Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Risk Factors For Child Marriage Lestari, Enti; Nuryani, Dina Dwi; Sari, Fitri Eka; Aprina, Aprina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.11921

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan merupakan peristiwa penting dalam kehidupan, namun jika dilakukan usia anak maka dapat menyebabkan dampak negatif seperti kekerasan rumah tangga sebesar 56%. Data Periode Januari – Agustus 2022 terdapat 23 kasus pernikahan dini dari 100 jumlah sasaran remaja di Pekon Sedampah. Adapun faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini ialah faktor presdiposisi (pengetahuan, sikap, budaya), faktor pemungkin (pendidikan, keterpaparan pornografi), faktor penguat (pengetahuan, sikap responden dan pendapatan orang tua). Tujuan penelitian ini diketahui Faktor Risiko Pernikahan Usia Anak di Pekon Sedampah Kabupaten Lampung Barat Tahun 2022.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di Pekon Sedampah yang berjumlah 100 responden dengan sampel yang diguanakan sebanyak 67 responden menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian telah dilakukan di Pekon Sedampah Kabupaten Lampung Barat pada bulan Januari 2023. Analisis data dengan univariat, bivariat, multivariat (regresi logistik faktor resiko desain).Hasil : ada hubungan pengetahuan (p-value = 0,029), pendidikan (p-value = 0,003), pendapatan orang tua (p-value = 0,001), pendidikan orang tua (p-value = 0,001), teman sebaya (p-value = 0,038), kepercayaan (p-value= 0,001), budaya (p-value = 0,001), pengaruh dukunagan keluarga (p-value = 0,027), sikap (p-value = 0,037) dan faktor dominan yang menjadi penyebab pernikahan dini adalah pendapatan orang tua dengan nilai OR = 17,0. Saran dapat meningkatkan pengetahuan remaja dan keluarga tentang kesehatan reproduksi remaja baik berupa penyuluhan, KIE melalui media informasi, dan PIK-KRR di sekolah Kata kunci: pendidikan, pengetahuan, pernikahan usia anak. ABSTRACT Background: Marriage is momentous event in life, but if done at a young age, it can result in negative impacts such as a 56% prevalence of domestic violence. Data for the period January - August 2022 shows that there were 23 cases of early marriage out of 100 targeted teenagers in Pekon Sedampah. The factors associated with early marriage are predisposition factors (knowledge, attitudes, and culture), enabling factors (education, exposure to pornography), reinforcing factors (knowledge, attitudes of respondents and parental income). The purpose of this study was to determine the risk factors for child marriage in Pekon Sedampah, West Lampung Regency in 2022.Methods: This study is quantitative with a cross-sectional research design. The population in this study consists of all adolescents in Pekon Sedampah, totaling 100 respondents, with a sample size of 67 respondents using purposive sampling. The research was conducted in Pekon Sedampah, West Lampung Regency in January 2023. Data analysis includes univariate, bivariate, and multivariate (logistic regression for risk factor design).Results: There is a relationship between knowledge (p-value = 0.029), education (p-value = 0.003), parental income (p-value = 0.001), parental education (p-value = 0.001), peers (p-value = 0.038), trust (p-value = 0,001), culture (p-value = 0.001), the influence of family support (p-value = 0.027), attitude (p-value = 0.037) and the dominant factor that causes early marriage is parental income with an OR value = 17.0. Recommendations include improving the knowledge of adolescents and families about adolescent reproductive health through education, information, and communication activities (KIE) through media, and school-based reproductive health programs (PIK-KKR). Keywords: education, knowledge, child marriage.  
Analisis Implementasi Kebijakan Swasembada Gizi dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Lampung Selatan Anita, Anita; Aprina, Aprina; Sudarmi, Sudarmi; Rusyantia, Anggun; Pranajaya, Pranajaya; Astuti, Titi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13979

