Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Bangkan Malayan Phatic Expression Safira, Tiara Putri; Reranta, Redika Cindra
TEKNOSASTIK Vol 23, No 1 (2025): TEKNOSASTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ts.v23i1.4433

Abstract

Bangkan Malayan, a dialect of the Malay language spoken by the indigenous people of the Bangka Islands, is integral to their cultural and social communication. This language facilitates familial bonds, community cohesion, and cultural preservation. Like many languages, Bangkan Malay has unique features, including phatic expressions. Phatic expressions are used not to exchange ideas but to build and maintain social contact. Understanding these expressions is essential for fostering social relationships and effective communication. This study analyzes Bangkan Malay phatic expressions, focusing on their forms and functions. Data were collected through natural conversations and interviews with native speakers, ensuring the purity and authenticity of the data. The analysis applied theories by Kridalaksana (2012) and Reranta (2022), classifying phatic expressions into particles, words, phrases, and combined forms. Functions of these expressions were examined through qualitative analysis and experiments with native speakers. The findings reveal various forms and functions of phatic expressions in Bangkan Malay. Particle expressions like /gǝ/, /seɁ/, /jo/, /kɑn/, and /keɁ/" serve to reinforce meaning, initiate statements, and maintain conversational context. Phatic clauses such as /oi pradeek/oi sǝpǝradiɁ/, /kǝnǝ lah makan jo/, and /kǝlaɁ lah pulaŋ ǝ/ are used to initiate and close conversations, reflecting the social values of politeness and hospitality in Bangkan Malay culture. Keywords: Bangkan-Malayan, Local Language, Phatic Expression
PELATIHAN ENGLISH STORY-TELLING PADA SISWA-SISWI SMP MUHAMMADIYAH PANGKALPIINANG BERBASIS HAYATUS-SAHABAH Cindra Reranta, Redika; Hanif Setiawan, Rifki; Putri Safira, Tiara; Akbar, Kurnia
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 1 (Maret 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i1.2618

Abstract

The aim of this research is to improve the public speaking skills of Muhammadiyah Pangkal Pinang Middle School students through English storytelling training based on Hayatus Sahabah. This program uses the life stories of the companions of the Prophet Muhammad SAW. As the main teaching material to train cultural students in English. This approach combines English language learning with Islamic values ​​not only to improve language skills students, but also to strengthen their enthusiasm and self-confidence. The method used is intensive participatory training which includes the stages of providing material, developing teaching stories, implementation practices and evaluation. The training lasted for six meetings and involved students selected through competitive examinations. Data was collected through observation and interviews. Data analysis shows that this training has had a positive impact on improving students' skills in story structure, pronunciation, fluency and clarity of delivery. This research shows that students' public speaking scores increased by an average of 30% compared to before training. In addition, students reported increased motivation, increased self-confidence, and a deeper understanding of the inspiring stories of the prophet's companions. This approach also encourages students to practically integrate language skills based on Islamic values ​​in everyday life. Therefore, this training can be an effective method for developing public speaking skills while strengthening Islamic character values ​​in students.
Penguatan Budaya Akademik Melalui Penulisan Karya Ilmiah yang Beretika Bagi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Imas Saffanatul Aminah; Sylva Fahri Nailannaja; Ahmad Ta’rifin; Ahmad Faridh Ricky Fahmy; Widodo Hami; Arditya Prayogi; Redika Cindra Reranta; Mohammad Syaifuddin
Lumbung Ngabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/ngabdi.v3i2.25

