Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENILAIAN KARBON TOTAL HUTAN PRODUKSI KOMODITAS PINUS BERBAGAI UMUR DI FORMASI GEOLOGI MERAWAN KAKI GUNUNG GUMITIR Basuki Basuki; Marga Mandala
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.8098

Abstract

Tahun 2100 diperkirakan terjadi kenaikan temperature sebesar 4,4oC.  Karbon merupakan unsur yang menyumbang paling besar emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer. Degradasi lahan berakibat penurunan sumber mata air, longsor, banjir, erosi, dan kandungan karbon baik di dalam tanah maupun di atas tanah. Tujuan penelitian yaitu mengkaji nilai karbon total di lahan hutan produksi pinus lereng Gunung Gumitir. Metode yang digunakan diskriptif eksploratif dengan pendekatan survai lapang. Data dianalisis dari kumpulan karbon di tegakan, akar, seresah dan tanah. Tiap sapling dilakukan pada lahan pinus dengan umur 2-37 tahun dan tiap sampling terbagi atas tiga ulangan dengan ukuran tiap ulangan 10m x 10 m. Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa nilai karbon total dipengaruhi oleh umur tanaman pinus. Pinus dengan umur 37 tahun di lahannya memiliki jumlah karbon total  sebesar 406,87 ton/ha, sedangkan yang berumur dua tahun jumlah karbon total sebesar 11,95 ton/ha, sehingga dapat dimodelkan dalam rumus linear Y= Jumlah karbon total dirumuskan Y=10,303x-35,671 dimana nilai Y merupakan jumlah karbon total, dan x merupakan umur tanaman pinus dengan koefisien determinasi (R2) model hubungan sebesar 0,9344.
Teknologi pupuk organik cair nitrobacter dari alam upaya peningkatan produktifitas tanah lahan vulkanik Desa Slateng Lereng Gunung Raung Basuki Basuki; Oria Alit Farisi; Vega Kartika Sari; Marga Mandala; Ratih Apri Utami; Suci Ristiyana; Hisyam Ashar Destiawan; Urmita Dwi Safitri; Devani Avrillia Susanto; Bimo Arvi Aji Isnanto; Dyah Ayu Kessumowati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27146

Abstract

AbstrakMasyarakat Desa Slateng Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember lereng Gunung Raung berada di landform vulkanik mayoritas bermata pencaharian dalam bidang pertanian. Komoditas pertanian yang dikembangkan yaitu tanaman pangan, tanaman hortikultura, dan perkebunan. Kendala yang dihadapi yang mengancam dalam proses pertanian masyarakat rendahnya kadar nitrogen dalam tanah (< 1%) sehingga mengakibatkan daun tanaman menguning dan dapat menurunkan hasil produktivitas tanaman 50% dari potensi yang seharusnya. Permasalahan tersebut penting untuk diselesaikan sehingga produktifitas sesuai yang diharapkan. Tujuan kegiatan penerapan teknologi pupuk organik cair nitrobacter dari alam sebagai upaya peningkatan produktifitas tanah lahan vulkanik lereng gunung raung. Metode penyelesaian masalah melalui sosialisasi, pelatihan dan praktek langsung pemanfaatan bahan alam melalui peran aktif peserta dalam pembuatan nitrobakter. Kegiatan program pengabdian dihadiri 25 peserta oleh kelompok tani harapan pengurus kelompok tani, sekretaris desa, dan petugas penyuluh dari dinas pertanian dan hortikultura kabupaten Jember. Hasil kegiatan meningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta 50 % yang sebelumnya pemahaman terkait dengan Nitrobakter hanya 40% menjadi 80%. Kata kunci: degradasi lahan, nitrogen; kesuburan tanah; pupuk hayati cair Abstract The people of Slateng Village, Ledokombo District, Jember Regency, on the slopes of Mount Raung, located on volcanic landforms, the majority make their living in agriculture. The agricultural commodities developed are food crops, horticultural crops, and plantations. The obstacles faced that threaten the community's agricultural process are low levels of nitrogen in the soil (< 1%) which cause plant leaves to turn yellow and can reduce plant productivity results by 50% of their potential. It is important to solve these problems so that productivity is as expected. The aim of the activity is to apply nitrobacter liquid organic fertilizer technology from nature as an effort to increase soil productivity on the volcanic slopes of Mount Raung. Problem-solving methods through socialization, training, and direct practice in the use of natural materials through the active role of participants in making nitrobacteria. The service program activities were attended by 25 participants from the farmer group Hope, farmer group administrators, village secretaries, and extension officers from the Jember district agriculture and horticulture service. The results of the activity increased participants' knowledge and skills by 50%, from previously only 40% understanding regarding Nitrobacteria to 80%. Keywords: land degradation; nitrogen; soil fertility; liquid biofertilizer
Mapping Soil Fertility Status of Alluvial Formations Using the SFI Method and Kriging Interpolation Geographic Information Systems Basuki Basuki; Aisyah Fatmawati; Fahmi Arief Rohman
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i1.1-9

Abstract

Land degradation can be characterized by a decrease in soil productivity. Jember Regency has the potential to develop food crop commodities. A decrease in soil productivity can be caused by a decrease in soil fertility. The study aims to look at the index and distribution of soil fertility in rice fields in southern Jember. The SFI (soil fertility index) technique was utilized in this study to calculate the soil fertility index. SFI is broken down into multiple parts, including calculating the Minimum Soil Fertility Index (MSFI), weighting, and scoring, which are then incorporated into the SFI calculation. The determination of MSFI is done using principal component analysis (PCA). The results of the MSFI analysis involved spatial mapping using kringing analysis to determine the area distribution of each class. The soil fertility index of the research location ranged from 1.72 to 2.28, with a low-class area of 9,224.19 ha (99.522%) and a very low-class area of 44,266 ha (0.478%). Parameters that influence soil fertility levels include cation exchange capacity, total soil nitrogen, and soil organic carbon, with a cumulative value of 84.8%. Keywords: Kriging interpolation, MSFI, paddy field, soil fertility index, soil mapping.