Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelatihan Digital Marketing sebagai Upaya Penguatan Promosi Destinasi Wisata Berbasis Masyarakat Suriyani BB; Dian Trianita Lestari; Siti Kadri Yanti Sari; Nur Azizah; Siti Nurhayati; Akbar Wahbi; La Taya
Kongga : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5243/kongga.v4i1.59

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan digital marketing sebagai media promosi potensi wisata lokal. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang dipadukan dengan metode ceramah, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang yang terdiri atas aparatur kelurahan, pelaku usaha mikro, karang taruna, dan masyarakat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 48,0% pada pre-test menjadi 87,6% pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 39,6 poin persentase. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, menyusun konten digital, dan memahami strategi pemasaran destinasi wisata berbasis platform digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan efektif dalam meningkatkan literasi digital masyarakat serta memperkuat kapasitas lokal dalam mendukung promosi destinasi wisata. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat guna mendukung pengembangan pariwisata berbasis digital yang berkelanjutan.
Strategi Deterrence dalam Pertunjukan Kekuatan: Analisis Parade Militer China di Era Modern Dian Trianita Lestari; Harnina Ridwan; Shinta Arjunita Saputri
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 4 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines deterrence methods in current Chinese military parades, concentrating on their use as power shows, political symbols, and international diplomacy. Military parades are viewed not just as official ceremonies, but as an essential component of defense strategy and political communication. By displaying current defense equipment like as hypersonic missiles, air defense systems, and advanced military technology, China presents a convincing message of military capacity to both domestic and international audiences. This represents two types of deterrence: punishment (the danger of damaging retaliation) and denial (the ability to prevent an opponent's attack). In addition to their outward function, military parades have a significant domestic political component. Parades promote the legitimacy of Xi Jinping's leadership and the Chinese Communist Party by telling a story of national awakening (the China Dream), instilling collective pride and strengthening social solidarity. Internationally, parades elicit varied reactions: Western countries are cautious and see them as an indication of military expansion, whereas Global South countries see them as a symbol of the development of non-Western powers. This study employs a qualitative descriptive-analytical methodology, with a literature review as the data gathering method. According to the research findings, Chinese military parades serve three purposes: strategic deterrent, a domestic political symbol, and a symbolic diplomatic weapon. These findings suggest that military parades play an important role in comprehending modern defense policy, political legitimacy, and regional and global security dynamics.
Analisis Semiotika Makna Self Healing pada Lirik Lagu “Magic Shop” Bangtan Sonyeondan Fujiana Raodah; Sirajuddin; Dian Trianita Lestari
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v2i2.1950

Abstract

Musik merupakan salah satu media dalam penyampaian pesan yang juga dapat menjadi sebuah media self healing. Self healing merupakan bentuk penanganan diri yang dilakukan individu atas dasar adanya luka batin. Melalui penelitian ini, peneliti menyampaikan makna pesan self healing dalam karya musik Bangtan Sonyeondan (BTS) yang berjudul “Magic Shop”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna self healing yang terkandung dalam lirik lagu tersebut dan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori semiotika Ferdinand De Saussure. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat delapan bait lirik lagu yang mewakili perasaan dan situasi yang dialami oleh individu, melalui pengalaman BTS sebagai bentuk dukungan dan pelajaran. Dengan demikian, lagu ini memiliki pemaknaan pesan yang dapat membentuk self healing atau relaksasi melalui musik sebagai bentuk dari komunikasi intrapersonal yang dilihat berdasarkan dua aspek dalam semiotika Ferdinand De Saussure yaitu, penanda (signifier) dan petanda (signified).
Perilaku Generasi Z Di Media TikTok Dalam Pemilihan Umum Presiden 2024 Ni Wayan Ribayanti; Dian Trianita Lestari
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v2i4.2533

Abstract

This study aims to examine Generation Z's behavior in utilizing TikTok as a source of political information during the 2024 Presidential Election in Kendari City. Using a qualitative approach and the uses and gratification theory, the author conducted interviews with 13 Generation Z individuals who are active TikTok users and participated in the election. The findings indicate that TikTok was chosen because it presents political content in an engaging, concise, and digitally relevant format for Gen Z. TikTok functions not only as an entertainment platform but also as an effective space for political discussion and expression. The study also found that Gen Z is not a passive media consumer; rather, they actively engage in discussions, filter information, and shape political opinions. Therefore, enhancing political digital literacy is essential to encourage young voters to become more critical and responsible participants in the democratic process.
Perempuan Dalam Politik: Analisis Emansipasi Dari Perspektif Marxisme Dan Feminisme Dalam Pilkada Kota Kendari Tahun 2024 Dian Trianita Lestari
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v3i2.3598

