Articles
PENGARUH PEMBERIAN KURMA SUKKARI PADA IBU BERSALIN TERHADAP DURASI PERSALINAN DI PMB NISA, PMB DIAN DAN PMB FITRI KABUPATEN MESUJI TAHUN 2024
Indriati, Nisa;
Indah, Sriani Purba;
Veronica, Septika Yani
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jcu.v13i2.2351
Durasi persalinan erat kaitannya dengan komplikasi partus lama dan perdarahan merupakan masalah sangat penting dan belum terselesaikan karena berkaitan Angka Kematian Ibu (AKI). Berdasarkan prasurvey di PMB wilayah kerja Puskesmas Hadimulyo kasus rujukan persalinan jumlah persalinan dari bulan januari-Februari 2024 berjumlah 50 ibu bersalin yang dilakukan rujukan terbanyak partus lama sebanyak 5 kasus (10,0%). Kandungan glukosa kurma yang tinggi bermanfaat sebagai tenaga mengedan, sedangkan serotonin dan tannin membantu kontraksi otot polos rahim. Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan pengaruh pemberian kurma sukkari pada ibu bersalin terhadap durasi persalinan di PMB Nisa, PMB Dian, dan PMB Fitri Kabupaten Mesuji Tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif rancangan Quasi Eksperiment menggunakan pendekatan Non Equivalent Control Group Design. Populasi ini adalah seluruh Ibu yang akan bersalin normal di PMB Nisa, PMB Dian dan PMB Wahyu diperkirakan berjumlah 26 orang, menggunakan sampel minimal dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 13 orang pada kelompok eksperimen dan 13 orang pada kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (independent t-test). Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata durasi persalinan pada responden yang Diberi Kurma Sukkari lebih cepat yaitu 275,77 menit dan rata-rata Durasi Persalinan pada responden yang Tidak Diberi Kurma Sukkari adalah 347.23 menit. Hasil analisis data didapatkan bahwa ada pengaruh pemberian kurma Sukkari terhadap Durasi Persalinan di PMB Nisa, PMB Dian, dan PMB Wahyu (P Value 0,001<0,05). Saran diharapkan dengan kurma Sukkari yang memiliki manfaat yang positif untuk mempercepat durasi persalinan normal sehingga diharapkan dapat mengurangi komplikasi persalinan pada ibu Bersalin.Kata Kunci : Durasi persalinan, Kurma Sukkari, Fase aktif
Asuhan Kebidanan Dengan Mobilisasi pada Ibu Postpartum Di PMB Monica Roswiyanti
Anafika, Anafika;
Veronica, Septika Yani
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 14 No 02 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Uni
Publisher : Q PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33221/jiki.v14i02.2558
Involusi merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan berat sekitar 60 gram. Proses ini dimulai segera setelah plasenta lahir akibat kontraksi otot-otot polos uterus. Involusi disebabkan oleh kontraksi dan retraksi serabut otot uterus yang terjadi terus menerus. Cara untuk menurunkan angka morbiditas pada masa post partum adalah dengan melakukan mobilisasi dini guna mempercepat involusi uterus. Mobilisasi dini atau beraktivitas segera mungkin setelah istirahat beberapa jam dan beranjak dari tempat tempat tidur ibu (untuk persalinan normal). Tujuan laporan ini yaitu mengajarkan mobilisasi dini pada kepada pasien secara mandiri sesuai dengan langkah-langkah dan teori yang diajarkan pada Keterampilan Dasar Praktik Klinik. Metode yang digunakan dalam laporan ini yaitu studi kasus. Hasil laporan ini menunjukkan bahwa setelah diajarkan melakukan mobilisasi dini, ibu postpartum sudah bisa miring, duduk, dan jalan-jalan. Langkah-langkah mobulisasi dini sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Saran penulis dapat meningkatkan Keterampilan Dasar Klinik Kebidanan yang dimiliki untuk meningkatkan asuhan yang sesuai dengan standar yang dilakukan secara terampil, dapat mengatasi masalah yang nyata di lahan praktik dan dapat mengaplikasikan sesuai teori yang sudah didapat pada perkuliahan
Pemberian Kompres Hangat Jahe Terhadap Menurunkan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III : Studi Kasus
Yusenta, Nova;
Veronica, Septika Yani
Viva Medika Vol 16 No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35960/vm.v16i3.1084
