Claim Missing Document
Check
Articles

Deskripsi Tentang Pelaksanaan Pelatihan Kearifan Lokal Dikili di PKBM Patriotik Desa Bube Baru Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango Diana Latif; Misran Rahman; Ummysalam A.T.A Duludu; Zulkarnain Anu
Student Journal of Community Education Volume 5 No. 1: Agustus 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v5i1.2295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pelatihan kearifan lokal dikili di PKBM Patriotik Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatif, dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelatihan dikili ini telah mampu memberikan keterampilan kepada peserta pelatihan. Hal ini dapat dilihat dari semua indikator. Penelitian yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melaksanakan dikili dan peserta pelatihan mampu memenuhi semua indikator pelatihan yaitu dari pertama, rekrutmen peserta pelatihan, kedua, identifikasi kebutuhan peserta pelatihan, ketiga, Merancang keseluruhan program pelatihan, ke empat Mengembangkan, menyusun dan membuat materi pelatihan, ke lima Mengimplementasikan atau menerapkan program pelatihan, ke enam Menilai atau mengevaluasi efektivitas materi.
Kebiasaan Membuang Sampah di Sungai Bulango dan Dampaknya Terhadap Masyarakat Desa Boidu Kabupaten Bone Bolango Yulianti Tahir; Misran Rahman; Rapi Us Djuko; Nurain Karnain
Student Journal of Community Education Volume 5 No. 1: Agustus 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v5i1.2599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kebiasaan Masyarakat Membuang Sampah di Sungai Bulango Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat di Desa Boidu Kabupaten Bone Bolango. Jenis Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak yang terjadi akibat kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai bulango yakni (1) Terjadinya Banjir, (2) Menurunnya kualitas air minum, (3) Membunuh Biota Air, (4) Menjadi sarang penyakit dan (5) Penumpukan Sampah di dasar sungai.
Profil Sekolah Penggerak di TK Negeri Pembina Limboto Kabupaten Gorontalo StevaniHabibie Vani; Misran Rahman; Rapi Us Djuko; Muhammad Ibrahim
Student Journal of Community Education Volume 5 No. 1: Agustus 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v5i1.2775

Abstract

Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan Program Sekolah Penggerak di TK Negeri Pembina Limboto Kabupaten Gorontalo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya program sekolah penggerak ini dapat membawa perubahan bagi sekolah, menjadikan sekolah lebih maju dan berkembang. Pada saat proses belajar mengajar peserta didik lebih aktif dibandingkan guru itu sendiri terdapat P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Dalam program ini didalamnya ada kurikulum merdeka belajar yang dapat menjadikan peserta didik berinofatif, mandiri, kreatif, dan bergotong royong. Sekolah penggerak ini juga didukung dengan adanya alat pembelajaran yang dapat mempermudah guru dalam proses belajar mengajar yaitu platfrom merdeka mengajar, platfrom edukasi yang menyediakan pelatihan mandiri dan berbagai referensi perangkat ajar, seperti alur tujuan pembelajaran, modul ajar dan lain-lain bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan kurikulum merdeka. Indikator yang digunakan penelit dalam peneltian ini ada lima yaitu, indikator pertama program sekolah penggerak, kedua kriteria sekolah penggerak, ketiga kurikulum sekolah penggerak, keempat sistem pembelajaran sekolah penggerak dan kelima penguatam SDM sekolah penggerak. Kata kunci: Program Sekolah Penggerak, Kurikulum Merdeka Belajar
SILFA Model Approach Development for Women Artisans’ Education and Empowerment: Integrating Karawo Cultural Heritage into Non-Formal Learning Silfana Abdul; Abd Hamid Isa; Mohamad Zubaidi; Misran Rahman; Sri Nurhayati; Gumpanat Boriboon; Udeme Samuel Jacob
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 8, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v8i3.34374

