Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

From Theocentric to Anthropocentric: Reconfiguring Tawḥīd in Contemporary Islamic Thought Saitul Mahtir; Fathorrahman; Aldi Hidayat; Ibnu Azka; Fathur Baldan Haramain
Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/islimus.v10i1.12570

Abstract

This article examines the paradigm shift in tawḥīd from a theocentric–eschatological orientation to an anthropocentric framework by integrating the ideas of Ismāʿīl Rājī al-Fārūqī and Ḥasan Ḥanafī. Employing a qualitative, analytical–epistemological approach, Thomas S. Kuhn’s framework is used to trace the stages of normal science, anomaly, crisis, and paradigm revolution within the discourse of tawḥīd. Conceptual data are drawn from the principal works of both thinkers and analyzed comparatively and integratively. The findings reveal that the theocentric–eschatological paradigm continues to dominate Islamic scholarship and remains insufficiently responsive to contemporary humanitarian challenges. Al-Fārūqī’s tawḥīd-based principles, encompassing the unity of God, creation, truth–knowledge, life, humanity, and the reciprocity of reason and revelation, provide a multi-sectoral Islamic worldview. Meanwhile, Ḥanafī’s reinterpretation of classical kalām themes, particularly the doctrine of divine attributes, offers operational dimensions for transforming consciousness and guiding social praxis. Their integration produces an anthropocentric tawḥīd that supports the renewal of Islamic sciences, ethical–humanitarian agendas, and educational policy. This study contributes to restoring Islam’s vital élan as both a transformation of consciousness and a spectrum of exemplarity, offering a framework for contextual scholarly responses to the paradigmatic crisis facing Muslims in the digital age.
Analisis Yuridis Pemenuhan Hak Kreditor Pasca Putusan Pailit Miftahul Anas; Fathorrahman
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 10 (2024): GJMI - OKTOBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i10.973

Abstract

Perseroan Terbatas (PT) kerap kali menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajibannya, sehingga kepailitan sering menjadi solusi. Kepailitan merupakan penyitaan umum atas aset debitur yang dikelola oleh kurator di bawah pengawasan hakim pengawas. Setelah PT dinyatakan pailit, kreditor akan menuntut pelunasan piutang mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penyelesaian hak-hak kreditor pasca putusan pailit sesuai dengan peraturan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan mengkaji undang-undang dan teori hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila rencana perdamaian ditolak, PT akan memasuki fase insolvensi. Aset perusahaan dijual dan dibagikan berdasarkan asas pari passu prorate parte. Namun, regulasi mengenai kepailitan masih memiliki kekurangan, terutama terkait perlindungan terhadap kreditor konkuren.
The Cultural Role of Traditional Leaders in Initiating The Formulation of Sharia Regional Regulations in West Sumatra Mughits, Abdul; Syafruddin; Fathorrahman
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v9i1.9220

Abstract

Abstract This research aims to explore and analyze the role of the traditional leaders (Ninik Mamak) in West Sumatra in initiating and controlling the implementation of Sharia Regional Regulations (Perda Syariah) and how they act as a bridge between culture and religion. These traditional leaders play an important role in maintaining the balance between Minangkabau customs and the principles of Islamic law. The data sources for this qualitative research were the results of observations of Minangkabau customary life phenomena, interviews with Minangkabau customary figures and relevant parties, and documentation of research findings and news related to the Sharia Regional Regulation in West Sumatra. After analyzing the data using a sociological approach, specifically Max Weber's theories of Charisma and Authority, it was found that the traditional leaders of the Ninik Mamak played a significant role in initiating and controlling the implementation of the Sharia Regional Regulation in West Sumatra, while also taking on a moderating role between culture and religion. This is in line with the motto "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS-SBK). Their presence has helped create harmony between Minangkabau culture and Sharia law in the region, while also preserving cultural sustainability and ensuring the implementation of Islamic legal principles in accordance with the Minangkabau people's way of life.   Abstrak Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan menganalisis peran Ketua Adat (Ninik Mamak) di Sumatera Barat dalam menginisiasi dan mengontrol implementasi Peraturan Daerah Syariah (Perda Syariah) dan bagaimana mereka berperan sebagai penghubung antara budaya dan agama. Para pemimpin tradisional ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara adat Minangkabau dan prinsip-prinsip hukum Islam. Sumber data penelitian kualitatif ini adalah hasil dari observasi terhadap fenomena kehidupan adat Minangkabau, wawancara dengan para tokoh adat Minangkabau dan para pihak terkait, dan dokumentasi hasil penelitian serta berita-berita yang terkait dengan Perda Syariah di Sumatera Barat. Setelah data tersebut dianalisis dengan pendekatan sosiologis, yakni teori Karisma dan Otoritas Max Weber menunjukkan peran signifikan para tokoah adat Ninik Mamak dalam menginisiasi dan mengnotrol implementasi Perda Syariah di Sumatera Barat, sekaligus mengambil peran moderat antara budaya dan agama. Hal itu selaras dengan semboyan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Kehadiran mereka telah membantu menciptakan harmoni antara budaya Minangkabau dan hukum Syariah di wilayah tersebut sekaligus menjaga keberlanjutan budaya dan memastikan penerapan prinsip-prinsip hukum Islam yang sesuai dengan cara hidup masyarakat Minangkabau.
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN AQIDAH USYMUNI TERATE PANDIAN SUMENEP Aisyah, Siti; Fathorrahman
GAHWA Vol. 3 No. 1 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v3i1.509