Abstract

This research examines women’s involvement in the 2024 Regional Head Election in Kendari City, where two female candidates ran for mayor. The research problem focuses on how the concept of emancipation can be understood through feminist and Marxist perspectives in the context of local politics. The objective of this research is to analyze to what extent women’s participation in the election represents substantive political emancipation rather than symbolic representation. The research employs a qualitative method with a literature study approach. Data were collected from books, journals, and online sources, then analyzed through data reduction, presentation, and conclusion drawing. Theoretical frameworks include emancipation, feminism, and Marxism. Feminism emphasizes gender equality and substantive representation, while Marxism highlights class relations and economic-political domination in electoral processes. The findings reveal that although the presence of female candidates reflects progress in political participation, their involvement remains dominated by political elites and family dynasties. Consequently, women’s representation in Kendari’s election is more formal and symbolic than substantive. The research concludes that women’s political emancipation in Kendari still faces structural barriers of patriarchy and oligarchy. True emancipation can only be achieved if women build independent political bases, strengthen gender solidarity, and challenge class domination.
Etnografi Komunikasi Dalam Tradisi Makan Sinonggi Pada Masyarakat Tolaki Sulawesi Tenggara Sultrayansa .; Dian Trianita Lestari
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v3i3.3968

Abstract

Culinary traditions are an important part of culture because they not only meet biological needs but also serve as a medium of cultural communication with deep social meaning. Sinonggi, a Tolaki-style dish, is one of the traditional foods with strong symbolic value in Southeast Sulawesi. The problem in this study is how the Sinonggi eating tradition contributes to the preservation and communication of the Tolaki people's cultural identity in the face of modernization and lifestyle changes. This study examines communication patterns, symbolic meanings, and cultural values associated with the Sinonggi eating tradition. This study aims to understand Sinonggi as a cultural communication medium that represents the values of togetherness, solidarity, and local wisdom among the Tolaki people. The research method used is a qualitative research method with an ethnographic communication approach, based on observations of Sinonggi's practice of eating together in the Tolaki community. This study's theoretical framework is based on Dell Hymes' concept of communication ethnography, specifically the SPEAKING model, as well as the view of culture as a meaning system. The findings indicate that Sinonggi serves as a symbol of unity and a form of nonverbal communication that strengthens social relations within the Tolaki community and across cultures. Sinonggi's communal eating tradition promotes mutual cooperation, simplicity, and respect. Sinonggi is a traditional food and cultural communication tool for the Tolaki people in Southeast Sulawesi, helping to preserve their identity and social values
Pelatihan TOEFL Test: Listening Comprehension bagi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Halu Oleo Dian Trianita Lestari; Harnina Ridwan; Muhammad Zaenal Arwih
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ragom.v2i1.16

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul: Pelatihan TOEFL Test: Listening Comprehension bagi Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Halu Oleo bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan/ listening skill mahasiswa guna mempersiapkan diri dalam mengikuti TOEFL test sebagai persyaratan untuk mengikuti ujian akhir/ skripsi. Hal ini didasari oleh masih banyaknya mahasiswa yang tidak mampu untuk memenuhi ambang batas minimal skor TOEFL untuk dinyatakan memenuhi syarat agar bisa mengikuti ujian skripsi. TOEFL test yang umumnya terdiri dari keterampilan membaca/ reading, tata Bahasa/ grammar dan mendengarkan/ listening, dianggap sulit oleh mayoritas mahasiswa. Soal-soal Listening terutama adalah salah satu yang paling sering dirasakan sulit untuk dijawab oleh mahasiswa. Betapa tidak, mahasiswa hanya diberi kesempatan satu kali untuk mendengarkan audio yang diisi oleh native speaker. Hal inilah yang kemudian membuat banyak mahasiswa gagal untuk memenuhi nilai standar minimal pada kesempatan tes pertama. Ini tentunya menjadi masalah baik oleh mahasiswa maupun program studi. Bagi mahasiswa, maka akan terhambat dalam menyelesaikan tugas akhir karena sertifikat TOEFL adalah salah satu syarat untuk bisa mengikuti ujian skripsi. Bagi program studi, tentunya akan berdampak pada masa studi rata-rata mahasiswa dan berimplikasi pada akreditasi program studi. Oleh karena itu, tim pengabdian melakukan kegiatan pelatihan dengan mengajarkan mahasiswa tips dan trik dalam menjawab soal-soal listening TOEFL, diantaranya soal tentang short conversation between two people dan longer conversation. Dalam pelatihan ini mahasiswa mengetahui cara untuk menjawab soal listening dengan memperhatikan kata kunci di soal, memilih jawaban yang merupakan bentuk pasif dari kalimat pembicara kedua dan terkadang perlu untuk memperhatikan hal-hal yang tersirat dari percakapan. Melalui pelatihan ini diharapkan bahwa mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi dapat memperoleh nilai di atas standar minimum kelulusan dalam TOEFL test.