Abstract

Women artisans in rural areas face persistent barriers in accessing education and achieving economic empowerment, particularly when their livelihoods rely on sustaining fragile cultural heritage traditions. This study developed and piloted the SILFA Model Approach for Women Artisans’ Education and Empowerment, integrating Karawo cultural heritage into non-formal learning. The model aims to provide a culturally grounded learning framework that enhances skills, knowledge, and socio-economic agency while preserving heritage identity. Employing a Research and Development design guided by the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), the research involved thirty women artisans in Pongongaila Village, Gorontalo, Indonesia, with ten participating in a small-group pilot implementation. Quantitative data from pre- and post-tests were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data from focus group discussions, reflections, and observations were interpreted through thematic analysis. Results showed a substantial improvement in knowledge and skills, with mean scores increasing from 47.4 to 80.4. Participants also reported heightened confidence, creativity in developing new Karawo motifs, adoption of digital marketing, and motivation to establish cooperative groups. Conceptually, the SILFA Model contributes to theories of women’s empowerment and culture-based education by operationalizing sustainability, interactivity, and identity-preserving principles within a participatory non-formal learning context. As a validated pilot framework, it demonstrates how embedding cultural heritage in non-formal education can simultaneously revitalize Karawo traditions and strengthen women’s educational and economic empowerment in rural communities.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pencegahan Stunting di Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato Zekias Kiilo; Misran Rahman; Yakob Napu
Student Journal of Community Education Volume 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v5i2.2598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pencegahan Stunting di Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato. Jenis Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa untuk pemberdayaan kader kesehatan dalam pencegahan stunting di Kecamatan Randanagan Melalui tiga indikator yakni Mengadakan pelatihan dan penyuluhan kepada kader kesehatan (Enabling) melalui program refresing kader untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan stunting di tiap-tiap desa. Pada tahap ini kader kesehatan akan menjalani proses belajar (Empowering) tentang pengetahuan stunting, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar lengan, pengukuran berat badan, makanan bergizi, air, sanitasi, dan lingkungan yang baik. (Protecting) dalam upaya meningkatkan kapasitas mereka sebagai kader tentu para kader membutuhkan bantuan dari bidan dan petugas puskesmas dalam pelayanan kesehatan yakni posyandu. Bidan dan tenaga kesehatan puskesmas harus selalu mensuport para kader agar kader bisa bekerja lebih baik dan lebih mandiri dalam penanggulangan stunting yang ada diwilayahnya masing-masing.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Pembinaan Ekonomi Keluarga Sejahtera PT. Esta Dana Ventura di Kelurahan Libuo Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo Iqriani Dunda; Misran Rahman; Endah Setiyowati
Student Journal of Community Education Volume 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v%vi%i.3635

Abstract

Permasalahan dalam Penelitian ini adalah Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Pembinaan Ekonomi Keluarga Sejahtera PT. ESTA DANA VENTURA di Kelurahan Libuo Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Pembinaan Ekonomi Keluarga Sejahtera PT. ESTA DANA VENTURA di Kelurahan Libuo Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo. Untuk mendapatkan jawaban terhadap permasalahan di atas, peneliti menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data dalam bentuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan kemiskinan tersebut, maka PT. Esta Dana Ventura turut berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat khususnya wanita, dimana biasanya kaum wanita lebih banyak berkorban dalam menghadapi kesulitan yang timbul dari kemiskinan demi keluarganya. Kehadiran PT. Esta Dana Ventura bertujuan memberikan alternatif kepada masyarakat untuk mendapatkan sumber dana modal usaha yang lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan pengajuan pembiayaan dana modal usaha dari sektor perbankan. Tujuan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan dan mengembangkan jiwa kewirausahaan masyarakat
Analisis Faktor Sosial, Budaya, dan Ekonomi dalam Kesenjangan Gender Nurain Karnain; Misran Rahman; Hariansya Lahama; Muhammad Muhdu Attaufik; Siti Khairunnisa
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 11, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.11.3.%p.2025