Abstract

ABSTRACT South Lampung Regent's Instruction Number 2 of 2020 through the Gerakan Swasembada Gizi as an effort to reduce stunting in 2018-2021 which must be implemented in all areas of South Lampung Regency. The aim of this research is to analyze the implementation of the Gerakan Swasembada Gizi Policy in efforts to prevent and overcome stunting in the South Lampung district. This was a qualitative descriptive study with a research instrument using a semi-structured interview guide. Data analysis was conducted using a deductive coding approach based on Grindle's theory, namely, policy content and context. In-depth interviews were conducted with eight regional apparatus organization (OPD) participants as key informants. Method triangulation was carried out by conducting Focus Group Discussions (FGD) in three policy-implementing groups at the community health center and sub-district levels with a total of 15 participants, and also an in-depth interview with seven village midwives, posyandu cadres, and parents with children at risk of stunting. The results show that all OPDs have the same understanding of the implementation of the Gerakan Swasembada Gizi policy. Technical instructions for implementing policies at the district level have been prepared well through a good practice book on efforts to accelerate stunting reduction. Obstacles that still arise are the absence of integrated program SOPs to increase a uniform understanding of the main duties and functions, no integration of integrated data from 64 stunting indicators spread across various OPDs, and rejection and perception of stigma among parents with children at risk of stunting, which causes decreased access to health services. Policy recommendations are provided regarding the need for integrated stunting data management, the need to create SOPs related to the integrated Gerakan Swasembada Gizi program, optimizing regional apparatus and cadres in implementing the Gerakan Swasembada Gizi, and optimizing behavior change campaigns. Keywords: Policy, Gerakan Swasembada Gizi, Prevention, Stunting  ABSTRAK Instruksi Bupati Lampung Selatan Nomor 2 Tahun 2020 melalui Gerakan Swasembada Gizi sebagai upaya penurunan stunting tahun 2018-2021 yang wajib dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kebijakan Swasembada Gizi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian menggunakan panduan wawancara semi-struktur. Analisis data dengan pendekatan koding secara deduktif berdasarkan teori Grindle yaitu isi dan konteks kebijakan. Wawancara mendalam dilakukan pada 8 partisipan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai informan kunci. Triangulasi metode dilakukan dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) pada tiga kelompok pelaksana kebijakan di tingkat puskesmas dan kecamatan dengan total 15 partisipan, serta wawancara mendalam pada 7 orang perwakilan bidan desa, kader posyandu dan penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh OPD sudah memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan kebijakan swasembada gizi. Petunjuk teknis pelaksanaan kebijakan di tingkat Kabupaten telah disusun dengan sangat baik melalui buku praktik baik upaya percepatan penurunan stunting. Kendala yang masih muncul adalah belum adanya SOP program terintegrasi untuk dapat meningkatkan pemahaman yang seragam terkait tupoksi; belum adanya integrasi data terpadu dari 64 indikator stunting yang tersebar di berbagai OPD; serta masih ada penolakan dan persepsi stigma pada orangtua dengan anak beresiko stunting yang menyebabkan menurunnya akses ke pelayanan kesehatan. Rekomendasi kebijakan diberikan terkait perlu adanya manajemen data stunting yang terintegrasi, perlu dibuatnya SOP terkait program terpadu Swasembada Gizi, mengoptimalkan perangkat daerah beserta kader dalam pelaksanaan gerakan Swasembada Gizi serta mengoptimalkan kampanye perubahan perilaku. Kata Kunci: Kebijakan, Swasembada Gizi, Pecegahan, Penanggulangan, Stunting
Peran Pola Asuh dan Stimulasi Orang Tua Terhadap Risiko Speech Delay Pada Anak Astuti, Titi; Aprina, Aprina; Anita, Anita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.22610

