Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI PMB MEYTA EKA FAULIA, S.ST. KECAMATAN ABUNG SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2021 Zelda Mulia Sari; Iis Tri Utami; Septika Yani Veronica
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.331 KB)

Abstract

Pendahuluan : Nyeri persalinan merupakan suatu proses alamiah, yang terjadi karena proses pembukaan dan penipisan servikssaat kontraksi. Ketidaknyamanan dan nyeri yang dirasakan selama proses persalinan menjadi penyebab partus lama. Terapi non-farmakologi yang dapat diberikan mengurangi nyeri salah satunya teknik relaksasi pernafasan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri kala I fase aktif persalinan. Metodelogi Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperimental dengan pendekatan one group pre test and post test desaign. Populasi dalam penelitian ini adalah populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin kala I fase aktip dengan pembukaan 6 cm di di PMB Meyta Eka Faulia, S.ST Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 22 orang. Tehnik sampling yang di gunakan yaitu acidental sampling. Analisa Univariat dan Bivariat menggunkan uji t dependen. Hasil penelitian : Rata-rata tingkat nyeri pada ibu bersalin sebelum diberikan Perlakuan Teknik Relaksasi adalah 6.18, tingkat nyeri minimal 4 maksimal 9. Rata-rata tingkat nyeri pada ibu bersalin sesudah diberikan perlakuan teknik relaksasi adalah 4,77, tingkat nyeri minimal 3 maksimal 6. Ada pengaruh yang signifikan teknik relaksasi dalam mengurangi tingkat nyeri pada ibu bersalin Kala 1 Fase Aktif di PMB Meyta Eka Faulia, S.ST. didapatkan nilai p value 0,000. Berdasarkan hasil penelitian disarankan petugas kesehatan dapat memberikan informasi tentang manfaat teknik relaksasi pernafasan terhadap intensitas nyeri pada ibu bersalin.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS NGARIP KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2021 Lily Susilowati; Yona Desni Sagita; Septika Yani Veronica
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.082 KB)

Abstract

Anemia pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan dan kematian ibu di Indonesia, karena terjadinya anemia pada ibu hamil disebabkan oleh kekurangan zat besi dan faktor diduga berhubungan erat dengan kejadian anemia pada ibu hamil adalah tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kejadian anemia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ngarip Kabupaten Tanggamus Tahun 2021. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ngarip Kabupaten Tanggamus dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian membuktikan ada hubungan pengetahuan (p-value = 0,020) dan sikap ibu hamil (p-value = 0,005) dengan kejadian anemia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ngarip Kabupaten Tanggamus tahun 2021. Petugas kesehatan hendaknya terus meningkatkan penyuluhan dan konseling dengan cara menyediakan leaflet dan pamflet di ruangan kebidanan tentang kejadian anemia pada ibu hamil, dalam rangka meningkatkan pengetahuan ibu hamil, sehingga terjadinya anemia dapat dihindari sejak dini.
KEPATUHAN IBU UNTUK KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU DI MASA PANDEMI Eva Arnas Febriyanti; Sri Rahayu; Septika Yani Veronica; Siti Maesaroh
JURNAL KESEHATAN DAN KEBIDANAN Vol 11 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : STIKES MITRA RIA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.815 KB)