Pregnancy is the growth and development of the intrauterine fetus starting from conception and ending until the beginning of labor. During pregnancy, the mother will experience changes both physically and psychologically. Physical changes that occur sometimes even provide discomfort for the mother, one of which is lower back pain. One way to reduce low back pain is with ginger compresses, ginger compresses can reduce the low back pain they experience. Purpose Provide continuous obstetric care starting from pregnancy, childbirth, newborn, postpartum to contraceptive services with complementary interventions by giving warm compresses of ginger to reduce back pain in III trimester pregnant women. Methods used in comprehensive care Type of descriptive research using the case study approach method. There is a decrease in back pain in pregnant women after a warm compress of ginger. It is expected to use warm ginger compresses when experiencing back pain. Keywords : Pregnancy, Ginger Compress
Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Penurunan Gejala Hot Flush pada Wanita Klimakterium
Nova, Evy Roberta;
Veronica, Septika Yani;
Sanjaya, Riona;
Sagita, Yona Desni
Journal of Current Health Sciences Vol. 1 No. 2: 2021
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/jchs.20217
Menopause is a hypoestrogenic condition due to decreased function of the ovaries. This situation can cause changes in the system in the body of women who experience menopause. This causes complaints such as hot flushes. The incidence of women over 50 years of age entering menopause in Indonesia in 2020 is estimated to reach 30.3 million. Handling menopause by giving soy milk. The purpose of this study was to determine the effect of soy milk on the reduction of hot flush symptoms in pre-menopausal women at Cempaka Public Health Center, Sungkai Jaya District, North Lampung Regency in 2021. The type of research used is pre-experimental with a one-group pre-test and post-test design approach. The population in this study were premenopausal women aged 45-55 years who experienced hot flushes at the Cempaka Public Health Center. The sampling technique used was purposive sampling. The sample in this study amounted to 24 people who were given the intervention of giving 250 ml of soy milk 2 times a day for 14 days. Univariate and Bivariate analysis using dependent t-test. The results of the study the average symptom of Hot Flush before drinking soy milk was 7.17 (mild category). The average symptom of a Hot Flush after drinking soy milk was 4.92. There is an effect of soy milk on the reduction of hot flush symptoms in pre-menopausal women p-value of 0.000 (p less than 0.05). Based on the results of the study, it is suggested that health workers can provide information about the benefits of non-pharmacological treatments such as soy milk to reduce the symptoms of hot flushes in postmenopausal women. Abstrak: Menopause merupakan suatu kondisi hipoestrogenik akibat penurunan fungsi dari ovarium. Keadaan ini dapat menyebabkan perubahan sistem pada tubuh wanita yang mengalami menopause. Sehingga menimbulkan keluhan-keluhan seperti hot flush. Angka kejadian wanita usia diatas 50 tahun yang memasuki menopause di Indonesia tahun 2020 diperkirakan mencapai 30,3 juta. Salah satu untuk penanganan menopause dengan memberikan susu kedelai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Penurunan Gejala Hot Flush Pada Wanita Pra Menopause di Puskesmas Cempaka Kecamatan Sungkai Jaya Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperimental dengan pendekatan one group pre test and post test desaign. populasi dalam penelitian ini adalah ibu premenopause berusia 45-55 tahun yang mengalami hot flush di Puskresmas Cempaka, Tehnik sampling yang di gunakan yaitu purposive sampling Sampel dalam penelitian berjumlah 24 orang yang diberi intervensi pemberian susu kedelai 250 ml sebanyak 2 kali sehari selama 14 hari.. Analisa Univariat dan Bivariat menggunkan uji t dependen. Hasil penelitian Rata-rata gejala Hot Flush sebelum minum susu kedelai sebesar 7,17 (kategori ringan). Rata-rata gejala Hot Flush sesudah minum susu kedelai sebesar 4,92. Ada Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Penurunan Gejala Hot Flush Pada Wanita Pra Menopause p value 0,000 (p kurang dari 0,05). Berdasarkan hasil penelitian disarankan petugas kesehatan dapat memberikan informasi tentang manfaat pengobatan non farmakologi seperti susu kedelai untuk mengurangi gejala Hot Flush pada ibu menopause.
Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Primer pada Remaja Putri di IAI Agus Salim Metro Lampung
Veronica, Septika Yani;
Oliana, Fia
Journal of Current Health Sciences Vol. 2 No. 1: 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/jchs.202232
Dismenore merupakan keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon progesterone dalam darah sehingga mengakibatkan timbulnya rasa nyeri yang paling sering terjadi pada wanita. Dismenore terjadi pada kisaran 15,8%- 89,5% perempuan di dunia. Di Indonesia sendiri terjadi pada 60-70% perempuan dan diantara mereka masih terdapat yang kurang tau bagaimana cara mengatasi dismenore. Massage Effleurage adalah suatu tehnik pijat yang bertujuan untuk untuk meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi rasa sakit, dan merenggangkan otot serta meningkatkan relaksasi fisik dan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh terapi Massage Effleurage terhadap penurunan dismenore primer pada remaja putri di IAI Agus Salim Metro Lampung. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan pra eksperimen dengan rancangan one group pretest – posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami nyeri dismenore primer di IAI Agus Salim Metro Lampung, dengan jumlah sampel yaitu 21 responden yang diberikan perlakuan massage efflurage pada hari pertama responden mengalami nyeri dismenore primer dengan intervensi selama 10-15 menit pada bagian punggung dan perut. Penelitian ini menggunakan analisis uji t-dependen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata intensitas nyeri dismenore primer sebelum diberi massage effleurage adalah 3,81, Rata-rata intensitas nyeri dismenore primer sesudah diberi massage effleurage adalah 1,76. Hasil uji statistik didapatkan nilai 0,000 (P value = 0,000, dimana P value < α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh massage effleurage terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada remaja putri di IAI Agus Salim Metro Lampung. Saran pada remaja putri untuk tidak langsung mengkonsumsi obat-obatan farmakologis melainkan menggunakan terapi seperti massage effleurage untuk menurunkan nyeri dismenore primer yang mereka alami.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Primipara
Fidiawati, Reni;
Sanjaya, Riona;
Veronica, Septika Yani;
Febriyanti, Hellen
Ners Akademika Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Penerbit Goodwood
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35912/nersakademika.v1i1.1764
Purpose: The purpose of this study was to determine the factors associated with exclusive breastfeeding for primiparous mothers in the the working area of the UPTD. Puskesmas Bengkunat Belimbing In 2021. Research Methodology: The design of this research is descriptive non-experimental correlation, namely correlation research with cross sectional method. The population in this study were all primiparous mothers who had babies aged 7-12 months in the working area of UPTD. Puskemas Bengkunat Belimbing in 2021, totaling 52 primiparous mothers. A sample of 35 primiparous mothers was taken from the population using a probability sampling technique with random groups (cluster random sampling). Bivariate analysis in this study used the chi-square test with an alpha (?) value of 0.1. Result: The results showed that maternal knowledge (p-value of 0.009), education of primiparous mothers (p-value of 0.025), occupation of primiparous mothers (p-value of 0.046), maternal health of primiparous (p-value of 0.027), support of husband (p-value of 0.003), support for health workers (p-value of 0.771), family income (p-value of 0.001) and values ??and cultural customs (p-value of 0.001) have a corelations with exclusive breastfeeding to primiparous mothers.
Pemberian Bawang Merah terhadap Demam pada Bayi
Veronica, Septika Yani;
Yane, Ade;
Sakdiah , Anita;
Komalasari, Komalasari
Ners Akademika Vol. 2 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Penerbit Goodwood
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35912/nersakademika.v2i1.3280
Purpose: The Infant Mortality Rate (AKB) shows that neonatal health services in a country are not good. (Ministry of Health, 2017). Baby health problems are one of the main problems in the field of health. Fever is a condition of an increase in body temperature above normal. This covetous obstetric care that focuses on the upbringing of babies is by providing onion compress interventions in feverish babies aimed at reducing fever in infants. Research Methodology: This study is a case study with the subjects of 3 babies who had a fever, the intervention was given on day 1 of fever until day 3. Result: The results of the study were obtained from 3 babies who had a fever by being given onion compress interventions to experience a decrease in temperature on day 1 to day 3. It can be concluded that shallots are effective against a decrease in body temperature in feverish toddlers. For health workers, in order to be able to cooperate with Puskesmas in creating an evidence-based care program for mothers who have babies and toddlers that can increase maternal understanding so that they can apply complementary therapy onion compresses as an alternative herbal medicine that can reduce body temperature in newborns and toddlers with fever.