Abstract

ABSTRACT Speech delay in children is a developmental disorder that can affect communication skills, learning processes, and social interactions. Parental parenting and stimulation are environmental factors that play an important role in children's speech development, the Lampung Provincial Health Office report reported 24 children with developmental disorders; Among them, 7 children (29.16%) were in the speech domain. To determine the role of parenting and parental stimulation on the risk of speech delay in preschool-age children. A type of quantitative research with an analytical design of a cross-sectional approach. The population is all pre-school age children with a research sample of 200 pre-school children selected by purposive sampling technique. The independent variables are parental parenting (democratic, authoritarian, permissive) and parental stimulation (good, enough, less), while the dependent variable is the incidence of speech delay. Data collection was carried out using questionnaires and observation sheets. Data analysis used Chi-Square test and logistic regression. The results of the parenting study were mostly authoritarian (53.0%), the stimulation of parents was mostly in the good category (53.5%), and the results showed that there was a significant relationship between parenting and the incidence of speech delay (p = 0.000; OR = 20.620), as well as between parental stimulation and the incidence of speech delay (p = 0.000; OR = 20.462). Children with authoritarian and less stimulated parenting have a higher risk of speech delay compared to children who are democratically raised and receive adequate stimulation. Parenting and parental stimulation play a significant role in the risk of speech delay in preschool-age children. Parents are expected to implement positive parenting and provide consistent stimulation to optimize children's speech development. Keywords: Parenting Style, Parental Stimulation, Speech Delay, Preschool Children.  ABSTRAK Speech delay pada anak merupakan gangguan perkembangan yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi, proses belajar, dan interaksi sosial. Pola asuh dan stimulasi orang tua merupakan faktor lingkungan yang berperan penting dalam perkembangan bicara anak, Laporan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dilaporkan 24 anak dengan gangguan perkembangan; di antaranya 7 anak (29,16%) pada domain bicara. Mengetahui peran pola asuh dan stimulasi orang tua terhadap risiko speech delay pada anak usia pra sekolah. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh anak usia pra sekolah dengan Sampel penelitian berjumlah 200 anak usia pra sekolah yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah pola asuh orang tua (demokratis, otoriter, permisif) dan stimulasi orang tua (baik, cukup, kurang), sedangkan variabel dependen adalah kejadian speech delay. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian pola asuh orang tua sebagian besar bersifat otoriter (53,0%), Stimulasi orang tua mayoritas dalam kategori baik (53,5%), dan hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian speech delay (p = 0,000; OR = 20,620), serta antara stimulasi orang tua dengan kejadian speech delay (p = 0,000; OR = 20,462). Anak dengan pola asuh otoriter dan stimulasi yang kurang memiliki risiko lebih tinggi mengalami speech delay dibandingkan dengan anak yang diasuh secara demokratis dan mendapat stimulasi yang adekuat. Pola asuh dan stimulasi orang tua berperan signifikan terhadap risiko speech delaypada anak usia pra sekolah. Orang tua diharapkan menerapkan pola asuh positif dan memberikan stimulasi yang konsisten untuk mengoptimalkan perkembangan bicara anak. Kata Kunci: Pola Asuh, Stimulasi Orang Tua, Speech Delay, Anak Pra Sekolah
Edukasi dan Pelatihan Keluarga dan Kader Kesehatan tentang Pencegahan dan Perawatan Anak dengan Tuberkulosis Paru di rumah Desa Sidodadi Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Anita, Anita; Aprina, Aprina; Astuti, Titi; Hasan, Amrul; Kadarusman, Haris; Siregar, Maria Tuntun; Fauziah, Raden Roro Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.15071