Abstract

According to the results of the Indonesian Basic Health Research (Riskesdas) in 2018, the proportion oftoddlers weighing was 54.6%. Indonesia recorded that in 2018 there were 283,370 Integrated Healthcare Centersand 173,750 (61.32%) declared as active Integrated Healthcare Centers. The results of the pre-survey conducted atthe Durian Integrated Healthcare Centers targeting toddlers were 175 with a coverage of 30.47 visits for toddlers.The research objective was to determine the correlation between maternal anxiety and compliance with toddler visitsduring the Pandemic at the Durian Integrated Healthcare Centers in Yukum Jaya Village of Central LampungRegency in 2021. This research type is quantitative research with a cross-sectional approach. The population in thisstudy was all toddlers at the Durian Durian Integrated Healthcare Center in Yukum Jaya Village of CentralLampung Regency, totaling 175 respondents. The sample in this study amounted to 64 respondents. The analysisused the chi-square statistical test. The research result showed that there was a correlation between maternalanxiety and compliance with toddler visits during the Pandemic at the Durian Integrated Healthcare Center inYukum Jaya Village of Central Lampung Regency (p-value 0.000 OR: 12,0). Based on the research that has beendone, it is recommended for hr Poncowati Public Health Center to make efforts to increase the utilization ofIntegrated Healthcare Center services for toddlers such as counseling and socialization about the benefits ofIntegrated Healthcare Center for Toddlers. Health workers are advised to continue to teach in the implementation ofhealth protocols so, the mothers and toddlers still feel protected. Keywords : Anxiety, Compliance, Integrated Healthcare Center, Covid-19 Pandemic
HUBUNGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DAN TINGGI BADAN IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG SARI KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2021 Endang Trisnawati; Septika Yani Veronica; Maulia Isnaini; Eka Tri Wulandari
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v3i3.731

Abstract

Menurut World Health Organization diperkirakan terdapat 170 juta balita pendek pada tahun 2019, sebanyak 56% anak pendek hidup di Asia dan 36% di Afrika. Di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar persentase sangat pendek pada balita usia 0-23 bulan adalah 12,8%. Stunting atau balita pendek terjadi karena kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kemiskinan dan pola asuh tidak tepat. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dan tinggi badan ibu hamil dengan kejadian stunting pada anak balita usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Sari Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan design analitik dan pendekatan case control. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2021- tanggal 31 Januari 2022. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 195. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan randoom sampling. Instrument menggunakan lembar checklist data diambil dari E-PPGBM. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada anak balita usia 12-59 bulan dengan p-value 0035 (<0,05), ada hubungan tinggi badan ibu hamil dengan kejadian stunting pada anak balita usia 12-59 bulan dengan p-value 0017 (<0.05). Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberi pengetahuan pada masyarakat terutama orang tua yang memiliki balita tentang stunting dan penyebab stunting pada balita. Puskesmas melakukan kerjasama dengan bidan desa guna melakukan screening pada bayi dan balita untuk menurunkan kejadjan stunting.
Description of Nutritional Status with The Development of Toddlers at The Working Area of Public Health Center of Wates, Lampung Province, Indonesia Kumalasari, Desi; Sagita, Yona Desni; Veronica, Septika Yani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.226 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.786

Abstract

Stunting describes chronic malnutrition status during growth and development since early life. This situation is represented by a z-score of height for age less than -2 standard deviations based on growth standards according to the World Health Organization. The method used in this research was a quantitative research method with a descriptive type of research objective to describe the Nutritional Status of Toddlers Age 12-59 Months at the working area of the Public Health Center in Wates. The population in this research were toddlers age 12-59 months totaling 1314 toddlers. The sampling technique used quota sampling with the number of samples obtained as many as 100 toddlers, the instrument in this research used an observation sheet, namely research obtained directly from the source in the form of interviews, polls from individuals or groups (people) as well as observations from an object, the genesis or test results (objects). Frequency distribution of nutritional status of 100 toddlers obtained normal nutritional status 76 (76%) toddlers respondents, 11 (11%) toddlers respondents with short nutritional status, 8 (8%) toddlers respondents with nutritional status very short, and 5 (5%) toddlers respondents with high nutritional status. The distribution of the developmental frequency of toddlers from 100 toddlers obtained 95 (95%) toddlers respondents with development according to their age, 5 (5%) toddlers respondents with dubious development, and no toddlers respondents suffer deviations in their development.Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Keadaan ini dipresentasikan dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2 standar deviasi (SD) berdasarkan standar pertumbuhan menurut WHO. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengambarkan Status Gizi Dengan Perkembangan Balita Usia 12 – 59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Wates. Populasi dalam penelitian ini adalah balita usia 12-59 bulan yang berjumlah 1314 balita. Tehnik pemngambilan sampel mengunakan quota sampling dengan jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 100 balita, instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi yaitu penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya yang berupa wawancara, jajak pendapat dari individu atau kelompok (orang) maupun hasil observasi dari suatu obyek, kejadian atau hasil pengujian (benda). Distribusi frekuensi status gizi dari 100 balita didapatkan tatus gizi normal 76 (76%) responden balita, 11 (11%) responden balita dengan status gizi pendek, 8 (8%) responden balita dengan status gizi sangat pendek dan 5 (5%) responden dengan status gizi tinggi. Distribusi frekuensi perkembangan balita dari 100 balita didapatkan 95 (95%) responden balita dengan perkembangan yang sesuai dengan umurnya, 5 (5%) responden balita dengan perkembangan yang meragukan, dan tidak ada responden balita yang mengalami penyimpangan dalam perkembangannya.
Correlation Between Knowledge About the Provision of Covid-19 Vaccines to The Anxiety Level of Pregnant Women at The Adiluhur Health Center in Mesuji Regency Veronica, Septika Yani; Agustriyani, Feri; Isnaini, Maulia; Mukhlis, Hamid
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.143 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1195

