Claim Missing Document
Check
Articles

Tanaman Obat yang Digunakan untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh di Desa Ketewel Restuliani, Ni Kadek Ayu; Suwantara, I Putu Tangkas; Antari, Ni Putu Udayana
Usadha Vol 1 No 1 (2021): Usadha: Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan tradisional merupakan salah satu alternatif pengobatan bagi masyarakat. Pemanfaatan obat tradisional dalam memelihara kesehatan dan mengatasi gangguan penyakit masih dibutuhkan dan perlu dikembangkan, terutama dengan melonjaknya biaya pengobatan dan harga obat-obatan. Oleh karena itu, pengobatan dengan bahan alam yang ekonomis merupakan solusi yang baik untuk menanggulangi masalah tersebut. Desa Ketewel memiliki tradisi unik menjaga daya tahan tubuh terutama bagi anak-anak sehingga penelitia tertarik untuk mengetahui jenis tumbuhan berkhasiat untuk menjaga kesehatan daya tahan tubuh yang digunakan masyarakat Desa Ketewel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diambil melalui wawancara terstruktur, sampel ditentukan berdasarkan sistem saturasi data. Sampel diambil menggunakan teknik snowball sampling menggunakan pedoman kriteria eksklusi dan inklusi. Data hasil wawancara dianalisis secara deskriptif dan. Tanaman obat yang dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh yaitu daun katuk ditambah bawang dayak, jahe merah ditambah madu, temu ireng ditambah madu, daun dadap ditambah garam dan daun pandan wangi, daun sambung nyawa ditambahkan garam, daun sembung ditambah garam, jeruk nipis diperas ditambah madu, lemon diperas ditambah madu, buah ciplukan dimakan mentah-mentah, daun sirsak ditambahkan garam, daun kejibling ditambah asam jawa dan garam, daun dani ditambah daun dalu dan ditambah garam, daun kumis kucing diambil segenggam ditumbuk lalu diisi air dan ditambah madu. Ramuan penjaga daya tahan tubuh dalam bentuk parem adalah daun cangging 3 lembar dan jangu 3 yis atau ruas dihaluskan lalu dibalurkan pada tubuh.
UJI HEDONIK DAN ANALISA BIAYA SEDIAAN TEH CELUP BATANG PISANG Megawati, Fitria; Dewi, Ni Luh Kade Arman Anita; Agustini, Ni Putu Dewi; Suwantara, I Putu Tangkas
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v14i2.533

Abstract

Tanaman batang pisang memiliki kandungan senyawa flavonoid yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Antioksidan adalah zat yang dapat menghambat proses oksidasi sehingga dapat melindungi sel dari bahaya radikal bebas yang dihasilkan dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya. Teh herbal merupakan produk minuman teh, baik dalam bentuk tunggal atau campuran herbal. Untuk mengonsumsi teh dengan takaran yang cukup, praktis serta memaksimalkan khasiat yang diperoleh dari teh herbal dapat dibuat dengan sediaan kemasan teh celup. Analisa biaya produksi adalah Analisa biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan sediaan teh celup batang pisang untuk dipersiapkan dijual di pasaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil uji hedonik dan menganalisa biaya produksi sediaan teh celup batang pisang. Metode dalam penelitian ini adalah termasuk penelitan deskriptif dengan menggunakan metode survey dan wawancara. Analisis biaya produksi Sediaan Teh Celup menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, menghitung HPP dengan metode Variabel Costing.Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil uji hedonik dari persentase sediaan Teh Celup Batang Pisang dilihat dari segi warna skala hedonik sangat suka sebanyak 21 orang (24%), suka sebanyak 51 orang dengan persentase 59%, cukup suka 13 orang (15%), kurang suka 1 orang (2%), dan tidak suka 0 (0%), segi rasa skala hedonik sangat suka sebanyak 15 (17%), suka sebanyak 25 orang dengan persentase 29%, dari segi aroma skala hedonik suka dan cukup suka sebanyak 25 orang (29%), cukup suka 24 orang (28%), kurang suka 21 orang (24%), tidak suka 1 orang (2%). Untuk kemasan sangat suka 21 (24%), suka 43 (50%), cukup suka 22 orang (26%), kurang suka dan tidak suka 0 (0%). Perhitungan biaya produksi menggunakan metode Variabel Costing didapatkan hasil biaya produksi sebesar Rp. 7.600,00/kantong dengan perkemasan isi 5 kantong teh celup seharga Rp.40.000,00.disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang antara tingkat pengetahuan DAGUSIBU dan penerapan DAGUSIBU berdasarkan uji statistika didapatkan nilai p = 0,000, hasil dikatakan bemakna apabila nilai signifikansi p < 0.05.
Kualitas Komunikasi Tenaga Kefarmasian Kepada Pasien Dalam Pelayanan Non Resep di Apotek Wilayah Sesetan Denpasar Suwantara, I Putu Tangkas; Antari, Ni Putu Udayana; Megawati, Fitria; Agustini, Ni Putu Dewi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.31699

Abstract

Dalam melakukan pelayanan kefarmasian, tenaga kefarmasian wajib melakukan komunikasi yang efektif dan efisien. Komunikasi yang baik dapat mengoptimalkan efek terapi yang diterima pasien. Dengan kata lain, komunikasi yang baik merupakan parameter keberhasilan dalam sebuah interaksi atau dinyatakan sebagai kualitas yang efektif, sedangkan kualitas yang buruk menandakan ketidakefektifan dalam komunikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kualitas komunikasi tenaga kefarmasian kepada pasien dalam pelayanan non resep di Apotek wilayah Sesetan Denpasar. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif, dimana pengambilan sampel yang dilakukan adalah dengan teknik purposive sampling terhadap 200 sampel. Data penelitian ini disajikan dalam bentuk persentase untuk menggambarkan karakteristik responden dan tingkat kualitas komunikasi. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 5 dimensi, yaitu clarity, humble, audible, emphaty, dan respect. Dari 5 dimensi yang dianalisis, diperoleh hasil yang menunjukkan hasil diatas 80% pada masing-masing dimensi, dengan rata-rata total dimensi 81,3% yang artinya komunikasi telah dilakukan oleh Petugas Kefarmasian di Apotek Wilayah Sesetan Denpasar sudah sangat baik.