Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN ESTIMASI KERUSAKAN TANAH DENGAN METODE BERBASIS OBIA CITRA SATELIT SENTINEL-2B DAN PEMBOBOTAN LERENG GUNUNG RAUNG Basuki Basuki; Bambang Hermiyanto; Subhan Arif Budiman
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.209 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v11i1.443

Abstract

Gunung Raung merupakan hulu DAS Bedadung. DAS Bedadung merupakan sungai yang membelah Kabupaten Jember dan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Jember salah satunya sebagai sumber air pertanian. Penggunaan lahan di lereng Gunung Raung digunakan untuk hutan, perkebunan, sawah, dan tegalan.  Luas tutupan lahan di lereng Gunung Raung sebelah barat selama 25 tahun menurun sebesar 34,74% (hutan), 35,07% (perkebunan), 54,17% (sawah tadah hujan). Tindakan secara cepat dan akurat dalam memperbaiki kondisi tanah dan lahan yang sesuai kaidah konservasi, sehingga kerusakan tanah dapat diperbaiki dengan langkah pertama memetakan wilayah potensi status kerusakan tanah. Tujuan penelitian Mengidentifikasi dan mengestimasi Kerusakan Tanah Menggunakan Metode Berbasis OBIA Citra Satelit Sentinel-2B dengan pembobotan Lereng Gunung Raung. Metode penelitian menggunakan metode diskriptif eksplorasi dengan mengabungkan metode Berbasis      Object-Based Image Analysis (OBIA) Citra Satelit Sentinel-2B dan pembobotan. Tahapan analisis dalam metode OBIA melalui 3 tahapan meliputi koreksi atmosferik, segmentasi dan klasifikasi. Analisis statistic menggunakan analisis sidik ragam, regresi dan korelasi. Hasil analisis potensi kerusakan tanah di sub DAS Kesambi yang didasarkan pada analisis OBIA dan pembobotan bahwa potensi kerusakan tanah di wilayah penelitian dibagi menjadi tiga yaitu sangat rendah 16,61% (1.122,99 hektar), rendah 63,94% (4323,14 hektar), dan sedang 19,45% (1315,17 hektar). Parameter yang berpengaruh terhadap kecepatan kerusakan tanah yaitu relief/lereng dan penggunaan lahan dengan nilai korelasi yang sedang (0,421-0,601).
Evaluation of the suitability of a sugarcane plant in mount argopura's volcanic land using a geographic information system Basuki Basuki; Marga Mandala; Cahyoadi Bowo; Vivi Fitriani
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2779.083 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.315

Abstract

Pemerintah Indonesia mencanangkan swasembada gula nasional sejak tahun 2015. Di sisi lain luas areal lahan pertanian di Jawa terutama Jawa Timur semakin menurun, sedangkan konsumsi gula nasional meningkat 1,51% per tahun. Peningkatan konsumsi tidak diimbangi dengan peningkatan produksi tebu di lahan, rata-rata produksi tebu di lahan di bawah 60 ton/ha menurun 50% dari 15 tahun terakhir. Tujuan dari penelitian adalah mengevaluasi kesesuaian lahan aktual dan potensial dengan sistem informasi geografis (SIG) guna meningkatkan produktivitas tanaman tebu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2021 di Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan untuk menyelesaikan masalah adalah metode deskriptif eksploratif dengan me-matching-kan data karakteristik tanah dan lingkungan dengan deskripsi lingkungan tumbuh ideal bagi tanaman tebu yang dilanjutkan dengan pemetaan spasial menggunakan analisis SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember berdasarkan matching dan analisis spasial dengan SIG didapatkan luas kelas kesesuaian lahan aktual kelas tidak sesuai (N) seluas 7224,97 ha (46,38%), sesuai marginal (S3) seluas 5226,31 ha (33,55%), cukup sesuai (S2) seluas 3124,89 ha (20,06%). Kesesuaian lahan potensial untuk tanaman tebu kelas tidak sesuai (N) dengan luas sebesar 7224,97 ha (46,38%), kelas sesuai marginal (S3) luas 5226,31 ha (33,55%), dan kelas sesuai (S1) luas 3124,89 ha (20,06%). Desa yang potensial untuk pengembangan tanaman tebu kelas S1 di Kecamatan Sumberbaru meliputi Desa Jamintoro, Desa Yosorati, Desa Pringgowirawan, dan Desa Rowotengah.
Studi Karakteristik Bakteri Pelarut Kalium (BPK) pada Lahan Tebu (Saccharum officinarum Linn) Laily Mutmainnah; Iswandi Anas; Budi Nugroho; Basuki Basuki
AGRITROP Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i1.8976

