Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Effects of Stocking Density on Growth and Survival of Pearl Oyster Spat (Pinctada maxima) in Laboratory Rearing Istiqomah, Santun Nur; Mukhlis, Alis; Mulyani, Laily Fitriani
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.6853

Abstract

Pearl oysters, Pinctada maxima, are one of the aquaculture commodities with high economic value and Indonesia has great potential in developing pearl oysters cultivation. However, the continuity of pearl production in Indonesia is highly dependent on the success of rearing spat (pearl oyster seedlings) in the initial growth phase in the laboratory. This study aims to evaluate the impact of stocking density on the growth and survival of pearl oyster spat during rearing in the laboratory. The research was conducted using an experimental method at the Pearl Oyster Breeding Laboratory of PT. Mutiara Surya Indonesia, West Nusa Tenggara Province. Various densities of pearl oyster spat (3, 6, 9, and 12 spat/L) were tested in 3 (three) replications using a Completely Randomized Design (CRD). The results showed that the treatment had a significant effect on the growth of the dorso-ventral shell length of pearl oysters spat (p<0.05). The highest growth after 21 days of maintenance was achieved in the treatment with a stocking density of 3 spat/l with absolute growth of 6.44 mm, relative growth of 304.09%, and daily specific growth rate of 6.88%/day. The highest survival rate was obtained at a stocking density of 3 spat/l, namely 94.4%. The results indicate that lower stocking densities tend to result in best growth and good survival rates for pearl oyster spat. It is advisable to experiment with higher densities of live feed to increase the efficiency and productivity of pearl oyster cultivation containers in the future. This study contributes significantly to understanding the factors influencing the growth and survival of pearl oyster spat in the context of aquaculture.
Pengaruh Berat Anggur Laut (Caulerpa Lentillifera) Terhadap Pertumbuhan Pada Sistem Patok Dasar di Perairan Gili Namo, Sumbawa Barat Agustina, Dwi; Mulyani, Laily Fitriani; Sumsamto, Muhammad
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i2.13064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh berat awal bibit yang berbeda terhadap pertumbuhan anggur laut (C. lentillifera) pada sistem budidaya patok dasar di perairan Gili Namo, Sumbawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P1 (200 g), P2 (300 g), dan P3 (400 g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan berat awal 200 g (P1) memberikan nilai pertumbuhan mutlak tertinggi sebesar 108,33 ± 102,63a g, sedangkan perlakuan dengan berat awal 400 g (P3) menghasilkan pertumbuhan terendah sebesar 8,67 ± 87,55a g. Namun, hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antarperlakuan (p > 0,05). Faktor lingkungan seperti kadar oksigen terlarut (DO) yang rendah, intensitas cahaya, dan ketersediaan nutrien yang fluktuatif diduga memengaruhi hasil tersebut. Kandungan klorofil-a mengalami peningkatan dari 3,31 ± 0,15b mg/L menjadi 5,67 ± 0,23b mg/L (71,30%), menunjukkan bahwa C. lentillifera memiliki aktivitas fotosintesis yang baik dan mampu beradaptasi terhadap kondisi lingkungan. Parameter kualitas air selama penelitian berada pada kisaran optimal, meliputi suhu (28–31°C), pH (7,5–7,9), dan salinitas (33–34 ppt), meskipun DO sedikit di bawah standar ideal (3,5–3,7 mg/L). Berdasarkan hasil penelitian ini, berat awal bibit 200 g direkomendasikan sebagai bobot optimal untuk pertumbuhan dan efisiensi budidaya C. lentillifera di perairan Gili Namo, Sumbawa Barat.
Pengaruh Salinitas Yang Berbeda Terhadap Daya Tetas Dan Kelangsungan HidupArtemia salina Apryany, Ressy Eny; Setyono, Bagus Dwi Hari; Mulyani, Laily Fitriani
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i2.13714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh salinitas yang berbeda terhadap daya tetas dan kelangsungan hidup Artemia salina. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan salinitas: P1 (15 ppt), P2 (20 ppt), P3 (25 ppt), dan P4 (30 ppt), masing-masing dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 (30 ppt) memberikan hasil terbaik dengan daya tetas 82,22%, kelangsungan hidup 27,46%, dan pertumbuhan panjang mutlak 212,12 µm. Parameter kualitas air selama penelitian berada pada kisaran suhu 27,8–28,6°C, pH 6,9–7,6, dan oksigen terlarut 6,7–14,4 mg/L. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan terhadap daya tetas dan kelangsungan hidup Artemia salina (p<0,05). Uji lanjut Duncan mengindikasikan bahwa setiap perlakuan memberikan perbedaan nyata. Dengan demikian, salinitas 30 ppt merupakan kondisi optimal untuk meningkatkan daya tetas dan kelangsungan hidup Artemia salina.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI SOSIALISASI PENTINGNYA NUTRISI IKAN DI DESA PERSIAPAN AWANG, LOMBOK TENGAH Diniariwisan, Damai; Junaidi, Muhammad; Dwiyanti, Septiana; Diniarti, Nanda; Sumsanto, Muhammad; Diamahesa, Wastu Ayu; Larasati, Chandrika Eka; Mulyani, Laily Fitriani
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.4401