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara dengan penderita Tuberkulosis (TBC) tertinggi ketiga di dunia dengan perkiraan jumlah orang penderita akibat TBC mencapai 845.000 dengan angka kematian 98.000 orang atau setara dengan 11 kematian/jam. Faktor risiko TBC pada anak diantaranya adalah status gizi, ASI eksklusif, riwayat kontak TBC, usia imunisasi BCG, keberadaan perokok dan sanitasi lingkungan. TBC pada anak dapat dicegah dengan meningkatkan status kesehatan & nutrisi yang baik, memutus rantai penularan TBC dengan  PHBS, mengubah perilaku anak, keluarga dan lingkungan secara terus menerus. Pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dan Kader Kesehatan tentang pencegahan dan perawatan  TBC. Pelaksanaan kegiatan secara kelompok di Desa Sidodadi Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu, pada bulan Agustus 2024. Sasaran kegiatan adalah 20 keluarga yang memiliki balita resiko TBC. Kegiatan diawali dengan pelatihan dan edukasi, keberhasilan pelatihan diukur dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil Pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan baik pada kelompok usia dewasa maupun kelompok keluarga dengan anak penderita TBC terkait perawatan balita/anak dengan TBC di rumah setelah dilakukan pelatihan keluarga dan kader kesehatan. Kata kunci: Anak, Pencegahan, Perawatan, TBC  ABSTRACT Indonesia is one of the countries with the third highest TB burden in the world with an estimated number of people falling ill due to TB reaching 845,000 with a death rate of 98,000 or equivalent to 11 deaths/hour. Risk factors for tuberculosis in children include nutritional status, exclusive breastfeeding, history of contact with tuberculosis, age of BCG immunization, the presence of smokers and environmental sanitation. Tuberculosis in children can be prevented by improving good health & nutrition status, breaking the chain of TB transmission with PHBS, changing the behavior of children, families and the environment continuously. The service aims to improve the knowledge and skills of families and Health Cadres about TB prevention and treatment. The implementation of group activities in Sidodadi Village, Pardasuka District, Pringsewu Regency, in August 2024. The target of the activity is 20 families with toddlers at risk of TB. The activity began with training and education, the success of the training was measured by comparing the results of the pretest and posttest. The results of this service show an increase in understanding and knowledge in both adult and child age groups related to the care of toddlers and children with tuberculosis at home after training families and health cadres. Keywords: Children, Prevention, Treatment, TB
Pemberdayaan Masyarakat untuk Mencegahan dan Menurunkan Stunting di Pekon Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus Lampung Aprina, Aprina; Ahyanti, Mei; Hasan, Amrul; Astuti, Titi; Amatiria, Gustop; Nugroho, Ari; Mustafa, Annasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14864

Abstract

ABSTRAK Stunting pada anak balita merupakan konsekuensi dari beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan kemiskinan termasuk gizi, kesehatan, sanitasi dan lingkungan. Beberapa penelitian di Indonesia menemukan bahwa kombinasi antara sanitasi yang tidak layak dan kualitas air minum yang tidak aman merupakan faktor risiko stunting. Permasalahan stunting dapat dicegah sebelum kehamilan dan pada masa kehamilan, dengan cara memberikan edukasi pada calon ibu dimasa prakonsepsi dalam mempersiapkan calon ibu. Pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sehingga memiliki kemandirian dalam bidang Kesehatan dan peningkatan perekonomian keluarga. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahapan mulai bulan Maret hingga November 2023 di Pekon Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus. Sasaran adalah WUS, remaja, keluarga yang memiliki balita stunting dan keluarga berisiko stunting. Telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang IMD, manajemen laktasi, Kesehatan reproduksi, pembuatan MP-ASI, terbangun 10 unit pembuatan SPAL percontohan dan 1 unit DAMIU. Kata Kunci: Infeksi, Gizi, Stunting  ABSTRACT Stunting in children under five is caused by factors that are generally associated with poverty, including nutrition, health, sanitation and the environment. Several studies in Indonesia show that the combination of inadequate drinking water sanitation and unsafe drinking water sanitation is a common cause of stunting. Conception problems before and during pregnancy can be prevented by providing education to prospective mothers during the preconception period in preparing future mothers. Services can increase people's knowledge and skills so that they have independence in the health sector and improve the family economy. Activities were carried out in several stages from March to November 2023 in Pekon Kanoman, Semaka District, Tanggamus Regency. The targets include WUS, teenagers, families with young children who may experience stunting, and families who are at risk of experiencing stunting. There is an increase in community knowledge and capacity regarding IMD, lactation management, reproductive health, MP-ASI production, 10 experimental SPAL manufacturing units and 1 DAMIU unit. Keyword: Infection, Nutrition, Stunting
Faktor Usia, Paritas, Jarak Kehamilan, Obesitas dan Riwayat Hipertensi dengan Terjadinya Pre Eklampsia Ibu Hamil di Kota Agung Kabupaten Tanggamus Anita, Anita; Astuti, Titi; Aprina, Aprina
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20894

