Claim Missing Document
Check
Articles

Influence of Religiosity Toward Materialism on Housewife Vika Riftiani Sabiila; Ima Fitri Sholichah; Prianggi Amelasasih
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n03.p290-299

Abstract

The purpose of this study was to prove the influence of religiosity on materialism in housewives. The population of this study was 183 housewives from 4 areas with different characteristics in Gresik Regency, namely urban, rural, industrial and santri areas. The sample determination was carried out using propotionate stratified random sampling technique, with a total sample of 126 people.   The materialism scale adopted from Richins and Dawson (1992) and the religiosity scale adopted from Glock and Stark (1968), have been tested by Lutfia & Hidayat (2020). Each of these scales obtained a Cronbach Alpha value greater than 0.70, so that this research instrument can be said to be reliable. Data collection was carried out using a questionnaire with a Likert instrument, and processed with simple linear regression analysis. The test results show that the level of religiosity of housewives has a significant negative effect on the level of materialism, with a coefficient of determination of 11.3%.  This means that high religiosity will reduce materialism. The majority of respondents rated their level of religiosity as moderate and their level of materialism as low. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya pengaruh religiusitas terhadap materialisme pada ibu rumah tangga. Populasi penelitian ini sebanyak 183 orang ibu rumah tangga dari 4 wilayah dengan karakteristik berbeda di Kabupaten Gresik, yakni wilayah perkotaan, pedesaan, industri dan santri. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik propotionate stratified random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 126 orang. Skala materialisme yang diadopsi dari Richins dan Dawson (1992) dan skala religiusitas diadopsi dari Glock dan Stark (1968), telah diuji coba oleh Lutfia & Hidayat (2020). Masing-masing skala tersebut didapatkan nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,70 maka instrumen penelitian ini dapat dikatakan handal (reliabel). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan instrumen likert, dan diolah dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat religiusitas ibu rumah tangga memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap tingkat materialisme, dengan koefisien determinasi sebesar 11,3%.  Hal ini berarti religiusitas yang tinggi akan dapat menurunkan materialisme. Mayoritas responden menilai tingkat religiusitas mereka sedang dan tingkat materialisme rendah.
Workshop Program Anti Perundungan Berbasis Sekolah Ima Fitri Sholichah; Laily, Nadhirotul
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 4 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.033 KB) | DOI: 10.59110/rcsd.36

Abstract

Bullying atau perundungan merupakan perilaku oleh individu atau kelompok, berulang dari waktu ke waktu, yang dengan sengaja menyakiti individu atau kelompok lain baik secara fisik maupun emosinal dan terjadi di mana ada ketidakseimbangan kekuatan yang berbeda antara pelaku dan korban. Beberapa program pencegahan perundungan telah terbukti secara umum efektif dalam mengurangi perudungan di kalangan masyarakat. Namun, efeknya relatif kecil dalam berbagai penelitian eksperimen dan kelompok usia. Program yang lebih intensif dan durasinya lebih lama (baik untuk anak maupun guru) lebih efektif, begitu juga program yang mengandung lebih banyak komponen. Beberapa komponen program dikaitkan dengan ukuran efek yang besar, termasuk pelatihan atau pertemuan orang tua dan pelatihan guru. Hal ini menjadi landasan kegiatan pengabdian masyarakat yang tujuan untuk sosialisasi program pencegahan perundungan berbasis sekolah di SMK Tuban. Metode kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan diskusi yang dilakukan, ditemuakn beberapa program yang paling banyak digunakan di Indonesia yaitu program disiplin positif, program ROOTS Indonesia, dan program buddy.
Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Remaja Karang Taruna di Desa Cemer Lor Kabupaten Gresik Ima Fitri Sholichah; Laily, Nadhirotul; Zahra, Fatimatuz
Room of Civil Society Development Vol. 2 No. 5 (2023): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.213

