu meningkatkan visibilitas, tetapi memerlukan konsistensi dan strategi berkelanjutan agar berdampak pada peningkatan kunjungan.
PENERAPAN QR CODE SEBAGAI MEDIA KONSERVASI DAN EDUKASI DI BERNARD TANI Alfira Zahra Syakira Manah; Shafira Nurrahmadhani; Nabila Putri Rahmadanti; Alya Fadila Maulidina; Adam Muhammad Dzikrillah; Wilda Solihah; Armandha Redo Pratama
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol. 7 No. 1 (2026): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/icomse.v7i1.18861

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan dalam pengelolaan dan penyampaian informasi di sektor pertanian, khususnya dalam mendukung kegiatan edukasi lingkungan dan konservasi. Namun, banyak kawasan pertanian masih bergantung pada metode penyampaian informasi manual yang sulit diperbarui dan kurang efektif bagi pengunjung. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan digitalisasi informasi pertanian melalui penerapan QR code dan pengembangan website edukasi di Bernard Tani, Pangalengan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, wawancara informal, diskusi kelompok terfokus, dan dokumentasi untuk mengidentifikasi kondisi serta kebutuhan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengembangan QR code sebagai media informasi lapangan, website sebagai pusat informasi terintegrasi, serta modul panduan penggunaan teknologi mampu membentuk sistem edukasi digital yang saling melengkapi. Sistem ini memungkinkan pengunjung mengakses informasi pertanian secara mandiri dan konsisten, sekaligus membantu pengelola dalam menyusun dan memperbarui informasi secara lebih terstruktur. Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa digitalisasi informasi dapat meningkatkan akses pengetahuan, memperkuat fungsi edukatif kawasan pertanian, serta mendukung upaya konservasi lingkungan tanpa mengganggu aktivitas produksi. Dengan demikian, digitalisasi informasi pertanian menjadi solusi yang aplikatif dan berkelanjutan dalam pengembangan kawasan pertanian modern.
Integrating PjBL and service-learning to improve 21st-century skills in tourism education Rosita Rosita; Armandha Redo Pratama; Erry Sukriah; Rudi Susilana; Rusman Rusman
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.69249

Abstract

Students must master 21st-century skills in preparation for success in a digital society. The development of these skills is closely related to deep learning, such as analytical reasoning, problem-solving, and teamwork. Learning models such as PjBL and service-learning are two constructivist learning models that have the potential to improve student learning outcomes in all cognitive, affective, and psychomotor aspects. This research aimed to assess tourism students’ learning outcomes in these three aspects in one of the courses that integrate PjBL and service-learning. The assessment results showed optimal learning outcomes in all three aspects of competency. These findings support the results of previous studies regarding the effectiveness of using PjBL and service-learning. Achieving optimal learning outcomes using these two learning models requires teachers who are ready to be open to changes in teaching practices, and flexible in planning students' learning experiences. However, there are still several significant obstacles in the implementation process that need further research.    Abstrak Keterampilan abad 21 harus dikuasai siswa sebagai persiapan untuk sukses dalam masyarakat digital yang berubah cepat. Pengembangan keterampilan ini terkait erat dengan pembelajaran mendalam, seperti penalaran analitik, pemecahan masalah, dan kerja tim. Model pembelajaran seperti PjBL dan service-learning merupakan dua model pembelajaran konstruktivis yang memiliki potensi meningkatkan capaian pembelajaran siswa di semua aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang mendukung keterampilan abad 21. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi capaian pembelajaran mahasiswa di ketiga aspek tersebut pada mata kuliah yang menerapkan penggabungan PjBL dan service-learning di Program Studi Manajemen Resort & Leisure, Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil evaluasi menunjukkan capaian pembelajaran yang optimal di ketiga aspek kompetensi. Mahasiswa mampu mencapai tingkat teratas capaian pembelajaran baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Hal ini berarti pencapaian yang diperlukan pada tingkat yang lebih rendah pun telah berhasil dicapai. Meskipun demikian, pencapaian learning outcome yang optimal menggunakan kedua model pembelajaran ini membutuhkan pengajar yang siap bersikap terbuka terhadap perubahan dalam praktik pengajaran, dan fleksibel dalam merencanakan pengalaman belajar siswa. Kata Kunci: capaian pembelajaran; pendidikan pariwisata; project-based learning; PjBL; service-learning
Gender-based analysis of factors contributing to post-vacation blues: A case study of young generation tourists in West Java Sukriah, Erry; Putri Fadillah, Shakira Mauludy; Pratama, Armandha Redo
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 8, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v8i2.91482

