Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analysis of the GC-MS Volatile Compound Profile and Antibacterial Activity of 95% Ethanolic Extract of Siam Weed (Chromolaena odorata L.) Leaves from Kupang Regency Against Staphylococcus aureus Mathias Endrico Saingo; Tadeus A. L. Regaletha; Cahyani Purnasari; Matias Nataniel Kolobani
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i3.12895

Abstract

The need for new antibacterial medicines derived from natural sources is highlighted by the dangerous bacterium Staphylococcus aureus, which causes a variety of diseases and is increasingly linked to antibiotic resistance. The leaves of Chromolaena odorata (L.) contain a variety of bioactive compounds that may have antibacterial qualities. This study aimed to characterize the metabolite profile of the 95% ethanol extract of C. odorata leaves using gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS) and evaluate its antibacterial activity against S. aureus. This true experimental post-test-only control group study was conducted from January to May 2026 using leaves collected from Mata Air Village, Kupang Tengah District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara, Indonesia. Antibacterial assays were performed in four replicates using the disk diffusion method at extract concentrations of 5–25%. GC-MS identified 118 compounds, with ethyl palmitate, α-linolenic acid, phytol, stigmasterol, squalene, caryophyllene oxide, and α-muurolol as dominant metabolites that may contribute to the observed antibacterial activity based on previous studies. S. aureus was inhibited by the extract in a concentration-dependent manner; inhibition zones increased from 8.03 ± 0.04 mm (5%) to 11.41 ± 0.13 mm (25%), and there were significant differences between treatments (one-way ANOVA, p < 0.001). This study shows how GC-MS metabolite profiling and antibacterial assessment of the 95% ethanol extract of C. odorata can be combined in a unique way. These results suggest that the extract has antibacterial action against S. aureus and could be a source of natural antibacterial chemicals.
Kajian Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter dan Tingkat Pengetahuan Masyarakat di Kelurahan Sikumana Charolus Candra Gong; Tadeus A.L. Regaletha; Cahyani Purnasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1622

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang sering digunakan masyarakat untuk mengatasi infeksi bakteri, tetapi penggunaannya tanpa resep dokter masih tinggi dan berisiko meningkatkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dan menggambarkan pola penggunaan antibiotik tanpa resep dokter di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Peneliti mengambil 97 responden dari 10 RW di Kelurahan Sikumana menggunakan teknik cluster sampling, kemudian mengumpulkan data menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berada pada kategori cukup baik (41%), sedangkan pola penggunaan antibiotik tanpa resep dokter juga berada pada kategori cukup baik (35%). Sebagian responden masih menganggap antibiotik dapat mengobati flu, batuk, dan demam, sedangkan sebagian lain masih menggunakan antibiotik tanpa konsultasi dokter (35,05%), memberikan antibiotik kepada anggota keluarga lain (45,36%), dan menyimpan antibiotik untuk digunakan kembali (64,95%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Kelurahan Sikumana memerlukan edukasi berkelanjutan dari tenaga kesehatan, khususnya apoteker, agar praktik swamedikasi antibiotik yang tidak rasional dapat berkurang.
Analisis Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Minum Obat Pasien Lansia Diabetes Melitus Tipe 2 Puskesmas Sikumana Fiyona Geraldine Nalle; Magdarita Riwu; Cahyani Purnasari; Syahrir
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1638

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang banyak diderita lansia dan berisiko tinggi menimbulkan komplikasi. Keberhasilan terapi DM sangat bergantung pada kepatuhan minum obat, sedangkan ketidakpatuhan dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien. Hingga saat ini belum ada penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien lansia DM tipe 2 di Puskesmas Sikumana. Tujuan: Mengetahui faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien lansia DM tipe 2 di Puskesmas Sikumana, meliputi faktor demografi (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama terdiagnosis, dan penyakit penyerta) pengetahuan, dan dukungan keluarga. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional pada 91 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner demografi, DKQ, MARS-5, dan HDFSS, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square/Fisher's Exact Test. Hasil: Sebanyak 57 responden (62,6%) tidak patuh dan 34 responden (37,4%) patuh minum obat. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p=1,000), jenis kelamin (p=0,364), tingkat pendidikan (p=0,192), lama terdiagnosis (p=0,393), penyakit penyerta (p=0,647), dan pengetahuan (p=0,499) dengan kepatuhan minum obat. Sebaliknya, dukungan keluarga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepatuhan minum obat (p=0,022). Simpulan: Dukungan keluarga merupakan satu-satunya faktor yang signifikan mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien lansia DM tipe 2 di Puskesmas Sikumana.