Claim Missing Document
Check
Articles

Workshop Program Anti Perundungan Berbasis Sekolah Ima Fitri Sholichah; Laily, Nadhirotul
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 4 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.36

Abstract

Bullying atau perundungan merupakan perilaku oleh individu atau kelompok, berulang dari waktu ke waktu, yang dengan sengaja menyakiti individu atau kelompok lain baik secara fisik maupun emosinal dan terjadi di mana ada ketidakseimbangan kekuatan yang berbeda antara pelaku dan korban. Beberapa program pencegahan perundungan telah terbukti secara umum efektif dalam mengurangi perudungan di kalangan masyarakat. Namun, efeknya relatif kecil dalam berbagai penelitian eksperimen dan kelompok usia. Program yang lebih intensif dan durasinya lebih lama (baik untuk anak maupun guru) lebih efektif, begitu juga program yang mengandung lebih banyak komponen. Beberapa komponen program dikaitkan dengan ukuran efek yang besar, termasuk pelatihan atau pertemuan orang tua dan pelatihan guru. Hal ini menjadi landasan kegiatan pengabdian masyarakat yang tujuan untuk sosialisasi program pencegahan perundungan berbasis sekolah di SMK Tuban. Metode kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan diskusi yang dilakukan, ditemuakn beberapa program yang paling banyak digunakan di Indonesia yaitu program disiplin positif, program ROOTS Indonesia, dan program buddy.
Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Remaja Karang Taruna di Desa Cemer Lor Kabupaten Gresik Ima Fitri Sholichah; Laily, Nadhirotul; Zahra, Fatimatuz
Room of Civil Society Development Vol. 2 No. 5 (2023): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.213

Abstract

Setiap individu memiliki tugas perkembangan di setiap tahapan kehidupan. Tugas perkembangan yang disertai tekanan, kesedihan, kecemasan, dan segala emosi yang tidak menyenangkan akan membuat individu memiliki gangguan yang beresiko terhadap kehidupannya. Peningkatan penekanan pada kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan mental yang positif perlu dilakukan. Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan cara promosi kesehatan mental. Tujuan PKM yaitu meningkatkan kesadaran pentingnya Kesehatan mental bagi remaja. Promosi kesehatan mental yang dilakukan tim PKM melalui sosialisasi dan seminar penguatan kesehatan mental bagi remaja pada komunitas Karang Taruna di Desa Cerme Lor Kabupaten Gresik. Metode PKM berupa sosialisasi dan seminar mengenai pentingnya Kesehatan mental bagi remaja. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM berupa analisis kebutuhan, persiapan, pelaksanaan serta evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi dengan menyebarkan kuesioner menunjukkan bahwa sosialisasi dan seminar mengenai kesehatan mental sangatlah penting bagi remaja dalam melalui masa transisi kehidupan yang penuh tantangan dalam mencapai kesehatan mental yang baik. Kegiatan PKM juga memberikan dampak yang positif bagi remaja serta remaja memberikan respon yang positif pula dalam kegiatan seminar.
Regulasi Emosi terhadap Resiliensi atlet Pencak Silat Andi Nadira; Rejeki, Asri; Sholichah, Ima Fitri
Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi Vol 1 No 2 (2021): PSIKODINAMIKA : Jurnal Literasi Psikologi, Juli 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/psikodinamika.v1i2.732

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh Regulasi Emosi Terhadap Resiliensi Atlet Pencak Silat Tapak Suci Gresik. Regulasi emosi adalah cara atlet dalam mengelola emosi dan menyeimbangkan dengan keadaan yang sulit sehingga atlet mampu merubah emosi negatif menjadi lebih positif. Resiliensi adalah kemampuan atlet dalam beradaptasi dari situasi atau masalah yang sedang dialami, kemampuan untuk bertahan, tidak mudah menyerah dan kemampuan untuk bangkit menyelesaikan permasalahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel terdiri dari 41 atlet. Penelitian ini menggunakan teknik insidental. Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Rsquare atau koefisien determinasi sebesar 0,189 dari regulasi emosi. Nilai Rsquare 0,189 menunjukkan bahwa pengaruh variabel regulasi emosi terhadap variabel resiliensi sebesar 18,9% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh regulasi emosi terhadap resiliensi atlet Pencak Silat Tapak Suci Gresik.
Workshop Program Anti Perundungan Berbasis Sekolah Ima Fitri Sholichah; Laily, Nadhirotul
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 4 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.36