Abstract

Diskriminasi terhadap perempuan masih menjadi masalah dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya terkait akses terhadap pekerjaan dan pengembangan karir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang memengaruhi kesenjangan gender di Kelurahan Heledulaa Utara, Kota Timur, Kota Gorontalo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat, khususnya perempuan dan tokoh masyarakat laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di wilayah ini memiliki akses yang relatif setara dengan laki-laki dalam pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi sosial, namun masih terdapat hambatan kultural seperti stereotip dan dominasi laki-laki dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan kesadaran dan perlindungan hak-hak perempuan guna mencapai kesetaraan gender yang berkeadilan.
Analisis Kesenjangan Gender dalam Keluarga Misran Rahman; Azka Mahardika; Muhammad Muhdu Attaufik; Siti Khairunnisa
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 11, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.11.3.%p.2025

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesenjangan gender dalam keluarga, dengan fokus pada pembagian peran, tanggung jawab, akses terhadap kesempatan, serta pola pengambilan keputusan di lingkungan rumah tangga. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap ibu rumah tangga di Kelurahan Heledulaa Utara, Kota Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender, praktik dalam keluarga masih menunjukkan pola tradisional yang patriarkal. Ayah cenderung mendominasi pengambilan keputusan penting dan pengelolaan keuangan, sementara ibu lebih banyak bertanggung jawab atas tugas domestik. Anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, mulai dilibatkan dalam pekerjaan rumah tangga, tetapi pembagian tugas masih sering didasarkan pada gender. Dalam aspek pendidikan, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam pemberian akses antara anak laki-laki dan perempuan, namun tantangan dalam memasuki dunia kerja tetap ada, khususnya bagi perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi perubahan dalam pemikiran dan praktik gender dalam keluarga, struktur sosial dan norma budaya masih memengaruhi relasi gender di tingkat rumah tangga. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya edukasi berkelanjutan dan penerapan regulasi yang mendorong kesetaraan gender secara lebih menyeluruh di lingkungan keluarga.
Analisis Tingkat Pengangguran Di Provinsi Gorontalo 2026 Suci Amelia Adjulaini; Elsa Karim; Misran Rahman; Muhammad Ibrahim
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 3 No. 2 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/1dmz7q37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengangguran sebagai masalah sosial yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat, khususnya dalam aspek ekonomi, sosial, dan pembangunan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sekunder melalui studi kepustakaan dan analisis data dari berbagai sumber seperti Badan Pusat Statistik (BPS), jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran tidak hanya berdampak pada individu berupa hilangnya pendapatan, tetapi juga memicu kemiskinan, ketimpangan sosial, serta menurunnya solidaritas dalam masyarakat. Selain itu, pengangguran juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis dan meningkatkan risiko kriminalitas. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembangunan yang berfokus pada peningkatan keterampilan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Kesimpulannya, pengangguran merupakan masalah multidimensional yang memerlukan penanganan terpadu antara pemerintah, masyarakat, dan dunia kerja.
Ketidakadilan Gender dalam Kehidupan Masyarakat: Bentuk, Dampak, dan Upaya Mewujudkan Kesetaraan Gender Sandra Ibrahim; Sulasri Totoke; Misran Rahman; Mohammad Ibrahim
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 3 No. 2 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/8vkjce68

Abstract

Masalah sosial gender masih menjadi perhatian penting dalam kehidupan masyarakat modern karena adanya ketimpangan dan diskriminasi yang muncul akibat konstruksi sosial mengenai peran laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep gender sebagai masalah sosial, mengidentifikasi bentuk-bentuk ketimpangan gender dalam kehidupan sehari-hari, serta menjelaskan upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai sumber berupa buku, artikel jurnal, dokumen pemerintah, dan laporan lembaga terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketidakadilan gender masih terjadi dalam bentuk marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan berbasis gender, dan beban ganda. Faktor budaya patriarki, rendahnya pemahaman masyarakat tentang kesetaraan gender, faktor ekonomi, serta lemahnya penegakan hukum menjadi penyebab utama terjadinya ketimpangan gender. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga memengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama melalui pendidikan, pemberdayaan perempuan, perubahan pola pikir masyarakat, dan penegakan hukum yang adil untuk menciptakan kehidupan sosial yang setara dan berkeadilan.