Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pelatihan Publikasi Artikel Ilmiah Pada Jurnal Terindeks Bagi Guru SMK Negeri 1 Jetis Mojokerto Maftuh, Moh. Syukron; Fathonah, Nur; Fitriatien, Sri Rahmawati; Putri, Rani Kurnia; Susilohadi, Susilohadi
Manggali Vol 2 No 1 (2022): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v2i1.1967

Abstract

Publikasi merupakan tahap akhir yang penting dilakukan dalam penulisan karya ilmiah dan merupkan cara agar karya atau hasil temuan dapat dikenal secara luas, sehingga dapat menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Guru dituntut tidak hanya mengajar tetapi juga menghasilkan karya atau temuan. Salah satu bentuk pengembangan profesi guru adalah pengembangan kemampuan guru dalam membuat Artikel tulis ilmiah. Kemampuan ini dapat dilihat dari publikasi para guru yang dimuat dalam berbagai media, khususnya jurnal ilmiah terindeks. Namun sebagian besar guru tidak melakukan publikasi dengan alasan karena membutuhkan waktu dan tenaga, sehingga guru hanya menyusun karya ilmiah tanpa melakukan publikasi. Program pengabdian yang dilakukan oleh program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dikemas dalam bentuk memberikan sosialisasi mengenai publikasi artikel ilmiah agar mampu memberi pengetahuan dan memotivasi guru dalam melakukan publikasi karya artikel ilmiah ke dalam jurnal. Selain hanya memberi sosialisasi, program pengebdian ini juga dilakukan dalam wujud pelatihan publikasi karya artikel ilmiah ke dalam jurnal terindek secara langsung sehingga nantinya guru-guru di SMK Negeri 1 Jetis Mojokerto terlatih dan terbiasa melakukan sendiri dalam publikasi artikel ilmiah ke jurnal terindeks serta mempu meningkatkan pengetahuan terkait dengan publikasi artikel ilmiah
Peningkatan Kemampuan Belajar Mandiri pada Mata Kuliah Operasional Riset melalui Self-Regulated Learning Fitriatien, Sri Rahmawati; Mutianingsih, Ninik
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i1.595

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi mahasiswa yang masih kurang memiliki self concept dalam mempelajari mata kuliah operasional riset. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perkembangan kemampuan diri dalam menyelesaikan permasalahan sistem pengambilan keputusan yang dimiliki mahasiswa secara mandiri. Subjek penelitian sebanyak 49 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, terdiri dari angkatan 2017-B dan 2017-C. Metode penelitian yaitu penelitian tindakan kelas yang difokuskan pada proses perbaikan pembelajaran secara mandiri melalui self-regulated learning. Data kuantitatif diperoleh melalui tes tulis sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara. Analisis data penelitian ini menggunakan perhitungan persentase nilai rata-rata dengan batasan persentase nilai rata-rata minimal 75% maka pelaksanaan proses perbaikan dapat dihentikan. Temuan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses perbaikan pembelajaran melalui self-regulated learning mampu mengarahkan mahasiswa untuk belajar mandiri secara aktif dan memberikan motivasi dalam berkompetisi secara positif sehingga memperoleh hasil capaian pembelajaran yang lebih baik. This research is motivated by the condition of students who still lack self-concept in studying operational research subjects. The purpose of this study is to determine the development of the ability to self in solving the problem of decision-making systems that are owned by students independently. This study was implemented at the University of PGRI Adi Buana Surabaya, participated by 49 undergraduate students majoring in Mathematics Education, 2017-B and 2017-C. The research method used is classroom action research focused on the process of improving learning independently through self-regulated learning. Quantitative data were obtained through written tests while qualitative data were obtained through observation and interviews. Analysis of the data used in this study using the calculation of the percentage of the average value with a limit of the average percentage value of at least 75%, then the implementation of the improvement process can be stopped. The finding of this study indicates that the learning improvement process through self-regulated learning can direct the students to actively self-learn and motivate them to compete positively to obtain a better learning outcome.
HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Fitriatien, Sri Rahmawati
Differential: Journal on Mathematics Education Vol. 1 No. 2 (2023): Differential: Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/differential.v1i2.115