Abstract

Stunting in children under five years old is the most common nutritional problem in Indonesia, namely around 30.8%. Stunting is characterized by a body height that is shorter than the average height of children in the same age. The high number cases of stunted toddlers has become a concern for the Government, where various efforts have been made to reduce the stunting rate, one of which is through socialization. Based on the results of location survey, Awang Preparation Village, in Central Lombok Regency has never received stunting socialization, so there are still many people who don't know about stunting and the benefits of fish nutrition to prevent stunting itself. The method for this activity is socialization which consists of 2 stages, namely 1) preparation which includes material preparation and timing, and 2) implementation, namely the ongoing socialization activity. This activity was attended by a total of 29 participants from among women consisting of housewives and teenagers. The results obtained after the socialization activities were that participants had a better understanding of what stunting is and how to prevent it. Apart from that, participants also know what the nutritional content of fish is so that it can be a solution to prevent stunting. Increasing maternal knowledge and awareness of the dangers of stunting can be an early indicator of a decline in stunting cases.
BIMBINGAN TEKNIS PENANGANAN PASCA PANEN DAN TRANSPORTASI LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) DI KERAMBA JARING APUNG DUSUN UJUNG BETOK LOMBOK TIMUR Asri, Yuliana; Affandi, Rangga Idris; Mulyani, Laily Fitriani; Dwiyanti, Septiana; Rahmadani, Thoy Batun Citra; Alim, Sahrul; Diniariwisan, Damai; Setyono, Bagus Dwi Hari; Sumsanto, Muhammad
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6928

Abstract

Spiny lobsters (Panulirus homarus) are a high-value fishery commodity with strong demand in both local and international markets. Ujung Betok, located on the coast of East Lombok, is a center for spiny lobster aquaculture using floating net cages (FNC). Despite growing production, a common issue observed during transport is the decline in lobster quality, and in some cases, mortality, which significantly reduces market value. To address this problem, technical training was conducted focusing on post-harvest handling and transportation techniques aimed at preserving lobster quality up to the point of delivery. The activity was carried out through field surveys, educational sessions, and hands-on practical demonstrations at the FNC sites in Ujung Betok. Effective post-harvest handling is indicated by the lobster's ability to survive transport in healthy, undamaged condition, maintaining freshness equivalent to that at harvest. The post-harvest procedure includes sorting, holding, cold stunning, packaging, and transportation. Drier packaging methods have shown to significantly extend survival during transit. The fundamental principle of spiny lobster handling and packaging is to maintain product quality while minimizing physical injury and stress, both of which can lead to mortality.
EFEK EKSTRAK DAUN Rhizophora mucronata PADA IMUNITAS Cyprinus rubrofuscus YANG TERINFEKSI Aeromonas hydrophila Mulyani, Laily Fitriani; Dwiyanti, Septiana; Diniariwisan, Damai
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 17, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.17.1.2025.36 - 45

