Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Voter Behaviour of Local Community in Indonesia Dian Trianita Lestari; Iriyani Astuti Arief; Shinta Arjunita Saputri
Resolusi: Jurnal Sosial Politik Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Department of Political Science - Universitas Sains Al-Qur’an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/resolusi.v4i2.2272

Abstract

The research aims to determine and analyze the voter behavior of the Ambaipua Village community in regional head elections of South Konawe in 2020. This research uses political participation and voter behavior concept to see what underlying the community in determining the choice of their regional head, whether influenced by sociological, psychological or rational aspects. The data collection techniques used were interviews, literature studies and documentation. The results showed that the voting pattern of the Ambaipua Village community could be understood from three approaches, namely sociology, psychology and rational. A sociological approach in which the majority of informants stated that the religious aspect greatly affects who the candidate will be elected, that they will choose a candidate who has the same belief/religion. Meanwhile, from the psychological approach, it was found that the informants were not influenced by the political parties carrying the regional head candidates, but the majority would choose the incumbent with the assumption that they had succeeded in developing the region in the previous period. On the other hand, the rational approach was seen from the tendency of informants to choose candidate who have good political experience. Based on the results by the writers, it can be concluded that the sociological approach especially religion is more prominent than the other two approaches. This is because religious knowledge will have a great influence on aspects of people's lives, including their political choices.
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM REKRUTMEN TENAGA KERJA LOKAL PADA PT. VIRTU DRAGON NIKEL INDUSTRI DI KABUPATEN KONAWE Taufik Taufik; Dian Trianita Lestari; Nur Azizah
Journal Publicuho Vol 4, No 4 (2021): November - January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/jpu.v4i4.21678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses Collaborative Governance Relationship (CGR) antara Pemerintah Kabupaten Konawe dengan PT. Virtu Dragon Industri Nikel terkait rekrutmen Tenaga Kerja Lokal (TKL) di kawasan industri Morosi dan kendala yang ada dalam pelaksanaan proses kerjasama. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Melalui penggunaan berbagai komponen, hasil dari penelitian ini adalah dinamika kerjasama antara Kabupaten Konawe Pemerintah dan PT. VDNI berjalan dengan baik meski di awal agenda kerjasama dibarengi konflik berupa penolakan oleh sekelompok orang. Saat ini, dampak sementara yang dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten Konawe dan masyarakat Konawe adalah penurunan angka pengangguran dan angka kemiskinan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe juga meningkat, bahkan di masa pandemi Covid-19. Selanjutnya adaptasi sementara di Kabupaten Konawe saat ini dalam kondisi peningkatan kompetensi calon tenaga kerja oleh Pemerintah Kabupaten Konawe, dan verifikasi tenaga kerja yang kompeten sesuai permintaan PT. VDNI di wilayah atau zonasi yang lebih luas dari yang diprioritaskan sebelumnya.
PELAKSANAAN FUNGSI TEKNIS BADAN PANGAN DAN PERTANIAN DUNIA (FOOD AND AGRICULTURE ORGANIZATION) DALAM PEMBERDAYAAN SAGU MELALUI DIVERSIFIKASI PANGAN DI KABUPATEN KONAWE Agung Sentosa; Muhammad Basri; Dian Trianita Lestari
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 4, No 1 (2019): PIR AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.023 KB) | DOI: 10.22303/pir.4.1.2019.01-15