Abstract

Kalium merupakan salah satu unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang cukup banyak. Kadar kalium dalam tanah terus menurun seiring dengan meningkatnya penggunakan pupuk kimia. Sebagian pupuk kimia telah diproduksi di Indonesia, kecuali kalium hampir seluruhnya berasal dari impor. Pengembangan produksi pupuk kalium di Indonesia sebetulnya dapat dilakukan dengan memanfaatkan mineral primer maupun sekunder yang mengandung kalium. Sayangnya miner tersebut menyediakan kalium dalam bentuk yang tidak tersedia. Salah satu cara untuk menjadikan kalium tersedia adalah dengan memanfaatkan bakteri perakaran yang disebut Bakteri Pelarut Kalium (BPK). BPK merupakan bakteri yang memiliki kemampuan melarutkan kalium yang terikat pada mineral. Tujuan dari penelitian ini adalah isolasi dan karakterisasi BPK yang berasal dari lahan tebu. BPK diisolasi dengan cara ditumbuhkan pada media Alksandrov agar. Selanjutnya dilakukan seleksi BPK berdasarkan panjang diameter BPK. BPK terpilih kemudian dilakukan karakterisasi morfologi dan fisiologi. Hasil penelitian didapatkan 502 BPK dengan karakter morfologi utama memiliki bentuk bundar dengan tepian licin, elevasi berbentuk cembung dan warna koloni bening serta memiliki gram positif. Selain itu BPK memiliki karakter fisiologis utama bersifat anaerob, motalitas positif, dan megatif pada uji katalase serta fermentasi gula
Penyusunan Dokumen Mutu Laboratorium Guna Peningkatan Kualitas Pengelolaan Laboratorium di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN): Preparation of Quality Laboratory Documents to Improve the Quality of Laboratory Management in State Vocational Schools (SMKN) Tri Candra Setiawati; Wachju Subchan; Sigit Prastowo; Basuki Basuki
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i3.4720

Abstract

Vocational High Schools (SMK) in the learning process are supported by laboratories or workshops that provide competence to students. The existence of the Teaching Factory program as a result of cooperation between SMKN and industry is one factor that requires the school to prepare quality documents, competent laboratory managers, and skilled students. Therefore, well-organized Laboratory Management will benefit schools, students, laboratory users, and stakeholders. This activity aims to provide understanding and assistance in compiling laboratory quality documents that adopt the SNI ISO 17025:2017 quality management system. This system regulates testing laboratories and calibration laboratories, but it is very appropriate if adopted in several cases to be applied to educational laboratories, especially the preparation of laboratory quality documents. Community Service activities were conducted at SMKN 4 in Bondowoso Regency and SMKN 8 in Jember Regency. Based on the discussion and questionnaire results, the activity showed that at both SMKNs, the understanding of the laboratory quality management system increased (72.7%) for both students and managers (teachers and technicians/labor). Quality documents for levels 2, 3, and 4 at both SMKNs have been compiled. The number of Standard Operational Procedure (SOP) documents at SMKN 4 is 8 SOPs; at SMKN 8, as many as 31 SOPs are based on SNI ISO 17025:2017 laboratory QMS.
PERTANIAN ORGANIK: PERBANYAKAN PUPUK HAYATI RAMAH LINGKUNGAN DEMI UPAYA SWASEMBADA BERAS NASIONAL Abil Permana Putra; Lanang Suryo Wicaksono; Salsabila Syfa Putri Gunawan; Arief Bima Pramono Putra; Imelda Ayu Prahesti; Binti Qurratul Ainiyah; Dandy Reza Nugraha; Basuki Basuki
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17016

