Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

DAMPAK KEPEMIMPINAN SITUASIONAL MANAJER KEPERAWATAN TERHADAP KEPUASAN DAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Heryyanoor Heryyanoor; Annisa Febriana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14822

Abstract

Gaya kepemimpinan manajer keperawatan terutama kepala ruang dan perawat penanggung jawab asuhan (PPJA) dirumah sakit sangat beragam dalam upaya meningkatkan kepuasan dan kinerja perawat. Permsalahan kepuasan dan kinerja keperawatan berdampak kepada kepuasan pasien dan keluarga. Penelitian ini telah menganalisa hubungan gaya kepemimpinan situasional terhadap kepuasan dan kinerja perawat. Desain penelitian studi korelasi dengan total sampel sebanyak 124 perawat. Varibel berupa gaya kepemimpinan situasional yang diterapkan kepala ruang atau PPJA sedangkan, kepuasan kerja dan kinerja perawat. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan program komputer dengan uji korelasi person. Hasil penelitian didapatkan nilai p = 0,566 > ? (0,05) yang berarti tidak ada hubungan gaya kepemimpinan situasional dengan kepuasan kerja perawat dan p = 0,001 < ? (0,05) yang berarti ada hubungan gaya kepemimpinan situasional dengan kinerja perawat dengan r = 0,419 atau tingkat korelasi positif kategori lemah. Implikasi penelitian bagi kepala ruang dan PPJA dapat menerapkan gaya kepemimpinan situasional dalam upaya meningkatkan kinerja dan menajaga kepuasan kerja perawat di rumah sakit.
Sosialisasi Penerapan Kepemimpinan Situasional Berbudaya Organisasi untuk Meningkatkan Kinerja Perawat Heryyanoor Heryyanoor; Melinda Restu Pertiwi; Diana Hardiyanti
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.12380

Abstract

Latar Belakang: kesalahan penerapan gaya kepemimpinan bagi manajer keperawatan berdampak pada kinerja dan produktivitas kerja perawat. Dampak lain juga mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan serta kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mensosialisasikan penerapan gaya kepemimpinan situasional berbudaya organisasi untuk meningkatkan kinerja perawat di rumah sakit. Metode: Kegiatan utama yang dilakukan adalah penyampaian materi sosialisasi yang dilanjutkan dengan kegiatan FGD (Focus Group Discussion) yang dilakukan di awal dan akhir kegiatan dengan menggunakan formulir diskusi situasi kondisi staf sebagai bahan evaluasi dengan 8 pernyataan kepada 18 manajer keperawatan. Hasil: Terdapat perubahan sikap dan kesamaan persepsi responden tentang penerapan gaya kepemimpinan situasional berbudaya organisasi untuk meningkatkan kinerja perawat sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi. Kesimpulan: kegiatan sosialisasi dapat diterima, diapresiasi, dan dapat diterapkan oleh pengelola keperawatan sebagai upaya peningkatan kinerja perawat di rumah sakit dengan pedoman penelitian dan modul pembelajaran yang telah disampaikan.
Persepsi Perawat tentang Penerapan Dokumentasi Keperawatan di Rumah Sakit A Heryyanoor Heryyanoor; Melinda Restu Pertiwi; Diana Hardiyanti
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16839

Abstract

Latar belakang: Penerapan dokumentasi keperawatan di rumah sakit masih belum optimal. Dokumentasi keperawatan dapat menjadi bukti perkembangan kesehatan pasien dan indikator mutu layanan kesehatan di rumah sakit. Perbedaan persepsi tentang pelaksanaan dokumentasi keperawatan menjadi hal yang perlu dikaji sebagai dasar meningkatkan kualitas dokumentasi keperawatan. Tujuan penelitian ini untuk menggali persepsi perawat tentang penerapan dokumentasi keperawatan di rumah sakit A. Metode: penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif dengan studi kasus dengan sampel 14 partisipan yang di pilih menggunakan purposive random sampling, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan catatan dan bantuan perekam suara, kemudian dianalisis menggunakan metode colaizzi. Hasil: terdapat sembilan tema tentang persespsi perawat tentang pelaksanaan dokumntasi keperawatan terkait pengertian, tujuan, dan manfaat dokumentasi keperawatan; pengkajian keperawatan; diagnosa keperawatan; perencanaan asuhan keperawatan; intervensi dan implementasi asuhan keperawatan; evaluasi dokumentasi keperawatan; waktu pedokumentasian asuhan keperawatan; sumber rujukan dokumentasi asuhan keperawatan; format asuhan keperawatan. Kesimpulan: persepsi perawat tentang penerapan dokumentasi keperawatan belum optimal dilaskanakan dengan baik karena manajemen waktu lebih fokus terhadap tindakan, motivasi dan perilaku, pemahaman dan pedapat yang berbeda-beda dalam melaksanakan pencatatan dokumnatasi keperawatan.
Penguatan Pemahaman dan Persepsi Positif Perawat dalam Melaksanakan Dokumentasi Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Heryyanoor Heryyanoor; Melinda Restu Pertiwi; Diana Hardiyanti
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v5i1.231