Abstract

ABSTRACT It is estimated that 10% of pregnant women worldwide experience preeclampsia, which causes 76,000 maternal deaths and 500,000 infant deaths each year. According to estimates by various global institutions, the maternal mortality rate in Indonesia is 173 deaths per 100,000 live births (Kompas, 2024). Tanggamus Regency is an area with the highest incidence of preeclampsia in Lampung. It was reported that there were 9 maternal deaths in 2024, caused by hemorrhage, infection, and eclampsia/preeclampsia, with deaths due to preeclampsia occurring in Kota Agung. The aim of the study is to determine the relationship between Age, Parity, Birth Spacing, Obesity, and a History of Hypertension with the occurrence of Preeclampsia in pregnant women in Kota Agung, Tanggamus Regency. Research method: Quantitative research, cross-sectional approach. The sample consisted of 70 pregnant women with gestational ages over 20 weeks. Chi-square test analysis. The results revealed that there is a relationship between Age, Parity, and Obesity. History of hypertension/chronic diseases with a p-value <0.05. There is no relationship between the distance of pregnancies and the occurrence of pre-eclampsia with a p-value >0.05. This study recommends that healthcare workers conduct early detection to identify risk factors in pregnant women related to risk factors, manage blood pressure, monitor kidney function (proteinuria and creatinine), and regularly monitor the condition of the fetus.  Keywords: Age, Parity, Distance, Obesity, Medical History, Pre-Eclampsia.  ABSTRAK Diperkirakan 10% ibu hamil diseluruh dunia mengalami preeklampsia, dan menjadi penyebab 76.000 kematian ibudan 500.000 kematian bayi setiap   tahunnya. estimasi yang dilakukan sejumlah lembaga dunia, angka kematian ibu di Indonesia sebesar 173 kematian per 100.000 kelahiran hidup (Kompas, 2024). Kabupaten Tanggamus merupakandaerah dengan tingkat kejadian pre eklampsia tertinggi di Lampung, Dilaporkan bahwa ada sebanyak 9 kematianibu pada tahun 2024, yang disebabkan perdarahan, infeksi, dan eklampsi/preeklampsi, kematian akobat pre eclampsia terdapat di Kota Agung. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran Faktor Usia, Paritas, Jarak Kehamilan, Obesitas Dan Riwayat Hipertensi Dengan Terjadinya Pre Eklampsia Ibu Hamil Di Kota Agung Kabupaten Tanggamus.  Metode penelitian: Jenis penelitian kuantitatif, pendekatan cross sectional. Sampel 70 ibu hamil dengan usia kehamilan di atas 20 minggu. Analisis uji Chi square. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan Usia,Paritas, Obesitas, Riwayat penyakit hipertensi/penyakit kronis dengan nilai p value <0,05.Tidak terdapat hubungan jarak kehamilan dengan kejadian pre eklampsia p-value >0,05.  Hasil penelitian ini merekomendasikan untuk tenaga kesehatan melakukan deteksi dini untuk mengidentifikasi factor risiko pada ibu hamil terkait factor risiko, melakukan manajemen tekanan darah, pemantauan fungsi ginjal (proteinuria dan kreatinin), dan pemantauan kondisi janin secara berkala. Kata Kunci: Usia, Paritas, Jarak, Obesitas, Riwayat Penyakit, Preeklampsia
Hubungan Pengetahuan dengan Kemampuan Keluarga dalam Merawat Stroke Aprina, Aprina; Astuti, Titi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.13215