Abstract

ABSTRAKPupuk Hayati merupakan inokulan berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menfiksasi hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman. Progam Mahasiswa Berdesa (PROMAHADESA) ini dilakukan di Desa Pecoro Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Beberapa masalah pokok yang menjadi masalah di Desa Pecoro Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember yaitu produktivitas padi yang rendah ±3,7 ton/ha, tanah bersifat masam serta penggunaan pupuk urea berlebih, oleh sebab itu penggunaan inovasi pupuk hayati diharapkan mampu memberikan solusi terbaik terhadap permasalahan. Metode yang digunakan adalah Model Community Development (MCD), Persuasif, Edukatif. Hasil dari kegiatan berupa sosialisasi pemanfaatan pupuk hayati serta pelatihan dan pembuatan pupuk hayati. Melalui Pelatihan dan Pembuatan Pupuk Hayati para petani memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih banyak terkait pertanian organik terutama pada manfaat pupuk hayati dengan menggunakan bakteri-bakteri baik bagi lingkungan. Kata kunci: pupuk organic; pupuk hayati; ramah lingkungan; swasembada beras ABSTRACTBiological Fertilizers are inoculants made from active living organisms that function to bind certain nutrients or facilitate the availability of nutrients in the soil for plants. The Village Student Program (PROMAHADESA) was carried out in Pecoro Village, Rambipuji District, and Jember Regency. Some of the main problems that are a problem in Pecoro Village, Rambipuji District, and Jember Regency are low rice productivity of 3.7 tons/ha, acidic soil, and excessive use of urea fertilizer; therefore, the use of biofertilizer innovations is expected to be able to provide the best solution to the problem. The methods used are Model Community Development (MCD), Persuasive, and educational. The results of the activity are in the form of Socialization of the Utilization of Biological Fertilizers as well as Training and manufacturing of Biological Fertilizers. Through training and the production of biological fertilizers, farmers gain more knowledge and insight regarding organic farming, especially the benefits of biological fertilizers using good bacteria for the environment. Keywords: organic fertilizers; biological fertilizers; environmentally friendly; rice self-sufficiency
PEMBEDAYAAN POKTAN HARAPAN DESA SLATENG MELALUI PENGETAHUAN ECO-ENZIM MENUJU PERTANIAN BERKELANJUTAN Basuki Basuki; Ahmad Ilham Tanzil; Fefi Nurdiana Widjayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16990