Abstract

Penguatan budaya akademik di kalangan mahasiswa menjadi kebutuhan mendesak untuk membentuk intelektual yang kompetitif secara global, terlebih pada mahasiswa PAI UIN Gusdur. Penulisan karya ilmiah merupakan salah satu wujud implementasi budaya akademik, namun mahasiswa sering menghadapi tantangan teknis dan etis, terutama dengan maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT tanpa mematuhi etika akademik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman mahasiswa tentang budaya akademik, khususnya terkait etika penulisan ilmiah, serta mengedukasi penggunaan AI secara bertanggung jawab. Metode pelaksanaan meliputi seminar daring, diskusi interaktif, dan praktik langsung melalui platform daring. Hasil kegiatan menunjukkan menguatnya pemahaman mahasiswa terhadap struktur penulisan ilmiah, etika akademik, dan penggunaan AI yang transparan. Kegiatan ini juga mendorong kesadaran akan pentingnya integritas dan kejujuran akademik, sejalan dengan nilai-nilai keislaman dalam Al-Qur’an. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menjadi katalis dalam membentuk budaya akademik yang produktif dan berkelanjutan, mendukung visi UIN Gusdur untuk mencetak intelektual muslim berdaya saing global.
Reinforcement and Punishment: The Concepts Teachers Need to be Carefully Watched Haiyudi, Haiyudi; Reranta, Redika Cindra; In, Sitthipon Art-
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 6, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v6i1.13552

Abstract

Abstract: Numerous acts done by teachers without proper consideration were impactful to students. This study determines the level of teacher cognition to reinforcement and punishment concept in the learning process at school. In addition, this study also aims to assign the accuracy of applying these concepts to students. Mixed-method using embedded design was implemented to address the goals. As 49 teachers responded from several schools in the District of Kepulauan Pongok, South Bangka. Besides, in-depth interviews were also conducted with five teachers who were selected. The research sample was set based on purposive sampling. The data collection techniques were a questionnaire in the form of a rating scale and an in-depth interview form with a feasibility test previously performed using the Content Validity Index. Likewise, the data obtained were processed using the calculation of the average, standard deviation, percentage as well as content analysis. The results indicated that 2.86 out of 5 or 57.2% of the teachers had good understanding towards the two concepts. Meanwhile, 3.15 or 63% of the teachers were familiar to reinforcement. Besides, 2.44 or 4.88% of the teachers were familiar to give punishment.  In other words, the comprehension as well as it application are classified very moderate and needed to be carefully watched.
A EKSPERIMEN KEBERTERIMAAN MANIPULASI STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA Zahra, Ika; Maryam, Dewi; Faradisa, Aswidah; Artika, Elen Juli; Reranta, Redika Cindra
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 9 No 2 (2025): KLAUSA Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/klausa.v9i2.1341

Abstract

Meskipun Bahasa Indonesia baku menetapkan struktur ideal Subjek-Predikat-Objek (SPO), komunikasi lisan non-formal, khususnya antara pedagang dan pembeli, sering menyimpang dari kaidah tersebut demi efisiensi dan alasan pragmatis. Adanya kesenjangan ini menjadi masalah untuk mengetahui batas toleransi dan keberterimaan manipulasi struktur non-baku tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini merumuskan masalah untuk mengukur dan membandingkan tingkat keberterimaan masing-masing dari tiga manipulasi struktur non-baku SOP, PSO, dan OPS ketika dituturkan secara lisan kepada responden pedagang. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keberterimaan tiga jenis manipulasi struktur kalimat non-baku (SOP, PSO, dan OPS) yang diujikan secara lisan kepada responden pedagang, dengan kerangka acuan dari struktur baku SPO. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, hasil pengujian 15 data per manipulasi menunjukkan adanya gradasi toleransi sintaksis yang tinggi pada komunikasi lisan. Struktur PSO (Predikat-Subjek-Objek) merupakan manipulasi yang paling berterima (86.67%), diikuti oleh SOP (66.67%), dan OPS sebagai yang paling tidak berterima (60.00%). Temuan ini menyimpulkan bahwa komunikasi lisan non-formal sangat fleksibel dan tidak terikat ketat pada kaidah SPO. Tingginya keberterimaan struktur non-baku, terutama PSO, mengindikasikan bahwa mitra tutur (pedagang) mampu mengkonstruksi makna secara efisien, didukung oleh pengetahuan kontekstual (pragmatis) tentang tujuan interaksi. Sebagai rekomendasi bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas objek kajian ke manipulasi sintaksis yang lebih kompleks (melibatkan Keterangan) dan mendiversifikasi subjek penelitian melampaui kelompok pedagang, serta mengintegrasikan analisis kualitatif untuk menguji faktor-faktor pendorong keberterimaan secara mendalam.
Analisis Gramatikal Ambiguitas dalam Program Legislasi Nasional Tahun 2026 Syaharani, Aurelia; Milatina, Sayidatim; Oktafiani, Sekar; Reranta, Redika Cindra
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v5i1.50819