Abstract

Kabupaten Konawe merupakan pusat daerah hutan sagu terluas di Sulawesi Tenggara dengan lebih dari 5.000 hektar berada di dalamnya, lahan sagu ini sebagian besar berisikan tanaman sagu liar yang tidak sepenuhnya dikembangkan. Selain itu, produksi sagu yang ada di kabupaten Konawe sendiri masih dilakukan dengan proses tradisional yang tergolong sederhana, tanpa memperhatikan nilai kualitas pangan yang dihasilkan. Diversifikasi pangan sagu juga masih belum dimaksimalkan jika dilihat dari produksi sagu di Kabupaten Konawe yang hanya sebatas memproduksi pati sagu basah saja. Hal tersebut membuat pemerintah Indonesia khususnya Pemerintah Kabupaten Konawe bergegas menerapkan kebijakan program pemberdayaan sagu di Kabupaten Konawe melalui bantuan teknis Badan Pangan dan Pertanian Dunia dalam mewujudkan langkah diversifikasi pangan yang dinilai dapat memastikan terwujudnya ketahanan pangan sagu, serta menjaga wilayah tanaman sagu dari indikasi konversi lahan besar-besaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa library research disertai survei dan dokumentasi dari berbagai literatur serta data instansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua fase pada pelaksanaan fungsi teknis FAO, termasuk pada pendirian pabrik pengolahan sagu terintegrasi di Desa Labela, program pembinaan kelompok pangan sagu “Sagu Meambo Food”, pelatihan budidaya sagu dan pelestariannya, serta kerjasama FAO terkait program diversifikasi pangan sagu yang dilakukan bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Konawe. Hal tersebut membuktikan bahwa pelaksanaan fungsi teknis Badan Pangan dan Pertanian Dunia dalam pemberdayaan sagu melalui diversifikasi pangan di Kabupaten Konawe dapat dijalankan sesuai dengan Good Agricultural Practice (GAP).
Mekanisme Penyelesaian Sengketa Mahkamah Internasional dalam Permohonan Interpretasi Mengenai Kasus Kuil Preah Vihear Dian Trianita Lestari
PAMARENDA : Public Administration and Government Journal Vol 1, No 2 (2021): Edisi November
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu O

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.106 KB) | DOI: 10.52423/pamarenda.v1i2.22088

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai mekanisme penyelesaian sengketa mahkamah internasional atas permohonan Interpretasi atas Putusan tanggal 15 Juni 1962 mengenai Kasus Kuil Preah Vihear antara Kamboja versus Thailand. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek delegasi dalam Mahkamah Internasional khususnya untuk Penyelesaian Sengketa Tipe Interstate. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian berbentuk dokumen. Data yang dikumpulkan kemudian akan diagregasi, diorganisasi lalu diklasifikasikan menjadi unit-unit yang dapat dikelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek delegasi Mahkamah Internasional pada kasus ini tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh adanya kepentingan-kepentingan negara di balik keputusan yang diambil oleh Mahkamah Internasional. Selain itu, sesuai dengan mekanisme cara kerjanya, Mahkamah Internasional hanya membolehkan negara untuk mengajukan perkara kepadanya ditambah mekanisme pengambilan keputusan yang tidak membuka akses, baik para aktor negara maupun non-negara agar dapat memberikan pengaruhnya dalam agenda pengadilan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Mahkamah Internasional merupakan pengadilan yang sesuai untuk menyelesaikan sengketa antarnegara karena memiliki aspek delegasi yang rendah. Kata kunci : Mekanisme Penyelesaian Sengketa, Mahkamah Internasional, Kuil Preah Vihear
Sinergi Pemerintah Kabupaten Kolaka dan Badan Usaha Milik Desa dalam Mempromosikan Wisata Sungai Tamborasi Sri Afifa Yuniarti; Harnina Ridwa; Dian Trianita Lestari
PAMARENDA : Public Administration and Government Journal Vol 2, No 1 (2022): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu O

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.035 KB) | DOI: 10.52423/pamarenda.v2i1.26423

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai kerja sama yang dilakukan antara Dinas PariwisataKabupaten Kolaka dengan Badan Usaha Milik Desa dalam mempromosikan wisata sungai tamborasi kepada publik, baik domestik maupun internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk promosi yang dilakukan oleh kedua instansi dalam mengiklankan wisata sungai tamborasi dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima bentuk promosi yang dilakukan yakni mengikuti Festival Ajang Pesona Indonesia tahun 2020, melalui media sosial seperti Youtube, Facebook dan Instagram, buku katalog, media iklan stasiun Televisi lokal dan komunikasi face to face. Kelima bentuk promosi tersebut terbukti berhasil dalam meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke sungai tamborasi karena mampu untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, melalui kunjungan wisatawan ini mampu untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di sekitar wisata sungai tamborasi sehingga kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat.Kata kunci : Badan Usaha Milik Desa, Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka, Promosi, Sungai Tamborasi. 
Model Komunikasi Pekerja Lokal Dan Asing Pada PT. Virtue Dragon Nickel Industry Dian Trianita Lestari; Sultrayansa Sultrayansa; Rahman Ako
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 12 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v12i1.8794