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara agraris dengan sebagain mata pencaharian penduduk sebagai petani. Luas lahan pertanian di Indonesia 7.463.948 hektar. Tanah sawah di Indonesia dan khususnya di pulau Jawa dalam kurun waktu 25 tahun terakhir mengalami dengradasi. Kandungan C-Organik tanah sawah dalam kategori rengdah < 2%. Lahan yang terdegradasi secara terus-menerus dapat menurunkan hasil dan tidak berkelanjutan. Penggunaan organisme dan produk eco-enzim mampu meningkatkan kualitas lahan sawah. Tujuan kegiatan pengabdian yaitu pembedayaan kelompok tani harapan desa slateng dalam rangka pembuatan eco-enzim menuju pertanian berkelanjutan. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi Pengelolaan Limbah Pertanian dan pentingnya pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan danpelatihan praktek  pembuatan eco-enzim di kelompok tani harapan Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terbagi atas model participatory  rural  appraisal  (PRA), edukatif. Hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan di Desa Slateng terkait pembedayaan poktan harapan desa slateng melalui pengetahuan eco-enzim menuju pertanian berkelanjutan dapat disimpulkan bahwa tingkat keantusiasan petani terutama anggota poktan harapan sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan sebesar 96%, tingkat pengetahuan meningkat 250%, serta keberlanjutan program sangat diinginkan dengan presentase 95%. Kata kunci: degradasi lahan sawah; eco-enzim; pertanian berkelanjutan; pupuk organik cair (POC) ABSTRACTIndonesia is an agricultural country, with part of the population's livelihood as farmers. The area of agricultural land in Indonesia is 7,463,948 hectares. Paddy soils in Indonesia, particularly on the island of Java, have deteriorated over the last 25 years. The C-Organic content of paddy soil is in the low category of 2%. Continuously degraded land can reduce yields and is not sustainable. The use of organisms and eco-enzyme products can improve the quality of paddy fields. The purpose of the service activity is to empower the Harapan Farmer Group in Slateng Village in the Context of Making Eco-Enzymes for Sustainable Agriculture. The activities carried out included socialization of Agricultural Waste management, the importance of environmentally friendly sustainable agriculture, and practical training on making eco-enzymes at the Harapan Farmer Group. The methods used in this activity were divided into Participatory Rural Appraisal (PRA) models and educational methods. The results of the community service activities carried out in Slateng Village regarding the empowerment of Poktan Harapan in Slateng Village through eco-enzyme knowledge towards sustainable agriculture can be concluded that the level of enthusiasm of farmers, especially members of Poktan Harapan, is very high in participating in activities by 96%, the level of knowledge increases by 250%, and the sustainability of the program is very desirable with a percentage of 95%. Keywords: paddy field degradation; eco-enzyme; sustainable agriculture; liquid organic fertilizer
Physical-Chemical Characteristics and Soil Classification of Lowland Alluvial Land Using Three Soil Classification Systems Basuki Basuki; Marga Mandala; Oria Alit Farisi; Vega Kartika Sari; Suci Ristiyana; Ratih Apri Utami
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 12, No 3 (2023): September 2023
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v12i3.684-697

Abstract

The total area of irrigated rice fields on the slopes of Mount Argopura is 21,420.02 hectares. Soil that experiences flooding will change the characteristics of the physical, chemical, and soil classification properties. The aim of the study was to examine the soil characteristics and classification system of paddy fields on the slopes of Mount Argpura. The research was conducted in July–September 2022 in paddy fields on the slopes of Mount Raung. Soil analysis in the laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Jember This research uses a descriptive exploratory method through field surveys. Parameter research on the chemical-physical characteristics of soil and soil classification The research shows that the average rainfall of paddy fields at the foot of Mount Argopura is 2,275 mm per year with a standard deviation of 514 mm and a coefficient of variance of 23%. The morphological horizons of the genesis results in paddy fields are generally Apg, Adg, Bwg, and Cg. The USDA's classification of soil Hydraquentic Humaquepts (pedon 1), Typic Epiaquepts (pedon 2), Aeric Epiaquepts (pedon 3), Indonesian soil classification Gleisol molik (pedon 1), Gleisol eutric (pedon 2), and Gleisol eutric (pedon 3), according to WRB/FAO Molic epireductic Gleisol (Aphihumic) (pedon 1), ochric reductive gleysol (ochric, clayic) (pedon 2), and ochric siltic reductive gleysol (pedon 3).  Keywords:   Mount Argopura, Rice fields, Tillage, Volcanics
Specifications of Sugar Cane Varieties Based on Land Characteristic and Typology Basuki Basuki; Vega Kartika Sari
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 13, No 1 (2024): March 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i1.132-146