Abstract

Background: Problems related to the documentation of nursing care are still a global problem in hospitals. Various factors, such as knowledge, attitudes, skills, and different perceptions between nurses when carrying out nursing documentation, also become obstacles. Methods: The design applied in the service refers to qualitative discrimination, with activities carried out to socialize research results, followed by FGD (Focus Group Discussion) with an interview guide consisting of nine statements to 10 nurses representing the treatment room as participants. Results: There was a change in understanding and shared positive perceptions among participants regarding the implementation of nursing documentation, starting with assessment, data analysis, formulation of nursing diagnoses, and evaluation. Conclusion: increasing nurses' understanding and positive perceptions regarding nursing documentation can be done through FGDs, training, and workshops, as well as ongoing assessment.
Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Faktor Penyebab Terjadinya Perilaku Kekerasan terhadap Perawat dilayanan Kesehatan Heryyanoor; Melinda Restu Pertiwi; Diana Hardiyanti
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i1.196

Abstract

Instruments play an important role in determining better research results. One form of instrument is a questionnaire, which is the accuracy and reliability of which researchers should pay more attention to. This study tested the validity and reliability of a research questionnaire on the factors that cause violent behavior toward nurses in health services. A descriptive research design was used with a sample of 45 respondents, using purposive random sampling. The questionnaire variables and instruments consist of 88 statements with a Likert scale consisting of nurses' therapeutic communication attitudes 10 statements; nurses' self-concept six statements; perceptions related to nurses' workload 14 statements; nurses' job satisfaction 15 statements; perceptions pertaining to nurses' work experience 12 statements, quality of service 22 statements, and incidents of violent behavior by nurses nine statements. Analysis of validity and reliability tests with a computer program: the results are expressed based on the validity and reliability test results table. The statement is said to be valid if r results > r table person product moment df = n-2 = 45-2 = 43 with a significance level of 5%, so the r table value is 0.301. At the same time, reliability is stated if the Cronbach's alpha value is > 0.6. The research results showed that 77 statements (87.5%) were valid, and 11 statements (12.5%) were invalid. The average level of variable reliability is 0.822, which is included in the good category. The conclusions of the questionnaire were declared valid and reliable for use in research.
Konsep Diri Mahasiswa Keperawatan Untuk Menjadi Perawat Profesional Febriana, Annisa; Achriyana Arif, Rifda Nur; Heryyanoor, Heryyanoor
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3468

Abstract

Konsep diri merupakan aspek penting dalam perkembangan profesional mahasiswa keperawatan, yang mempengaruhi bagaimana mereka memandang diri mereka sebagai calon perawat profesional. Pengembangan konsep diri perlu dimulai sejak awal pendidikan keperawatan karena berdampak pada interaksi sosial, pengelolaan stres, dan kesiapan menghadapi tantangan dalam dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konsep diri mahasiswa keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini melibatkan 96 mahasiswa keperawatan semester 1, yang dipilih dengan metode accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang terdiri dari 30 item terkait lima komponen konsep diri: body image, self-esteem, emotional control, social relationships, dan autonomy and decision making. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa keperawatan memiliki konsep diri yang positif di setiap aspek yang diuji. Sebanyak 85 mahasiswa (88,5%) memiliki citra tubuh yang positif, mencerminkan kepercayaan diri yang tinggi terhadap penampilan fisik. Sebanyak 90 mahasiswa (93,8%) melaporkan memiliki harga diri yang positif, yang mendukung kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan akademik dan klinis. Aspek emotional control menunjukkan hasil baik, dengan 85 mahasiswa (88,5%) mampu mengelola emosi mereka dalam situasi penuh tekanan. Aspek social relationships menjadi yang paling dominan, dengan 95 mahasiswa (99%) merasa memiliki hubungan sosial yang sehat dan mendukung. Terakhir, 94 mahasiswa (97,9%) merasa memiliki otonomi yang cukup dalam pengambilan keputusan klinis, yang memperkuat kompetensi mereka sebagai calon perawat profesional. Pendidikan keperawatan perlu lebih fokus pada pengembangan konsep diri mahasiswa melalui pengalaman klinis dan dukungan sosial.
Peningkatan Pengetahuan Berbasis Bukti Ilmiah tentang Perilaku Budaya Bepidara dalam Penanganan Demam pada Masyarakat Banjar Hardiyanti, Diana; Heryyanoor, Heryyanoor; Restu Pertiwi, Melinda; Maulidawati, Maulidawati; Norasiah, Norasiah
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16669

