Claim Missing Document
Check
Articles

Motivasi Menikah Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran (STIQ) Amuntai Zubaidillah, Muh. Haris; Hasan, Hasan
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 13, No. 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.759 KB) | DOI: 10.35931/aq.v3i2.179

Abstract

Menikah di masa studi khususnya tingkat perguruan tinggi menurut sebagian kalangan mahasiswa adalah sesuatu yang berat. Di dalam kehidupan pernikahan yang berstatus mahasiswa, selain bertanggung jawab sebagai pelajar, individu juga bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarga. Namun hal ini berbeda dengan sebagian mahasiswa STIQ Amuntai yang justru mereka menikah di masa studi. Fenomena ini sangat menarik untuk digali lebih dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi apa yang mendorong mahasiswa STIQ Amuntai menikah di saat mereka masih berstatus mahasiswa. Dengan menggunkan metode kualitatif, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan bahwa motivasi menikah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran (STIQ) Amuntai, antara lain adalah: melaksanakan sunnah Rasulullah SAW, yakin dengan janji Allah, menyempurnakan setengah agama, menjaga diri dari godaan setan dan hal-hal yang dilarang agama dan agar lebih semangat dalam kuliah dan menghafal Al Quran. Motivasi menikah mahasiswa STIQ Amuntai ini terkesan sangat normatif. Hal ini disebabkan karena sikap spiritual dan keimanan mereka yang kuat terhadap nilai-nilai ilahiah dan pesan-pesan wahyu baik Alquran atau Sunnah.
Hubungan Keterampilan Membaca Al-Qur’an Terhadap Mahãrah Qirã’ah Siswa MTsN 4 HSU Husnawati, Husnawati; Zubaidillah, Muh. Haris; Mardiana, Mardiana; Jannah, Miftahul; Mauizdati, Nida
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 6 : Al Qalam (November 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i6.2842

Abstract

Al-Qur’an dan mahãrah qirã’ah mempunyai keterkaitan yang  erat, karena keduanya sama-sama berbahasa Arab. Secara idealita, agar terampil dalam pembacaan Al-Qur’an tentu dimulai dari  memahami tata cara bagaimana membaca teks bahasa Arab yang dapat dipelajari pada mahãrah qirã’ah. Akan tetapi hal ini berbeda dengan realitanya, belum semua siswa mampu dalam qirã’ah teks berbahasa Arab karena kurangnya keterampilan siswa dalam membaca Al-Qur’an. Tujuan dalam penelitian: Mengetahui hubungan antara keterampilan membaca Al-Qur’an terhadap mahãrah qirã’ah siswa MTsN 4 HSU. Pendekatan yang dilakukan peneliti pada penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif sedangkan dalam pengumpulan data menggunakan teknik  tes, observasi dan dokumenter. Adapun dalam menganalisis data peneliti menggunakan uji korelasi dengan SPSS berupa uji korelasi Pearson (Pearson correlation). Sampel di dalam penelitian berjumlah 51 siswa dari kelas VII atau 72 % dari jumlah populasi. Berdasarkan hasil  analisis yang dilakukan, diperoleh adanya hubungan keterampilan membaca Al-Qur’an terhadap mahãrah qirã’ah dengan nilai hubungan yang positif dan interpretasi rxy = 0,834 berkisar antara 0,81-1,00 dengan kontribusi sebesar 70 %. Dengan demikian disimpulkan bahwa adanya hubungan antara Keterampilan membaca Al-Qur’an dengan mahãrah qirã’ah siswa MTsN 4 HSU. Hal ini berarti semakin baik atau tingginya keterampilan membaca Al-Qur’an maka hal itu akan berhubungan atau berkaitan dengan mahãrah qirã’ah.
KECERDASARAN SUPRARASIONAL: KONSEP ULI AL-ABSHÂR, ULI AN-NUHÂ DAN ULI AL-ALBÂB DALAM ALQURAN PERSPEKTIF JALALUDDIN Zubaidillah, Muh. Haris
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 14, No. 2, Juli-Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v14i2.392

