Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS PUPUK KASCING DARI CAMPURAN KOTORAN AYAM, BONGGOL PISANG DAN AMPAS TAHU Andriawan, Febri; Walida, Hilwa; Harahap, Fitra Syawal; Sepriani, Yusmaidar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1908

Abstract

Kascing merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dihasilkan dari proses pencernaan dalam tubuh cacing. Jumlah dan bahan pakan yang diberikan mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari kascing yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur hara kascing dari campuran kotoran ayam, bonggol pisang dan ampas tahu yang selanjutnya dibandingkan dengan standar kompos SNI-19-7030-2004. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan Maret 2022 di Desa Perlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dengan membudidayakan cacing tanah yang diberi pakan 1 kg kotoran ayam yang telah diencerkan dengan air 500 ml ditambah limbah bonggol pisang sebanyak 500 gr dan ampas tahu 500 gr. selama 4 minggu. Hasil uji menunjukkan bahwa kascing ini memiliki kelembapan sebesar 66,24%, C-Org sebesar 9,759%, N sebesar 2,72%, P sebesar 0,80%, K sebesar 0,29%, C/N sebesar 3,588, Mg sebesar 0,32%, pH sebesar 5,18. Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui bahwa kascing dari campuran kotoran ayam, bonggol pisang dan ampas tahu mengandung unsur hara makro N,P, K yang memenuhi standart kompos SNI, sedangkan untuk kadar air, Corg dan C/N dan pH masih belum mem
EFEK PEMBERIAN ORGANIK TITHONIA DAN PUPUK UREA TERHADAP RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT Simon Haholongan, Sidabuke; Harahap, Fitra Syawal; Iman , Arman
Agroprimatech Vol. 8 No. 1 (2024): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v8i1.4999

Abstract

Seedlings which look prima is a prerequisite for the success of oil palm cultivation. Besides, because of the factors in the pre-nursery genetic, the provision of nutrients in early growth seedlings has an important role performance determine the appearance of the seedlings thoroughly. This study aims to determine the influence of the growth of oil palm seedlings at each concentration of organic fertilizer tithonia and fertilizer of urea for pre-nursery. The experiment was carried out from Oktober 2023 to April 2024 in the Experimental Garden of the Faculty of Science and Technology, the University of Labuhanbatu Rantauprapat with a height of 13 meters above sea level. The experimental design used was a Randomized Block Design with a factorial pattern that is repeated three times. The experimental design used was a Randomized Block Design with a factorial pattern that is repeated three times. The first factor includes the dose of Organic Fertilizer Tithonia (ton/ha) comprising of three standards, namely T0 = 0 ton/ha, T1 = 10 ton/ha, T2 = 20 tons/ha and the second factor was fertilizer dosage Uera which consists of four levels, namely U0 = 0 kg/ha, U1 = 100 kg/ha, T2 = 200 kg/ha, U3 = 300 kg/ha. The experimental results show that there are significant interactions of organic fertilizer Tithonia with fertilizers urea on plant height (cm) and leaf area of oil palm seedlings (cm2). Treatment of organic fertilizer tithonia 20 tons/ha with fertilizer urea 300 kg/ha yield plant height and leaf area of oil palm seedlings the best for pre-nursery.
Evaluation of land suitability for corn (Zea Mays, L) in Kualuh Selatan District, North Labuhanbatu Regency Harahap, Fitra Syawal; Walida, Hilwa; Sidabuke, Simon; Arman, Iman
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4308

Abstract

The approach or method for evaluating land resource potential is a method of land evaluation. The expected production value that may be obtained, as well as the information and/or direction of land use required, will be provided by the results of the land evaluation. .Evaluation of the characteristics of the level of land suitability in the area is carried out to analyze improvement efforts aimed at increasing productivity and produce maps of actual land suitability and potential land suitability for superior commodities in the sub-district. Land use in South Kualuh District needs to be supported by land suitability information. Survey methods used. Land units are based on land maps, slope, elevation and land cover. The process of comparing (matching) is an analysis method.The results of the research show that the level of land suitability for corn plants. The condition of the actual land to become potentially suitable for cultivation in Kualuh Selatan District for corn plants is the limiting factor in nutrient availability (na), temperature regime (tc), rooting media (rc), nutrient retention (nr ) and the danger of erosion (eh). Improvement efforts that can be made include making drainage, liming CaCO3, adding organic material, making terraces or planting parallel to the contour and fertilizing. The temperature regime cannot be repaired
Soil Permeability in Oil Palm Plants (Elaeis guineensis Jacq.) in South Kualuh District, North Labuhanbatu Regency: Soil Permeability in Oil Palm Plants (Elaeis guineensis Jacq.) in South Kualuh District, North Labuhanbatu Regency Adlin, Ari; Harahap, Fitra Syawal; Walida, Hilwa; Saragih, Siti Hartati Yusida
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 1 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v21i1.5384

Abstract

Penggunaan lahan biasanya digunakan untuk mengacu pada pemanfaatan masa kini. Perbedaan penggunaan lahan berpotensi untuk mempengaruhi masukan bahan organik. Hal ini akan mengakibatan sifat fisik tanah beragam pada masing-masing penggunaan lahan Khususnya Permeabilitas Tanah. Studi variasi tingkat permeabilitas tanah pada  Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)  di  Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Survei lapangan dilakukan dengan pengambilan contoh tanah. Contoh tanah untuk penetapan sifat permeabilitas tanah berdasarkan metode constan head. Analisis kimia tanah dilakukan untuk kandungan fraksi organik tanah, tekstur tanah. Hasil analisis menunjukkan lahan hutan memberikan hasil yang lebih cepat dibanding tipe penggunaan lahan lain. Kebun monokultur menghasilkan rata-rata permeabilitas yang lebih tinggi dibanding lahan kebun campuran.
Penanaman Bibit Pohon MPTS (Multi-Purpose Tree Species) Dalam Upaya Penghijauan Lingkungan Desa Sidingkat Kecamatan Padang Bolak Harahap, Fitra Syawal; Junita; Rahmadani Pane; Rahmi Nazliah; Rohana; Siti Zahara Saragih; Laili Habibah Pasaribu; Nur , Hikmah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13958

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesadaran masyarakat melalui penanaman bibit pohon Multi-Purpose Tree Species (MPTS) di Desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah berkurangnya tutupan vegetasi, keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman bernilai guna ganda, serta rendahnya pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan terbuka secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif yang meliputi analisis kondisi awal desa, sosialisasi dan edukasi lingkungan, penanaman bibit MPTS, serta pemantauan dan evaluasi awal. Jenis tanaman MPTS yang ditanam dipilih berdasarkan kesesuaian agroekologi dan potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan hidup bibit yang relatif tinggi serta meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan penghijauan lingkungan. Selain memberikan manfaat ekologis berupa peningkatan tutupan vegetasi dan kualitas lingkungan, kegiatan ini juga berpotensi mendukung penguatan ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan hasil tanaman MPTS di masa mendatang. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model penghijauan desa yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada wilayah perdesaan lain dengan karakteristik yang serupa.