Abstract

Covid-19 is an infectious disease caused by a virus and is currently still an epidemic. The World Health Organization (WHO) declared Covid-19 a pandemic and became a national emergency status in Indonesia on March 9, 2020. The prevalence of Covid-19 in the world as of January 10, 2022, was 305 million positive cases, with 5.48 million deaths. While vaccine coverage for pregnant women is still low at 30,000 people, most of them refuse to be vaccinated. Vaccination of pregnant women at the Adiluhur Public Health Center in 2021 is 45%. This research objective was to determine the correlation between knowledge about giving the Covid-19 vaccine to the anxiety level of pregnant women at the Adiluhur Public Health Center of Mesuji Regency in 2022.The prevalence of Covid-19 in the world as of January 10, 2022, was 305 million positive cases, with 5.48 million deaths. While vaccine coverage for pregnant women is still low at 30,000 people, most of them refuse to be vaccinated. Vaccination of pregnant women at the Adiluhur Public Health Center in 2021 is 45%. This research objective was to determine the correlation between knowledge about giving the Covid-19 vaccine to the anxiety level of pregnant women at the Adiluhur Public Health Center of Mesuji Regency in 2022.The results showed that the respondents' knowledge was mostly in the good category as many as many as 32 people (57.1%), respondents' anxiety was mostly in the mild category as many as 25 people (44.6%). Statistical results showed that there is a correlation between knowledge and anxiety of pregnant women at the Adiluhur Public Health Center of Mesuji Regency in 2022. The suggestion health workers to cooperate with the Public Health Center in developing vaccination programs for pregnant women and programs that can increase understanding of pregnant women about giving vaccines through related health education vaccination. Abstrack : Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan saat ini masih menjadi wabah. World Health Organization (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi dan menjadi status darurat nasional di Indonesia pada 9 Maret 2020. Prevalensi Covid-19 di dunia per tanggal 10 Januari 2022 adalah sebesar 305 juta kasus positif, dengan 5,48 juta kasus meninggal dunia. Sedangkan cakupan vaksin pada ibu hamil masih rendah sebesar 30.000 orang, sebagian besar menyatakan penolakan untuk divaksin. Vaksinasi Ibu hamil di Puskesmas Adiluhur pada tahun 2021 sebesar 45%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pemberian vaksin Covid-19 terhadap tingkat kecemasan ibu hamil di Puskesmas Adiluhur Kabupaten Mesuji Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian di Puskesmas Adiluhur Kabupaten Mesuji pada bulan Januari 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil sebanyak 56 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang. Penelitian mengunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis Chi-Square. Hasil penelitian mendapatkan pengetahuan responden sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 32 orang (57,1%), kecemasan responden sebagian besar dalam kategori cemas ringan sebanyak 25 orang (44,6%). Hasil statistik mendapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil di Puskesmas Adiluhur Kabupaten Mesuji Tahun 2022. Bagi tenaga kesehatan, agar dapat bekerjasama dengan Puskesmas dalam membuatkan program vaksinasi untuk ibu hamil dan program yang dapat meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pemberian vaksin melalui penyuluhan kesehatan terkait vaksinasi.
OLAHAN TEMPE KUKUS MENGURANGI KELUHAN HOT FLUSH PADA MASA MENOPAUSEDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PULAU PANGGUNG Septika Yani Veronica; Anita Mukaromah; Deka Buana Putri; Dian Alfianti; Setiani Setiani; Susan Febrica
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14230