Abstract

Virtue Dragon Nickel Industry/VDNI merupakan perusahaan smelter asal Tiongkok yang beroperasi di wilayah Sulawesi Tenggara. Sejalan dengan hal tersebut, harapan masyarakat adalah dengan adanya perusahaan asing tersebut dapat memberikan dampak positif terutama bagi perekonomian masyarakat lokal. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya kegiatan perusahaan justru terkadang menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalis model komunikasi antara pekerja lokal dan asing pada PT. Virtue Dragon Nickel Industry sehingga mampu diketahui penyebab konflik yang terjadi di antara kedua jenis pekerja tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Anxiety/Uncertainty Management untuk melihat gambaran model komunikasi serta peran masyarakat serta pihak-pihak terkait dalam penguraian konflik pada objek penelitian. Sementara itu, jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang bersumber dari wawancara dan studi pustaka Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi penyebab konflik yang terjadi antara pekerja lokal dan pekerja asing asal China pada perusahaan yakni, pertama; kesalahan intepretasi makna verbal yaitu perbedaan Bahasa yang digunakan dan non-verbal yakni cara berkomunikasi pekerja asing dengan gerak tubuh, intonasi, mimik dan pendukung komunikasi verbal lainnya juga terdapat perbedaan yang signifikan sehingga dapat menjadi pemicu konflik karena kesalahpahaman, kedua; perbedaan upah antara pekerja lokal dan pekerja asing pada PT. Virtue Dragon Nickel Industry, dimana upah pekerja lokal tidak sebanding dengan upah pekerja asal China, hal ini dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kinerja pekerja yang dapat menjadi pemicu terjadinya konflik dalam perusahaan. Dengan adanya noise dalam proses komunikasi tersebut maka solusi yang diberikan oleh penulis agar PT. VDNI mengadakan kegiatan pemahaman budaya untuk para tenaga kerja asing termasuk di dalamnya menngikuti kursus Bahasa Indonesia serta proporsional dalam penetapan upah.
Pelatihan Akses Wisata Berbasis Digital pada Kelompok Usaha Penyeberangan Pulau Bokori Sutiyana Fachruddin; Shinta Arjunita Saputri; Dian Trianita Lestari; Rizal Adi Saputra; Sultrayansa
Indonesian Journal of Community Services Vol. 1 No. 2 (2022): November
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijcs.v1i2.698

Abstract

This Community Service Program aims to support the accessibility of technology-based tourist attractions in the era of globalization. This is based on the conventional method used by the object of service in serving tourists who will go to Bokori Island. Conventional means relying solely on information from person to person about their business. This is certainly ineffective, especially entering Society 5.0. era, where the focus is not only on the technological component but also on the human. Therefore, the service team offers a solution in the form of making a digital-based ship rental application (website) and assistance in its use in the form of training. This website is useful not only to advertise community businesses but also Bokori island tourism. The website will be managed by an admin who is a representative of the Bajoe village community. The features contained in this application are Bokori Island Tourism info, crossing points, checking ship availability, boat rental, and ticket printing. The presence of this application is certainly very useful for tourists, especially those from outside Kendari, they can order tickets in advance of the time they want to visit Bokori island. The community service program was positively welcomed by the local community, especially the crossing business owners because they felt helped by the application made by the service team.
MENGOPTIMALKAN KAMPANYE SOSIAL DIGITAL MELALUI MEDIA ONLINE UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN LINGKUNGAN DI KALANGAN MILENIAL DESA TAPULAGA Sirajudddin; Muh. Rajab; La Ode Herman; Dian Trianita Lestari; La Taya; Harnina Ridwan
JOURNAL OF COMMUNITY DEDICATION Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Community Dedication
Publisher : Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the effectiveness of digital social campaigns through online media in increasing environmental awareness and behavior among millennials. Using a mixed approach (quantitative and qualitative), the study evaluates the relationship between content type, frequency of interaction, and platform selection with audience engagement and understanding of environmental issues. The results indicate that creative and interactive content, such as short videos, infographics, and educational quizzes, can motivate millennials to actively participate in campaigns and adopt environmentally friendly behaviors. Popular social media platforms such as TikTok, Instagram, and WhatsApp have proven effective in reaching and increasing audience engagement, with TikTok ranking highest in terms of engagement. Digital social campaigns not only disseminate information but also foster two-way communication that strengthens the internalization of environmental values ​​and supports sustainable attitudinal change. A structured communication strategy, prioritizing creative content and utilizing modern technology, is key to success in achieving sustainability goals. This study emphasizes the importance of optimal digital campaigns as innovative educational tools to mobilize millennial participation in environmental preservation.
PENINGKATAN KESIAPAN KERJA ALUMNI JURUSAN TRADISI LISAN MELALUI PELATIHAN USAHA KECIL DAN MENENGAH Shinta Arjunita Saputri; La Ode Marhini; Agus Rihu; Salniwati Salniwati; Dian Trianita Lestari; Taufiq Said
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37907