Abstract

Bullying atau perundungan merupakan perilaku oleh individu atau kelompok, berulang dari waktu ke waktu, yang dengan sengaja menyakiti individu atau kelompok lain baik secara fisik maupun emosinal dan terjadi di mana ada ketidakseimbangan kekuatan yang berbeda antara pelaku dan korban. Beberapa program pencegahan perundungan telah terbukti secara umum efektif dalam mengurangi perudungan di kalangan masyarakat. Namun, efeknya relatif kecil dalam berbagai penelitian eksperimen dan kelompok usia. Program yang lebih intensif dan durasinya lebih lama (baik untuk anak maupun guru) lebih efektif, begitu juga program yang mengandung lebih banyak komponen. Beberapa komponen program dikaitkan dengan ukuran efek yang besar, termasuk pelatihan atau pertemuan orang tua dan pelatihan guru. Hal ini menjadi landasan kegiatan pengabdian masyarakat yang tujuan untuk sosialisasi program pencegahan perundungan berbasis sekolah di SMK Tuban. Metode kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan diskusi yang dilakukan, ditemuakn beberapa program yang paling banyak digunakan di Indonesia yaitu program disiplin positif, program ROOTS Indonesia, dan program buddy.
Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Remaja Karang Taruna di Desa Cemer Lor Kabupaten Gresik Ima Fitri Sholichah; Laily, Nadhirotul; Zahra, Fatimatuz
Room of Civil Society Development Vol. 2 No. 5 (2023): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.213

Abstract

Setiap individu memiliki tugas perkembangan di setiap tahapan kehidupan. Tugas perkembangan yang disertai tekanan, kesedihan, kecemasan, dan segala emosi yang tidak menyenangkan akan membuat individu memiliki gangguan yang beresiko terhadap kehidupannya. Peningkatan penekanan pada kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan mental yang positif perlu dilakukan. Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan cara promosi kesehatan mental. Tujuan PKM yaitu meningkatkan kesadaran pentingnya Kesehatan mental bagi remaja. Promosi kesehatan mental yang dilakukan tim PKM melalui sosialisasi dan seminar penguatan kesehatan mental bagi remaja pada komunitas Karang Taruna di Desa Cerme Lor Kabupaten Gresik. Metode PKM berupa sosialisasi dan seminar mengenai pentingnya Kesehatan mental bagi remaja. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM berupa analisis kebutuhan, persiapan, pelaksanaan serta evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi dengan menyebarkan kuesioner menunjukkan bahwa sosialisasi dan seminar mengenai kesehatan mental sangatlah penting bagi remaja dalam melalui masa transisi kehidupan yang penuh tantangan dalam mencapai kesehatan mental yang baik. Kegiatan PKM juga memberikan dampak yang positif bagi remaja serta remaja memberikan respon yang positif pula dalam kegiatan seminar.
Metode Applied Behavior Analysis (ABA) dalam Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial pada Anak Autis Usia 4-6 Tahun Zumarnis, Oktantia; Hasanah, Muhimmatul; Sholichah, Ima Fitri
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/intensi.v1i1.3193