Abstract

ABSTRAKHot flush disebabkan adanya penurunan hormon estrogen yang mengakibatkan adanya gejala seperti berkeringat di malam hari, jantung berdebar-debar dan perasaan yang tak menentu. Jika tidak ditangani maka akan memperparah kondisi ibu menopause. Olahan tempe kukus  mampu menurunkan gejala hot flush pada wanita menopause. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mensintesis gagasan kreatif melalui sebuah program edukasi dengan menitikberatkan pada usaha preventif dan promotif dalam mencegah dan mengatasi kecemasan pada wanita menopause akhibat dari efek gejala hot flush yang terjadi. Pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh wanita pada usia menopause yang berjumlah 23 orang. Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa sebelum dilakukan penyuluhan berkaitan dengan menopause dan hot flush serta penangananya, rata – rata pengetahuan wanita menopause sebesar 53,91% artinya masuk dalam kategori rata-rata kurang baik, dan setelah dilakukan penyuluhan rata – rata pengetahuan meningkat menjadi sebesar 89,57% artinya masuk dalam kategori baik, terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 35,6%, artinya penyuluhan yang diberikan telah meningkatkan pengetahuan wanita menopause sebesar 35,6%. Peserta sudah memahami bahwa upaya penurunan gejala hot flush pada usia lanjut dapat berdamapak. Oleh karena itu rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan pada program pengabdian masyarakat yaitu dengan membentuk kelompok wanita lanjut yang akan menjadi edukator di wilayah kerja puskesmas pulau panggung dalam memberikan pengetahuan terkait olahan tempe kukus yang dapat mengurangi keluhan hot flush pada masa menopause Kata Kunci : olahan tempe kukus; hot flush; wanita menopause.                             ABSTRACTHot flushes are caused by a decrease in the hormone estrogen which causes symptoms such as night sweats, heart palpitations and feelings of uncertainty. If left untreated, it will worsen the condition of menopausal women. Processed steamed tempeh can reduce hot flush symptoms in menopausal women. The purpose of this community service activity is to synthesize creative ideas through an educational program with an emphasis on preventive and promotive efforts in preventing and overcoming anxiety in postmenopausal women due to the effects of hot flush symptoms that occur. The implementation of community service activities was attended by women at the age of menopause, totaling 23 people. Based on the table above, it can be seen that before counseling related to menopause and hot flushes and their handling, the average knowledge of menopausal women was 53.91%, meaning that they were included in the average category, and after counseling, the average knowledge increased to 89.57% means that it is in the good category, there is an average increase in knowledge of 35.6%, meaning that the counseling provided has increased the knowledge of menopausal women by 35.6%. Participants already understand that efforts to reduce hot flush symptoms in old age can have an impact. Therefore, the follow-up plan that will be carried out in the community service program is to form a group of advanced women who will become educators in the working area of the Pulau Stage Public Health Center in providing knowledge related to steamed tempeh food which can reduce complaints of hot flushes during menopause. Keywords: processed steamed tempeh; hot flush; menopausal women.
UPAYA PENURUNAN GEJALA HOT FLUSH PADA WANITA KLIMAKTERIUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PULAU PANGGUNG Septika Yani Veronica; Artiwi Artiwi; Era Ulandari; Fisca Pratiwi; Ita Nur&#039;aini; Wulan Anggia Lestari; Yeni Andrika Pratiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14229