Abstract

This study aims to analyze grammatical ambiguities found in the 2026 Draft State Budget Law (Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, RUU APBN), which is part of the 2026 National Legislation Programme (Prolegnas). The clarity of legal language plays a crucial role in public policy formulation, as syntactic inaccuracies may lead to semantic confusion and open the possibility for multiple interpretations of policy intent. Using a descriptive qualitative approach and grammatical analysis methods, this study examines sentences within the 2026 Draft State Budget Law that demonstrate potential ambiguity. The analysis focuses on decomposing syntactic structures and classifying types of ambiguity according to their grammatical characteristics. The results indicate that grammatical ambiguities in the 2026 Draft State Budget Law fall into two major categories: referential ambiguity and structural ambiguity. Referential ambiguity arises from unclear referents or indeterminate meanings of sentence elements, whereas structural ambiguity results from imprecise syntactic arrangements that allow for more than one possible interpretation. These ambiguities may lead to differing understandings of policy content and the intended legal norms of the legislators. Therefore, this study highlights the importance of accuracy and consistency in the drafting of governmental legal language, especially in fiscal policy documents, to ensure that policy meanings are communicated explicitly, avoid multiple interpretations, and support both legal certainty and effective policy implementation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ambiguitas gramatikal yang terdapat dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun 2026 yang menjadi bagian dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026. Kejelasan bahasa hukum memegang peranan penting dalam perumusan kebijakan publik, sebab ketidaktepatan struktur sintaksis dapat menimbulkan kerancuan makna dan membuka peluang penafsiran ganda terhadap maksud kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis gramatikal. Data yang dianalisis berupa kalimat-kalimat dalam naskah RUU APBN 2026 yang menunjukkan potensi ambiguitas. Analisis difokuskan pada penguraian unsur sintaksis serta pengelompokan jenis ambiguitas berdasarkan karakteristik gramatikalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambiguitas gramatikal dalam naskah RUU APBN 2026 terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu ambiguitas referensial dan ambiguitas struktural. Ambiguitas referensial muncul akibat ketidakjelasan acuan atau penentuan makna unsur kalimat, sedangkan ambiguitas struktural timbul karena penyusunan unsur kalimat yang tidak tegas sehingga memungkinkan lebih dari satu interpretasi. Ambiguitas tersebut berpotensi menimbulkan perbedaan pemahaman terhadap isi kebijakan dan arah norma hukum yang dimaksudkan pembuat undang-undang. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya ketelitian dan konsistensi dalam penyusunan bahasa hukum pemerintah di masa yang akan datang, khususnya dalam dokumen kebijakan fiskal, agar makna kebijakan dapat disampaikan secara eksplisit, tidak menimbulkan multitafsir, serta mendukung kepastian hukum dan efektivitas implementasi kebijakan pemerintah.
BENTUK KOMUNIKASI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: Tunagrahita, struktur frasa, inversi, metafora, psikolinguistik. Ikhsani, Rudly Abit; Larasati, Nadia; Muswiroh, Ani; Nahdliyana, Ika Najwa; Reranta, Redika Cindra
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v6i2.1434

