Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Zona Rawan Banjir, Kerentanan Permukiman, dan Kondisi Penggunaan Lahan di Kota Solok Fauzan, Muhammad Irsyad; Umar, Iswandi
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkpl.v3i2.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis zona rawan banjir, kerentanan permukiman, dan penggunaan lahan di Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, mencakup seluruh wilayah kota yang terdiri dari 2 kecamatan dan 13 kelurahan. Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik skoring dengan metode overlay untuk menentukan zona rawan banjir dan kerentanan permukiman. Hasil penelitian menunjukkan tiga (3) kelas zona rentan banjir yaitu 1) zona sangat rentan (10,27 km²); 2) zona cukup rentan (21,10 km²); dan 3) zona tidak rentan (29,59 km²). Faktor-faktor seperti kemiringan lereng, curah hujan, morfologi, penyangga sungai, dan penggunaan lahan mempengaruhi penentuan zona tersebut. Analisis penggunaan lahan eksisting menunjukkan tiga (3) jenis penggunaan lahan yang dominan dalam kerawanan banjir yaitu pemukiman (3,10 km²), sawah (4,29 km²), dan taman campuran (2,25 km²).
Pemukiman Vertikal Sebagai Upaya Mengatasi Kepadatan Penduduk di Indonesia Jamika, Fadel Ikrar; Monica, Fitrya; Fitri, Marisa Meliana; Syafardi, Zulhendra; Barlian, Eri; Dewata, Indang; Umar, Iswandi; Syah, Nurhasan
Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.283 KB) | DOI: 10.24036/jkpl.v4i1.176

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup di Indonesia sangat beragam, tak terkecuali terkait dengan masalah kependudukan.Masalah kependudukan diIndonesia memiliki kompleksitas masalah, peluang, dan tantangan tersendiri yang berbeda dengan daerah lain. Masalah utama dalam kependudukan adalah pemukiman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan 1) Upaya penyelesaiaan permasalaahan kepadatan penduduk dengan cara adanya program pemukiman vertikal; 2) Pro kontra terhadap adanya pemukiman vertikal; dan 3) Mengetahui pengaruh rumah susun terhadap kualitas hidup penghuninya. Metode yang digunakan adalah kualitatif atau literature review. Pemukiman vertikal adalah permukiman berbentuk rumah susun atau apartemen. Terdapat pro dan kontra dalam perencanaan pemukiman secara vertikal, oleh karena itu pemukiman vertikal harus diperhitungkan dalam perancangan, membuka peluang subsidi silang, memfasilitasi mobilitas internal, dan prioritas bagi penduduk yang memiliki hubungan dekat. Setiap penduduk diberi kebebasan untuk menilai identitas dirinya dalam penataan ruang setiap satuan dan lokasi pembangunan hunian vertikal diharapkan strategis, memiliki sambungan sarana transportasi dan lapangan kerja.
Model of environmental management due to coal mining on the Separi River in Tenggarong Seberang District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province Efendi, Nur; Barlian, Eri; Syah, Nur Hasan; Dewata, Indang; Arif, Dian Adhetya; Umar, Iswandi
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.121.6801

Abstract

Coal mining has a significant impact on reducing river water quality. The decline in river water quality causes problems for human life and the environment. Therefore, this research aimed to evaluate river water quality and develop strategies for improving river water quality due to open pit coal mining activities in Tenggarong Seberang District and develop environmental improvement strategies. Several chemical parameters, including pH, TSS, Fe, and Mn, were observed through laboratory tests to determine water quality in the Separi River used in coal mining. The next step was determining environmental improvement strategies using the ISM approach. Twenty stakeholders from related agencies and institutions using FGD were involved in developing a policy strategy. The results of the analysis showed that there has been a decrease in river water quality standards due to mining activities in the research area, and the quality is still below the standard quality. Therefore, two significant strategies must be a priority for the environmental management of the Separi River. First, Conducting an environmental audit of the factors causing the decline in river water quality is necessary. Second, there must be warnings and legal sanctions for negligence in oil spills and oil used from coal mining.
Analisis Tingkat Kerawanan Banjir di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar Kiri di Kecamatan Kampar Kiri Aldi, Rahmad; Umar, Iswandi; Andrian, Andrian
Al-DYAS Vol 3 No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/aldyas.v3i3.3962