Abstract

ABSTRAK                                                               Hot flush disebabkan adanya penurunan hormon estrogen yang mengakibatkan adanya gejala seperti berkeringat di malam hari, jantung berdebar-debar dan perasaan yang tak menentu. Jika tidak ditangani maka akan memperparah kondisi ibu klimakterium. Susu kedelai mampu menurunkan gejala Hot flush pada wanita klimakterium. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mensintesis gagasan kreatif melalui sebuah program edukasi dengan menitikberatkan pada usaha preventif dan promotif dalam mencegah dan mengatasi kecemasan pada wanita klimakterium akhibat dari efek gejala  Hot flush yang terjadi. Pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh wanita pada usia klimakterium yang berjumlah 23 orang. Berdasarkan hasil  terlihat bahwa sebelum dilakukan penyuluhan berkaitan dengan klimakerium dan hot flush serta penanagannya, rata – rata pengetahuan wanita usia klimkaterium sebesar 55,65% artinya masuk dalam kategori rata-rata cukup baik, dan setelah dilakukan penyuluhan rata – rata pengetahuan meningkat menjadi sebesar 90,87% artinya masuk dalam kategori baik, terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 35,2%, artinya penyuluhan yang diberikan telah meningkatkan pengetahuan wanita usia klimakterium sebesar 35,2%. Sehingga dari hasil ini diharapkan adanya inovasi yang dapat dilakukan denga mengembangkan olahan makanan dari bahan makanan kedelai selain itu wanita usia klimakterium dapat menyadari pentingnya meningkatkan kualitas hidup pada masa klimakterium salah satunya dengan melakukan olahraga. Kata Kunci : susu kedelai; hot flush; wanita klimakterium.                             ABSTRACTHot flushes are caused by a decrease in the hormone estrogen which causes symptoms such as night sweats, heart palpitations and feelings of uncertainty. If left untreated, it will worsen the climacteric mother's condition. Soy milk can reduce hot flush symptoms in climacteric women. The purpose of this community service activity is to synthesize creative ideas through an educational program with an emphasis on preventive and promotive efforts in preventing and overcoming anxiety in climacteric women due to the effects of Hot flush symptoms that occur. The implementation of community service activities was attended by 23 women at climacteric age. Based on the results, it can be seen that before carrying out counseling related to climacteric and hot flushes and their treatment, the average knowledge of women of climacteric age is 55.65%, meaning that they fall into the average category quite well, and after this, the average knowledge increases to 90 .87% means that it is in the good category, there is an average increase in knowledge of 35.2%, meaning that the counseling provided has increased the knowledge of women of climacteric age by 35.2%. So from these results it is hoped that there will be innovations that can be carried out by developing processed foods from soy food ingredients. Besides that, women of climacteric age can realize the importance of improving the quality of life during the climacteric, one of which is by doing sports. Keywords: soy milk; hot flush; climacteric women.
Pemberian Kompres Hangat Jahe Terhadap Menurunkan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III : Studi Kasus Nova Yusenta; Septika Yani Veronica
Viva Medika Vol 16 No 3 (2023): VOLUME 16 / Nomor 03 /JULI/ 2023
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i3.1084

Abstract

Pregnancy is the growth and development of the intrauterine fetus starting from conception and ending until the beginning of labor. During pregnancy, the mother will experience changes both physically and psychologically. Physical changes that occur sometimes even provide discomfort for the mother, one of which is lower back pain. One way to reduce low back pain is with ginger compresses, ginger compresses can reduce the low back pain they experience. Purpose Provide continuous obstetric care starting from pregnancy, childbirth, newborn, postpartum to contraceptive services with complementary interventions by giving warm compresses of ginger to reduce back pain in III trimester pregnant women. Methods used in comprehensive care Type of descriptive research using the case study approach method. There is a decrease in back pain in pregnant women after a warm compress of ginger. It is expected to use warm ginger compresses when experiencing back pain. Keywords : Pregnancy, Ginger Compress
PENYULUHAN TENTANG MAKANAN PELANCAR PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PMB ENI SAPRIANI MD, S.ST., Bdn., M.Kes PEKON PAGAR ALAM KECAMATAN ULUBELU Yona Desni Sagita; Septika Yani Veronica
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 1 No. 2 (2023): July - December 2023
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ez-sci-bin.v1i2.66