Abstract

Setiap individu memiliki tugas perkembangan di setiap tahapan kehidupan. Tugas perkembangan yang disertai tekanan, kesedihan, kecemasan, dan segala emosi yang tidak menyenangkan akan membuat individu memiliki gangguan yang beresiko terhadap kehidupannya. Peningkatan penekanan pada kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan mental yang positif perlu dilakukan. Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan cara promosi kesehatan mental. Tujuan PKM yaitu meningkatkan kesadaran pentingnya Kesehatan mental bagi remaja. Promosi kesehatan mental yang dilakukan tim PKM melalui sosialisasi dan seminar penguatan kesehatan mental bagi remaja pada komunitas Karang Taruna di Desa Cerme Lor Kabupaten Gresik. Metode PKM berupa sosialisasi dan seminar mengenai pentingnya Kesehatan mental bagi remaja. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM berupa analisis kebutuhan, persiapan, pelaksanaan serta evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi dengan menyebarkan kuesioner menunjukkan bahwa sosialisasi dan seminar mengenai kesehatan mental sangatlah penting bagi remaja dalam melalui masa transisi kehidupan yang penuh tantangan dalam mencapai kesehatan mental yang baik. Kegiatan PKM juga memberikan dampak yang positif bagi remaja serta remaja memberikan respon yang positif pula dalam kegiatan seminar.
PENGARUH SELF-COMPASSION TERHADAP BODY DISSATISFACTION PADA IBU ANGGOTA POSYANDU XY Ramadhani, Sitayanti; Sholichah, Ima Fitri; Alfinuha, Setyani
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v19i1.6758

Abstract

Background: Body dissatisfaction is caused by individuals comparing theirperceived body image with other people, overestimating body shape anddrastic changes in their body. Objective: This research was conducted to testwhether there was an influence between self-compassion on bodydissatisfaction in XY integrated healthcare center mothers with a total of 46subjects. Based on the analysis results obtained from the simple linearregression test, the sig value was 0.044. Method: This research is a type ofquantitative research with simple regression analysis which measures themagnitude of the influence between the dependent variable and theindependent variable .the subjects in this study were 46 mothes were membersof posyandu XY. Result: This means that the significant value is 0.05, so it canbe seen that self-compassion (x) influences body dissatisfaction(y),Conclusion: It was concluded that the results of hypothesis testingobtained a simple linear regression value of self-compassion on bodydissatisfaction with a sig value. (2-tailed) of 0.044. Compared to thesignificance level of 0.05 (5%), this sig (2-tailed) value is 0.05 (5%) smaller.This means that there is an influence of the self-compassion variable (X) onbody dissatisfaction (Y). This research shows a figure of 0.089, which meansthe self-compassion variable contributes 8.9% to the body dissatisfactionvariable.
GAMBARAN RESILIENSI PADA PENYINTAS PTSD (POST TRAUMATIC STRESS DISORDER) AKIBAT BULLYING Zahra, Fatimatuz; Sholichah, Ima Fitri; Amelasasih, Prianggi
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v19i1.6904

Abstract

Background: When individuals are faced with stressors or difficult situations,some of them are able to rise and recover, while others are trapped. Eachindividual has a different reaction when experiencing a traumatic event.Objective: This study aims to obtain an overview of resilience in PTSD (PostTraumatic Stress Disorder) survivors due to bullying. Method: The subject of thisstudy were 1 person, according to the criteria determined by the researcher. Datacollection techniques use interviews and observation. In this study, the stepstaken by researchers were qualitative data analysis according to Miles andHuberman's interactive model. In this study, the data validity test carried out wasa triangulation of methods and data sources. The description of resilience is seenfrom Reivich and Shatte's dimensions. Result: The results showed that theresearch subjects had good resilience. This is shown in the dimensions of thesubject, namely emotional regulation, impulse control, optimism, causal analysis,empathy, self-efficacy, and reaching out. Conclusion: This research hasimplications for the subjects to survive the difficult situations they face assurvivors of PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) due to bullying.
EFEKTIVITAS TERAPI BERMAIN FLASH CARD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PADA ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) LESTARI, RAHAYU PUJI; SHOLICHAH, IMA FITRI
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v1i3.266

Abstract

Sehat dan normal adalah sesuatu yang diidamkan oleh setiap orang tua untuk anaknya. Namun, jika dihadapkan pada kenyataan bahwa sang anak memiliki kelainan perilaku, fisik, atau mental, tentu saja perasaan sedih dan cemas akan muncul karena khawatir bahwa anak tidak akan mampu menjalani kehidupan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi pada anak Autism Spectrum Disorder (ASD) sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain flash card. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan single case experiment pre-test post-test design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 1 orang dengan kriteria (1) subjek masuk dalam usia SD yaitu 7-12 tahun; (2) subjek telah terdiagnosa sebagai anak Autism Spectrum Disorder (ASD); (3) subjek memiliki kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal seperti kontak mata terhadap benda dan terhadap orang lain yang masih terbatas (kurang); (4) subjek bersedia mengikuti rangkaian treatment dari awal hingga akhir. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan ATEC domain komunikasi saat pretest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Peneliti juga melakukan perhitungan gain score untuk mengetahui efektivitas media flash card. Hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi 0,008 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan komunikasi pada anak Autism Spectrum Disorder (ASD) sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain flash card.
Perbedaan Experienced Workplace Incivility Ditinjau Dari Status Pegawai Dan Jenis Kelamin Pada Tenaga Kependidikan Nova Yulia Mayang Citra; Nadhirotul Laily; Ima Fitri Sholichah
Efektor Vol 9 No 1 (2022): Efektor Vol.9 No.1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v9i1.17706