Abstract

This study aims to describe and analyze the flood vulnerability level in the Kampar Kiri Sub-Watershed, Kampar Kiri District, as well as the extent of flood-prone areas impacting settlements in the region. The primary focus of this research is to understand the flood risk of the area and its effects on the existing settlements. The method applied in this study is Multi-Criteria Evaluation (MCE) using a Geographic Information System (GIS) approach. MCE is used to determine the weights of parameters affecting flood vulnerability and to select appropriate methods for analysis. This approach has proven effective and efficient in flood risk analysis, as demonstrated in previous studies. The parameters analyzed include slope, elevation, rainfall, soil type, land use, and distance from rivers, which are calculated using scoring methods and overlaid to produce a flood vulnerability map. The results indicate that the flood vulnerability level in the Kampar Kiri Sub-Watershed is categorized into three classes: not vulnerable, vulnerable, and highly vulnerable. The areas for each class are: not vulnerable with 16,854 hectares, vulnerable with 58,543 hectares, and highly vulnerable with 11,506 hectares. The extent of settlements in the vulnerability zones includes: vulnerable zone with an area of 277 hectares (approximately 20.83%), and highly vulnerable zone with an area of 1,054 hectares (approximately 79.17%). Based on these findings, it is recommended that the Kampar Kiri District government enhance land use planning to reduce flood risks, collaborate with the Kampar Public Works and Spatial Planning Office, and improve infrastructure such as drainage channels and flood protection embankments.
The Function Of Spatial Planning In Maintaining The Environmental Preservation Of West Pasaman District Rahmadani Siregar, Dewi; Azzahra, Nabila; Fajri, Muhammad; Amini, Aisyah; Hari Asri, Hazqan; Setiawan, Arif; Oktavia, Elfitri; Suhendrinal; Haryeni; Jelibseda; Nurhasan Syah; Heldi; Catri, Indra; Dewata, Indang; Barlian, Eri; Umar, Iswandi; Kamal, Eni
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.56208

Abstract

Abstract: This research examines the role of spatial planning in preserving the environment in West Pasaman Regency. The main aim of this research is to evaluate how the implementation of spatial planning can support environmental conservation efforts. The method used is qualitative descriptive analysis with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews, field observations, and analysis of spatial planning documents. The research results show that good and well-planned spatial planning can reduce pressure on natural resources and improve the quality of the living environment. However, challenges such as weak law enforcement and low public awareness are still the main obstacles. In conclusion, the integration of spatial planning policies that pay attention to environmental aspects is very crucial to achieving sustainable development in West Pasaman Regency. Keywords: Environment; Spatial; Continuity;   Abstrak Penelitian ini menelaah peran tata ruang dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Pasaman Barat. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana implementasi tata ruang dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen perencanaan tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang yang baik dan terencana dapat mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Namun, tantangan seperti lemahnya penegakan hukum dan rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi hambatan utama. Kesimpulannya, integrasi kebijakan tata ruang yang memperhatikan aspek lingkungan sangat krusial untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pasaman Barat. Kata Kunci : Lingkungan; Tata Ruang; Keberlanjutan;
Environmental Pollution And Urbanization Restoration Strategies In Karawang Regency Arif, Rahman; Alifa Putri, Dian Ayu Lestari; Mandeli, Riso Sari; Barlian, Eri; Umar, Iswandi; Erianjoni, Erianjoni
LANGGAM: International Journal of Social Science Education, Art and Culture Vol 1 No 1 (2022): LANGGAM: International Journal of Social Science Education, Art and Culture (Marc
Publisher : Master Program of Social Science Education of Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.202 KB) | DOI: 10.24036/langgam.v1i01.3

Abstract

This study aims as a model and to provide information to the public about what can be done to help restore environmental and natural conditions, especially in Karawang Regency. This research was conducted by conducting a literature review or literature study on several previous studies related to environmental and social problems in Karawang Regency. The result is Karawang Regency that has a relatively high population density and is one of the industrial areas in the province of West Java, with environmental problems, such as Water Pollution, Air Pollution, B3 Waste, and Solid Waste, Natural Disasters, Damage to Land, Forest, and Soil Resources, Damage to Coastal and Marine Ecosystems, Legal Compliance and Facilitation of Environmental Disputes, Institutions, and Monitoring Facilities Environment, Institutions, and Facilities for Monitoring Environment, Waste, and Urbanization. The strategies that can be done to restore environmental conditions in Karawang Regency, among others; Environmental quality improvement; Wise exploitation of natural resources to maintain environmental harmony and balance; Development of science and technology in environmental management; Improved environmental management performance in business and industry; Creating responsive and alert community participation; Building a community that cares about the environment (green society concept); Increase the effectiveness of implementing environmental regulations; Build an environmental clearing hall; and Strategies for handling and controlling the urbanization of the family planning village.
ANALISIS POTENSI DAN INDEKS KERENTANAN PEMANFAATAN AIR TANAH DI KABUPATEN TANAH DATAR Dilla, Fadilla; Umar, Iswandi
JURNAL BUANA Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana/vol9-iss1/3729