Abstract

Aeromoniasis yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyakit bakteri yang berdampak signifikan pada budidaya ikan Cyprinus rubrofuscus. Penggunaan bahan alami sebagai imunostimulan telah banyak dikaji untuk meningkatkan ketahanan ikan terhadap infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ekstrak daun Rhizophora mucronata terhadap respons imun dan tingkat kelangsungan hidup Cyprinus rubrofuscus yang terinfeksi A. hydrophila. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan beberapa perlakuan dosis ekstrak KN (kontrol tanpa ekstrak + infeksi NaCl), KP (kontrol tanpa ekstrak + infeksi bakteri), P1 (ekstrak dengan dosis 0,5% + infeksi bakteri), P2 (ekstrak dengan dosis 1% + infeksi bakteri), dan P3 (ekstrak dengan dosis 2% + infeksi bakteri) yang diberikan melalui penyuntikan. Parameter yang diamati meliputi eritrosit, leukosit, hemoglobin, hematokrit, fagositosis, total bakteri dan tingkat kelangsungan hidup ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun R. mucronata secara signifikan meningkatkan respons imun ikan, ditandai dengan peningkatan jumlah leukosit, aktivitas fagositosis, dan tingkat kelangsungan hidup dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelangsungan hidup ikan juga lebih tinggi pada kelompok yang diberi perlakuan ekstrak dibandingkan dengan kontrol. Kesimpulannya, ekstrak daun R. mucronata berpotensi sebagai imunostimulan alami yang efektif dalam meningkatkan ketahanan C. rubrofuscus terhadap infeksi A. hydrophila.
APLIKASI TEKNOLOGI MIKROBUBBLE PADA PETANI IKAN NILA DI DESA BAYAN Scabra, Andre Rachmat; Marzuki, Muhammad; Setyono, Bagus Dwi Hari; Diniarti, Nanda; Mulyani, Laily Fitriani
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i1.56

Abstract

Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi sumberdaya air dengan kuantitas yang cukup memadai. Berdasarkan pemantauaan saat melakukan survey awal pada awal bulan februari 2020, dari segi kualitas, kondisi air yang digunakan untuk kegiatan budidaya ikan belum memenuhi kaidah standart sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas lahan budidaya ikan di Desa Bayan dengan cara melakukan perbaikan kualitas air, yaitu meningkatkan kandungan oksigen terlarut, melalui aplikasi teknologi microbubble. Kegiatan ini dileksanakan melalaui beberapa kegiatan, antara lain dengan melakukan sosialisai tentang sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) yang meliputi semua aspek kompleks yang menjadi permasalahan pada kelompok pembudidaya, yaitu manajemen kualitas air, tata kelola letak pembangunan kolam budidaya, SDM pengelola kolam budidaya, pemberian pakan dan obat ikan, panen, transportasi ikan, dll. Pada kelompok tersebut juga diujicobakan teknologi mikrobubble untuk meningkatkan kadar oksigen pada kolam budidaya masyarakat. Micro bubble pada media budidaya ikan dapat dihasilkan dengan beberapa metoda dengan karakteristik yang berbeda-beda. Metoda tersebut antara lain dengan elektrolityc microbubble generator, porous plate (PP), ventury tube type bubble generator, dan spherical body in a flowing water tube. Mikrobubble yang diujicobakan pada kegiatan ini adalah mikrobubble bertipe ventury tube. Aplikasi tekhnologi ini dapat menghasilkan produktifitas ikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemeliharaan ikan yang tidak menerapkan tekhnologi ini
PENYULUHAN BUDIDAYA IKAN MOLLY PADA REMAJA SAAT PANDEMI SEBAGAI ALTERNATIF PENGISI WAKTU YANG PRODUKTIF Diniarti, Nanda; Junaidi, Muhammad; Cokrowati, Nunik; Mulyani, Laily Fitriani
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v2i1.640