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi ideal untuk bayi karena mengandung zat gizi yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi dan mengandung beberapa zat perlindungan terhadap berbagai penyakit. Pemberian ASI saja tanpa makanan-minuman lain sampai bayi berusia 6 bulan disebut ASI Eksklusif. Pemberian ASI harus tetap dilanjutkan sampai bayi berusia 2 tahun walaupun bayi sudah makan. Kurang maksimalnya angka pemberian ASI Eksklusif dapat disebabkan oleh rendahnya jumlah ASI yang diproduksi. Beberapa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI antara lain adalah pemberian konseling untuk memperbaiki perilaku yang tidak mendukung pemberian ASI Eksklusif seperti memperbaiki posisi dan perlekatan bayi dengan ibu, meningkatkan frekuensi menyusui, meningkatkan durasi menyusui, dan memberikan kedua payudara setiap kali menyusui. Upaya tambahan lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan galaktagogum (makanan pelancar ASI). Maka dari itu penyuluhan tentang makanan pelancar produksi ASI pada ibu nifas ini sangat penting yaitu untuk meningkatkan pemahaman ibu nifas tentang makanan yang dapat meningkatkan produksi ASIyang dilakukan Di Pmb Eni Sapriani Md, S.ST., Bdn., M.Kes Pekon Pagar Alam Kecamatan Ulubelu
Co-Authors Agustinus Eko Setiawan Agustriyani, Feri Alfiyanti Muharramah ANAFIKA, ANAFIKA Anita Mukaromah Apriyanti Ariyanti, Vivi Dwi Arnawati, Arnawati Artiwi Artiwi Arumsari, Yunita Beniqna Maharani Besmaya Beniqna Maharani Besmaya Cici Gustianingrum Darmayanti, Heti Debby Sandela Deka Buana Putri Desi Kumalasari Destiana, Elsa Dewi, Terresia Novita Dhita Ayu Puspita Dian Alfianti Eka Tri Wulandari Endang Trisnawati Era Ulandari Eva Arnas Febriyanti Fadilah, Ika Nur Fara, Yetty Dwi Fauziah, Nur Alfi Febrianti, Violita Eka Feri Agustriyani Feri Kameliawati Fidiawati, Reni Fisca Pratiwi Fitriana Fitriana Hamid Mukhlis Hellen Febrianti Hellen Febriyanti Hellen Febriyanti Hestina, Novi Hikmah Ifayanti Iis Tri Utami Ilham Ubaidillah Indah, Sriani Purba Indriati, Nisa Irmayani Irmayani Ita Nur&#039;aini Juliani, Deta Juliani, Witama Komalasari Komalasari Lily Susilowati Maisyaro, Maisyaro Maulia Isnaini Muharramah, Alfiyanti Nila Qurniasih Nova Yusenta Nova, Evy Roberta Nugroho, Tri Adi Nur Aminudin Nuryani Oliana, Fia Prastiwi Prastiwi, Prastiwi Putri, Wahyuni Eka Retno, Sri Nowo Rhoma Diana Rini Antika Rini Wahyuni Rini Wahyuni Riona Sanjaya Riska Safitri, Riska Riskiani, Dini Riza Dwiningrum Sakdiah , Anita Sanjaya, Riona Sari, Andela Puspita Septarina, Indah Setiani Setiani Setyo Pratiwi Siskarina, Aulia Siti Komariah Siti Maesaroh Siti Maesaroh Siti Rohani Siti Rohani SRI RAHAYU Sulistiawati, Yuni Susan Febrica Susilawati, Fitri Suzannawati, Neny Tahta Herdian Andika Tri Adi Nugroho Tri Meiningsih Utami, Iis Tri Wati, Tris Murning Wulan Anggia Lestari Yane, Ade Yanti, Linda Timor Yeni Andrika Pratiwi Yeni Marthalena Yona Desni Sagita Yona Desni Sagita Yona Desni Sagita, Yona Desni Yuli Triyana Yuliarti, Elis Yunita Anggriani Yusenta, Nova Yuwita, Yuwita Zelda Mulia Sari Zulkifli