Abstract

This study aims to determine 1) the potential of groundwater in Tanah Datar District and 2) the vulnerability index of groundwater utilization in Tanah Datar District. This type of research is quantitative, which requires mathematical and statistical calculations in processing the data. Groundwater potential classes are obtained from the overlay results and scoring of several parameters such as land cover, NDVI, drainage density, geology, soil, slope, and rainfall. The groundwater potential map in Tanah Datar Regency is classified into three classes: low with an area of 10,391.27 ha (7.56%), medium with an area of 121,544.86 ha (88.44%), and high with an area of 5478.85 ha (4%). Comparison of soil air potential and ground air utilization in Tanah Datar Regency yielded nine classifications, namely low-low covering 2690.13 ha (1.95%), low-medium covering 6177.67 ha (4.5%), low-high 1523.43 ha (1.11%), medium-low 70060.54 ha (51%), medium-sized 36420.12 ha (25.5%), medium-high 15064.16 ha (10.96%), high-low 2957.85 ha (2.15%), high-medium 1244.21 ha (0.9%), and high 1276.87 ha (0.93%).
Model Dinamis Produksi Padi Sawah Untuk Kebutuhan Pangan Berkelanjutan Di Kecamatan Tanjung Emas Wulandari, Silviani; Umar, Iswandi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26597

Abstract

Penurunan luas lahan sawah akibat alih fungsi lahan serta peningkatan jumlah penduduk yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan beras mengancam ketahanan pangan di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model dinamis produksi padi sawah guna mendukung kebutuhan pangan berkelanjutan di Kecamatan Tanjung Emas. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan analisis sistem dinamis menggunakan aplikasi Powersim. Data yang digunakan meliputi citra satelit, data kependudukan, dan statistik produksi padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan sawah mengalami penurunan sebesar 17,13% dari tahun 2014 hingga 2024. Simulasi model memprediksi bahwa setelah tahun 2040, produksi beras tidak lagi mencukupi kebutuhan konsumsi penduduk, sehingga berpotensi menyebabkan defisit pangan. Daya dukung pangan juga menunjukkan tren penurunan hingga mendekati nilai kritis.
Dinamika, Sosial Ekonomi dan Budaya Kota Tua Melaka dalam Perspektif Warisan Dunia Sandi Perdani, Agung; Rahman Hakim, Arif; Meuraksa, Irawati; Zuldani, Irwan; Nurlaeli Rachmawati Koerniawan, Rina; Dewata, Indang; Syah, Nurhasan; Barlian, Eri; Heldi, Heldi; Umar, Iswandi; Kamal, Eni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.27723

Abstract

Kota Tua Melaka, sebuah situs warisan dunia UNESCO, mencerminkan perpaduan unik antara dinamika sosial, ekonomi, dan budaya lintas zaman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi kawasan tersebut, termasuk modernisasi, urbanisasi, dan tekanan pariwisata yang sering kali mengancam autentisitas budaya serta kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, temuan menunjukkan bahwa meskipun pariwisata mendukung ekonomi lokal, distribusi manfaatnya tidak merata, dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan warisan masih rendah. Pendekatan berbasis komunitas diusulkan sebagai solusi untuk meningkatkan partisipasi lokal, melestarikan nilai budaya, dan mengintegrasikan kebutuhan pembangunan ekonomi. Studi ini merekomendasikan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan strategi pelestarian yang berkelanjutan, menjadikan Kota Tua Melaka sebagai model pengelolaan warisan budaya yang adaptif dan relevan di era modern.
ANALISIS FUNGSI KAWASAN DAN KLASIFIKASI KAWASAN LINDUNG KECAMATAN LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK Ardin, Dea Silvia; Umar, Iswandi
JURNAL BUANA Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana/vol9-iss2/3674

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fungsi kawasan dan klasifikasi kawasan lindung di Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Parameter yang digunakan untuk menentukan fungsi kawasan yaitu kemiringan lereng, jenis tanah dan curah hujan. Setiap parameter memiliki nilai yang akan diproses dengan metode pembobotan kemudian ditumpang tindih untuk menghasilkan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi kawasan yang teluas di Kecamatan Lembah Gumanti adalah kawasan penyangga. Terdapat 3 klasifikasi kawasan lindung yang di lakukan analisis yaitu hutan lindung, perlindungan setempat dan rawan bencana longsor. Hasil analisis menunjukkan bahwa hutan lindung terluas terdapat di kabupaten pasaman. Terdapat beberapa bangunan yang melanggar sempadan sungai dan danau. Dan Kecamatan lembah gumanti memiliki potensi sedikit rawan dan agak rawan longsor