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja alumni jurusan Tradisi Lisan melalui pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Peningkatan kesiapan kerja tersebut diwujudkan dalam bentuk pembekalan pengetahuan dan skill alumni melalui sosialisasi dan pelatihan terkait dengan UMKM berbasis kearifan lokal khususnya kerajinan nentu di Kota Kendari. Hal ini penting dilakukan karena berdasarkan analisis hasil tracer study dan FGD diperoleh informasi bahwa mahasiswa jurusan Tradisi Lisan mengalami kesulitan mencari pekerjaan di periode awal kelulusan. Pengabdian ini dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu 1) tahapan persiapan terdiri dari: a) pembentukan tim, b) koordinasi kegiatan baik secara teknis dan administrasi dengan stakeholder terkait, dan c) identifikasi masalah secara parsial, 2) tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri dari: a) Pelaksanaan FGD, b) Pelaksanaan Sosialisasi, dan c) Pelatihan (Praktik), dan 3) tahap evaluasi. Peserta dalam kegiatan ini adalah alumni yang tercatat sebagai lulusan baru pada Jurusan Tradisi Lisan. Lokasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di UPPKS Kerajinan Nentu Hati Mulia. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peserta sangat antusias baik dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan dan berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara yang dilakukan terdapat 80 % dari total peserta sangat tertarik untuk menekuni kerajinan nentu baik dalam konteks pemasaran maupun menjadi pengrajin nentu. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini memiliki peran penting dalam mengatasi atau mengurangi masa tunggu kerja alumni yang dapat berdampak positif pada peningkatan mutu lulusan dan mutu jurusan.
PEMANFAATAN MEDIA PENYIARAN SEBAGAI SARANA REVITALISASI TRADISI LISAN: STUDI KASUS TURKI Shinta Arjunita Saputri; Rahmat Sewa Suraya; Nurtikawati Nurtikawati; Komang Wahyu Rustiani; La Ode Marhini; Sitti Utami Rezkiawaty K; Dian Trianita Lestari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57861

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk menambah wawasan mahasiswa Program Studi Tradisi Lisan mengenai cara tradisi lisan direpresentasikan melalui media penyiaran modern seperti program televisi. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk kuliah tamu virtual yang menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang penyiaran. Melalui studi kasus Turki, mahasiswa mempelajari bagaimana cerita rakyat dan legenda direpresentasikan dalam program siaran secara profesional, kreatif, dan relevan dalam konteks kontemporer. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam pemanfaatan media penyiaran sebagai media revitalisasi tradisi-tradisi lisan. Sebelum kegiatan dilakukan, sebagian besar mahasiswa hanya memahami tradisi lisan dari perspektif teoretis tanpa gambaran konkret tentang penerapannya dalam media penyiaran. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperluas wawasan namun juga termotivasi untuk ikut serta dalam upaya pelestarian budaya melalui media penyiaran yang inovatif dan berkelanjutan.