Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Evaluasi Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pasien di Era JKN: Studi Kasus Menggunakan Indikator HCAHPS Sumarni, Sumarni; Rizky, Wahyu
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2025.8(2).65-81

Abstract

Pelayanan kesehatan yang prima adalah kebutuhan esensial dan hak fundamental yang menjadi tuntutan publik seiring meningkatnya kesadaran dan taraf hidup. Institusi kesehatan, khususnya rumah sakit, diwajibkan berinovasi dan meningkatkan mutu layanannya untuk mencapai kepuasan pasien yang optimal. Respons terhadap amanat konstitusi, Indonesia mengimplementasikan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan, yang mengubah total lanskap pelayanan dan menuntut evaluasi mendalam terhadap kualitas layanan serta dampaknya pada kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan pasien era JKN di unit Instalasi Rawat Inap rumah sakit pemerintah dan swasta. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi observasional analitik cross-sectional ini melibatkan total 131 responden, terdiri dari 78 di rumah sakit pemerintah dan 53 di rumah sakit swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen pelaksanaan pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta, secara umum dinilai dalam kategori baik. Tingkat kepuasan pasien juga sangat positif di kedua jenis rumah sakit. Di rumah sakit swasta, 52.8% responden menyatakan sangat puas dan 47.2% menyatakan puas. Sementara itu, di rumah sakit pemerintah, persentase kepuasan menunjukkan 58.8% responden merasa sangat puas dan 41.2% merasa puas. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas pelayanan di kedua tipe rumah sakit pada era JKN berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien. Persentase "sangat puas" yang sedikit lebih tinggi di rumah sakit pemerintah menyiratkan pentingnya bagi semua penyedia layanan JKN untuk terus mempertahankan standar tinggi demi menjaga kepercayaan dan kepuasan pasien.
Hubungan Pemahaman Kode Etik Keperawatan Dengan Kualitas Pelayanan Perawat Pada Praktek Mandiri Keperawatan Soemanto, RB.; elan, Saelan; Kurniawan, Sahuri Teguh; Rizky, Wahyu
Journal Kompilasi Hukum Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Kompilasi Hukum
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkh.v10i2.250

Abstract

Kualitas layanan keperawatan merupakan aspek fundamental dalam praktik keperawatan, termasuk dalam Praktik Keperawatan Mandiri. Perawat, sebagai tenaga kesehatan profesional, diharuskan memberikan layanan optimal sesuai dengan standar profesional yang berlaku dan kode etik keperawatan. Kode etik keperawatan berfungsi sebagai pedoman dasar yang mengatur perilaku dan etika profesional perawat dalam praktik keperawatan. Pemahaman yang kuat tentang kode etik keperawatan sangat penting karena menjadi landasan dalam pengambilan keputusan klinis dan penyediaan layanan keperawatan berkualitas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman kode etik keperawatan dan kualitas layanan keperawatan yang diberikan oleh perawat dalam praktik keperawatan mandiri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari perawat yang terlibat dalam praktik keperawatan mandiri, dipilih menggunakan teknik sampling purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk menilai tingkat pemahaman terhadap kode etik keperawatan dan kualitas layanan yang diberikan. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa dari 30 perawat dalam sampel, 29 perawat (96,67%) memiliki pemahaman yang benar terhadap kode etik keperawatan, sementara 1 perawat (3,33%) memiliki pemahaman yang salah. Mengenai kepuasan layanan, 15 perawat (50%) setuju dengan kualitas layanan yang diberikan, sedangkan 15 perawat lainnya (50%) sangat setuju. Uji korelasi rank Spearman menghasilkan nilai gamma sebesar -1,000 dengan nilai p sebesar 0,00. Nilai p kurang dari 0,05 menunjukkan hubungan yang sangat signifikan antara pemahaman kode etik keperawatan dan kepuasan layanan yang diberikan oleh perawat.
Penguatan Perilaku Hidup Sehat melalui Edukasi Bahaya Merokok di Desa Nobowetan Kota Salatiga Saelan, Saelan; Rizky, Wahyu; Syukur, Bambang Abdul; Rakhmawati, Nur
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/d1pa9v42

Abstract

Perilaku merokok masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat yang berdampak terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular serta gangguan kesehatan anggota keluarga, terutama anak dan perempuan. Hasil pengkajian keperawatan komunitas di Desa Nobowetan RT 01/RW 05, Kelurahan Noborejo, Kota Salatiga menunjukkan bahwa sebesar 62,9% keluarga memiliki anggota yang merokok, dan sebagian besar perokok masih merokok di dalam rumah. Kondisi ini menempatkan keluarga dan lingkungan pada risiko tinggi paparan asap rokok serta memperkuat pola perilaku hidup tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan perilaku hidup sehat melalui edukasi bahaya merokok pada masyarakat Desa Nobowetan. Metode yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan komunitas yang meliputi tahap persiapan, pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi utama berupa edukasi kesehatan tentang dampak merokok terhadap kesehatan individu, keluarga, dan lingkungan, yang dilaksanakan pada pertemuan bapak-bapak dan karang taruna menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok, yang berdampak pada perubahan sikap dan komitmen kolektif untuk mengurangi kebiasaan merokok di dalam rumah, melindungi anggota keluarga dari paparan asap rokok, serta mendorong terciptanya lingkungan rumah tangga yang lebih sehat. Edukasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengendalikan faktor risiko kesehatan secara mandiri sebagai bagian dari penguatan perilaku hidup sehat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi bahaya merokok berbasis komunitas efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan kader kesehatan dan puskesmas setempat
PENYULUHAN PENYUSUNAN MENU BERAGAM, BERGIZI, SEIMBANG, DAN AMAN (B2SA) BERBASIS PANGAN LOKAL DI KELURAHAN JOGLO KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA Shofiyyatunnisaak, NA; Rose, Sophia; Rizky, Wahyu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.%p

Abstract

Pola konsumsi pangan masyarakat saat ini mayoritas masih didominasi oleh beras dan terigu. Tingkat konsumsi energi yang berasal dari beras dan terigu masih lebih dari anjuran pemerintah yaitu kelebihan 11,3% pada tahun 2020. Perlu diadakan upaya konsumsi pangan yang beragam terutama yang berfokus pada pangan lokal. Badan Pangan Nasional telah membuat program terkait penganekaragaman konsumsi pangan yaitu gerakan sadar pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu PKK terkait penyusunan menu keluarga dengan prinsip B2SA berbasis pangan lokal yang ada di lingkungan sekitar. Penyuluhan ini diikuti oleh 22 ibu-ibu dari Pokja 3 TPPKK Kelurahan Joglo Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta pada Selasa, 20 Juni 2023 dari pukul 08.30-11.00 WIB. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan menggunakan media PPT dan leaflet dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan pemberian pre-test sebelum penyuluhan dan post-test setelah penyuluhan dilaksanakan. Hasilnya terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan responden yang awalnya kebanyakan masuk dalam kategori sedang menjadi kategori baik sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan ini berhasil.