Factors associated with the completeness of K6 antenatal care examinations among pregnant women
Primadevi, Inggit;
Fauziah, Nur Alfi;
Veronica, Septika Yani;
Setiowati, Tri Lusi
THE JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns Vol. 4 No. 10 (2026): January Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56922/mchc.v4i10.2166
Background: The Maternal Mortality Rate (MMR) in Pringsewu Regency increased from 16 per 100.000 live births in 2023 to 194 per 100,000 live births in 2024. One of the key efforts to reduce MMR is ensuring comprehensive Antenatal Care (ANC) visits, including the minimum standard of six visits (K6). However, the K6 coverage at Adiluwih Health Center in 2024 remained relatively low at 66.8%. Purpose: To identify the factors associated with the completeness of K6 examinations among pregnant women. Method: This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. The population consisted of postpartum mothers at Adiluwih Health Center from January to April 2025, and the sample included 81 respondents, representing the total population. The data used were secondary data obtained from maternal and child health (MCH) books. The statistical test employed was the Chi-Square test. Results: The results showed that most respondents had good knowledge (48 respondents; 59.3%), a positive attitude (60 respondents; 74.1%), supportive family support (71 respondents; 87.7%), supportive health worker assistance (70 respondents; 86.4%), and complete K6 examinations (57 respondents; 70.4%). Conclusion: Statistical analysis indicated significant relationships between knowledge, attitude, family support, and health worker support and the completeness of K6 examinations among pregnant women (p-value < 0.05). Suggestion: is expected that pregnant women undergo at least six antenatal visits according to standards during pregnancy, with at least two of these visits conducted by a doctor during the first and third trimesters.
Skrining Perilaku Emosional Anak Usia 36–72 Bulan dan Sikap Ibu Menggunakan KMPE di TK ABA Wonokriyo
Veronica, Septika Yani;
Ni’mah, Mamlu’ Atul;
Soleha, Sonia;
Alia, Risma;
Rifatun, Umi;
Junianti, Thania Eki;
Destika, Sinta Lela;
Alviya, Leni;
Azzahra, Anindhita Aulia;
Khoiriyah, Alvi Nur;
Fikroh, Ummi Tasfiatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.3954
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai deteksi dini mental emosional pada anak usia 36-72 bulan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Wonokriyo, Pringsewu. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi berkelanjutan, berfokus pada penyuluhan interaktif dan skrining menggunakan Kuesioner Masalah Perilaku Emosional (KMPE). Peserta kegiatan adalah 10 orang ibu dan 10 anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada sikap ibu, di mana 100% (10 orang) peserta berada dalam kategori sikap positif ("Setuju" dan "Sangat Setuju") setelah menerima edukasi. Skrining KMPE terhadap anak mengidentifikasi 8 anak dalam kategori normal dan 2 anak dalam kategori meragukan yang memerlukan tindak lanjut. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penyuluhan dan skrining KMPE terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran dan sikap positif orang tua, serta berhasil mengidentifikasi anak yang berisiko mengalami penyimpangan mental emosional sejak dini, sehingga intervensi optimal dapat segera diberikan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU TENTANG SKRINING PENYIMPANGAN EMOSIONAL PADA ANAK USIA 36-72 BULAN MENGGUNAKAN KMPE DI PAUD AN NI’MAH
Veronica, Septika Yani;
Wahyuni P, Anisa;
Maretha A, Andini;
Hasanah, Dina Nur;
Sari, Vina Desita;
Suni, Anna Mulita;
Novitria, Tia Aulia;
Sumiyati, Sumiyati;
Cici L, Riska;
Indrianti, Selinda;
Ajeng P, Aullya;
Risma D, Fadillah;
Oktavia, Evi
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cermat.v2i1.212
Pengetahuan dan pola asuh ibu merupakan faktor penting dalam perkembangan emosional anak usia dini. Kurangnya pemahaman ibu dan pola asuh yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya penyimpangan emosional pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola asuh ibu dengan hasil skrining penyimpangan emosional anak usia 36–72 bulan menggunakan Kuesioner Masalah Perilaku Emosional (KMPE) di PAUD An Ni’mah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 17 ibu dan anak usia 36–72 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan ibu, kuesioner pola asuh, dan KMPE. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan hasil skrining KMPE dengan nilai p-value 0,000 serta terdapat hubungan antara pola asuh ibu dengan hasil skrining KMPE dengan nilai p-value 0,000. Anak dengan ibu yang memiliki pengetahuan baik dan menerapkan pola asuh demokratis cenderung memiliki perkembangan emosional yang normal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan pola asuh ibu berhubungan dengan hasil skrining penyimpangan emosional anak usia dini. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan penerapan pola asuh yang tepat perlu diperkuat sebagai upaya pencegahan dini masalah emosional anak.