Abstract

ABSTRACTIntroduction: The prevalence of stroke in Lampung Province is 8.3%. Stroke patients who experience disability will lose their independence and become very dependent on other people. The role of the family is very important in helping patients meet their needs. The family's ability to care for patients is related to the theory of health behavior, namely knowledge, attitudes and actions. Purpose: This study aims to determine the relationship between knowledge and family ability in caring for stroke patients in the Natar Community Health Center working areaMethod: This research is a type of quantitative research using a cross sectional design. The research subjects were stroke sufferers in the Natar health center area, with a population of 35 patients with a sampling technique using purposive sampling. The research was conducted in May 2024 in the area. Natar Community Health Center work. Data collection uses a questionnaire, data analysis uses the Chi Square TestResult: Research results: Most respondents with fairly good knowledge, namely 16 (45.7%), and most respondents with low ability to care for stroke patients, namely 22 (62.9%), statistical test results show that respondents with poor knowledge good and had a low ability to care for stroke patients as many as 7 (77.8%). From the results of data analysis, the result was a p value = 0.004. This figure shows that the p value is <0.05, meaning that there is a relationship between knowledge and the family's ability to care for stroke patients in the Natar Community Health Center working areaConclusion: There is a relationship between knowledge and the family's ability to care for stroke patients in the Natar Community Health Center working area (p = 0.004. The community health center should facilitate increasing family and patient knowledge by making leaflets about stroke prevention so that families can fill their time by reading leaflets so as to increase family knowledge in implement preventive measuresKeywords: Keywords : Ability, Knowledge, Stroke    ABSTRAK Pendahuluan: Prevelensi stroke di Provinsi Lampung menjadi 8.3% , Pasien Stroke yang mengalami kecacatan akan kehilangan kemandirian dan sangat tergantung pada orang lain. Peran serta keluarga sangat penting membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan, Kemampuan keluarga dalam merawat pasien berkaitan dengan teori perilaku Kesehatan yaitu pengetahuan, sikap, dan tindakan Tujuan: Penelitian mengetahui Hubungan Pengetahuan Dengan Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Natar.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross sectional, Subjek penelitiannya adalah penderita Stroke yang berada di wilayah puskesmas Natar, dengan jumlah Populasi sebanyak 35 pasien dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling, penelitian di lakukan Pada bulan Mei 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Natar. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner, analisis data menggunakan Uji Chi SquareHasil: Hasil penelitian Sebagian besar responden dengan Pengetahuan Cukup baik yaitu sebanyak 16 (45,7%), dan sebagian besar responden dengan Kemampuan merawat pasien stroke rendah yaitu sebanyak 22 (62,9%), Hasil uji statistic menunjukkan bahwa responden dengan Pengetahuan Kurang baik dan memiliku Kemampuan merawat pasien stroke rendah sebanyak 7 (77,8%), Dari hasil analisis data diperoleh hasil nilai p = 0,004. Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai p < 0,05, artinya Ada Hubungan Pengetahuan Dengan Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Natar.Kesimpulan: Ada Hubungan Pengetahuan Dengan Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Natar (p = 0,004. hendaknya pihak puskesmas memfasilitasi peningkatan pengetahuan keluarga dan pasien dengan membuatkan leaflet tentang pencegahan Stroke agar keluarga dapat mengisi waktu dengan membaca leaflet sehingga meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mengaplikasikan upaya pencegahanKata kunci: Kemampuan, Pengetahuan, Stroke
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Proses Penyembuhan Luka Post Operasi Laparatomy di RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek Hidayat, Farid; Aprina, Aprina
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.10575