Abstract

Diskusi terkait kecerdasan merupakan topik yang menarik dalam dunia pendidikan, khususnya psikologi pendidikan. Di antara ahli yang berbicara tentang kecerdasan dengan sangat detail dan komprehensif dari sudut pandang psikologi umum dan psikologi pendidikan Islam adalah Jalaluddin. Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana konsep Uli al-Abshar, Uli an-Nuha dan Uli al-Albab dalam Alquran perspektif Jalaluddin. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan dengan teknik analisis isi sebagai prosedur analisisnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan kecerdasan yang hakiki menurut Jalaluddin adalah kecerdasan hati, yaitu tingkat kemampuan memahami. Proses penanaman nilai tauhid yang suci sejak awal akan sangat mempengaruhi terhadap produk akal manusia. Proses tersebut akan menghasilkan akal yang cerdas dan hati yang suci. Sinergitas keduanya akan berpengaruh kuat terhadap pembentukan kecerdasan suprarasional. Dalam Alquran konsep kecerdasan manusia selalu dikaitkan dengan nilai-nilai spiritual yang bersumber dari nilai kesucian fitrah yang ada dalam diri manusia. Menurut Jalaluddin, informasi Alquran yang mengacu kepada kecerdasan ini terkandung dalam tiga konsep utama, yakni: Uli al-Abshar, Uli an-Nuha dan Uli al-Albab. Ketiganya dapat dimaknai sebagai orang yang berakal sehat disertai dengan hati yang bersih, selalu dikaitkan dengan nilai-nilai spiritual yang bersumber dari fitrah. Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menambah khazanah keilmuan dalam disiplin ilmu psikologi khususnya pada tema kecerdasan. Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pelaku pendidikan baik guru maupun orang tua untuk dapat mengembangkan aspek kecerdasan suprarasional anak sebagai prioritas utama guna melahirkan generasi yang memiliki akal yang cerdas dan hati yang bersih sesuai dengan fitrahnya.
الأحكام المتعلقة بالميت عند وباء كورونا في القرآن Anshari, Abdurrahman Ridha; Zubaidillah, Muh. Haris; Iqbal, Muhammad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 15, No. 2, Juli-Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v15i2.647

Abstract

حق على كل مسلم مكلف للميت المسلم الغير الشهيد عدة حقوق : الغسل والتكفين والصلاة عليه ودفنه وحمل جنازته واتباعه. فقد تتعذر أداء هذه الحقوق كما يكون في زمن الوباء أو مايسمى ب covid وهو مايسمى في زمن النبي صلى الله عليه وسلم والصحابة بالطاعون. فلذلك، كان هدف هذا البحث العلمي هو معفرفة الأحكام المتعلقة بالميت عند زمن الوباء في القرآن. كان منهج البحث الذي يستخدمها الباحث هو منهج التفسير الموضوعي. فأما خطوات منهج تفسير الموضوعي في هذه الدراسة فهي تحديد الموضوع. ثم جمع الآيات القرآنية التي تخص الموضوع ودراستها ثم تحلبل الآيات وتفسير كل الكلمات أو الجمل المستخدمة في الآيات حسب تفسير المفسرين والفقهاء. فنتائج البحث هي المتوفى بفيروس كورونا نحتسبه عند الله من الشهداء، له أجر شهداء الآخرة. وعند تغسيل المتوفى بفيروس كورونا يلزم شرعاً أخذ كافة التدابير الاحترازية لمنع انتقال العدوى، وارتداء مُغَسله الواقيات الطبية، ويُكتفى بصب الماء عليه وإمراره دون تدليكه، وهو ما يحدث في المُستشفيات بالفعل من قبل المتخصصين، وفقاً لتعليمات الطب الوقائي في هذا الشأن. يكون تكفين المتوفى بفيروس كورونا بستر جميع بدنه بثوب سابغ، ويستحب تكفين الرجل في ثلاث لفائف بيض، والمرأة في خمسة أثواب. لا يشترط المسجد لصحة صلاة الجنازة، وتجوز صلاتُها في المشافي، وفي الخلاء، وعلى المقابر. دفن المتوفى بفيروس كورونا كدفن غيره واجب على المسلمين لا يسعهم تركه، وإذا قام به بعضهم سقط الوجوب عن الباقين، ولا ضرر من دفن المتوفى بفيروس كورونا بعد أخذ كافة الاحتياطات السابقة في أي مقابر، كما أكدت ذلك الجهات الطبية المتخصصة محلياً ودولياً. رفض استلام جثة المتوفى بفيروس كُورونا، أو اعتراض جنازته ومنع دفنه؛ أمر منكر وسلوك محرم مناف.
Problematika Mahasiswa dalam Manajemen Skill Berbahasa Arab pada Perguruan Tinggi di Kalimantan Rafsanjani, Hikami; Zubaidillah, Muh. Haris; Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.3072