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh metode Applied Behavior Analysis (ABA) dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada anak autis usia 4-6 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria subjek merupakan anak autis di Amanah Terapi dan Edukasi Gresik berusia 4-6 tahun, orangtua subjek penelitian bersedia mengisi informed consent orangtua bersedia bahwa anaknya akan mengikuti treatment dengan jadwal yang telah ditentukan. Partisipan penelitian ini awalnya adalah 4 anak autis di Amanah Terapi dan Edukasi Gresik. Namun, di akhir sesi treatment subjek yang tersisa adalah 2 anak autis. Skala kemampuan interaksi sosial pada penelitian ini menggunakan ATEC (Autism Treatment Evaluation Checklist) kemampuan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest posttest design. Treatment metode ABA diberikan selama 10 pertemuan dengan dibagi 2 sesi setiap pertemuan, pada setiap sesi berdurasi 2 jam. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon. Hasilnya menunjukkan (Z= -1,342; p= 0,180), yang artinya nilai p lebih besar daripada nilai alpha 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan antara skor pretest dan posttest pada subjek setelah mendapatkan treatment metode ABA. Sedangkan pada perhitungan gain score menunjukkan bahwa subjek mengalami peningkatan 2 hingga 3 skor. Artinya, menurut perhitungan gain score subjek mengalami peningkatan namun tidak signifikan.
Pengaruh Rasa Syukur Terhadap Kebahagiaan Guru di Sekolah Ahmad Firas Naufal; Muhimmatul Hasanah; Ima Fitri Sholichah
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 2 No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/intensi.v2i1.3952

Abstract

Selain tugas yang ada, guru juga dihadapkan dengan sumber stresor cukup beragam, yaitu bisa berasal dari perilaku siswa yang tidak sesuai, masalah disiplin pada siswa, motivasi kerja yang rendah, dll. dan faktor eksternal kebahagiaan antara lain meliputi tinggal di keluarga yang penuh kasih sayang dan lingkungan tempat tinggal yang tentram dan harmonis. Oleh karena itu Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh rasa bersyukur terhadap kebahagiaan guru di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti di Gresik. Subjek penelitian ini adalah guru Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti di Gresik sebanyak 34 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan adalah Teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh kedua variabel adalah kuesioner yang disusun dalam bentuk skala likert dan dibagikan melalui google formular. Teknik analisa data menggunakan uji regresi untuk mengetahui pengaruh rasa syukur terhadap kebahagiaan guru Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti di Kabupaten Gresik. Hasil penelitian menunjukan rasa syukur memiliki pengaruh sebesar 48,5 % terhadap kebahagiaan guru Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti di Gresik. Persamaan regresinya yaitu y = 31,673 + 0,605x yang berarti setiap 1 rasa syukur akan menambah kebahagiaan sebesar 0,605. Berdasarkan analisis data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh rasa syukur terhadap kebahagiaan guru Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti di Gresik. Kata Kunci: Rasa Syukur, Kebahagiaan, Guru
Metode TEACCH sebagai strategi pendampingan psikologis untuk meningkatkan kemandirian anak dengan spektrum autisme di UPT SDN 253 Gresik Inayah, Laili; Sholichah, Ima Fitri
Journal of Profession Education Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Profession Education
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/jpe.v5i1.2410

Abstract

This study aims to describe the application of the TEACCH (Treatment and Education of Autistic and Related Communication-Handicapped Children) method as a psychological mentoring strategy to foster independence among children with autism spectrum disorder (ASD) at UPT SDN 253 Gresik. Using a descriptive qualitative approach, the researcher designed and implemented a structured intervention program for a first-grade student diagnosed with ASD, based on observations, interviews, and documentation. The TEACCH-based intervention focused on structured learning environments, visual schedules, and individualized education programs (IEPs). The findings showed that TEACCH implementation helped the child demonstrate significant progress in emotional regulation, social interaction, and task independence, such as putting on shoes and organizing learning materials. The structured environment and consistent visual cues effectively reduced maladaptive behavior and enhanced the child's focus during class activities. This study highlights that the TEACCH method can be an effective psychological mentoring approach for increasing independence in children with autism, especially in inclusive elementary education settings.
The Effectiveness of Stress Inoculation Training to Reduce Academic Stress in PGSD Students Oktafianti, Sherly; Hasanah, Muhimmatul; Sholichah, Ima Fitri
International Journal of Applied Guidance and Counseling Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/ijagc.v4i1.3176