Abstract

ABSTRACT Laparotomy is one of the major surgical procedures, by making incisions in the layers of the abdominal wall to obtain the part of the abdominal organs that are experiencing problems (haemorrhage, perforation, cancer, and obstruction). According to WHO, the rate of laparotomy surgery in the United States is reported to have increased by 50% in the last ten years. Pre-survey data at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung Province, in January-December 2021, it was found that the laparotomy operation was 20.8% of the total number of operations. The purpose of this study was to determine the factors associated with the process of wound healing after laparotomy surgery at Dr. Hospital. H. Abdoel Moeloek in 2022. This type of research is quantitative with an analytical survey design and a cross sectional approach, the sampling technique uses the Accidental Sampling technique. The population of post-laparotomy patients at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung City in January-December 2021 obtained an average of 67  patients per month. Based on the results of the calculation of the sample used, the total population with 40 respondents. Collecting data using an observation sheet using the Chi Square test. The results showed that there were four factors related to wound healing, namely age with value = 0.001, nutrition with value = 0.001, anemia with value = 0.000 and comorbidities (DM) with value = 0.000. The researcher hopes that the factors that can affect the wound healing of post-laparotomy patients are kept in mind so that complications of laparotomy wound healing do not occur. Keywords: Age, Nutrition, Anemia, Comorbidities (Diabetes Mellitus), Post-Laparotomy Wound Healing  ABSTRAK Laparatomi merupakan salah satu prosedur pembedahan mayor, dengan melakukan penyayatan pada lapisan-lapisan dinding abdomen untuk mendapatkan bagian organ abdomen yang mengalami masalah (hemoragi, perforasi, kanker, dan obstruksi). Menurut WHO, angka pembedahan laparatomi di Amerika Serikat disampaikan telah meningkat sebesar 50% dalam sepuluh tahun terakhir. Data pre survey di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada bulan Januari-Desember 2021 didapatkan hasil bahwa operasi laparotomy sebesar 20.8% dari jumlah keseluruhan operasi. Tujuan penelitian  untuk mengetahui  faktor-faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka post operasi laparatomy di RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek tahun 2022. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan cross sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Populasi pasien post laparatomi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Kota Bandar Lampung pada bulan Januari-Desember 2021 didapatkan rata-rata perbulan pasien berjumlah 67 pasien. Berdasarkan hasil perhitungan sampel yang digunakan  yaitu total populasi dengan 40 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan adanya empat faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka yaitu usia dengan nilai ρ value = 0.001, nutrisi dengan nilai ρ value=0.001, anemia dengan nilai ρ value = 0.000 dan penyakit penyerta (DM) dengan hasil ρ value = 0.000. Peneliti berharap agar faktor faktor yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka pasien post operasi laparatomi tetap di perhatikan supaya tidak terjadi komplikasi penyembuhan luka laparatomi. Kata Kunci: Usia, Nutrisi, Anemia, Penyakit Penyerta (Diabetes Mellitus), Penyembuhan Luka Post Laparatomi
Suprapubic Hot Pack For Recovery of Urinary Vesical Reflexes on Post Spinal Anaesthesia Patients Aprina, Aprina; Suwoyo, Nadiyah
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v6i1.528

Abstract

Urinary retention after spinal anaesthesia and surgery ranges from 5%-70%, with men and the elderly at higher risk. This occurs because the urethral sphincter muscle does not respond to the urge to urinate and the patient is unable to feel the need to urinate. One treatment for this problem is providing hot pack media as a warm therapy in the suprapubic area. The purpose of this study was to determine the effect of suprapubic hot pack therapy on the recovery of post spinal anaesthesia vesical urinary reflex. This quantitative study uses a quasy experiment design with a static group comparison approach. The population of this study was postoperative patients with spinal anaesthesia. The sample size was 60 respondents with accidental sampling. The research design has treatment and control groups, then measuring the results with observation sheets. Using the independent t-test for the analisys. The result showed the average recovery time of vesica urine was 225.5 minutes for intervention group and 295 minutes for control group with a p-value (0.000) < α (0.05), which means that there is an effect of suprapubic hot pack therapy on the recovery of vesica urine reflexes after spinal anaesthesia. Based on the results of this research, this procedure is an effective nursing intervention that can be applied in surgical inpatient rooms for the care of post-operative patients, especially in patients with spinal anaesthesia to speed up the recovery of the patient's bladder reflex.
Efektivitas media penyuluhan terhadap persepsi pasien hipertensi dalam pengendalian tekanan darah pada masa pandemi Covid-19 Sary, Lolita; Saireda, Elistya Mercha; Febriani, Christin Angelina; Aprina, Aprina
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 9 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i9.12029