Abstract

Manajemen skill  adalah kemampuan seseorang untuk mengorganisis, mengelola dan mengembangkan keterampilan yang dimilikinya dengan baik. Manajemen skill  bahasa arab terdiri empat komponen maharah yaitu maharah istima’, kalam, qiraah dan kitabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab problematika manajemen skill berbahasa Arab pada perguruan tinggi di Kalimantan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian narrative research. Untuk teknik pengumpulan datanya dilakukan wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi kepada mahasiswa bahasa Arab yang ada pada perguruan di Kalimantan, adapun subjek pada penelitian ini terdiri dari mahasiswa bahasa Arab Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI)  Samarinda, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Hijrah dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangkaraya. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa problematika manajemen skill berbahasa Arab di sebabkan beberapa faktor diantaranya minimnya penguasaan kosakata, kurangnya pembiasaan berbicara bahasa Arab, kesulitan menerjemahkan, minimnya penguasaan Nahwu dan Sharaf, dan faktor lingkungan sekitar. Adapun solusi yang ditemukan yaitu melalui rajin membaca Al-Qur’an, belajar dari platfrom digital, dan pengembangan literasi bahasa Arab melalui gerakan one day one post.
Dampak Pembelajaran Bahasa Arab Terhadap Penghafal Al-Qur'an Nidia, Erma; Zubaidillah, Muh Haris; Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3132

Abstract

Al-Qur’an adalah kalam yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat jibril sebagai pegangan hidup kepada seluruh manusia terutama orang islam. Al-Qur’an diturunkan berbahasa Arab agar terjaga dan terpelihara keabadiannya. Belajar bahasa Arab banyak memiliki manfaat, terutama berpengaruh terhadap penghafal al-Qur’an salah satunya memberikan kemudahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang di rasakan mahasiswa dalam belajar bahasa Arab terhadap hafalan al-Qur’an mereka. Metode kualitatif jenis penelitian phenomenology digunakan sebagai metode penelitian ini. Adapun pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Amuntai jurusan Pendidikan Bahasa Arab sebagai subjek dari penelitian ini. Adapun teknis analisis menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi. Penelitian ini menghasilkan bahwa pembelajaran bahasa Arab berdampak positif, salah satunya adalah memberikan kemudahan dalam menghafal al-Qur’an, sebab dengan belajar bahasa Arab bisa memahami makna al-Qur’an yakni mudah dalam mengingat, cepat dalam hafalan, lebih teliti dalam menghafal, serta terasa nikmat saat menghafal. Selain itu, memahami kaidah-kaidah bahasa Arab, dan mempunyai banyak kosakata bahasa Arab. Secara teoritis penelitian ini memberikan kontribusi terutama kepada penghafal al-Qur’an yang belajar bahasa Arab. Secara praktis penelitian ini memberikan gambaran umum kepada pembaca tentang dampak pembelajaran bahasa Arab terhadap penghafal al-Qur’an.
Pembinaan Karakter Siswa melalui Program Ekstrakurikuler Religi di Sekolah Dasar Nahdia, Nahdia; Zubaidillah, Muh. Haris; Azmi, M. Nur Salim
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4632