Abstract

The productivity of sugarcane is decreasing and there are more and more varieties in circulation. The decrease in productivity is caused by the incompatibility of each variety of land typology. The purpose of this research is to arrange the right varieties in increasing the productivity of sugarcane. The research method is surveying and matching. Parameters used include soil texture, land type conditions, soil drainage conditions, and rainfall. Based on the research results, the total working area of 11,866.81 ha was divided into 4 land typologies, namely BHJ with an area of 2,910.95 hectares (24.53%), BPJ with an area of 2,047.44 hectares (17.25%), RHL an area of 471.12 hectares (3.97%), RPL area of 1,527.01 hectares (12.87%). Based on land typology the suitability of BHJ varieties of sugarcane suitable varieties PSMLG 1 AGRIBUN, VMC76-16, NX03, PS921, PSJT941, PSDK923; BPJ land typology of suitable varieties Cenning, VMC71-238, PA0218, NX01, Kentung, AASAgribun, PSJT 941, PSDK923, PSBK051, NX02; RHL land typology of suitable varieties PSKA 942, PA028, PSBK061, VMC76-16, AMS Agribun, ASA Agribun, PSJT941, NXI4T, MOJO01, Bululawang; RPL land typology of suitable varieties PS881, TLH02, PSKA 942, PSBK061, PS091, PSJK922, VMC86-550, PS862, PS851, PSCO902, Kidang Kencana, PS882, PS092, PS865, PS864, NXI4T, Bululawang.  Keywords: Soil drainage, Soil texture, Soil type, Soil typology, Sugarcane varieties. 
Mapping Soil Fertility Status of Alluvial Formations Using the SFI Method and Kriging Interpolation Geographic Information Systems Basuki Basuki; Aisyah Fatmawati; Fahmi Arief Rohman
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 14, No 1 (2025): February 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i1.1-9

Abstract

Land degradation can be characterized by a decrease in soil productivity. Jember Regency has the potential to develop food crop commodities. A decrease in soil productivity can be caused by a decrease in soil fertility. The study aims to look at the index and distribution of soil fertility in rice fields in southern Jember. The SFI (soil fertility index) technique was utilized in this study to calculate the soil fertility index. SFI is broken down into multiple parts, including calculating the Minimum Soil Fertility Index (MSFI), weighting, and scoring, which are then incorporated into the SFI calculation. The determination of MSFI is done using principal component analysis (PCA). The results of the MSFI analysis involved spatial mapping using kringing analysis to determine the area distribution of each class. The soil fertility index of the research location ranged from 1.72 to 2.28, with a low-class area of 9,224.19 ha (99.522%) and a very low-class area of 44,266 ha (0.478%). Parameters that influence soil fertility levels include cation exchange capacity, total soil nitrogen, and soil organic carbon, with a cumulative value of 84.8%. Keywords: Kriging interpolation, MSFI, paddy field, soil fertility index, soil mapping.
TEKNOLOGI PENATAAN POLA TANAM PADI SAWAH BERDASARKAN KARAKTERISTIK IKLIM DI LAHAN SUB OPTIMAL DAS SAMPIAN LERENG GUNUNG IJEN Basuki Basuki; Vega Kartika Sari; Oria Alit Farisi; Marga Mandala
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.5943

Abstract

Kebutuhan beras nasional tahun 2021 sebesar111,58 kilogran per kapita per tahun. Luas lahan pertanian produktif di Jawa Timur berkurang tiap tahun karena alih fungsi lahan. Program intensifikasi pengelolaan lahan sub optimal diperlukan sehingga produktifitas padi mampu memenuhi kebutuhan beras nasional. Tujuan penelitian ini adalah penerapan teknologi penataan pola tanam padi sawah berdasarkan karakteristik iklim di lahan sub optimal DAS Sampian lereng Gunung Ijen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode diskripsi eksploratif yang terbagi atas tiga tahap yaitu pra survai, survai, dan pasca survai. Bahan dan alat yang digunakan meliputi data curah hujan 11 tahun terakhir, suhu udara; kelembaban udara; tekanan udara; kecepatan angin; peta administrasi; peta penggunaan lahan; peta jenis tanah; peta topografi, GPS, sorfware Arc-GIS, alat survai lapang, varietas padi. Penentuan tipe iklim Oldeman didasarkan pada jumlah bulan basah dan bulan kering. Pola tanam tanaman padi ditentukan melalui ketersediaan air tanah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lahan sub optimal DAS Sampian Lereng Gunung Ijenterbagi atas tiga tipe iklim Oldeman dengan presentase iklim C3 dengan bulan basah 5-6 bulan sebesar 73,62%; iklim D3 luasan sebesar 20,35%; iklim E menempati porsi luasan sebesar 6,02%. Pola tanam padi di DAS Sampian kaki Gunung Ijen berdasarkan karakteristik iklim dapat dilakukan penanaman padi tiga kali dalam setahun mulai bulan Desember - Maret, Maret - Juni, Juni-September.