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of Stress Inoculation Training (SIT) in reducing academic stress levels in PGSD students. This research uses a quasi-experimental quantitative approach with Nonequivalent Control Group Design. The subjects in this study consisted of 6 PGSD students who had moderate-severe levels of academic stress. Then the subjects were divided into 2 groups, namely 3 subjects in the experimental group and 3 subjects in the control group. The measuring instrument used in this study is the Student Life Stress Inventory (SLSI) scale developed by Gadzella (1991). The training module is based on the theoretical reference of Donald Meichenbaum (1979 & 1985) and research on Stress Inoculation Training by Suryanto and Alfian (2020). Hypothesis analysis using the Mann-Whitney test technique with the help of the SPSS 26.0 application for windows. The results of the analysis showed that after being given Stress Inoculation Training (SIT) in the experimental group, there was a significant difference in scores between the experimental group and the control group with a value of Z = -1.964 and p = 0.05. Thus, it can be said that there is an effectiveness of Stress Inoculation Training (SIT) to reduce academic stress in PGSD students.
KONSELING SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN WORK-LIFE BALANCE PADA IBU RUMAH TANGGA BERSTATUS PEKERJA DI PT. X Istighfaroh, Lailatul; Sholichah, Ima Fitri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.7681

Abstract

Everyone has the right to attain a good quality of life, one of which is a balance between work and personal life. For working housewives, balancing professional duties and household responsibilities is very challenging. This study aims to examine the extent to which counseling plays a role in improving work-life balance and helping working housewives manage stress during periods of increased workload. The study uses a mixed-methods approach with two research subjects at PT. X. Quantitative data were obtained through pre-tests and post-tests using the Fisher (2002) work-life balance scale adapted by Gunawan et al. (2019), while qualitative data were collected through Behavioral Event Interview (BEI) interviews. The gain score analysis results showed that subject N obtained a score of 0.2 (low category) and subject S obtained a score of 0.6 (moderate category), Indicates that counseling provides an increased understanding and ability to balance roles, although not yet significantly high. Counseling qualitatively helps both subjects in enhancing self-awareness, managing time, reducing guilt, and obtaining emotional and social support. The three-session counseling process with the 5F stages has been proven effective in promoting cognitive and emotional changes. Consequently, counseling is an important psychological intervention to help working housewives achieve a balance between the demands of their jobs and their desire to live at home. ABSTRAK Setiap orang berhak memperoleh kualitas hidup yang baik, salah satunya adalah keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Untuk ibu rumah tangga yang bekerja, menyeimbangkan tugas profesional dan rumah tangga sangat sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana konseling berperan dalam meningkatkan work-life balance serta membantu ibu rumah tangga pekerja dalam mengelola stres selama periode peningkatan beban kerja. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan dua subjek penelitian di PT. X. Data kuantitatif diperoleh melalui pre-test dan post-test menggunakan skala work-life balance Fisher (2002) yang telah diadaptasi oleh Gunawan et al. (2019), sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara Behavioral Event Interview (BEI). Hasil analisis gain score menunjukkan bahwa subjek N memperoleh nilai 0,2 (kategori rendah) dan subjek S memperoleh nilai 0,6 (kategori sedang), menandakan bahwa konseling memberikan peningkatan pemahaman dan kemampuan menyeimbangkan peran, meskipun belum signifikan tinggi. Konseling secara kualitatif membantu kedua subjek dalam meningkatkan kesadaran diri, mengelola waktu, mengurangi rasa bersalah, dan mendapatkan dukungan emosional dan sosial. Proses konseling tiga sesi dengan tahapan 5F terbukti efektif dalam mendorong perubahan kognitif dan emosional. Konsekuensinya, konseling merupakan intervensi psikologis yang penting untuk membantu ibu rumah tangga pekerja mencapai keseimbangan antara tuntutan pekerjaan mereka dan keinginan mereka untuk hidup di rumah.