Abstract

Background: The behavior of bepidara in treating fever for the Banjar community is local wisdom. However, many people still don't know about the scientific evidence related to bepidara. Objective: This community service aimed to increase scientific, evidence-based knowledge about bepidara cultural behaviour in treating fever in Banjar communities. Method: This activity implemented health education through socialization and interactive discussions about scientific evidence of cultural behaviour in treating fever. Data collection was carried out in stages, namely pre-test and post-test, using instruments in questionnaires for 33 respondents. Data analysis was conducted using categorical frequency distribution tables and paired t-test/Wilcoxon statistical tests. Results: There was an increase in respondents' knowledge about scientific evidence of cultural behavior in handling fever before and after being given health education, both in the excellent category from 0% to 79% or from an average score of 2 to 7.5. Meanwhile, in analysis using statistical tests, the value of p=0.001 (p<0.005) was obtained, which means that the health education provided impacted increasing knowledge. Conclusion: There was an increase in respondents' knowledge about scientific evidence of bepidara cultural behavior in treating fever in Banjar communities after being given health education.
Literature Review: Efektifitas Juice Therapy Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Annisa; Nur , Kinantika; Heryyanoor
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i1.313

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang umum terjadi pada lansia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya berbagai komplikasi pada kardiovaskular. Perawatan hipertensi umumnya dilakukan dengan terapi farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang semakin banyak dikaji yaitu konsumsi jus buah dan sayur yang kaya akan kalium, antioksidan, dan senyawa bioaktif yang dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas terapi jus dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi berdasarkan kajian literatur. Studi ini menggunakan metode literature review dengan menelusuri berbagai jurnal ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Artikel yang digunakan dipilih berdasarkan kriteria inklusi, seperti penelitian yang membahas konsumsi jus buah dan pengaruhnya terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi dalam rentang 5 tahun terakhir. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk meninjau mekanisme kerja, jenis buah yang efektif, serta hasil penelitian terkait. Berdasarkan hasil telaah literatur, didapatkan sebanyak 8 artikel yang direview, dimana, jus semangka, jus mentimun dan jus seledri menunjukkan efektivitas dalam menurunkan tekanan darah dengan penurunan terbanyak sebanyak 40 mmHg sistolik dan 20 mmHg diastolik pada jus semangka. Kandungan kalium, flavonoid, dan nitrat dalam buah-buahan ini berperan dalam vasodilatasi pembuluh darah serta pengurangan stres oksidatif, yang berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Namun, efektivitas terapi ini bergantung pada durasi konsumsi, dosis, serta pola diet secara keseluruhan. Terapi jus dapat menjadi alternatif tambahan yang efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain studi yang lebih kuat untuk memastikan dosis optimal, durasi konsumsi, serta interaksi dengan terapi medis lainnya.
Nurses’ perceptions of discharge planning implementation: A descriptive qualitative study Heryyanoor, Heryyanoor; Diana , Hardiyanti; Melinda Restu , Pertiwi; Asih Dwi, Mulyati
The Journal of Palembang Nursing Studies Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Palembang MediRose Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55048/jpns126

Abstract

Background: Discharge planning is crucial in hospitals to ensure continuous patient care, thereby preventing re-admissions or complications. However, its implementation still requires improvement due to various obstacles and variances in nurses’ perceptions. Objective: This research aims to explore nurses’ perceptions regarding the implementation of discharge planning. Methods: This study is a descriptive qualitative research involving 14 participants selected through purposive random sampling. Data was collected from April to June 2023 through in-depth interviews, with notes taken and recordings made for transcription. Data analysis was conducted using the Colaizzi method. Results: Participants exhibited a good understanding of discharge planning, yet disparities emerged in their perceptions regarding ten key themes: knowledge, goals, and benefits; organizational aspects in implementation management; activity mechanisms; methods and media employed; implementation steps/flow; implementation content; particularly notable was the theme of implementation timing; evaluation processes in implementation; availability of specialized formats and documentation procedures/format completion; and encountered implementation categories and room-related obstacles. These themes emerged as significant areas needing attention based on the research findings. Conclusion: Nurses’ perceptions regarding the implementation of discharge planning have not been optimized due to constraints imposed by hospital management policies and room management, differences in nurses’ perceptions and attitudes towards implementation, and factors related to patients and their families.
Factors, Impacts, and Prevention Strategies of Violence Against Nurses: A Qualitative Study Heryyanoor, Heryyanoor; Hardiyanti, Diana; Pertiwi, Melinda Restu; Febriana, Annisa; Safariansyah, Hari
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 13 No 1 (2025): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v13i1.387

Abstract

Violence against nurses remains a significant challenge affecting their physical safety, psychological well-being, and professional performance. This study explored the factors contributing to violent behavior against nurses, their diverse impacts, and effective prevention strategies. A qualitative design was used to collect data from thirteen participants through interviews and to analyze them thematically. The study findings revealed that internal factors such as high workload, ineffective communication, and staff attitudes, alongside external factors including patient and family expectations, emotional states, and socio-cultural influences, contributed to violent incidents. The impacts identified included physical injury, psychological trauma, decreased motivation, and compromised quality of care. Participants highlighted prevention strategies involving positive nurse attitudes, patient and family education, effective communication, precise reporting mechanisms, institutional support, psychosocial support, and use of digital technology. The study concluded that addressing violent behavior against nurses requires a comprehensive and multidimensional approach that integrates personal, organizational, and technological interventions. It is recommended that nursing practice prioritize therapeutic communication and empathy, supported by strong policies and psychosocial resources to improve nurse safety and quality of care.