Abstract

Prokrastinasi akademik adalah perilaku menunda dalam menuntaskan sebuah tugas yang berkorelasi dengan akademik sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam menyerahkan tugas bahkan mengalami kegagalan dalam menyelesaikannya. Seseorang yang mempunyai kebiasaan melakukan prokrastinasi akademik biasanya tidak bisa mengolah waktu dengan baik. Oleh sebab itu dibutuhkan usaha untuk menghindari terjadinya prokrasinasi akademik dengan cara memperbaiki pengelolaan waktu. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeteksi hubungan antara prokrastinasi akademik dengan hasil belajar matematika siswa. Pada penelitian ini metode yang digunakan yakni kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah semua kelas X SMA Al-Islam Krian. Untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling dan diperoleh kelas X IPS 3 sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan skala prokrastinasi akademik dan tes hasil belajar matematika siswa. Analisis data dengan menggunakan pengujian korelasi Product Moment Person dengan uji prasyarat memakai uji normalitas dan uji linieritas. Dari hasil analisis data, hipotesis yang berbunyi “terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara prokrastinasi akademik dengan hasil belajar siswa” diterima. Sehingga dapat diartikan bahwa semakin tinggi prokrastinasi akademik maka semakin rendah hasil belajar matematika siswa. Namun sebaliknya jika prokrastinasi akademik rendah maka semakin tinggi hasil belajar matematika siswa.
Efektivitas Dan Kesenjangan Penelitian tentang Konten Pembelajaran Secara Personal di Perguruan Tinggi: Sebuah Tinjauan Literatur Kritis Sitompul, Nurmida Catherine; Suhari; Rusmawati, Retno Danu; Fitriatien, Sri Rahmawati; Degeng, I Nyoman Sudana; Sonia, Putri Nur Aziza; Pangestika, Erika Dea; Fauziah, Laela
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 11 No. 2 (2026): April
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v11i2.19267

Abstract

Personalized teaching materials are an innovation in answering the diversity of student characteristics in higher education. However, its implementation still faces challenges. This study aims to analyse the trends and identify research gaps of personalized teaching materials usages. The method used is a critical literature review of articles from internationally reputable databases. The results of the study show two main findings: (1) there is a transformation in the use of personalized teaching materials in three phases such as: technical and standardization phase; the dynamic pedagogical and adaptive integration phase, and the artificial intelligence and holistic welfare phase; (2) There are four main research gaps such as: inconsistencies in measurement methodology, obstacles to contextual implementation, conceptual ambiguity of personal needs, and limited lecturer readiness. The most valuable finding from  review that the use of PTM where the implementation no longer lies in the "what" is learned but in the "how" the system is intelligently able to empathize with the cognitive and emotional state of learners to create a truly meaningful instructional experience. These are  theoretical contribution in clarifying the evolution of the concept of PTM as well as practical contributions to the development of adaptive learning designs in higher education. 
The Effect of Digital Media and Visual-Spatial Intelligence on Geometry Learning Outcomes for Grade 4 Elementary Students Nurmida Catherine Sitompul; I Nyoman Sudana Degeng; Hendra Wahyu Riyanto; Sri Rahmawati Fitriatien
International Journal of Learning Reformation in Elementary Education Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Learning Reformation in Elementary Education
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.ijlree.001357

Abstract

E-books and G-Sites are increasingly commonly used in geometry learning in elementary schools; therefore, it is necessary to conduct more intensive research to ensure the effectiveness of this digital media in accordance with the characteristics of students.  This study investigated the effect of these media on Grade 4 students who have different levels of visual-spatial intelligence on their understanding of the subject of geometry. The study employed a quasi-experimental method with a 2x2 factorial design, pretest-post-test. The research subjects were 62 students.  This study showed that (1) G-Sites is significantly more effective than e-books in improving geometry learning; (2) students who have high visual-spatial intelligence have a better understanding of geometry than those who have low visual-spatial intelligence; and (3) there is an interaction between digital media and students’ visual-spatial intelligence on the understanding of geometry.  G-Sites are a significantly more effective medium for students with low visual-spatial intelligence.  The conclusion is that the use of digital media for geometry material should consider students’ visual-spatial intelligence.  We suggest that the use of e-books should be combined with concrete media. Concrete media can facilitate the process of externalization from 2D representation to 3D understanding, thereby reducing the cognitive load experienced by low-visual-spatial students.  It is necessary to conduct research by considering other characteristics of students.
Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Dalam Penyusunan Materi Pembelajaran Liknin Nugraheni; Hanim Faizah; Sri Rahmawati Fitriatien; Ninik Mutianingsih
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cafn6h69