Abstract

The purpose of this research was to examine the difference between experienced workplace incivility based on the status of employe and gender. Quantitative method used in this research. The population in this study were the employee of X University with saturated sampling technique, the total respondents of 52 employees (25 jobhoders and 27 contract employees; 19 man and 33 woman). The instrument used was the experienced workplace incivility scale consisting of 7 items. Data analysis in this research used independent sample t-test. This study found that the hypothesis was rejected (p > 0.05), so there is no difference in experienced workplace incivility based on the status of employee and gender. This research findings extend past research on wokplace incivility especially for educational staff in university.
Perbedaan Motivasi Kerja Antara Karyawan Laki-Laki Dan Perempuan Di PT.X Gresik Imam Syafi’i; Ima Fitri Sholichah; Prianggi Amelasasih
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 9 (2024): September
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi kerja merupakan faktor penting yang mempengaruhi produktivitas dan kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi kerja antara karyawan laki-laki dan perempuan di PT.X Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain komparatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 72 orang (30 karyawan laki-laki dan 42 karyawan perempuan) dengan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan Skala Motivasi Kerja. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam motivasi kerja antara karyawan laki-laki dan perempuan. Baik karyawan laki-laki maupun perempuan menunjukkan tingkat motivasi kerja yang relatif sama pada faktor motivator seperti prestasi dan tanggung jawab. Implikasi dari temuan ini adalah manajemen perusahaan dapat merancang program dan kebijakan motivasi kerja yang bersifat umum tanpa harus membedakan berdasarkan gender, karena kebutuhan motivasi karyawan laki-laki dan perempuan cenderung serupa.
Pengembangan Keterampilan Manajemen Waktu sebagai upaya mengatasi Prokrastinasi akademik pada siswa SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Salma Nadia; Sholichah, Ima Fitri
Jurnal Riset Psikologi Volume 4, No. 2 Desember 2024, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v4i2.5446

Abstract

Manajemen waktu yang efektif merupakan keterampilan penting yang dapat membantu siswa mengatasi prorktasinasi. Kemampuan untuk merencanakan, mengatur, dan memprioritaskan tugas secara efektif dapat mengurangi kecenderungan menunda-nunda dan membantu siswa mengelola beban akademik mereka dengan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah prokrastinasi akademik yang sering dialami siswa melalui pengembangan keterampilan manajemen waktu. Prokrastinasi berdampak negatif pada prestasi akademik, stres, dan kesejahteraan siswa. Studi ini melibatkan siswa kelas 10 di SMA Muhammadiyah 10 GKB. Program yang dirancang meliputi pre-test, intervensi menggunakan metode manajemen waktu, dan evaluasi melalui post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat prokrastinasi akademik secara signifikan setelah pelaksanaan program.Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan skor prokrastinasi pada beberapa siswa, perbedaan antara pre-test dan post-test tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Hasil ini menunjukkan perlunya penyesuaian metode atau durasi program untuk meningkatkan efektivitasnya. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan manajemen waktu dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan siswa. dan mengevaluasi proses belajar secara mandiri.
Peningkatan Motorik Halus Anak Usia 3-4 Tahun Menggunakan Media Loose Parts dengan Teknik Token Ekonomi di Layanan Terapi Bintang Bunda Cerme Muchammad Fajar Purdianto; Ima Fitri Sholichah
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 2 No. 4 (2024): November : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v2i4.825

Abstract

Early childhood education aims to develop motor, affective and life skills, not just creativity. Early age is a golden period that requires appropriate stimulation to optimize growth and development. One challenge is the development of fine motor skills, such as the ability to grasp at the age of 3-4 years (Antara, 2019). Loose parts media helps hone creativity and motor skills, as well as supports logic and concentration (Nurfadilah et al., 2020). To motivate children, the token economy technique is used, namely giving temporary prizes such as coins that can be exchanged (Hackenberg, 2018). This program is entitled: "Improving Fine Motor Skills for Children Aged 3-4 Years Using Loose Parts Media with the Token Economy Technique." This study used quantitative research methods with a Pre-Experimental experimental design, using Saturated Sampling techniques. Subject D experienced an increase in fine motor skills of 5 points after three interventions, from Pre-Test 4 to Post-Test 9.