Abstract

Saat pelaksanaan PPKM level 3 dan 4 membatasi kegiatan di luar rumah. Banyak sektor tutup sementara terutama sektor informal bahkan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Akhirnya banyak remaja berdiam diri di rumah dan memanfaatkan waktu dengan bermain sosial media dan game online. Akibat terlalu sering bermain social media dan game online banyak dampak negative yang timbul seperti pelecehan, pornografi bahkan kegiatan kriminal. Untuk itu diperlukan kegiatan yang bisa membawa manfaat yang lebih besar contohnya berbudidaya ikan hias. Ikan hias yang sedang banyak peminatnya salah satunya ikan Molly. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan wawasan tentang budidaya ikan hias molly. Manfaat yang diharapkan agar para remaja dapat mengisi waktu dengan membudidayakan ikan molly Lokasi penyuluhan berada di Desa Gontoran Lombok Barat dengan sasaran remaja masjid. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan cara pendidikan orang dewasa. Hasil dari kegiatan penyuluhan Para remaja antusias untuk membudidayakan ikan molly karena di dukung banyaknya sumber pakan dan air yang melimpah. Bentuk ikan molly yang menarik juga menjadi daya tarik remaja untuk membudidayakan ikan molly. Banyaknya pertanyaan yang diberikan merupakan indikator keingin tahuan para remaja. Kesimpulan dari kegiatan adalah adanya peningkatan pengetahuan para remaja dalam hal budidaya ikan molly.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN DESA TANJUNG LUAR, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Mulyani, Laily Fitriani; Asri, Yuliana; Dwiyanti, Septiana
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i1.2351

Abstract

This service aims to determine the level of welfare of fishing communities in East Lombok. This service was carried out for fishermen at the Tanjung Luar Fish Landing Base, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara. The sample in this study is 15% of the total fisherman population in the base area. Data collection technique used is interview. The data analysis technique used was descriptive qualitative analysis. The results showed that the welfare level of the fishing community was 52 respondents (54.1%) belonging to the poor, 36 respondents (37.5%) belonging to the prosperous I, and 8 respondents (8.3%) belonging to the prosperous II. If it is related to the 2022 East Lombok Regency Minimum Wage, which is Rp. 2,372,532, then all respondents fall into the poor category, the income of the pre-prosperous people is Rp. 897,000, the prosperous people I Rp. 1,149,000, and the prosperous people II Rp. 1,470,000.
PENYULUHAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA KEPITING BAKAU BERBASIS DIGITALISASI DI DESA CENDI MANIK KABUPATEN LOMBOK BARAT Muahiddah, Nuri; Alim, Sahrul; Dwiyanti, Septiana; Diniariwisan, Damai; Diamahesa, Wastu Ayu; Sumsanto, Muhammad; Rahmadani, Thoy Bathun Citra; Asri, Yuliana; Mulyani, Laily Fitriani
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v4i2.4942

Abstract

Penyuluhan pengembangan budidaya kepiting bakau berbasis digitalisasi di DesaCendi Manik, Kabupaten Lombok Barat, bertujuan untuk meningkatkanpengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya kepiting bakau denganmemanfaatkan teknologi digital. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi besardaerah tersebut dalam budidaya kepiting bakau, namun masih minimnyapemahaman dan penerapan teknologi modern dalam proses budidaya. Metodepenyuluhan yang digunakan meliputi ceramah, pelatihan langsung, danpenggunaan aplikasi digital yang membantu dalam monitoring dan manajemenbudidaya. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikandalam pengetahuan dan keterampilan peserta terkait teknik budidaya kepitingbakau serta kemampuan menggunakan teknologi digital untuk mendukungaktivitas budidaya. Diharapkan, melalui program ini, kesejahteraan masyarakat Desa Cendi Manik dapat meningkat seiring dengan produktivitas budidaya kepitingbakau yang lebih optimal.