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses penanaman nilai-nilai pendidikan karakter di Pondok Pesantren Aqidah Usymuni Terate Pandian Sumenep sebagai strategi dalam menghadapi fenomena kemerosotan moral yang ditandai dengan menurunnya sikap disiplin, sopan santun, dan tanggung jawab di kalangan santri. Melalui metode keteladanan, pembiasaan, bandongan dan sorogan, serta nasihat dan hukuman, pesantren berupaya membentuk karakter santri agar memiliki kepribadian yang berakhlakul karimah serta berlandaskan nilai-nilai Islam. Pendidikan karakter dalam lingkungan pesantren tidak hanya bertujuan untuk menanamkan sikap disiplin dan kemandirian, tetapi juga membentuk santri yang memiliki kesadaran sosial, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, interaksi antara santri, ustadz, dan lingkungan pesantren menjadi faktor kunci dalam menanamkan nilai-nilai luhur secara berkesinambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai pendidikan pesantren berkontribusi secara signifikan dalam membentuk karakter santri yang kuat, baik dalam aspek spiritual, moral, maupun sosial, sehingga menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pembentukan individu yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan etika yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN INVESTASI MAHASISWA TERHADAP INSTRUMEN PASAR MODAL SYARIAH Fadali Rahman; Salman Al-Farisi; Moh Sulton Risky; Firman Auzora A; Fathorrahman
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Desember 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i12.1311

Abstract

This study synthesizes and analyzes the dominant factors influencing university students’ investment interest and actual investment decisions in Islamic capital market instruments, with particular focus on the intention action gap. Using a descriptive-narrative literature review approach, data were systematically collected through the Publish or Perish application from relevant journal articles and conference proceedings published between 2021 and 2025. The selected studies were thematically analyzed to identify key patterns and research trends. The findings show that students’ Islamic investment behavior is shaped by both internal and external factors. The main internal determinants include financial literacy, intrinsic motivation, and self-efficacy, while external factors comprise social environment support, the availability of Sharia Investment Galleries (GIS) on campus, and the intensity of financial education, both formal and digital. The integration of the Theory of Planned Behavior with religiosity offers a strong conceptual framework for understanding students’ multidimensional investment behavior. As a literature-based study, this research does not empirically test causal relationships. Future studies are encouraged to employ quantitative or mixed methods. Practically, the findings emphasize the importance of integrated educational programs to bridge the gap between students’ investment intentions and real investment actions.
MODEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF KEPALA PAUD UNGGULAN EL-WAHIED DALAM PENGUATAN KARAKTER ISLAMI PESERTA DIDIK Badrudin Kamil; Fathorrahman
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.7152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan transformatif kepala sekolah PAUD Unggulan El-Wahied dalam memperkuat karakter keislaman mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi peserta, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan transformatif yang diterapkan mencakup empat dimensi utama: pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Kepemimpinan kepala sekolah diwujudkan melalui nilai-nilai Islam yang patut dicontoh, mengembangkan visi pendidikan karakter, mendorong inovasi dalam pembelajaran, dan memperhatikan kebutuhan individu siswa dan pendidik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa model kepemimpinan transformatif ini efektif dalam memperkuat karakter Islam melalui program pembiasaan, integrasi nilai-nilai agama dalam kurikulum, dan menciptakan lingkungan pendidikan Islam yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori kepemimpinan dalam pendidikan Islam anak usia dini dan memberikan implikasi praktis untuk peningkatan kualitas pendidikan karakter di lembaga PAUD