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika pemerolehan bahasa pada siswa tunagrahita di SLB Muhammadiyah Pekajangan, dengan melihat variasi linguistik subjek bukan sebagai defisit semata, melainkan sebagai proses kognitif yang unik dalam mengonstruksi makna. Menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi naturalistik, penelitian ini menganalisis bentuk dan pola kesalahan dalam produksi struktur frase siswa. Hasil analisis mengungkap dua fenomena utama: (1) ketidakteraturan sintaksis yang bermanifestasi dalam inversi urutan kata dan penghilangan elemen fungsional, mengindikasikan tantangan kognitif dalam menerapkan kaidah linearitas tata bahasa; dan (2) penggunaan strategi semantik kreatif melalui metonimi dan generalisasi yang berlebihan sebagai mekanisme adaptif untuk menjembatani keterbatasan leksikal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profil linguistik siswa tunagrahita mencerminkan intelektualitas yang aktif dalam berkomunikasi. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan pedagogis dari sekadar korektif menjadi apresiatif, yang memahami logika berpikir siswa unik dalam memotret dan mendeskripsikan realitas dunia mereka.
ANALISIS FUNGSI FATIS PADA DIALEK MELAYU SEMENANJUNG MALAYSIA Farkhah, Naeli; Putri, Khaera Adinia; Putri, Salwa Asa; Reranta, Redika Cindra
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v6i2.1437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi fatis dalam dialek Melayu Semenanjung Malaysia, yang masih kurang mendapat perhatian dalam kajian linguistik dibandingkan dengan fatis dalam dialek Melayu lainnya. Fatis merujuk pada elemen-elemen dalam bahasa yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan, memberikan penekanan, atau menyampaikan nuansa emosional dalam komunikasi. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali peran fatis dalam memperkaya makna percakapan dan membangun hubungan sosial antara penutur Bahasa Melayu di berbagai daerah di Semenanjung Malaysia, seperti Kuala Lumpur, Kelantan, Terengganu, dan Johor. Berdasarkan analisis data percakapan, penelitian ini menemukan bahwa fatis berfungsi untuk mengekspresikan perasaan penutur, menunjukkan kedekatan sosial, serta menandai perbedaan status dan emosi dalam interaksi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam studi linguistik dan budaya Melayu, serta memperkaya pemahaman tentang penggunaan fatis dalam konteks yang lebih luas di Asia Tenggara.
Interferensi Fatis Bahasa Galela dalam Bahasa Indonesia oleh Penutur Etnis Galela Maesyaroh Maesyaroh; Haniatul Mufidah; Nur Aulia Miza; Nala A'izatul Haira; Redika Cindra Reranta
Jurnal Bahastra Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v10i2.12277

Abstract

This study examines the syntactic structure of phatic expressions across local languages in Indonesia, with particular emphasis on the Galela language and several regional dialects in North Maluku. The research addresses how phatic elements are structurally realized and function pragmatically in maintaining social interaction and cohesion among speakers. Employing a qualitative approach, data were collected through informal interviews, field notes, audio recordings, and systematic verification to ensure analytical reliability. The findings reveal that phatic expressions occur in the form of particles, single words, phrases, and clauses, with variations shaped by local cultural contexts and dialectal differences. Specific phatic particles such as bai, to, si, and ka function as semantic intensifiers, pragmatic softeners, and markers of social proximity within discourse. The study argues that the syntactic and pragmatic integration of phatic elements reflects broader socio-cultural norms embedded in language use. These results contribute to descriptive syntax and pragmatics while providing a foundation for the development of culturally responsive local language learning materials that promote effective and harmonious communication.
Interferensi Sintaksis Bahasa Dani dalam Bahasa Indonesia oleh Penutur Dani Arina Kharisatul Kamilah; Vina Vitri Alawiyah; Redika Cindra Reranta
Jurnal Bahastra Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v10i2.12373

Abstract

This study examines syntactic interference in the Indonesian language as used by speakers of the Dani ethnic group in Papua, a phenomenon arising from the interaction between regional language systems and standard Indonesian. The research addresses how differences in syntactic structures manifest when Dani speakers employ Indonesian in everyday communication. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through documentary observation, literature review, and note-taking techniques, as well as attentive listening to language use across various media, including digital video platforms. The findings reveal several forms of syntactic interference, including deviations in sentence structure patterns, the addition of sentence elements, and the incorporation of local phatic expressions within Indonesian utterances. These patterns indicate that the Dani language exerts a significant influence on the syntactic realization of Indonesian among its speakers. The study argues that such interference reflects not only linguistic transfer but also the persistence of cultural and communicative norms embedded in local languages. These findings contribute to the field of sociolinguistics and syntax, particularly in understanding bilingual language behavior and its implications for language learning and policy.