Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS PENGELOLAAN KEUANGAN SYARIAH DALAM MENINGKATKAN TRANSPARANSI PADA YAYASAN PENDIDIKAN ISLAMIC BOARDING SCHOOL AL-ANWAR PETANANG KUMPEH Windayani, Windayani; Usdeldi, Usdeldi; Muthmainnah, Muthmainnah
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 9 (2026): Nusantara Hasana Journal, February 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i9.1903

Abstract

This study is entitled “Analysis of Sharia Financial Management in Enhancing Transparency at the Islamic Boarding School Education Foundation Al-Anwar Kumpeh.” The background of this research emphasizes the importance of implementing sharia financial management in Islamic educational institutions to create transparency, accountability, and financial governance aligned with Islamic values. The purpose of this study is to analyze the financial management system, identify existing obstacles, and find solutions to improve financial transparency at the Al-Anwar Foundation. This research employs a descriptive qualitative method, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that financial management at the Al-Anwar Foundation has implemented sharia principles such as trustworthiness (amanah), justice, and hisbah through participatory budgeting and record-keeping based on written evidence. However, several obstacles remain, including limited human resources, manual recording systems, and unstable funding income. The foundation addresses these challenges by setting budget priorities, providing sharia financial management training, and implementing social policies for underprivileged students. This study concludes that sharia financial management at the Al-Anwar Foundation has been carried out well; however, improvements in professional capacity and financial system digitalization are still needed to strengthen transparency.
Pelatihan Pengolahan Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Tridama Mulya Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan Baihaqi, Baihaqi; Asrul, Asrul; Windayani, Windayani; Bahar, Harmiati; Putra, Ade; Ladianto, Abdi Juryan; Ati, Amniar; Qadri, Muhammad Saleh
Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jipm.v1i1.244

Abstract

Desa Tridama Mulya terletak di Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki potensi kelapa yang sangat melimpah. Namun, pemanfaatan oleh masyarakat masih terbatas, karena sebagian besar hanya digunakan untuk konsumsi rumah tangga atau dijual dalam kondisi mentah tanpa melalui proses pengolahan lanjutan. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan warga desa dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), sebuah produk bernilai ekonomi tinggi dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Pelatihan ini diselenggarakan dengan menggunakan metode penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung yang mengedepankan pendekatan partisipatif. Kegiatan tersebut melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kalangan pemuda, dan anggota kelompok tani. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang signifikan dalam pembuatan VCO, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test sebesar rata-rata 81,9%. Dari enam kelompok peserta, lima diantaranya berhasil memproduksi VCO dengan kualitas yang baik. Mayoritas peserta peserta juga memperlihatkan antusiasme tinggi untuk melanjutkan usaha pengolahan VCO secara individu maupun kelompok. Namun beberapa tantangan masih dihadapi seperti keterbatasan peralatan, minimnya pengalaman dalam pemasaran, serta belum terbentuknya kelembagaan usaha. Oleh karena itu, dibutuhkan tindak lanjut berupa pelatihan kewirausahaan, pembekalan strategi pemasaran, dan pengembangan kelembagaan lokal.