Abstract

Pembinaan karakter sangat penting untuk membentuk pribadi yang baik. Proses pembinaan karakter dapat dilakukan melalui program tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program ekstrakurikuler religi dalam membentuk karakter siswa di SDN Patarikan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tergolong  jenis penelitian lapangan (Field Reseach) dengan metode penelitian kualitatif. Pada penelitian ini data diperoleh dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.  Informan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru dan  siswa di SDN Patarikan. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan proses reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Program ekstrakurikuler religi mencakup  amaliyah keagamaan, living hadis, tahsin dan tahfizh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program ekstrakurikuler religi yang diterapkan di SDN Patarikan Kabupaten Hulu Sungai Utara membentuk karakter yang baik bagi siswa yaitu agamis, disiplin dan tanggung jawab.
METODE MENGHAFAL AL-QUR’AN DI PONDOK TAHFIZH MADINATUL QUR’AN BANJARMASIN Salamah; Zubaidillah, Muh. Haris; Alfianor
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 2 No. 01 (2024): January - June 2024
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13723374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode menghafal Al-Qur'an serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam proses menghafal Al-Qur'an di Pondok Tahfizh Madinatul Qur'an Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian terdiri dari sepuluh orang santriwati dan dua orang pengajar di Pondok Tahfizh Madinatul Qur'an Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode utama yang diterapkan dalam menghafal Al-Qur'an adalah metode wahdah (menghafal per ayat) dan metode takrir (pengulangan). Faktor-faktor pendukung keberhasilan menghafal Al-Qur'an meliputi motivasi dari ustadzah dan lingkungan pondok, niat dan tujuan santriwati yang kuat, muroja'ah yang konsisten, serta adanya jadwal teratur untuk menghafal dan muraja'ah Al-Qur'an. Sementara itu, faktor-faktor penghambat mencakup kurangnya fokus dan motivasi, gangguan dari teman, rasa bosan dan futur, kelelahan dan kantuk, serta godaan setan dan rasa malas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan metode yang tepat dan menyenangkan sangat penting dalam proses menghafal Al-Qur'an. Dengan memahami faktor-faktor pendukung dan penghambat, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan penghafalan Al-Qur'an di lembaga-lembaga pendidikan Islam.
PENGUATAN HAFALAN AL-QUR’AN MELALUI METODE TASMI’ DI PONDOK PESANTREN TAQIA AS-SALAM AMUNTAI Ahmad Rifa'i; Rusdi; Zubaidillah, Muh. Haris; Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 2 No. 01 (2024): January - June 2024
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13723515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode Tasmi' dalam penguatan hafalan Al-Qur'an di Pondok Pesantren Taqia As-Salam Amuntai. Fokus penelitian meliputi: (1) penerapan metode Tasmi', (2) faktor pendukung dan penghambat, serta (3) solusi untuk mengatasi hambatan dalam menghafal Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi di Pondok Pesantren Taqia As-Salam Amuntai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Tasmi' dilakukan melalui empat tahapan: (1) menyetorkan hafalan satu juz, (2) pengujian setiap 2 lembar dalam 4 kali setoran, (3) pengujian setiap 5 lembar dalam 2 kali setoran, dan (4) pengujian 10 lembar dalam 1 kali setoran. Setelah itu, santri melaksanakan sima'an kepada teman-teman mereka. Faktor pendukung meliputi niat yang kuat, motivasi dari ustadz/ustadzah, dukungan orangtua, intelegensi, lingkungan yang nyaman, dan manajemen waktu yang baik. Faktor penghambat mencakup rasa malas, kesulitan mengatur waktu, jarangnya mengulang hafalan, ketiadaan pembimbing, kecintaan berlebih pada dunia, hati yang kotor, dan kurangnya penghayatan terhadap Al-Qur'an. Solusi yang diterapkan antara lain pembinaan intensif dari ustadz/ustadzah, penggunaan mushaf yang seragam, pembiasaan shalat Dhuha dan Tahajud, serta sistem reward and punishment.
IMPLEMENTASI PROGRAM DAUROH LUGHAH ‘ARABIYYAH DI PONDOK PESANTREN MODERN DARUL ISTIQAMAH PUTERI  BARABAI Waziadah, Husna; Zubaidillah, Muh. Haris; Asqalani, Ilham
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 2 No. 01 (2024): January - June 2024
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13723632

Abstract

Bahasa Arab memiliki peran penting dalam pendidikan di Indonesia, khususnya dalam pendidikan agama. Keberhasilan pembelajaran bahasa Arab di sekolah diukur melalui efektivitas, efisiensi, dan daya tarik pembelajaran. Program Dauroh Lughah Arabiyyah di Pondok Pesantren Modern Darul Istiqamah Puteri Barabai adalah program unggulan yang bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santriwati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Dauroh Lughah Arabiyyah serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara sistematis untuk mendapatkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Dauroh Lughah Arabiyyah memiliki dampak positif signifikan terhadap kemampuan berbahasa santriwati, dengan tahapan pelaksanaan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program ini tidak menggunakan RPP atau silabus formal, karena merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang diwajibkan bagi kelas V (lima)/XI (sebelas). Fokus pembelajaran adalah pada materi-materi bahasa Arab seperti nahwu, shorof, dan mufradat selama dua bulan tanpa pembelajaran umum. Faktor pendukung keberhasilan program ini meliputi motivasi santriwati yang tinggi dan sarana prasarana yang memadai, sementara faktor penghambat utamanya adalah keterbatasan jumlah guru yang kompeten. Penelitian ini menyoroti pentingnya perencanaan yang tepat dan peningkatan kompetensi guru untuk keberhasilan program pembelajaran bahasa Arab.