Abstract

Background: Hypertension is still a health problem because the number of case continues to increase. Hypertension is a disease that can be controlled with lifestyle modifications. Health education and promotion in the form of counseling is carried out to raise awareness.Purpose: Determinng the effectiveness of different counseling media on the perceptions of hypertensive patients during the Covid-19 pandemic.Methods: This research is quantitative, with quasi-experimental design. Data were collected by questionnaires to measure perceptions. The population were patients with hypertension aged 45 to 59 years in Rejosari Public Health Center, while the sample was obtained as many as 90 people consisting of 30 people in the video intervention group, 30 slide groups and 30 control groups. Data analysis used univariate, bivariate by using t test and multivariate determined by Anova.Results: It is showed that in video group, the mean pre-test=28.57 and mean post-test=44.5. In slide group, the mean pre-test=27.93 and mean post-test=40.3. As for the control group, the mean pre-test=25.93 and mean post-test=26.03. The bivariate analysis showed that there was a significant change in the perception of hypertensive patients in the video media group (p=0.000), slides (p=0.000) and control (p=0.000) before and after being given treatment. Multivariat results showed that video media was the most effective medium for changing perceptions of patients with hypertension before and after given treatment compared to control group (p=0.000 and X =15.8).Conclusion: There was a significant change in the perception of hypertensive patients in video media group and slides, nor control before and after being given treatment and video media was the most effective medium for changing perceptions of patients with hypertension. Suggestion for Rejosasri Public Health to utilize video or slide media as a support in changing patient perceptions through counseling. Keywords: Health Promotion Media; Hypertension; Perceptions. Pendahuluan: Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan karena jumlah kasus yang terus meningkat. Hipertensi adalah penyakit yang dapat dikendalikan dengan modifikasi gaya hidup. Edukasi dan promosi kesehatan dalam bentuk penyuluhan dilakukan untuk memberikan kesadaran.Tujuan: Menganalisis efektivitas perbedaan media penyuluhan terhadap persepsi pasien hipertensi pada masa pandemi Covid-19.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Tehnik pengumpulan data dilakukan kuesioner untuk mengukur persepsi. Populasi penelitian ini adalah pasien hipertensi usia 45 s.d 59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Rejosari, sedangkan sampel diperoleh sebanyak 90 orang yang terdiri dari 30 orang kelompok intervensi video, 30 kelompok slide dan 30 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji t dan multivariat dengan Anova.Hasil: Pada kelompok video diperoleh mean pre-test=28.57 dan mean post-test=44.5. Pada kelompok slide diperoleh mean pre-test=27.93 dan mean post-test=40.3. Adapun pada kelompok kontrol diperoleh mean pre- test=25.93 dan mean post-test=26.03. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya perubahan yang bermakna dari persepsi pasien hipertensi kelompok media video (p=0.000), slide (p=0.000) dan kontrol (p=0.0000). Sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa media video merupakan media paling efektif terhadap perubahan persepsi pasien hipertensi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0,000 dan X =15.8).Simpulan: Adanya perubahan bermakna dari persepsi pasien hipertensi kelompok media video dan slide sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dan media video merupakan media paling efektif terhadap perubahan persepsi pasien hipertensi. Disarankan Puskesmas untuk memanfaatkan media video atau slide sebagai penunjang dalam mengubah persepsi pasien terutama di masa pandemi Covid-19. Kata kunci: Hipertensi; Media Promosi Kesehatan; Persepsi.