Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pengasuhan Ayah terhadap Anak Hiperaktif: Sebuah Studi Kasus Siti Winda Mariam Nabila; Esya Anesty Mashudi; Pepi Nuroniah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1581

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali peran dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini dengan kebutuhan khusus, terutama yang mengalami gejala hiperaktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk penyelidikan mendalam dalam konteks dunia nyata. Penelitian dilaksanakan di Taman Cimuncang Indah, Serang, Banten, dengan tiga subjek: SR (anak berusia 5 tahun dengan gejala hiperaktivitas, tanpa didiagnosis sebagai gejala dari gangguan ADHD), ayah kandung SR (RM), dan ibu kandung SR (N). Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi kegiatan ayah dan anak. Data dianalisis dengan teknik triangulasi untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah penting dalam mengelola perilaku hiperaktif anak melalui aktivitas fisik dan interaksi harian yang mempererat ikatan emosional. Namun, tantangan seperti pengelolaan emosi, manajemen waktu, dan stereotip sosial mengenai peran ayah memerlukan perhatian lebih. Oleh karena itu, pelatihan pengasuhan positif bagi ayah dan pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan anak sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengasuhan.
Dampak Pola Komunikasi Keluarga Consensual dan Laissez-Faire terhadap Interaksi Sosial Anak Usia Dini Amelya Ayu Syaputri; Esya Anesty Mashudi; Pepi Nuroniah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1675

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pola komunikasi keluarga terhadap interaksi sosial anak usia dini melalui studi kasus pada dua anak di RA Al-Hikmah yang berasal dari keluarga dengan pola komunikasi consensual dan laissez-faire. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara kepada orang tua dan guru serta observasi langsung interaksi sosial anak di kelas. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman untuk mengidentifikasi hubungan antara pola komunikasi keluarga dan bentuk interaksi sosial anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dari keluarga dengan pola komunikasi consensual cenderung menampilkan interaksi sosial asosiatif seperti kerja sama, empati, dan partisipasi aktif, sedangkan anak dari keluarga dengan pola laissez-faire menunjukkan kecenderungan interaksi disosiatif, menarik diri, dan kurang berinisiatif dalam situasi sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi keluarga yang terbuka, responsif, dan suportif sebagai fondasi keterampilan sosial anak usia dini. Implikasinya, orang tua dan guru perlu membangun kolaborasi dalam menerapkan pola komunikasi yang efektif guna mendukung perkembangan sosial anak, sementara pembuat kebijakan pendidikan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini untuk merancang program parenting berbasis komunikasi positif.
Pengembangan Media Visual Analogi Berbentuk Flashcard Konstektual untuk Mengenal Huruf Hijaiyah pada Anak Usia 4-5 Tahun Robiatin Awani; Pepi Nuroniah; Deri Hendriawan
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2520

Abstract

Kemampuan mengenal huruf hijaiyah merupakan bagian dari keaksaraan awal yang penting dikembangkan pada anak usia 4–5 tahun. Namun, anak masih mengalami kesulitan membedakan huruf yang memiliki bentuk serupa karena media pembelajaran yang digunakan belum sesuai dengan karakteristik belajar mereka. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media visual analogi berbentuk flash card serta mengetahui tingkat kelayakannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 23–28 Juni 2026 di rumah peneliti yang berlokasi di Kota Tangerang, Banten. Subjek penelitian terdiri atas 13 anak usia 4–5 tahun dan seorang guru ngaji. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket validasi, dan angket respons pengguna, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan media memperoleh nilai validasi sebesar 88% dari ahli materi dan 88,3% dari ahli media dengan kategori sangat valid. Penggunaan media juga meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf hijaiyah. Media visual analogi berbentuk flashcard layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran huruf hijaiyah bagi anak usia dini.
Persepsi dan Pengalaman Guru terhadap Media Digital sebagai Sarana Pembelajaran Anak Usia Dini: Studi Fenomenologi Sekarningrum Ayuningtyas; Yulianti Fitriani; Pepi Nuroniah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2538

Abstract

Seiring perkembangan teknologi digital, pemanfaatan media digital dalam pembelajaran anak usia dini semakin penting. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana dan kompetensi guru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi, pengalaman, manfaat, serta kendala yang dihadapi guru dalam penggunaan media digital sebagai sarana pembelajaran di TK Negeri Sunter Agung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Partisipan terdiri atas tiga guru yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan media digital sebagai pendukung pembelajaran karena mampu meningkatkan minat, motivasi, dan partisipasi anak, mempermudah penyampaian materi, serta mendukung perkembangan bahasa, kognitif, sosial, kreativitas, dan imajinasi. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan perangkat, kompetensi guru, dan dukungan sarana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi penggunaan media digital memerlukan penyediaan fasilitas yang memadai, pelatihan berkelanjutan bagi guru, dan dukungan kebijakan sekolah agar pembelajaran lebih efektif sesuai dengan karakteristik anak usia dini.