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilaksanakan tim mahasiswa dan dosen Pendidikan matematika di SMA Antartika sidoarjo terdapat 80% Guru belum memahami penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara maksimal untuk mendukung dalam penyusunan materi pembelajaran mereka. Berdasarkan hal tersebut dan kondisi saat ini maka Guru SMA Antartika Sidoarjo dituntut kreatif dalam pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran, salah satunya adalah pemanfaatan AI dalam penyusunan materi pembelajaran. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat (PPM) yang dilakukan oleh tim mahasiswa dan dosen prodi pendidikan matematika fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya adalah memberikan pelatihan pemanfaatan AI dalam penyusunan materi pembelajaran pada Guru SMA Antarti ka Sidoarjo. Pelaksanaan kegiatan PPM yang dilakukan Tim Dosen Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memiliki tiga tahapan yaitu tahap observasi di awal, tahap untuk perencanaan, dan tahap untuk sosialisasi. Hasil kegiatan PPM adalah peningkatan pemahaman guru tentang penggunaan AI yang ditunjukkan dengan 98% Guru SMA Antartika sidoarjo berhasil membuat materi pembelaran yang berkualitas, menarik, efektif, dan efisien.  berdasarkan hasil dari kegiatan PPM maka sangatlah penting adanya kegiatan serupa untuk meningkatkan adaptasi dan kompetensi Guru di era merdeka belajar dan perkembangan teknologi seperti saat ini.
Exploring learning obstacles in circle and chord geometry through diagnostic assessment: Evidence from indonesian senior high school students Anggraini Puspitasari; Sri Rahmawati Fitriatien
Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jasme.v6i3.1404

Abstract

Background: Learning obstacles remain a major challenge in mathematics education, particularly in circle and chord geometry, where students frequently encounter difficulties in conceptual understanding, formula application, and interpreting geometric representations. These difficulties often result in errors in mathematical problem-solving and indicate the need for a comprehensive analysis of students’ learning obstacles. Aim: This study aims to identify and classify students’ learning obstacles in circle and chord geometry based on Brousseau’s learning obstacle theory, encompassing ontogenic, didactical, and epistemological obstacles. Methods: This study employed a descriptive qualitative approach involving three Grade 11 students from SMA Negeri 1 Kedamean, Indonesia, who were purposively selected based on the lowest diagnostic test scores and teacher recommendations. Data were collected through five open-ended diagnostic test items and semi-structured interviews and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by methodological triangulation to ensure data credibility. Results: The findings indicate that students experienced conceptual difficulties characterized by procedural formula application without conceptual reasoning, inadequate explanation of solution processes, dependence on familiar problem patterns, and limited understanding of problem statements. Conclusion: The study identified epistemological, ontogenic, and combined epistemological–ontogenic learning obstacles, suggesting that students’ academic achievement does not necessarily reflect their conceptual understanding of circle and chord geometry.
Developing and evaluating a case-based blended learning model to enhance mathematical problem-solving, sustained attention, and student engagement Sri Rahmawati Fitriatien; Mustaji; Fajar Arianto
Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jasme.v6i3.1540

Abstract

Background: Mathematical problem-solving among pharmacy students can be constrained by extraneous cognitive load, fragmented attention, and cyberloafing in digital learning environments. Aims: This study aimed to develop and evaluate a Case-Based Blended Learning via Virlenda (CBBLV) model for enhancing mathematical problem-solving, sustained attention, and student engagement. Method: A Research and Development approach integrating the Dick and Carey and Waterfall models was employed. The model was evaluated using a one-group pretest–posttest design involving 38 undergraduate pharmacy students. Data were analyzed using a paired-samples t-test, normalized gain, and Cohen’s d. Results: The CBBLV model demonstrated high validity (Aiken’s V > 0.88) and practicality (91.50%). Mathematical problem-solving improved significantly (t = 18.45, p < .001), with an N-gain of 0.68 and a large effect size (d = 1.42). The greatest gains occurred in understanding the problem (0.74) and devising a plan (0.71). Sustained attention reached 82.40%, multidimensional engagement 88.10%, and cyberloafing was 8.60%. Conclusion: CBBLV provides a valid and practical instructional framework associated with improved mathematical problem-solving, sustained attention, and student engagement in technology-enhanced mathematics learning.