Abstract

AbstrakThis study aims to analyze the factors contributing to the symptoms of post-vacation blues based on gender among domestic travelers in Java. This phenomenon refers to a psychological condition characterized by feelings of sadness, loss of motivation, and difficulty readjusting to daily routines after returning from a vacation. In dealing with daily routines, tourists also experience difficulties in managing time, especially sleep and rest time, decreased focus on work, and slowed speed in carrying out daily tasks. The research employs a quantitative approach and utilizes Exploratory Factor Analysis (EFA), involving 250 respondents residing in Java. The results of the analysis reveal significant differences between genders. For male tourists, the primary factors identified are memorable trip, mental pressure, body condition, emotional ties, and travel fatigue. In contrast, among female tourists, in addition to the five aforementioned factors, there is also the factor of emotional response, which indicates emotional sensitivity and complex expectations, as well as money matters related to financial issues. This finding suggests that female travelers are more vulnerable to experiencing post-vacation blues.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi gejala terjadinya post-vacation blues berdasarkan gender pada kalangan domestik di Pulau Jawa. Fenomena ini merujuk pada kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan sedih, kehilangan motivasi, dan kesulitan beradaptasi kembali ke rutinitas sehari-hari setelah berlibur. Dalam menghadapi rutinitas sehari-hari, wisatawan juga mengalami kesulitan mengatur waktu terutama waktu tidur dan istirahat, turunnya fokus pada pekerjaan, serta kecepatan mengerjakan tugas sehari-hari yang melambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik analisis Exploratory Factor Analysis (EFA) dengan melibatkan 250 responden yang berdomisili di Pulau Jawa. Hasil analisis menunjukan adanya perbedaan signifikan pada gender yang berbeda. Pada wisatawan laki-laki faktor utama yang menentukan ialah memorable trip, mental pressure, body condition, emotional ties, dan travel fatigue. Sedangkan pada wisatawan perempuan selain 5 faktor sebelumnya juga terdapat faktor emotional response yang menunjukan sensitivitas emosional dan ekspektasi yang kompleks, serta money mater yang berkaitan dengan masalah keuangan.Hal ini menunjukan bahwa wisatawan wanita akan lebih rentan mengalami post vacation blues.
Co-Authors Adam Muhammad Dzikrillah Adindari, Zackyah Azima Agus Sudono Ahdiaty, Keisha Bumi Ahmad Dailamy Alfira Zahra Syakira Manah Alnidi Safarach Bratanegara Alnidi Safarach Bratanegara Alvara, Kayla Mutiara Alya Fadila Maulidina Astri Inas Yuthika Astuti, Fera Widi Azzahra, Yuzia Syaharani Candra Sari Triyana Dedin Mahyudita Media Rohman Dewi Turgarini  Dinda Farissa Faatin Dona, Rizkya Tri Dzakiyyah, Hilwa Dhiyya Haibah Erry Sukriah, Erry Fauzan, Adwardanu Akmal Fazah, Meida Nur Firdaus Rizky Ramdani Fitri Rahma Fitria Fitri Rahmafitria, Fitri Ginting, Ayu Rahayu Muliani Hadzami, Muhammad Al Fathdry Hindayani, Purna Hutapea, Rian Bastian Hyldan Natawiguna Ihsan, Haikal Muhammad Kezia Marta Viona Manik, Yonatan Krisna Muhamad Rizal Al Faoziah Mujahidah, Shofa Mukti, Adelia Febriana Murtiningsih, Hana Nabila Putri Rahmadanti Nazla Aisha Noor Maylani Neni Widaningsih Nur Ranti Nurazizah, Ghoitsa Rohmah Purna Hindayani Puti Mahira Putri Fadillah, Shakira Mauludy Putri, Intan Adhi Perdana Putri, Laura Febryan Safari R. Rusman Rika Harini Rika Harini Ritonga, Riyan Maulana Rosita Rosita Rudi Susilana, Rudi Rusman Rusman Salsabila, Raihan Zulfa Saputro, Dimas Kurniawan Septiani, Astri Rahmawati Shafira Nurrahmadhani Sri Marhanah, Sri Sudrajat Sudrajat Sudrajat Sudrajat Suminar Suminar Syahiffah, Syahda Siti Syaira Najlalivia Syarifah Kalsum Qurratul Uyun Tamia, Jiskha Dhita Triyana, Rafli Widagdo, Kalih Dzikraa Widyastuti Widyastuti Wijaya, Aurel Reynata Wilda Solihah Zuzy Anna Zuzzy Anna